Claim Missing Document
Check
Articles

Exploring Traditional Dadiah Food as a Part of Cultural Identity and Sustainability in Minangkabau Tribe Tourism Maulid, Amy; Ciptandi, Fajar
Jurnal Penelitian Pariwisata Vol 7 No 2 (2023): (TRJ) Tourism Research Journal
Publisher : Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/trj.v7i2.231

Abstract

Traditional food is an intangible cultural heritage that has regional, specific characteristics, various kinds and types that reflect the natural potential of each region, so that Indonesia is not only said to be rich in nature, but also in all the diversity of culture and food that exists, but this does not rule out the possibility These traditional foods will experience extinction if their sustainability is not maintained, such as the conventional Dadiah food which originates from West Sumatra.Dadiah is a traditional yogurt from milk buffalo originating in Minangkabau,West Sumatra. Dadiah, as traditional food, needs to be preserved in modern society by providing elements of novelty but still taking into account the characteristics and fundamental values ​​that have been previously owned. This study aims to analyze the application of the innovation leadership pyramid in the traditional food product Dadiah in order to discover the elements of tradition in the traditional food product. This research uses a qualitative descriptive method by collecting data through observation, interviews, and literature study. The data obtained comes from factual conditions in the field when conducting research, so the data received will be analyzed using the innovation guide pyramid. It is hoped that the results of this research will be able to find new elements that can be applied to traditional dadiah food so that the traditional food remains preserved. Keywords: traditional food, dadiah, innovation guiding pyramid
INOVASI PRODUK FASHION PADA KERAJINAN SERAT ALAM DI UKM RAGIL JAYA CRAFT GAMPLONG Afwien, Vithaliliantha; Ciptandi, Fajar; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah dimana kekayaanalam tersebut sebagian besar dijadikan sebuah produk kerajinan. Kerajinan yangdimiliki Indonesia pun juga sudah banyak dikenal diberbagai mancanegara, selaindinilai karena bentuknya yang sangat unik dan beragam. Kerajinan di Indonesia punterdapat berbagai jenis, contohnya seperti tenun dan anyaman. Karya yang dibuatdari hasil kerajinan tangan sangat membutuhkan kreativitas. Di Indonesia industrikerajinan sudah berkembang, khususnya di daerah Yogyakarta. Salah satu daerah diYogyakarta lebih tepatnya daerah Gamplong. Dengan menggunakan MetodologiKuantitatif berupa kusioner dan Kualitatif yaitu Wawancara,Observasi Studi literarturdan Eksplorasi, diharapkan penulis mampu menemukan permasalahan yang benaradanya dan memberikan solusi sehingga para perajin pun mampu dengan mudahmengikuti sebuah karya inovasi yang akan dilakukan oleh penulis. Dari uraian diatashasil penelitian ini bertujuan untuk membantu para perajin UKM Ragil Jaya Cravtdalam mengembangkan produk kerajinan yang lebih variatif berupa suatu produkfashion yaitu tas dengan menggunakan lembaran tenun serat alam.  Kata kunci : gamplong, ukm ragil jaya craft, tas serat alam
PEMANFAATAN LIMBAH SISA PRODUKSI ANYAMAN PANDAN KHAS RAJAPOLAH Balqis, Qelmille Dewi Amanah; Ciptandi, Fajar; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anyaman adalah kumpulan sulur serat yang biasanya dirangkai membentuksebuah benda dengan karakter yang kaku, umumnya berupa keranjang, tas atau produkrumah tangga. Anyaman terbentuk dari proses menyilangkan bahan-bahan yang bersaladari tumbuhan yang kemudian dijadikan satu rumpun yang kuat. Daerah diIndonesiadengan potensi anyaman yang baik adalah Tasikmalaya, yang memiliki sentra kerajinananyaman di Kecamatan Rajapolah. Dengan metode kualitatif berupa pendekatan dariobservasi langsung dan wawancara kepada pemilik salah satu UKM anyaman diRajapolah. Pada proses pembuatan eksplorasi dilakukan secara pribadi dan bersamadengan pendampingan perancangan agar pemanfaatan limbah sisa produksi danpengembangan produk menjadi tepat guna. Penelitian ini bertujuan untukmemanfaatkan bahan baku anyaman secara optimal hingga limbah sisa produksianyaman khas Rajapolah dan menjadikannya sebagai produk fashion dengan konsepbesar berupa sustainable fashion. Kata kunci : limbah anyaman, inovasi, perajin
PENGEMBANGAN MOTIF TENUN KHAS GAMPLONG DI UKM RAGIL JAYA CRAFT Ningsih, Widya Kusuma; Ciptandi, Fajar; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenun merupakan salah satu bentuk kerajinan tradisional dengan menggunakan alat tradisional yang disebut ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dengan cara menjalinkan benang lungsi yang membujur ke arah panjang dengan benang pakan yang melintang ke arah lebar (Meira dkk, 2013). Salah satu daerah penghasil tenun di Indonesia adalah desa Gamplong, Yogyakarta. Kerajinan tenun  serat  alam  ini dilakukan secara turun temurun dan  keahlian  yang  didapatkan  berasal  dari  orang  tua  terdahulu  yang  kemudian dikembangkan  sesuai  perkembangan  zaman. Dengan menggunakan metode  kualitatif, penulis dapat menemukan permasalahan yang tepat sasaran dan mudah dilakukakn oleh pengrajin tenun UKM Ragil Jaya Craft. Metode ini menghasilkan sebuah inovasi dengan eksplorasi  pengembangan  motif  tenun  khas  Gamplong.  Proses  eksplorasi  dilakukan secara  individual  maupun  bersama  dengan  para  pengrajin,  sehingga  menghasilkan pengembangan motif tenun khas Gamplong dengan tampilan visual baru yang memiliki irama. Hasil penelitian  ini bertujuan menciptakan  lembaran tenun dengan menerapkan variasi  komposisi motif  tenun  yang menarik menggunakan  konsep  inspirasi  bangunan ikonik  Desa  Gamplong  dengan  menggunakan  teknik  tenun  yang  sudah  dikuasai  oleh perajin UKM Ragil Jaya Craft. Kata Kunci: tenun serat alam, ukm ragil jaya craft, gamplong
PENGEMBANGAN PRODUK GEDOG LOWO DENGAN GAYA KHAS MASYARAKAT TUBAN Dewantari, Senja; Ciptandi, Fajar; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tuban di Jawa Timur, lebih spesifiknya di Kecamatan Kerekmerupakan salah satu daerah penghasil kain tenun dan kain tenun khas masyarakat Tubanbiasa disebut dengan kain tenun gedog, kecamatan Kerek sendiri memiliki beberapaUMKM, salah satunya adalah Gedog Lowo, Gedog Lowo merupakan sebuah kelompokusaha Bersama di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, yang terdiri dari sekelompokpengrajin batik dan tenun gedog tradisional. Dalam proses produksinya Gedog Lowodengan memperhatikan aspek kualitas dan nilai tradisi Tuban. Hingga saat ini UMKMGedog Lowo masih berfokus pada penjualan lembaran kain tenun gedog, yang dimanaUMKM sejenisnya sudah mulai berinovasi berupa produk. Dengan demikian UMKM GedogLowo harus mulai berinovasi agar memiliki daya bersaing dengan UMKM sejenis.penelitian ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang ada pada UMKM GedogLowo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka,eksperimentatif, wawancara dan observasi online. Penelitian ini bertujuan untukmemberikan variasi produk baru kain tenun gedog tanpa menghilangkan gaya masyarakattuban yang sederhana. Hasil akhir dari penelitian ini berupa produk inovatif berupa tasdengan bahan utama tenun gedog.Kata kunci: tas, kain tenun gedog, tuban
PENGEMBANGAN TAS ANYAMAN DENGAN APLIKASI TEKNIK BORDIR DESA SUKARUAS, KECAMATAN RAJAPOLAH, KABUPATEN TASIKMALAYA Riski, Indrianti Pratama; Ciptandi, Fajar; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan anyaman merupakan salah satu bentuk karya seni berupa kerajinan tangan yang diolah secara tradisional dengan tangan, dan merupakan warisan sejak jaman nenek moyang yang masih dikembangkan hingga saat ini. Kerajinan anyam ini merupakan hasil proses membuat pola tertentu dengan cara bahan baku disilangkan, ditumpangkan, dan dilipat hingga menciptakan suatu bentuk. Salah satu daerah penghasil anyaman yang terkenal di  Indonesia adalah  Tasikmalaya, khususnya Kecamatan Rajapolah. Walaupun anyaman yang  ada di Rajapolah masih menggunakan  teknik dasar dalam menganyam, namun produk yang dihasilkan lebih beragam dibandingkan dengan anyaman dari daerah lain. Meskipun  produk  yang  dihasilkan oleh  pengrajin  anyaman  yang  ada di Rajapolah beragam,  ada  beberapa  bentuk  produk  yang  belum  sesuai  dengan  trend  yang berkembang. Melalui penelitian ini, penulis berusaha untuk menyelesaikan permasalahan yang  dihadapimelalui  menciptakan  inovasi  dengan  menerapkan  teknik  bordir  yang berasal dari daerah Jambi yaitu jenis bordir tiga dimensi. Perpaduan teknik bordir Jambi dan anyaman Rajapolah  ini adalah bentuk  inovasi produk  agar produk yang dihasilkan beragam  dan  mengikuti  trend  yang  berkembang.  Metode  penelitan  menggunakan metode  deskriptif  dengan  pengumpulan  data  primer  melalui  wawancara,  observasi, eksplorasi dan data sekunder berupa studi literatur untuk menghasilkan desain anyaman baru sesuai trend yang berkembang masa kini. Kata Kunci : anyaman, rajapolah,  perajin, inovasi, desain
PENERAPAN MODEL HUMAN COMPUTER INTERACTION UNTUK MENGATASI KETERGANTUNGAN DISABILITAS FISIK DALAM BERAKTIVITAS OUTDOOR Putra Pratama, Rd. Muhammad Sopian; Ciptandi, Fajar; Adriyanto, Andreas Rio
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan penyandang disabilitas fisik mempengaruhi kehidupan mereka di masyarakat. Pemerintah berupaya memberikan aksesibilitas dan kesempatan yang sama bagi semua warga, tanpa memandang keterbatasan fisik. Namun, aksesibilitas fasilitas publik masih belum optimal karena tidak memenuhi standar desain universal. Kurangnya informasi tentang fasilitas dan layanan untuk penyandang disabilitas fisik juga menjadi hambatan. Oleh karena itu, perlu penyebaran informasi melalui teknologi yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas fisik, seperti smartphone dengan fitur canggih. User interface harus memperhatikan kemudahan penggunaan bagi penyandang disabilitas fisik agar dapat mendukung mobilitas mereka. Penyebaran informasi tentang fasilitas publik yang ramah terhadap disabilitas dan layanan khusus harus didukung dengan user interface yang mudah dipahami oleh pengguna. Dalam merancang user interface untuk aktivitas outdoor, digunakan metode user centered design dengan tahapan memahami konteks penggunaan, menentukan kebutuhan pengguna, menghasilkan solusi desain, dan mengevaluasi desain tersebut. Pengujian dilakukan menggunakan metode single ease question dan system usability scale dengan melibatkan 5 orang penyandang disabilitas fisik dengan usability testing pada penelitian ini mendapatkan nilai 6 (mudah) dan 7 (sangat mudah) untuk single ease question (seq) dan nilai 86 (acceptable, grade scale B, excellent) untuk system usability scale (sus).Kata kunci: Aktivitas Outdoor, Disabilitas Fisik, User Centered Design, User interface, Single ease question, System Usability Scale
PENGEMBANGAN DESIGN PERMUKAAN KAIN TENUN GEDOG TUBAN DENGAN TEKNIK BATIK DAN SASHIKO UNTUK PRODUK FASHION Nurazizah, Lutfia; Ciptandi, Fajar; Rozandini, Morinta
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki banyak ragam kain tradisional salah satunya yaitu kain tenun gedog. Kain tenun gedog Tuban merupakan kain tenun tradisional yang berasal dari Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban di Provinsi Jawa Timur. Tenun gedog memiliki karakteristik yang unik seperti, ketebalan tenun, tekstur tenun yang kasar, dan struktur tenun yang tidak rata. Seiring berjalannya waktu, kain gedog mulai mengalami penurunan karena menurunnya minat masyarakat dalam menenun dan juga pengaplikasian kain tenun gedog yang kurang bervariatif terutama pada produk fashion. Membuat sebuah inovasi baru merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah minat masyarakat terhadap kain tenun gedog dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Menggabungkan tinjauan pustaka, eksplorasi, observasi lapangan, dan wawancara untuk menganalisis dan merumuskan pengembangan inovatif pada kain tenun gedog Tuban untuk menghasilkan solusi yang menjembatani unsur tradisi dan modernity, serta tetap mempertahankan identitas masyarakat Tuban. Hasil penelitian ini bertujuan untuk memberikan inovasi dari segi visual pada kain tenun gedog Tuban. Dengan pengembangan motif geometris yang terinspirasi dari batik Tuban dan diperkaya dengan teknik sashiko, serta dapat diaplikasikan pada produk fashion yang inovatif dan bernilai tinggi. Sebagai hasil dari penelitian ini, diharapkan masyarakat Tuban dapat memanfaatkan kembali kekayaan budaya mereka dalam bentuk yang modern dan relevan, dengan tetap mempertahankan nilai tradisional yang kuat.Kata kunci: Kain Tenun Gedog, Tuban, Inovasi Design, Produk Fashion
PENGEMBANGAN MOTIF BATIK TUBAN MELALUI TEKNIK HAND EMBROIDERY PADA KAIN TENUN GEDOG MENGGUNAKAN BENANG TUKEL DENGAN PEWARNA ALAM INDIGOFERA Samudra, Ayyala Syahla; Ciptandi, Fajar; Rosandini, Morinta
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beragam jenis kekayaan tradisi di Indonesia salah satunya adalah tradisi wastranya yaitu kain tenun gedog yang berasal dari Kerek, Tuban. Kepopuleran kain tenun gedog secara umum tidak diketahui banyak orang dibandingkan dengan kain-kain tradisional dari daerah lain yang secara tidak langsung memengaruhi perkembangan kain tenun gedog (Emir dan Wattimena, 2018). Maka dari itu, inovasi sangat dibutuhkan untuk mengembangkan tenun ini agar konsumen terus dapat menggemari dan membeli kain tenun gedog sekaligus membangkitkan minat masyarakat Kerek dalam menenun (Emir dan Wattimena, 2018). Beberapa upaya yang sudah dilakukan diantaranya oleh Nazmi (2019) pada penelitian yang berjudul <Eksplorasi Teknik Sulam Menggunakan Benang Tukel Pada Kain Tenun Gedog= . Sebagai upaya menghasilkan kebaruan dan diferensiasi dari inovasiyang sudah ada, peneliti mengembangkan motif batik Tuban melalui teknik hand embroidery dengan benang tukel dengan nilai kebaruan berupa pencelupan benang tukel dengan pewarna alam indigofera. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data yaitu studi literatur, wawancara, observasi, eksplorasi. Maka dari itu hasil akhir penelitian ini yaitu menghasilkan ragam inovasi produk dari kain tenun gedog supaya terus diminati oleh pasar tanpa meninggalkan nilai tradisi yang ada di dalamnya.Kata kunci: kain tenun gedog Tuban, hand embroidery, benang tukel, indigofera
Analysis of Traditional Elements in Traditional Woven Fabrics Using the ATUMICS Method : Case Study: Sidan Woven Fabric by the Endo Segadok Weaving Group in Menua Sadap Village Ariseftia, Ega; Azzahra, Alifiansi Nurul Fatimah; Ciptandi, Fajar
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i1.1564

Abstract

Knowing about the elements of traditional elements is essential because it can inspire modern design, allowing for innovation while respecting cultural roots. One of the traditional Indonesian woven fabrics that has the potential to be developed and the elements of tradition are known is the Sidan Weaving fabric. Sidan weaving is one of the products made by the indigenous people of the Dayak Iban tribe who come from Kapuas Hulu Regency, West Kalimantan Province. Therefore, the analysis of traditional elements in Sidan woven fabrics of the Endo Segadok weaving group in Menua Sadap Village was carried out to find out a more thorough understanding of Sidan woven fabric products, both in terms of visuals and meanings, so that every detail can be interpreted as part of a valuable cultural heritage and know the potential that can be developed. Data collection was carried out using observation, interview, and literature study methods, then analysis was carried out using the ATOMICS method. The results of the study stated that the results of the analysis of Sidan woven fabrics using the ATUMICS method showed that starting from the production process as a whole, it maintained and revived cultural traditions that had been passed down from generation to generation.  Each element of the traditional element not only reflects aesthetics, but also contains a deep symbolic meaning related to the customs, beliefs, and cultural values of the local people.