Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Traditional Elements in Traditional Woven Fabrics Using the ATUMICS Method : Case Study: Sidan Woven Fabric by the Endo Segadok Weaving Group in Menua Sadap Village Ega Ariseftia; Alifiansi Nurul Fatimah Azzahra; Fajar Ciptandi
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i1.1564

Abstract

Knowing about the elements of traditional elements is essential because it can inspire modern design, allowing for innovation while respecting cultural roots. One of the traditional Indonesian woven fabrics that has the potential to be developed and the elements of tradition are known is the Sidan Weaving fabric. Sidan weaving is one of the products made by the indigenous people of the Dayak Iban tribe who come from Kapuas Hulu Regency, West Kalimantan Province. Therefore, the analysis of traditional elements in Sidan woven fabrics of the Endo Segadok weaving group in Menua Sadap Village was carried out to find out a more thorough understanding of Sidan woven fabric products, both in terms of visuals and meanings, so that every detail can be interpreted as part of a valuable cultural heritage and know the potential that can be developed. Data collection was carried out using observation, interview, and literature study methods, then analysis was carried out using the ATOMICS method. The results of the study stated that the results of the analysis of Sidan woven fabrics using the ATUMICS method showed that starting from the production process as a whole, it maintained and revived cultural traditions that had been passed down from generation to generation.  Each element of the traditional element not only reflects aesthetics, but also contains a deep symbolic meaning related to the customs, beliefs, and cultural values of the local people.
Tradition and Spirituality: Exploring the Motifs of Rifaiyah Batik in the Context of Islamic Values Choirunnisa Rezky Ramadhani; Fajar Ciptandi
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol. 23 No. 1 (2025): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/ibda.v23i1.12930

Abstract

Batik Rifaiyah is a cultural heritage of the Rifaiyah Community located in Kalipucang Wetan Village, Batang Regency, Central Java. It serves as an expression of Islamic spirituality. This type of Batik represents artistic craftsmanship and is a medium for teaching Islamic values through symbols and motifs. However, understanding the philosophical values and foundational aspects of Rifaiyah Batik is currently limited to the oral traditions passed down by batik makers and the Rifaiyah Community, with insufficient written documentation. This study aims to explore and comprehend the fundamental principles of Rifaiyah Batik as a manifestation of Islamic spiritual art, focusing on the Pelo Ati and Materos Satrio motifs. The research employs a qualitative method utilizing a social phenomenology approach. It includes observations of the batik motifs, in-depth interviews with batik makers, and a review of relevant literature. The analysis is guided by the Pyramid Base Guiding Craft Innovation theory, which identifies four crucial dimensions in the batik tradition: Traditional Artifacts, Traditional Ecology, Teaching of Tradition, and Non-Material Culture. The findings reveal that Rifaiyah Batik reflects Islamic values through theological, aesthetic, and artistic ethics. Theologically, it avoids depicting living beings, using arabesque to express Tawheed. Aesthetically, its colors are inspired by the Qur'an. Artistically, its meticulous craftmanship is an act of worship.
EKSPLORASI MATERIAL PASTA SABLON DENGAN TEKNIK MIXED MEDIA MENJADI LEMBARAN TEKSTIL KONTEMPORER Reza Maulina; Fajar Ciptandi; Ahda Yunia Sekar Fardhani
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kreativitas, inovasi diakui sebagai solusi ketika kreativitas mengalami kebuntuan, dimana inovasi didasarkan pada kegiatan eksplorasi terhadap keunikan material serta ide perancangan untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki originalitas dan nilai yang baru. Inovasi dalam seni kriya dapat dicapai dengan menggunakan material dan teknik sederhana yang dieksplorasi dan diproses untuk menghasilkan visual tekstur yang bervariasi. Konteks kreatifitas yang didasari atas kegiatan eksplorasi terhadap keunikan material yang mencakup optimalisasi hasil olahan dari berbagai aspek yang bersifat multi-transdisipliner. Pasta sablon merupakan jenis material non-tekstil yang kerap di eksplorasi dan digunakan sebagai media artistik pada karya tekstil. Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tentang berbagai karakteristik material pasta sablon menggunakan berbagai media dan teknik untuk mengetahui jenis aplikasi yang dapat digunakan untuk mengolah material sablon dan menghasilkan visual tekstur yang variatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data seperti data literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi. Penelitian ini menggunakan teknik mixed media dengan sablon sehingga dapat dibuka peluang baru untuk menciptakan karya tekstil kontemporer dalam industri fashion. Temuan dari penelitian ini merupakan hasil akhir berupa lembaran tekstil kontemporer. Kata kunci: Inovasi, Eksplorasi, Tekstil Kontemporer, Material sablon, Mixed Media.
EKSPLORASI MATERIAL SERAT WOL MENGGUNAKAN TEKNIK MIXED MEDIA MENJADI KARYA TEKSTIL KONTEMPORER Azka Auliya Rissandy; Fajar Ciptandi; Ahda Yunia Sekar Fardhani
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam perkembangan kriya saat ini dapat tercipta hanya dari material dan teknik sederhana yang dieksplorasi dan diolah sehingga menghasilkan karya kriya kotemporer yang merupakan pengoptimalan dari gabungan berbagai aspek keilmuan yang melebur. Oleh karena itu, dalam menanggapi perkembangan kriya tersebut, terdapat peluang untuk menghasilkan inovasi kriya dengan memanfaat material serat wol yang dieksplorasi menggunakan teknik mixed media. Karena penggunaan serat wol telah banyak dilakukan oleh desainer dan seniman tekstil dan menghasilkan beragam jenis produk fashion, sehingga terdapat potensi dalam mengembangkan teknik pengolahan dan karakter visualnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Penulis mengumpulkan data yang bersumber dari studi literatur, observasi, wawancara dan eksplorasi. Melalui eksplorasi yang dilakukan dalam pengolahan serat wol dengan beragam teknik, menghasilkan penggunaan teknik yang tepat berupa felting untuk menciptakan visual dan tekstur bervariasi yang mengangkat konsep desain futuristik. Output dari penelitian ini adalah karya tekstil kontemporer berupa modular serta pengaplikasian modular hasil eksplorasi material serat wol menggunakan teknik mixed media ke produk fashion. Kata kunci: Kriya Kontemporer, Serat Wol, Eksplorasi Material, Mixed Media
PENERAPAN TEKNIK RUST DYEING DENGAN PENGGABUNGAN TEKNIK SURFACE DESIGN LAINNYA YANG DIAPLIKASIKAN PADA LEMBARAN KAIN Bismutia, Queenie Salsabila; Ciptandi, Fajar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dapat diartikan sebagai suatu kebaruan atau proses pengembangan teknik menjadi suatu hal yang baru. Inovasi dapat terjadi dalam berbagai hal, misalnya pada industri fashion. Inovasi dalam industri fashion dapat berupa sentuhan warna baru, adanya pengembangan motif, hingga pengembangan berbagai teknik tekstil dapat menjadi suatu visual yang baru, misalnya dengan menggunakan teknik rust dyeing. Rust dyeing adalah salah satu teknik pewarnaan dengan menggunakan material berkarat pada tekstil yang dikomposisikan sehingga dapat menciptakan suatu visual yang baru. Pada penelitian ini penulis menggunakan teknik yang serupa yang sudah digunakan pada penelitian sebelumnya yaitu dengan menggunakan teknik rust dyeing namun dengan penggabungan teknik surface design lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan motif pada rust dyeing untuk menjadi sebuah motif yang dapat diarahkan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yaitu dengan pengumpulan data berupa studi literartur, melakukan observasi, dan eksplorasi. Hasil dari penelitian ini berupa lembaran tekstil dari teknik rust dyeing dengan adanya variasi motif yang dikomposisikan dengan teknik surface design lainnya sehingga dapat menciptakan tema yang sesuai dengan imageboard dan dengan adanya pertimbangan peluang dan potensi penerapan kain terhadap produk fashion. Kata kunci: rust dyeing dan surface design,
PENGEMBANGAN TEKNIK CRACK BINDER DENGAN KOMBINASI TEKNIK PAINTING MENJADI LEMBARAN TEKSTIL YANG MEMILIKI POTENSI UNTUK DIAPLIKASIKAN PADA PRODUK FASHION Rusmayanti, Nur Halidha; Ciptandi, Fajar; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berjalannya masa akan menimbulkan suatu perubahan seiring waktu. Suatu perubahan akan ada karena terbentuknya inovasi-inovasi yang terus berkembang. Fashion merupakan salah satu bidang yang terus membutuhkan suatu inovasi yang dapat berupa serat baru, sentuhan akhir yang baru pada kain, warna, modifikasi siluet, penggunaan gaya yang khas, hingaa pengembangan teknik. Salah satu teknik yang dapat dikembangkan yaitu teknik crack binder. Teknik crack binder merupakan salah satu teknik yang memiliki peluang dan dapat dikembangkan sehingga menghasilkan suatu inovasi baru dimana teknik ini menghasilkan visual retak pada permukaan kain. Oleh karena itu, peneltian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik crack binder yang akan dikombinasikan dengan teknik painting untuk dapat menghasilkan suatu visual baru dan nantinya dapat diaplikasikan pada produk fashion. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan cara melakukan pengumpulan data yang berupa studi literatur, observasi, wawancara serta melakukan eksplorasi. Pada penelitian ini, hasil akhir yang dihasilkan berupa lembaran kain dengan visual baru menggunakan teknik crack binder yang dikombinasikan dengan teknik painting yang memiliki potensi untuk diaplikasikan pada produk fashion. Kata Kunci : crack binder, painting, pengembangan
PENGOLAHAN TEKSTIL DENGAN METODE MIX MEDIA UNTUK PERANCANGAN PRODUK COSTUMWEAR Ersaputeri, Sherly; Ciptandi, Fajar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengolahan tekstil dengan metode mix media, yang memadukan berbagai teknik tekstil dalam produksi costumwear. Tujuan utama penelitian ini adalah menciptakan produk costumwear yang inovatif dan memiliki nilai estetika tinggi dengan memanfaatkan kombinasi teknik seperti manipulating fabric, crochet, dan juga free motion. Melalui metode eksperimen dan eksplorasi, berbagai jenis bahan tekstil diuji dengan teknik yang berbeda untuk menentukan kombinasi yang paling efektif dan estetis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mix media mampu menghasilkan produk costumwear dengan memungkinkan terciptanya desain kostum yang kaya visual dan tekstural, dengan peningkatan kualitas dan daya tarik produk. desain yang unik, serta meningkatkan nilai artistik dan fungsional dari produk tersebut. Studi ini berkontribusi terhadap pengembangan industri tekstil dan fashion, dengan membuka peluang baru untuk inovasi dalam desain kostum yang lebih kreatif dan beragam. Kata kunci: pengolahan tekstil, mix media, teknik tekstil, costumwear, desain kostum, inovasi tekstil.
PENGEMBANGAN KAIN TENUN GEDOG LOWO MELALUI FABRIC MANIPULATION DENGAN IMPLEMENTASI KONSEP STORYTELLING “HULU KE HILIR” MENJADI BUSANA READY TO WEAR DELUXE BERBASIS KOLABORASI DESAIN Hidayati, Syifa Rahma; Ciptandi, Fajar; Wardhani, Shella
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenun Gedog merupakan material tradisional dengan potensi tinggi yang kini semakindiminati oleh para pelaku industri fashion. Gedog Lowo, sebagai salah satu brand penghasil kain ini,melihat peluang tersebut dan mulai mengembangkan identitas mereknya melalui produk fashionyang sesuai dengan karakter kain serta nilai-nilai lokal. Dalam upaya tersebut, Gedog Lowomembuka diri untuk berkolaborasi, termasuk dengan peneliti sebagai desainer, guna menciptakanvariasi produk yang tidak hanya inovatif namun tetap merepresentasikan identitas Gedog Lowo.Penelitian ini mengkaji kolaborasi antara UMKM dan desainer, dengan fokus pada bagaimanamasing-masing identitas dapat melebur menjadi satu dalam bentuk produk yang memiliki identitaskolektif. Tantangan utama dalam proses ini adalah ketidaktahuan jenis produk yang akandikembangkan. Oleh karena itu, dilakukan analisis serta eksplorasi desain untuk merumuskankonsep yang sesuai. Produk akhir yang dihasilkan adalah busana ready to wear deluxe denganpengaplikasian visualisasi storytelling “Hulu ke Hilir” yang menciptakan visual proses pembuatantenun Gedog yang sangat bernilai melalui fabric manipulation dengan memperhatikan identitasbrand Gedog Lowo, identitas kolektif, serta Tuban sebagai produk tradisi berkolaborasi denganmodernisasi tanpa menghilangkan identitas Tuban.Kata Kunci: Fabric Manipulation, Gedog Lowo, Hulu ke Hilir, Kolaborasi, Ready to Wear Deluxe,Storytelling, Tenun Gedog.
PENGEMBANGAN PRODUK BRAND GEDOG LOWO MELALUI IMPLEMENTASI STORYTELLING ‘RIWAYAT KAPAS’ DENGAN TEKNIK SURFACE TEXTILE DESIGN Ahmad, Hasna Nazihah; Ciptandi, Fajar; Putri, Shella Wardhani
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis kain tradisional di Indonesia sangat beragam, salah satunya yaitu kain tenungedog. Kain tenun gedog merupakan kain tradisional asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yangpada awalnya kurang dikenal, namun dengan adanya fenomena diangkatnya batik tenungedog Tuban sebagai ikon pada acara Hari Batik Nasional tahun 2024, kini tenun gedog mulairamai mendapat atensi dari pecinta fashion dan memiliki potensi besar untuk dikembangkanke dalam bentuk produk fashion. Di sisi lain, terdapat brand penghasil kain tenun gedog dikecamatan Kerek yang secara konsisten menghasilkan tenun gedog dengan corak motif hasilinovasi, namun masih menghasilkan dalam bentuk lembaran kain saja, sehingga produknyaberpotensi untuk dikembangkan ke dalam bentuk produk fashion menggunakan konsepperancangan yang sesuai dengan karakteristik brand. Dengan begitu, penelitian ini bertujuanuntuk membuat perancangan pengembangan produk brand Gedog Lowo menjadi produkfashion. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, observasi,wawancara dan juga eksplorasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan perancanganproduk fashion tenun gedog yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik brand GedogLowo.Kata kunci: tenun gedog, brand Gedog Lowo, produk fashion tenun gedog
PENGEMBANGAN PRODUK GEDOG LOWO MENGGUNAKAN BATIK GEDOG MENJADI PRODUK FASHION DENGAN KONSEP STORYTELLING “BATIK ABANGAN” Ramadanti, Puspa Mulya Aryani; Ciptandi, Fajar; Putri, Shella Wardhani
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedog Lowo merupakan UMKM tekstil tradisional di Kecamatan Kerek,Tuban, yang memproduksi kain tenun dan batik Gedog dengan ciri khas lokal. Saatini, Gedog Lowo hanya menjual lembar kain sehingga diperlukan inovasi produkuntuk meningkatkan daya saing dan memperkuat identitas brand. Penelitian inibertujuan mengembangkan produk fashion berbahan kain batik Gedog sesuaikarakter Gedog Lowo dengan menonjolkan nilai kearifan lokal dan makna filosofismelalui konsep storytelling “Batik Abangan”. Metode penelitian menggunakanpendekatan kualitatif melalui pengumpulan data seperti studi literatur, observasi,wawancara, serta eksplorasi dan analisis data untuk merumuskan desain produk.Hasil penelitian menghasilkan tiga produk busana ready to wear: (1) kebayadengan motif satrian dan embellishment bunga kapas di dada melambangkanharapan dan kedewasaan; (2) blouse dengan motif satrian dan bunga kapas dipunggung melambangkan kekuatan menanggung beban hidup; dan (3) kebayadengan motif srigunting dan bunga kapas di pinggang melambangkan kekuatanserta peran perempuan sebagai penopang kehidupan. Kesimpulannya,pengembangan kain batik Gedog Lowo menjadi produk fashion denganstorytelling mampu menghadirkan pengembangan produk yang selaras denganidentitas brand melalui narasi tentang kesederhanaan, keindahan alam, danfilosofi kehidupan perempuan, sehingga meningkatkan nilai tambah dan daya tarikdi pasar fashion tradisional maupun modern.Kata Kunci: Tenun Gedog, batik abangan, produk fashion, storytelling.