Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ALGORITMA KLASIFIKASI NEAREST NEIGHBOUR SEBAGAI ANALISIS PENYEBAB KEJADIAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI MASA NEW NORMAL Fazraningtyas, Winda Ayu; Rahmayani, Dini; Wijaksono, M.Arif
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.743

Abstract

Latar Belakang: Upaya penyebaran virus COVID-19 berupa pembatasan sosial membuat permasalahan baru, tidak lepas pula pada permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga. Pembatasan sosial berdampak pada perekonomian, membuat ekonomi keluarga terpuruk, dan berimbas pada situasi dan kondisi perempuan. Di tengah situasi pandemi COVID-19 dan keterpurukan ekonomi, ketika perempuan dianggap tidak mampu menjalankan fungsi domestiknya, perempuan rentan mengalami KDRT. Berdasarkan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta dari Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) hanya dalam waktu ± 2 minggu sudah tercatat lebih dari 50 kasus.Tujuan: menganalisis penyebab kejadian kekerasan dalam rumah tangga pada perempuan dengan pendekatan algoritma pengklasifikasian melalui nearest neighbour.Metode: Metode yang telah dikembangkan dalam penelitian ini akan diterapkan pada kasus kekerasan dalam rumah tangga melalui suatu model simulasi menggunakan Rapid Miner dengan menggunakan algoritma nearest neighbour untuk mencari tahu akar permasalahan atau penyebab KDRT yang dialami oleh perempuan pada era new normal. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari 28 item pertanyaan. terdapat 7 variabel, yaitu usia, pekerjaan, pendidikan terakhir, penghasilan per bulan, tempat tinggal, lama menikah, dan jumlah anak.Hasil: Semua variabel tersebut berkontribusi pada kejadian KDRT yang dialami oleh responden dengan tingkat keakuratan sebesar 86,09%. Berdasarkan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel pekerjaan paling berkontribusi pada kejadian KDRT, sedangkan variabel lainnya merupakan variabel penyerta.Simpulan: Adanya pandemi COVID-19 sangat berpengaruh dalam melakukan aktivitas setiap harinya. Selain itu juga memberikan banyak dampak bagi masyarakat mulai dari dampak kesehatan, ekonomi, dan sosial. Masa pandemi ini pula mempengaruhi munculnya permasalahan rumah tangga. Akar permasalahan dari kejadian KDRT pada perempuan yang dinilai dengan Algoritma Nearest Neighbour ini menunjukkan keterkaitan variabel satu dengan lainnya. Di samping itu, karantina di rumah secara mandiri sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 membuat perempuan terperangkap bersama dengan pelaku KDRT. Kata Kunci: pandemi COVID-19, new normal, KDRT, algoritma nearest neighbourNearest Neighbor Classification Algorithm as an Analysis of the Causes of Domestic Violence in the New Normal Period Background: Efforts to spread the COVID-19 virus in the form of social restrictions create new problems, which cannot be separated from problems that occur in the household. Social restrictions have an impact on the economy, making the family economy worse off, and impacting the situation and conditions of women. In the midst of the COVID-19 pandemic situation and economic downturn, when women are considered unable to carry out their domestic functions, women are vulnerable to experiencing domestic violence. Based on the Jakarta Legal Aid Institute from the Indonesian Women's Association for Justice (LBH APIK) in just ± 2 weeks, more than 50 cases have been recorded.Purpose: to analyze the causes of incidents of domestic violence in women with a classification algorithm approach via nearest neighbor.Method: The method that has been developed in this study will be applied to cases of domestic violence through a simulation model using the Rapid Miner using the nearest neighbor algorithm to find out the root causes or causes of domestic violence experienced by women in the new normal era. The instrument used was a questionnaire consisting of 28 question items. There are 7 variables, namely age, occupation, last education, monthly income, place of residence, length of marriage, and number of children.Results: All of these variables contribute to the incidence of domestic violence experienced by respondents with an accuracy rate of 86.09%. Based on the analysis conducted, it shows that the work variable contributes the most to the incidence of domestic violence, while the other variables are accompanying variables.Conclusion: The existence of the COVID-19 pandemic is very influential in carrying out activities every day. In addition, it also has many impacts on society ranging from health, economic and social impacts. This pandemic period also affected the emergence of household problems. The root of the problem of the incidence of domestic violence in women as assessed by the Nearest Neighbor Algorithm shows the interrelationship of variables with one another. In addition, self-quarantine at home as an effort to break the chain of transmission of the COVID-19 virus makes women trapped together with perpetrators of domestic violence. Keywords: COVID-19 pandemic, new normal, domestic violence, nearest neighbor algorithm
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Wanita Usia Subur dalam Pemeriksaan IVA Di UPT Puskesmas Pasar Sabtu Jamilah, Jamilah; Rahmayani, Dini; Palimbo, Adriana
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v4i0.184

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks adalah kanker yang paling banyak ditemukan pada wanita di Negara berkembang, dimana sebanyak tiga perempat dari estimasi setengah juta kasus baru terjadi setiap tahun. Kematian akibat kanker serviks akan terus meningkat dalam 10 tahun ke depan jika tidak dilakukan tindakan dan pengobatan yang memadai. Kanker serviks dapat dicegah melalui deteksi dini salah satunya dengan metode IVA, namun persentase cakupan deteksi dini kanker serviks (IVA) masih rendah dari rencana Kementrian Kesehatan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan IVA di UPT Puskesmas Pasar Sabtu. Metode: Kuantitatif deksriptif dengan desain cross sectional. Sampel adalah WUS yang sudah menikah, berjumlah 100 orang, diambil dengan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil:  Tidak terdapat hubungan antara pendidikan (p-value 0,090 Lebih dari 0,05) dan pekerjaan (p-value 0,416 Lebih dari 0,05) dengan kesiapan WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di UPT Puskesmas Pasar Sabtu. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value 0,000 Kurang dari 0,05) dan dukungan suami (p-value 0,000 Kurang dari 0,05) dengan kesiapan WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di UPT Puskesmas Pasar Sabtu. Kesimpulan: Pengetahuan dan dukungan suami memiliki hubungan dengan kesiapan WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di UPT Puskesmas Pasar Sabtu.
Hubungan Usia Saat Menikah dengan Kejadian Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) pada Perempuan Lia, Devi; Rahmayani, Dini; Rahman, Subahannur
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 1 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i1.5548

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang masuk masa kritis dalam kehidupan yang mandiri, menjalin hubungan baru, mengembangkan keterampilan sosial dan mempelajari perilaku yang akan bertahan sampai sisa hidupnya. Pada proses kehidupan social seorang individu akan menjalani pernikahan. Data menujukkan pernikahan dini pada remaja di Indonesia masih banyak terjadi karena berbagai faktor, seperti faktor sosial budaya, ekonomi, pendidikan, agama, dan pandangan orang tua. Selain banyaknya kasus pernikahan dini juga ada kasus kekerasan dalam rumah tangga. Melihat hal tersebut kematangan individu dalam pernikahan perlu diperhatikan. Menganalisis hubungan usia saat menikah terhadap kejadian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah kerja puskesmas terminal. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah ibu rumah tangga yang ada di Kelurahan Sungai Lulut RT.08 yang berjumlah 500 ibu rumah tangga. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 92 orang responden. Instrument atau pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Mayoritas responden adalah ibu rumah tangga (62%) yang mana 52% menikah usia dini. Mayoritas responden mengatakan pernah terjadi KDRT (67%). Hasil uji Analisa didapatkan p-value sebesar 0,005. Ada hubungan usia saat menikah dengan kejadian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada perempuan di Wilayah Kerja Puskesmas Terminal tepatnya di Kelurahan Sungai Lulut RT.08.
Cerdas (Cegah, Edukasi, Sayangi Diri): Program Remaja Sehat Bebas Penyakit Menular Seksual Rahmayani, Dini; Fazraningtyas, Winda Ayu; Fetriyah, Umi Hanik; Yamani, Namira Talitha; Maulida, Neli; Grencia, Neni; Andini, Ni Nyoman Jero; Sari, Niluh Putu Asti Purnama; Normala; Anisa, Nur; Nazmi, Nurlina; Salsabila, Putri; Mukti, Ranisa; Fadlianoor, Renaldy; Rinita; Shabilla, Risqina Meilin; Ritni
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 4 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i4.825

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan masalah kesehatan global yang berdampak besar terhadap remaja. Minimnya edukasi dan adanya stigma sosial menyebabkan rendahnya pemahaman tentang pencegahan PMS. Pentingnya edukasi sejak dini mengenai PMS adalah karena tanpa intervensi yang memadai, remaja berisiko tinggi terjangkit PMS akibat perilaku seksual berisiko, minimnya akses terhadap informasi dan layanan reproduksi, serta kesulitan mengambil keputusan sehat. Jika edukasi tidak dilakukan, konsekuensinya bisa meliputi penularan penyakit, komplikasi kesehatan jangka panjang seperti infertilitas dan komplikasi kehamilan, serta beban psikososial dan finansial bagi individu maupun sistem kesehatan. Data terbaru menunjukkan bahwa di Indonesia, remaja termasuk kelompok paling rentan terhadap IMS prevalensi IMS pada perempuan usia 15–24 tahun mencapai sekitar 17,1 %. Selain itu, tinjauan literatur periode 2015–2023 mencatat prevalensi HIV/AIDS sebesar 0,3 %, sifilis 1,2 %, serta gonore pada kelompok remaja cukup tinggi. Angka-angka ini semakin mempertegas urgensi edukasi reproduksi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk remaja sebagai strategi preventif yang sangat dibutuhkan. Tujuan: Memberikan edukasi kepada siswa SMA 1 Sungai Tabuk terkait PMS, termasuk pengertian, jenis, penularan, dan pencegahannya. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif-partisipatif, yang melibatkan siswa SMA 1 Sungai Tabuk sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Hasil: Terdapat peningkatan skor pengetahuan pada sebagian besar siswa. Beberapa siswa mengalami peningkatan signifikan (hingga +38 poin). Edukasi berhasil meningkatkan kesadaran mengenai risiko PMS dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Simpulan: Program edukasi berbasis sekolah efektif meningkatkan pemahaman remaja tentang PMS serta dapat dijadikan strategi preventif dalam mencegah perilaku berisiko.
Sosialisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional (JKN) di dusun Dadapbong kabupaten Bantul Hasanah, Faizatun Riyado; Sarwadhamana, Raden Jaka; Fadhilah, Yasmin; Andriani, Fitri; Astuti, Nisa Agustina Widya; Jariyah, Ainun; Wiguno, Susilo Setyo; Khofifah, Rodhotul; Septiyorini, Dewi; Rahmayani, Dini; Sholihen, Sholihen
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25342

Abstract

AbstrakProgram sosialisasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Dusun Dadapbong, Kabupaten Bantul, bertujuan meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap program kesehatan nasional. Tim KKN Tematik 03 Universitas Alma Ata melakukan identifikasi permasalahan kesehatan yang dialami oleh masyarakat, penyuluhan terkait penggunaan dan kepemilikan BPJS di Dusun Dadapbong, serta distribusi materi informasi mengenai JKN. Hasil dari identifikasi, terdapat 105 keluarga yang memiliki BPJS, sementara 19 keluarga tidak memiliki atau tidak aktif menggunakannya. Penyakit umum yang dialami oleh warga di Dusun dadabpong, yaitu seperti maag, batuk, dan pilek. Sedangkan untuk penyakit degeneratifnya seperti hipertensi dan diabetes menjadi masalah kesehatan utama. Melalui penyuluhan dan distribusi materi informasi, kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki jaminan kesehatan meningkat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperbaiki akses dan pemahaman terhadap layanan kesehatan di Dusun Dadapbong, serta mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan berkelanjutan. Tercatat ada 371 orang Dusun dadabpong yang terlibat dalam kegiatan ini. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi permasalahan, penyuluhan langsung, dan distribusi materi informasi. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di Dusun Dadapbong. Kata kunci: sosialisasi; jaminan kesehatan nasional (JKN); dusun dadapbong; penyuluhan kesehata;, partisipasi masyarakat. AbstractThe socialization program for the implementation of the National Health Insurance (JKN) in Dadapbong Hamlet, Bantul Regency, aims to enhance understanding and participation of the community in the national health program. The thematic Community Service Program Team 03 from Alma Ata University identified health issues experienced by the community, provided counseling on the usage and ownership of BPJS in Dadapbong Hamlet, and distributed informational materials regarding JKN. The identification revealed 105 families enrolled in BPJS, while 19 families either didn't have or weren't actively using it. Common illnesses in Dadapbong Hamlet include gastritis, cough, and colds, while degenerative diseases such as hypertension and diabetes are major health concerns. Through counseling and information distribution, community awareness of the importance of health insurance increased. These steps are expected to improve access to and understanding of healthcare services in Dadapbong Hamlet, and to foster active participation in sustainable development. A total of 371 individuals from Dadapbong Hamlet participated in these activities. Implementation methods included issue identification, direct counseling, and material distribution. Thus, this program positively contributes to improving the welfare and health of the community in Dadapbong Hamlet. Keywords: socialization; national health insurance (JKN); dadapbong hamlet; health counseling; community participation.
Pengelolaan sampah berbasis ekonomi melalui kegiatan KKN Tematik di padukuhan Dadapbong kecamatan Pajangan kabupaten Bantul Khofifah, Rodhotul; Sarwadhamana, Raden Jaka; Jariyah, Ainun; Andriyani, Fitri; Fadhilah, Yasmin; Septiyorini, Dewi; Widya Astuti, Nisa Agustina; Rahmayani, Dini; Wiguno, Susilo Setyo; Hasanah, Faizatun Riyado; Sholihen, Sholihen
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22942

Abstract

Abstrak Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah.  Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah, untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi dan bersih. Manfaat bank sampah untuk masyarakat adalah dapat menambah penghasilan masyarakat karena mereka menukarkan sampah mereka akan mendapatkan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki. Dengan adanya permasalahan penutupan TPS piyungan bantul membuat masyarakat bantul memilih untuk membakar sampah. Kebiasaan tersebut dapat mengakibatkan pencemaran udara. Melihat kondisi tersebut, kelompok KKN Tematik 03 Universitas Alma Ata membuat program kerja membangun bank sampah sebagai tempat pengelolaan sampah di Padukuhan Dadapbong. Pembangunan bank sampah ini dapat membantu program pemerintah Bantul Bersama (Bantul Bersih Sampah 2025). Pengelolaan sampah secara mandiri dalam rangka penanganan kondisi darurat sampah menjadi fokus dalam program Bantul Bersama. Metode yang digunakan dalam pengelolaan sampah yakni TPS3R (tempat pembuangan sampah reduce, reuse, recycle). Hasil pelaksanaan pendirian bank sampah warga Padukuhan Dadapbong bisa mulai aktif mengumpulkan sampah rumah tangga. Sampah yang sudah dikumpulkan akan disetorkan kepada pengepul sampah. Dari hasil penyetoran warga akan memperoleh profit, yang mana hal ini merupakan tujuan utama program kerja yaitu pengelolaan sampah guna mengurangi volume sampah di lingkungan sekitar dengan berbasis peningkatan nilai ekonomi. Kata kunci: pengelolaan sampah; sampah; bantul bersih sampah; bank sampah; ekonomi. AbstractA waste bank is a place used to collect waste that has been sorted. The main aim of establishing a waste bank is to help handle waste processing, to make people aware of a healthy, neat and clean environment. The benefit of a waste bank for the community is that it can increase people's income because when they exchange their waste they will receive money collected in their account. With the problem of closing the Piyungan Bantul TPS, the people of Bantul chose to burn their rubbish. This habit can cause air pollution. Seeing these conditions, the Thematic KKN 03 Alma Ata University group created a work program to build a waste bank as a waste management site in Padukuhan Dadapbong. The construction of this waste bank can help the Bantul Bersama government program (Bantul Clean Waste 2025). Independent waste management in the context of handling waste emergencies is the focus of the Bantul Bersama program. The method used in waste management is TPS3R (reduce, reuse, recycle waste disposal site). As a result of the implementation of the establishment of a waste bank, residents of Padukuhan Dadapbong were able to start actively collecting household waste. The rubbish that has been collected will be deposited with the rubbish collector. From the results of deposits, residents will gain profits, which is the main objective of the work program, namely waste management in order to reduce the volume of waste in the surrounding environment based on increasing economic value. Keywords: waste management; waste; waste clean bantul; waste bank; economy.
Pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) pada masyarakat padukuhan Dadapbong kecamatan Pajangan kabupaten Bantul Fadhilah, Andi Yasmin; Sarwadhamana, R. Jaka; Wiguno, Susilo Setyo; Kofifah, Rodhotul; Rahmayani, Dini; Septiyorini, Dewi; Widya Astuti, Nisa Agustina; Jariah, Ainun; Andriyani, Fitri; Hasanah, Faizatun Riyado
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25493

Abstract

AbstrakTanaman Obat Keluarga (TOGA) lebih dikenal  dengan nama Apotek Hidup. Masyarakat Indonesia sudah sejak lama menggunakan tumbuhan sebagai pengobatan maupun untuk pemeliharaan kesehatan yang diwariskan secara turun temurun. Pemanfaatan TOGA dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat dilingkungan desa menuju kemandirian kesehatan, karena jika dilihat dari jaraknya yang jauh dari fasilitas kesehatan membuat kesadaran warga untuk memeriksakan kesehatannya masih minim. Selain itu, sebagian besar warga adalah ibu rumah tangga, hal ini menyebabkan kondisi perekonomian keluarga menjadi kurang maksimal dan perlu ditingkatkan lagi. Melihat permasalahan ini sesuai dengan kegiatan KKN Tematik Universitas Alma Ata membantu masyarakat dusun dadapbong untuk lebih memahami cara pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Penyediaan tanaman yang berfungsi sebagai obat-obatan dan sosialisasi cara pemanfaatannya diharapkan mampu mengatasi permasalahan minimnya infrastruktur penunjang kesehatan seperti apotik, pelayanan kesehatan terdekat dan lain-lain. Tahapan realisasi program kerja yaitu sosialisasi program kerja dan pengenalan jenis tanaman obat keluarga melalui buku saku, pembagian TOGA kepada masyarakat, penanaman bersama TOGA di dasawisma serta sosialisasi pemanfaatan TOGA menjadi serbuk minuman atau bumbu yang mudah digunakan. Dari hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan, diketahui bahwa warga padukuhan dadapbong lebih memahami manfaat tanaman obat keluarga dan mampu melakukan swamedikasi mandiri untuk penyakit ringan seperti demam, nyeri haid, dan batuk. Warga juga mampu menjual jamu berbentuk serbuk yang lebih tahan lama dibandingkan jamu berbentuk cair, hal ini dapat meningkatkan perekonomian keluarga di padukuhan dadapbong. Kata kunci: tanaman obat keluarga; pemanfaatan;  padukuhan dadapbong AbstractFamily Medicinal Plants (TOGA) is better known as the Living Pharmacy. Indonesian people have long used plants as medicine and for maintaining health, which have been passed down from generation to generation. Utilizing TOGA can be one solution to help people in rural areas achieve health independence, because if you look at the distance from health facilities, residents' awareness of having their health checked is still minimal. Apart from that, the majority of residents are housewives, this causes the family's economic conditions to be less than optimal and needs to be improved further. Seeing this problem is in accordance with Alma Ata University's Thematic KKN activities to help the Dadapbong hamlet community to better understand how to use Family Medicinal Plants (TOGA). Providing plants that function as medicines and socializing how to use them is expected to be able to overcome the problem of minimal health supporting infrastructure such as pharmacies, nearby health services and others. The stages of realizing the work program are socialization of the work program and introduction of types of family medicinal plants through pocket books, distribution of TOGA to the community, joint planting of TOGA in dasawisma and socialization of the use of TOGA into easy-to-use powdered drinks or spices. From the results of the community service carried out, it is known that the residents of Dadapbong Padukuhan better understand the benefits of family medicinal plants and are able to self-medicate for minor illnesses such as fever, menstrual pain and coughs. Residents are also able to sell powdered herbal medicine which is more durable than liquid herbal medicine, this can improve the family economy in Dadapbong Padukuhan. Keywords: family medicinal plants; utilization; padukuhan dadapbong
Hubungan indeks massa tubuh dengan risiko diabetes mellitus tipe 2 pada remaja Rahmah, Siti; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Rahmayani, Dini
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jr1pjy72

Abstract

Latar Belakang: Individu dengan penyakit diabetes mellitus tipe 2 mengalami ganggunan pada metabolisme tubuh yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat berkurangnya produksi serta efektivitas insulin. Perilaku tidak sehat pada usia remaja seperti kurang aktivitas fisik dan pola makan, dapat meningkatkan risiko munculnya diabetes mellitus tipe 2 . Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa hubungan antara indeks massa tubuh dengan risiko terjadinya diabetes mellitus tipe 2 pada remaja di SMPN 16 Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif ini menerapkan rancangan cross sectional. Jumlah sampel penelitian yaitu 31 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Uji analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Hampir setengahnya remaja dengan indeks massa tubuh kategori normal dengan tingkat resiko diabetes melitus rendah. Hasil uji Analisa nilai p-value sebesar 0,002 dengan nilai contingency coefficient sebesar 0,661.Kesimpulan: Simpulan dari hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan risiko diabetes mellitus tipe 2 pada remaja, dengan tingkat hubungan berada dalam kategori kuat.
The Effect of Husband’s Support on Fear of Cancer Recurrence in Gynecological and Breast Cancer Survivors Heryani, Heryani; Afiyanti, Yati; Azidin, Yustan; M. Syafwani; Solikin, Solikin; Rahmayani, Dini
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i2.987

Abstract

Cancer is a leading cause of death, and survivors face a wide range of therapies and psychological challenges. A key need reported by cancer survivors, particularly gynecological and breast cancer survivors, at the end of their treatment is fear of recurrence, which many factors, including husband support, can influence. The purpose of this study was to analyze the effect of husband support on fear of recurrence in gynecological and breast cancer survivors. This study was conducted at Ulin Hospital, Banjarmasin, with 211 respondents who underwent outpatient evaluation and had undergone at least one treatment. The research instrument used the Fear of Cancer Recurrence Inventory (FCRI) questionnaire. This study design was cross-sectional. The main findings of this study showed no statistically significant association between husband support and fear of recurrence in gynecological and breast cancer survivors (P-value 0.06). Based on the statistical results, the global score is not significant, but the specific domains show significance there was a specific correlation in one subtype of husband's support (instrumental support, specifically in the contributing factor domain, with a p-value of 0.03 and a correlation coefficient of r=?0.15) with one domain of fear. The conclusion of this study indicates that overall, there is no relationship between husband's support and the contributing factor, but there is a significant relationship between instrumental and important support. This can provide recommendations for further research, including using a longitudinal design to obtain more accurate results.