Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Kelayakan Pengembangan Wilayah Bintan Timur Sebagai Area Industri Pembuatan Kapal Marga Raharja, Adyk; Nusyirwan, Deny; Ridho Baihaque, Muhd; Apriansyah, Firman; Hekso Yunianto, Anton; Dio, Rafi
Sustainable Vol 13 No 1 (2024): Jurnal Sustainable : Jurnal Hasil Penelitian dan Industri Terapan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zg2nnk61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan lokasi untuk galangan kapal di Bintan Timur yang menyediakan layanan pembuatan kapal baru dengan kedalaman 5 meter dan kapasitas antara 1000 sampai 5000 GT. Dari hasil survei lapangan, dua tempat yang menjadi opsi adalah Desa Galang Batang dan Desa Sungai Enam. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dipakai untuk mengevaluasi kedua lokasi tersebut berdasarkan kriterianya seperti geografi, infrastruktur, modal, dan pasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Galang Batang mendapatkan nilai lebih tinggi dengan skor 0,82 (82%), dan menurut peraturan pemerintah tentang zona industri, lokasi ini dianggap layak.
Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan menjadi Tepung Campuran Kerupuk pada UKM Kelong Arjam Batam Septiana, Reski; Dio, Rafi; Ilmi, Nurul; Octa DRG, Dinda; Widari N, Nadia
Jurnal Tiyasadarma Vol. 1 No. 2 (2024): Januari 2024 | Jurnal Tiyasadarma
Publisher : LPPM ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelong Arjam yang terletak di Patam Lestari, Kota Batam merupakan restoran yang menyajikan seafood, salah satunya adalah menu ikan. Akibatnya terdapat banyak limbah tulang ikan yang dibuang setiap harinya dan tidak dimanfaatkan. Pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan knowledge transfer kepada mitra agar mengetahui kandungan gizi dari tulang ikan dan mampu melakukan pengelolaan limbah tulang ikan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam dua tahapan, yakni tahap pengenalan dan sosialisasi. Pada tahap awal, tim pengabdi memberikan edukasi kepada pengelola restoran Kelong Arjam mengenai kandungan mineral, kalsium dan zat-zat tinggi gizi lainnya yang terkandung dalam ikan. Selanjutnya kegiatan berupa sosialisasi mengenai teknik pengolahan limbah tulang ikan menjadi bahan baku untuk pembuatan kerupuk. Peserta kegiatan pengabdian ini terdiri dari owner dan karyawan restoran, yang berjumlah 6 orang. Melalui kegiatan pengabdian, diketahui memberikan hasil positif yakni adanya peningkatan pengetahuan oleh mitra terkait kandungan gizi ikan dan teknik pengelolaan limbah ikan menjadi bahan baku kerupuk. Hal ini berdasarkan survey yang dilakukan tim pengabdi sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan. Adapun temuan yang didapatkan yaitu adanya faktor-faktor penghambat yang dihadapi mitra di lapangan dalam proses pengolahan tulang ikan. Beberapa diantaranya adalah mitra perlu mengalokasikan tenaga kerja tambahan, tidak seimbangnya waktu proses pengolahan dengan jumlah tulang ikan yang ada, dan waktu pengolahan yang dilakukan di malam hari. Kendala-kendala tersebut memerlukan adanya perbaikan lanjutan oleh tim pengabdi dan memberikan solusi yang lebih efektif bagi mitra.
Educating Renewable Energy Innovation: Bio-Briquette Development from Plantation Waste in South Toapaya, Bintan Island Nabila, Aditia Ayu Rahma; Fatiha, Aidil Mersa; Nusyirwan, Deny; Apriansyah, Firman; Rusdy, Ahmad; Al Rasyid, Muhamad; AS, Zuleriwati; Karim, Abdul Alimul; Dio, Rafi
Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 6 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijaset.v6i1.279

Abstract

The increasing demand for energy and the continued reliance on fossil fuels in Indonesia present serious environmental and economic challenges. This community service project introduces an innovative solution by developing bio-briquettes from cassava peel waste in South Toapaya Village, Bintan Island. The program applies a Participatory Action Research (PAR) approach to engage the community in a hands-on learning experience, from problem identification to production and evaluation. Through interactive socialization and technical training, villagers—especially farmers and housewives—were educated on the benefits of converting plantation waste into renewable energy. The process involved drying, pyrolysis, mixing with natural adhesives, molding, and testing of the resulting briquettes. The produced bio-briquettes demonstrated effective burn duration up to 42 minutes with low smoke output, making them a viable alternative to firewood. This initiative not only reduced organic waste but also empowered the community to create economic value from local resources. While the project achieved its educational and technical goals, limitations included a lack of laboratory validation and small-scale outreach. The results show promising potential for broader implementation in rural energy innovation.
Peningkatan Literasi Digital Masyarakat Melalui Program Edukasi Berbasis Teknologi : Pengabdian Fitriani; Cahyo Budi Santoso; Suryati; Adyk Marga Raharja; Rafi Dio
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5892

Abstract

Edukasi literasi digital dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif melalui edukasi, pelatihan, diskusi, dan praktik langsung. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan memahami dan mengevaluasi informasi digital, serta kesadaran akan etika dan keamanan, termasuk kehati-hatian dalam menyebarkan informasi dan menjaga data pribadi. Masyarakat juga lebih terampil memanfaatkan teknologi, seperti penggunaan media sosial untuk komunikasi dan promosi usaha. Selain itu, sikap kritis peserta meningkat, ditandai dengan kemampuan menyeleksi dan memverifikasi informasi. Antusiasme belajar teknologi pun semakin tinggi, sehingga secara keseluruhan program ini berkontribusi positif dalam meningkatkan kesiapan masyarakat memanfaatkan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab di era digital.
Penerapan Engineering Design Process dalam Pengembangan Tong Sampah Berbasis QR Code Terintegrasi Website untuk Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Frandis, Albertus Nyam; Herikson, Rifaldi; Slam, Berta Erwin; Dio, Rafi
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6 No 12 (2026): May 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v6i12.8889

Abstract

Community-based waste management remains a challenge in residential environments, particularly due to low community participation in reporting waste bin conditions and the lack of information media for waste management activities. This condition highlights the need for technological innovation that can increase community involvement in waste management more effectively. This study aims to develop a technology-based innovation grounded in real community needs through the implementation of the Engineering Design Process (EDP). The research stages began with field observations to identify problems, followed by recording and grouping findings, formulating problems and solutions, creating initial sketches, comparing ideas with similar innovations, and selecting a solution in the form of a QR Code-based waste bin integrated with a website. Furthermore, a 3D design of the waste bin and a website interface were developed, followed by the construction of a simple prototype of the QR Code-based waste bin and a localhost-based website. The website provides features including a homepage, community profile, activity schedule, reporting, educational content, suggestion forms, and an admin page for data management. System testing was conducted through user testing involving community residents as system users. The results indicate that the majority of respondents considered the system easy to use, useful, and aligned with environmental needs, as reflected by positive feedback from all participants during interview-based testing. The study demonstrates that applying the Engineering Design Process through direct field observation can produce technological innovations that are relevant and provide tangible benefits for community-based waste management.