Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pengetahuan Perawat Tentang Pre Dan Post Conference Nurhakiki, Nurhakiki; Elasari, Yunina; Surmiasih, Surmiasih
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23405

Abstract

Pre  conference  adalah  komunikasi  katim dan perawat pelaksana setelah selesai serah terima untuk  rencana  kegiatan  pada  shift  tersebut  yang dipimpin  oleh  ketua tim atau penanggung jawab. Post conference adalah komunikasi katim dan   perawat   pelaksana   tentang   hasil   kegiatan sesudah     implementasi     asuhan     keperawatan. Jika Pre dan Post Conference tidak dilakukan maka dampak yang ditimbulkan adalah pelayanan yang diberikan tidak efisien dan efektif. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang sudah dilakukan di ruang jantung pada tanggal 10-15 februari 2025 didapatkan hasil, kegiatan pre confre belum optimal disebabkan oleh 8 dari 10 perawat belum mengetahui batas waktu pelaksanaan pre dan post conference, pre dan post conference hanya dilakukan di shift pagi, dan tidak mengetahui tujuan dan langkah – langkah pre dan post conference. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan kegiatan Pre dan Post Conference diruang Jantung RSUD Jendral Ahmad Yani Metro. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui wawancara, kuesioner dan observasi. Rencana kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 09 Mei 2025 tentang edukasi Penerapan Pre dan Post Conference di ruang jantung RSUD Jendral Ahmad Yani Metro dengan menggunakan buku saku. Hasil evaluasi di ruang Jantung RSUD Jendral Ahmad Yani Metro di dapatkan hasil, sebelum dilakukan edukasi skor pre test sebesar 90 % dan hasil post test sebesar 100 %. Diharapkan kepada pihak rumah sakit dapat mengikuti standar operasional prosedur dalam melaksanakan Pre dan Post Conference agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang lebih efektif.
Evaluasi Pelaksanaan Discharge Planning Terstruktur dengan Pendekatan METHOD Pada Pasien Post Operasi Di Rumah Sakit Elasari, Yunina
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.887

Abstract

Pelayanan pasca operasi merupakan bagian penting dalam mutu pelayanan rumah sakit karena berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka dan pencegahan komplikasi. Tingginya angka tindakan operasi menuntut pelaksanaan discharge planning yang efektif dan terstruktur. Namun, pada praktiknya, edukasi perawatan luka, nutrisi, lingkungan, dan tindak lanjut pasca pemulangan pasien sering belum optimal. Kondisi ini berpotensi menurunkan kemampuan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan mandiri di rumah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan discharge planning terstruktur dengan pendekatan METHOD pada pasien pasca operasi di Rumah Sakit Natar Medika. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan pre eksperimental. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien pasca operasi bedah di ruang rawat inap sebanyak 20 kelompok kontrol dan 20 kelompok eksperimen. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Instrumen penelitian telah dilakukan uji validitas dengan hasil person product moment dalam rentang 0,6-0,8. Sedangkan uji reabilitas dengan nilai cronbach alpha 0,859. Analisis data univariat mengunakan tabel distribusi frekuensi. Penelitian dimulai dari tanggal 22 Juli sampai dengan 22 September tahun 2024. Hasil penelitian sebelum dilakukan sosialisasi discharge planning dengan pendekatan METHOD didapatkan 70% kurang baik dan 30% baik pada kelompok kontrol. Sedangkan pada kelompok eksperimen setelah dilakukan sosialisasi didapatakan 85% baik dan 15% kurang baik. Diharapkan pihak manajemen menerapkan discharge planning terstruktur untuk kesinambungan pelayanan dan perawat dapat memberikan edukasi kesehatan yang dibutuhkan pada pasien post operasi pasca pemulangan.
Hubungan Work Life Balance Dan Stres Kerja Dengan Kualitas Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Listiana, Dita; Elasari, Yunina; Nugroho, Tri Adi; Wijayanto, Wisnu Probo
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.904

Abstract

Pendahuluan: Kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD Dr. A. Dadi Tjokrodipo masih kurang baik, yang disebabkan oleh ketimpangan work-life balance dan stres kerja. Perawat yang kurang mampu dalam melaksanakan kehidupan pribadi mereka dan jam kerja yang kurang optimal dari pihak rumah sakit dapat menyebabkan stres kerja fisik pada perawat terhadap kualitas asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan work life balance dan stres kerja dengan kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Tujuan: Mengetahui hubungan antara Work-Life Balance dan stres kerja dengan kualitas pelayanan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Tjokrodipo. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 55 perawat pelaksana yang ada di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Gamma. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 sampai 26 September 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas asuhan keperawatan diperoleh sebanyak 52,7%, work-life balance 47,3%, dan stres kerja 41,8%. Hasil data bivariat menunjukkan adanya hubungan antara work-life balance dan kualitas asuhan keperawatan dengan nilai p = 0,018 (< 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dan kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung dengan nilai (p=0,015) <0,05. Simpulan: Untuk meningkatkan kualitas perawatan keperawatan, pihak administrasi rumah sakit bermaksud memodifikasi jam kerja guna mengurangi stres yang dialami perawat di tempat kerja serta memberikan pelatihan pengawasan kepada mereka.
CORRELATION BETWEEN DISCHARGE PLANNING IMPLEMENTATION AND PATIENT RE-ADMISSION USING THE LACE INDEX IN THE ADULT INPATIENT ROOM AT THE HOSPITAL Elasari, Yunina; Wulandari, Rizki Yeni; Nugroho, Tri Adi
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 11, No 1 (2026): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v11i1.661

Abstract

Background: Hospital readmission is a key indicator of the quality and continuity of patient care. In Indonesia, readmission rates have been reported at approximately 8.8%, contributing to increased healthcare costs ranging from 104% to 113% of initial treatment expenses. Effective discharge planning is essential to ensure continuity of care and reduce the likelihood of avoidable readmissions.Objective: This study aimed to examine the relationship between the implementation of discharge planning and hospital readmission risk, as measured using the LACE index.Methods: A correlational study with a cross-sectional design was conducted among 100 patients admitted to adult inpatient wards. Participants were selected using proportionate stratified random sampling. Inclusion criteria included patients who were conscious, had limb disorders, chronic illnesses, or long-term wound care needs, and required assistance with daily activities upon discharge. Data were collected using a validated discharge planning questionnaire and the LACE index to assess readmission risk. Statistical analysis was performed using the Gamma test to determine the association between variables, with significance set at p < 0.05.Results: The findings showed that 57% of respondents had a moderate risk of readmission based on the LACE index, while 48% experienced a high level of discharge planning implementation. A statistically significant relationship was found between discharge planning implementation and readmission risk (p = 0.001), indicating that better discharge planning is associated with lower risk of hospital readmission.Conclusions: The study highlights the critical role of comprehensive discharge planning in reducing hospital readmissions. Early and continuous implementation of discharge planning from admission through discharge can enhance continuity of care and improve the efficiency of nursing services. These findings provide important implications for hospital management in strengthening discharge planning practices as part of quality improvement strategies.