Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Relationship Between Nurse Therapeutic Communication With Respondent Characteristics And Inpatient Satisfaction Level Nurhanifah, Dewi
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.31 KB)

Abstract

Many people feel dissatisfied and think that communication by nurses is still not optimal. The results of a preliminary study at the Banjarmasin Health Center found that four patients said they were satisfied, and nine said they were not satisfied with the services they received, one of which was the lack of therapeutic communication from nurses. This study aims to determine the relationship between nurses' therapeutic communication and respondents' characteristics with the satisfaction level of inpatients at the Banjarmasin Health Center. This type of research is analytic cross-sectional. A total of 50 respondents were taken by purposive sampling. The research instrument used a questionnaire sheet—a bivariate test using Spearman's rank and linear regression multivariate. Univariate analysis obtained that most of the nurses' therapeutic communication was quite good (80.0%), patient satisfaction was quite satisfied (52.0%), the respondent's age was 20-30 years (32.0%), female gender (66.0%), elementary school education (40.0%), other work (60.0%). Bivariate analysis of therapeutic communication with levels of satisfaction (p = 0.466), gender (p = 0.414), education (p = 0.657), and occupation (p = 0.33). The results of the linear regression test were obtained (p = 0.290). There is no relationship between the nurse's therapeutic communication and the characteristics of the respondents with the satisfaction level of inpatients at the Banjarmasin Health Center. Therefore, it is necessary to hold special training for nurses related to therapeutic communication and other training to create patient satisfaction.
PENGUATAN POTENSI DESA BERBASIS SPASIAL SEBAGAI LANGKAH AWAL MEWUJUDKAN DESA BEBAS STUNTING DAN KEM-B (KAWASAN EKONOMI MASYARAKAT BI’IH) Nurhanifah, Dewi; Anshari, Muhammad; Ariyani, Herda; Fathullah, M. Rizqi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3459-3469

Abstract

Perencanaan Pembangunan desa memerlukan informasi dalam bentuk spasial yang akurat, sehingga dapat digunakan untuk menganalisis kebutuhan Pembangunan pada berbagai aspek. Data ini sangat berguna pula dalam mengambil langkah antisipatif pencegahan dan penanganan stunting dari aspek ketahanan pangan dan potensi kearifan desa. Tujuan pengabdian ini adalah a) Menambah wawasan Masyarakat atas kemampuan lahan desa dan dapat mengambil langkah-langkah strategi pengentasan stunting, b) Penyusunan Analisa potensi berbasis spasial, c) Penyusunan peta penggunan lahan. Metode pelaksanaan melalui beberapa tahapan yaitu a) Koordinasi dan Focus Group Discussion dengan Jajaran pemerintah desa, b) Survey Lapangan untuk mengumpulkan data primer dan data sekunder, serta memverifikasi data, c) Pengolahan peta potensi desa berbasis spasial menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan Mahasiswa serta seluruh Aparat Desa. Metode pengembangan data spasial dengan menggunakan aplikasi Avenza Maps serta ArcGIS, d) Penyampaian Hasil melalui mini lokakarya dilanjutkan penyerahan Print Out Album Peta serta data Geodatabase. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Desa Biih memiliki potensi Kawasan Pertanian yang sangat baik, baik itu Kawasan Tanaman Pangan, Kawasan Perkebunan, dan Juga Kawasan Peternakan. Hal ini disebabkan oleh jenis tanah Latosol yang tersebar di seluruh wilayah administrasi desa. Potensi terbesar adalah buah durian dan pohon karet sehingga menjadi simbol logo desa ini. Disimpulkan perencanaan wilayah memiliki hubungan yang penting dengan masalah stunting. Perencanaan wilayah yang baik terutama melalui strategi pengelolaan lahan desa untuk ketahanan pangan dapat menjadi salah satu kunci untuk mengatasi stunting. Perencanaan wilayah yang holistik dan terintegrasi dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman serta kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.