Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Wacana Publik

Perbedaan Peran Gender dalam Tradisi Suraan pada Masyarakat Adat Cireundeu Bagio Alief; Aafiyah Hanuun; Dewi Ayu Hidayati; Feby Afri Yulindra; Rista Aulya Panestika; Sopfi Putri Marlina
Wacana Publik Vol. 16 No. 2 (2022): Wacana Publik
Publisher : P3M STISIPOL Dharma Wacana Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/wp.v16i2.127

Abstract

The Suraan tradition is a tradition to commemorate one sura performed by the Cireundeu community. This tradition of one sura is an expression of gratitude to the Almighty Creator for all the blessings and gifts, blessings in life as well as physical and mental health given by Him for the sake of survival. This study aims to look at the differences in gender roles in the suraan tradition in the Cireundeu community. Gender role analysis is not only aimed at biological matters, but can also be seen from the gender relations used in a society. This research was conducted using a qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews and documentation conducted in the Cireundeu Traditional Village, Leuwigajah Village, Cimahi Selatan District, Cimahi City with several traditional leaders as informants. speech in the Cireundeu Traditional Village community.
FENOMENA PERNIKAHAN DINI DI PERKOTAAN Atma Aulia Alviola; Sopfi Putri Marlina; Dewi Ayu Hidayati; Yuni Setya Ningsih; Rahma Aulia Jannati
Wacana Publik Vol. 17 No. 1 (2023): Wacana Publik
Publisher : P3M STISIPOL Dharma Wacana Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/wp.v17i1.2

Abstract

Perkawinan anak atau sering disebut pernikahan dini merupakan fenomena di tengah masyarakat yang berkaitan dengan pernikahan remaja yang belum memiliki kesiapan untuk memulai kehidupan rumah tangga. Komnas Perempuan melaporkan bahwa selama tahun 2021, ada 59.709 kasus pernikahan dini yang mendapat dispensasi dari pengadilan. Angka ini menunjukkan masih maraknya pernikahan dini yang dilakukan baik didesa, maupun di kota. Eksistensi fenomena pernikahan dini harus dikaji lebih dalam untuk kemudian mencari faktor penyebab dan dampak yang dihasilkan, sehingga fenomena sosial pernikahan dini dapat dikurangi dan lambat laun di berantas dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang selalu berdampingan dengan budaya dan lingkungan masyarakat yang terbentuk dari berbagai faktor yang melatarbelakanginya.
KAPASITAS MITIGASI SEBAGAI BENTUK RESILIENSI MASYARAKAT MISKIN PERKOTAAN DALAM MENGHADAPI BENCANA COVID-19 Dewi Ayu Hidayati; Handi Mulyaningsih; Anita Damayanti
Wacana Publik Vol. 17 No. 1 (2023): Wacana Publik
Publisher : P3M STISIPOL Dharma Wacana Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/wp.v17i1.3

Abstract

Penelitian ini hendak mengkaji kapasitas mitigasi yang dilakukan oleh kompnen masayraakat miskin perkotaan di Kecamatan Panjang dalam meminimalisir penyebaran bencana covid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik purposive untuk menentukan informan. Hasil dari penelitian ini yaitu masyarakat miskin dalam melakukan kapasitas mitigasi dibantu serta didukung oleh komponen masyarakat internal seperti pamong, tokoh dan satgas covid setempat, dan bentuk kapasitas mitigasi yang dilakukan yaitu dengan melakukan melakukan pembangunan fisik berupa fasilitas pencucian tangan dilingkungan rumah, membuat masker dari kain sehingga bisa digunakan berulang ulang, pembangunan non fisik berupa keperduliaan masyarakat miskin terhadap masyarakat miskin lainnya yang terpapar covid, baik dalam bentuk memberikan bantuan makanan bagi masyarakat yang sedang menjalankan isoman, mengantarkan warga yang sedang bergejala covid ke puskeskel atau puskesmas,melaporkan masyarakat yang terdeteksi bergejala covid kepada RT atau satgas covid setempat, serta peningkatan pengetahuan dalam menghadapi bencana covid dalam bentuk mengikuti sosialisasi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah