Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN Oki Yestiani; Susilo Wulan; S. Effendi Effendi; Santoso Ujang Effendi; Dini Syavani
Jurnal Sains Kesehatan Vol 28, No 3 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.28.3.47-55

Abstract

Jamban sebagai fasilitas pembuangan kotoran manusia memiliki dampak penting dalam mencegah masuknya berbagai jenis penyakit yang diakibatkan dari buang air besar sembarangan. Penelitian ini bertujuan mempelajari hubungan tingkat pengetahuan dan status sosial ekonomi dengan kepemilikan jamban di Desa Lubuk Lagan Kecamatan Talo Kabupaten Seluma. Jenis penelitian ini Survei Analitik menggunakan rancangan Cross Cectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga (KK) yang ada di Desa Lubuk Lagan Kecamatan Talo Kecil kabupaten Seluma berjumlah 340 KK. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan teknik Propotional Random Sampling dengan besar sampel sebanyak 77 KK. Jenis pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian dari 77 KK terdapat 51 KK (66,2%) yang berpengetahuan kurang, 52 KK (67,5%) yang status sosial ekonomi rendah, 58 orang (75,3%) yang tidak memiliki jamban. Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan status sosial ekonomi dengan kepemilikan jamban di Desa Lubuk Lagan Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma dengan katagori hubungan sedang. Disarankan kepada Puskesmas berkerjasama dengan pemerintah desa serta masyarakat untuk pembangunan jamban komunal disetiap kepala dusun melalui pengalokasian dana desa. Kata Kunci : kepemilikan jamban, pengetahuan kepala keluarga, status sosial ekonomi.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG KEMUNING KABUPATEN KAUR Santoso Ujang Effendi; Buyung Keraman; Andrek Sarnandes
Jurnal Sains Kesehatan Vol 24, No 3 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.24.3.37-44

Abstract

The impact of the incidence of anemia in pregnant women who have less knowledge during pregnancy are abortion, preterm labor, fetal and uterine disorders, low birth weight (LBW), and high maternal mortality. This study aimed to study the relationship between the level of knowledge with the incidence of anemia in pregnant women at Tanjung Kemuning Community Health Center Kaur District. This type of research was Descriptive Correlation and the design used was Cross Sectional. The data in this study used the primary data obtained by distributing questionnaires. The population in this study was all pregnant women who checked pregnancy and did not check their pregnancy at Tanjung Kemuning Community Health Center of Kaur Regency from January to June 2016 as many as 66 pregnant women. Sampling technique are Total Sampling and obtained sampel counted 35 respondents. Data analysis was done by univariate and bivariate analysis with Chi-Square test and to know closeness using Contingency Coefficient (χ2) statistic test. The result of the research showed that there were 14 respondents (40.0%) of good knowledge, and 19 respondents (54,3%) did not experience anemia. There was a significant relationship between knowledge with the incidence of anemia in pregnant women in working area of Tanjung Kemuning Community  Health  Center Kaur District with a close category. Suggestion for Tanjung Kemuning  Community  Health Center Kaur District                   to increase the intake of iron nutrition in pregnant women by doing  health promotion about  anemia  and giving  iron  tablets  to pregnant  woman. Keywords : anemia, knowledge, pregnant women
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA LUBUK LAGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMERINDU KECAMATAN TALO KECIL KABUPATEN SELUMA Peni Sentia; Santoso Ujang Effendi; Dini Syavani
Jurnal Sains Kesehatan Vol 27, No 3 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.27.3.33-40

Abstract

ASI eksklusif adalah memberikan ASI tanpa ada makanan atau minuman tambahan lainnya yang mulai dilakukan saat bayi baru lahir sampai bayi berumur 6 bulan. Dampak yang dapat ditimbulkan akibat dari tidak diberikannya ASI eksklusif sama saja membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman, dan adapun manfaat pemberian ASI eksklusif bagi bayi sebagai nutrisi yang terbaik, meningkatkan daya tahan tubuh bayi, meningkatkan kecerdasan dan meningkatkan jalinan kasih sayang. Penelitian ini bertujuan mempelajari Hubungan Pengetahuan Ibu dan Dukungan Suami dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Pukskesmas Sukamerindu Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma. Jenis penelitian menggunakan rancangan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi berumur 7-24 bulan berjumlah 32 orang, penetapan jumlah sampel menggunakan Total Sampling. Data penelitian menggunakan data Primer dan Sekunder, metode analisis data menggunakan analisis Univariat dan Bivariat dengan uji Chi-Square untuk semua variabel. Untuk mengetahui keeratan hubungan dapat dilihat dari nilai Contingency Coefficient (C). Hasil penelitian dari 32 orang  ibu terdapat 18 orang (56,3%) yang  berpengetahuan kurang, 29 orang (90,6%) yang mendapatkan dukungan suami rendah, 28 orang (87,5%) yang tidak memberikan ASI eksklusif. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif dengan katagori hubungan sedang, dan ada hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif dengan katagori hubungan sedang. Disarankan kepada masyarakat  terutama ibu bayi untuk memberikan ASI eksklusif serta para suami dapat memberikan dukungan dan berperan kepada istri agar memberikan ASI eksklusif .  Kata Kunci: Pengetahuan Ibu, Dukungan Suami, Pemberian ASI Eksklusif
Karakteristik balita, ASI eksklusif, dan keberadaan perokok dengan kejadian stunting pada balita Nurul Khairani; Santoso Ujang Effendi
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 7, No 1 (2022): May
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v7i1.423

Abstract

Stunting has an impact on cognitive function disorders, endurance, productivity, and potential to experience degenerative diseases. The aim of research was to measure the association between characteristics of children, exclusive breastfeeding, and presence of smokers with incidence of stunting. The design of research was a Cross Sectional. The sample was a toddler aged 12-59 months who visited to Integrated Healthcare Center (Posyandu) in Ratu Samban District, Bengkulu City in 2017. Samples were taken using Accidental Sampling technique as many as 102 toddlers. Data were collected by conducting interviews based on questionnaires, looking at maternal and child health books, and anthropometric measurements. Data analysis using Chi-Square test. The results, there was no significant correlation between characteristics of toddler (such as age (p= 0,175), gender (p= 0,439), birth weight (p= 0,218), birth length (p= 0,080)), exclusive breastfeeding (p= 0,362), and presence of smokers (p= 0,940) with incidence of stunting. In conclusion, there was no significant relationship between characteristics of toddlers, exclusive breastfeeding, and presence of smokers with incidence of stunting. It is recommended to Public Health Center to intervene in first thousand days of life in form of nutrition fulfillment, antenatal care, and education about the dangers of smoking for pregnant mother and toddler.
Hubungan Kepadatan Hunian dan Ventilasi Rumah dengan Kejadian TB Paru pada Pasien Dewasa yang Berkunjung ke Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara Nurul Khairani; Santoso Ujang Effendi; Izhar Izhar
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 4 No 2 (2020): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.52 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v4i2.806

Abstract

Tuberkulosis masih menempati peringkat ke-10 penyebab kematian tertinggi di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepadatan hunian dan ventilasi rumah dengan kejadian TB Paru pada pasien dewasa yang berkunjung ke Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara. Penelitian ini menggunakan desain Case Control. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dewasa suspek TB paru yang berkunjung ke Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara. Sampel kasus sebanyak 34 pasien dan sampel kontrol sebanyak 34 pasien. Pengolahan data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan: dari 68 pasien terdapat 35 pasien (51,5%) yang memiliki kepadatan hunian tidak memenuhi syarat, 59 pasien (86,8%) yang memiliki ventilasi rumah tidak memenuhi syarat, dan 34 pasien (50,0%) yang mengalami kejadian TB Paru. Ada hubungan yang signifikan antara kepadatan hunian dengan kejadian TB Paru pada pasien dewasa yang berkunjung ke Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara dengan OR=43,500 dan ada hubungan yang signifikan antara ventilasi rumah dengan kejadian TB Paru pada Pasien Dewasa yang Berkunjung ke Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara dengan OR=10,154. Diharapkan pada masyarakat khususnya penderita TB agar dapat dapat mengatur jumlah penghuni kamar dan ventilasi rumah sesuai anjuran kesehatan. Kata kunci: kejadian TB paru, kepadatan hunian, ventilasi rumah
Karakteristik Penderita Hipertensi Di Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu Dwi Putri Sulistiya Ningsih; Santoso Ujang Effendi; Hamal Kalbin Salim
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i2.6907

Abstract

Hipertensi yang tidak terkontrol akan menimbulkan berbagai komplikasi, bila mengenai jantung kemungkinan dapat terjadi infark miokard, jantung koroner, gagal jantung kongestif, bila mengenai otak terjadi stroke, ensevalopati hipertensif, dan bila mengenai ginjal terjadi gagal ginjal kronis, sedangkan bila mengenai mata akan terjadi retinopati hipertensif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik penderita hipertensi di Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu. Penelitian ini adalah penelitian  Deskriptif  dengan metode kuantatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang tercatat di rekam medis Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu pada bulan Januari-Maret 2020 sebanyak 152 pasien. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 orang pasien hipertensi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapat melalui penelusuran data register dan rekam medis responden. Proporsi karakteristik penderita Hipertensi di Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu terbanyak pada hipertensi stadium II (56,7%), berusia 50-64 tahun (50%), jenis kelamin perempuan (61,7%), dengan pendidikan menengah (SMA sederajat)( 28,3%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT)(26,7%) dan jarak pelayanan kesehatan dari tempat tinggal ≤2,3 Km (53,3%). Kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas Telaga Dewa, dapat merumuskan program/kebijakan kesehatan terkait dengan penyakit hipertensi berdasarkan karakteristik kelompok risikonya, sehingga langkah preventif di masyarakat dapat ditingkatkan dengan maksimal.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK DI MTS NEGERI 01 KOTA LUBUKLINGGAU Santoso Ujang Effendi; Susilo Wulan; Fitratul Wahyuni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v4i1.604

Abstract

Health development is starting to face a new pattern of disease, which is an increase in cases of non-communicable diseases triggered by changes in people's lifestyles including cigarette consumption, whose prevalence continues to increase. This study aimed to study the factors associated with smoking behavior in students in MTS Negeri 01 Lubuklinggau City. This type of research was Analytic Survey and Cross Sectional research design. The population of this study was all male students of VII and VIII class in MTS Negeri 01 Lubuklinggau City in the 2018/2019 school year totaling 333 students. The sampling technique in this study used Proportional Random Sampling to obtain a sample of 77 students. The analysis in this study used univariate analysis and bivariate analysis. Bivariate analysis used Chi-Square test (χ2). To determine closeness of relationship used Contingency Coefficient (C) test. The results showed that of 77 students, there were 33 students (42.9%) who lacked knowledge, 45 students (58.4%) who were supportive of smoking behavior, 43 students (55.8%) who had their peers who supported smoking, and 46 students (59.7%) who behaved smoking. The results of bivariate analysis showed that there was a significant relationship between students' knowledge, students's attitudes, and students’s peers with smoking behavior of students in MTS Negeri 01, Lubuklinggau City with a moderate relationship category. Keywords: attitude, knowledge, peers, smoking behavior, student
ANALISIS KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DITINJAU DARI STATUS IMUNISASI DASAR DAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI Nurul Khairani; Santoso Ujang Effendi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v4i2.1030

Abstract

Dampak stunting pada balita adalah gangguan perkembangan, kemampuan belajar yang rendah, mudah terkena penyakit infeksi, meningkatkan angka kematian dan angka kesakitan. kemampuan ekonomi dan produktivitas menurun, serta berisiko mengalami penyakit tidak menular ketika dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan status imunisasi dasar dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita yang berkunjung ke Posyandu di Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah Survei Analitik dengan desain Cross Sectional. Sampel adalah ibu yang memiliki balita berusia 12-59 bulan yang berkunjung ke Posyandu di Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu sebanyak 102 ibu balita.. Teknik pengambilan sampel adalah Accidental Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square (χ2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian stunting sebesar 31,37%, 86 ibu (84,3%) memiliki balita dengan status imunisasi dasar lengkap, 87 ibu (85,3%) memiliki balita dengan riwayat penyakit infeksi.. Tidak ada hubungan antara status imunisasi dasar (p=0,690) dan riwayat penyakit infeksi (p=0,479) dengan kejadian stunting. Kata kunci: balita, kejadian stunting, riwayat penyakit infeksi, status imunisasi dasar
HUBUNGAN KUALITAS AIR BERSIH DAN SALURAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH (SPAL) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA Santoso Ujang Effendi; Rina Aprianti; Ledi Angelia
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.2.19-27

Abstract

Diare umumnya disebabkan oleh kualitas hygiene dan sanitasi lingkungan yang masih belum memenuhi persyaratan dan berdampak kepada kematian pada balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas air bersih dan saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Betungan. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Betungan. Penelitian ini merupakan penelitian dalam jenis Deskriptif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita yang berkunjung ke Posyandu sebanyak  62  ibu. Teknik pengambilan sampel yaitu Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki balita yang mengalami kejadian diare sebanyak 36 ibu (58,1%),  memiliki kualitas air bersih tidak memenuhi syarat  sebanyak 34 ibu (54,8%), dan memiliki SPAL tidak memenuhi syarat sebanyak 38 ibu (61,3%). Terdapat hubungan yang  signifikan  antara kualitas air bersih  dan  SPAL  dengan kejadian diare  pada  balita  dengan kategori hubungan lemah. Diharapkan kepada masyarakat agar air  yang digunakan untuk keperluan mengolah makanan dan minuman dimasak terlebih dahulu dan membuat SPAL yang memenuhi syarat.
HUBUNGAN PERILAKU HIGIENE IBU DAN KEJADIAN DIARE DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA NURUL KHAIRANI; SANTOSO UJANG EFFENDI; SURYANI SURYANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak stunting pada anak bersifat langsung dan jangka panjang yaitu peningkatan morbiditas dan mortalitas, gangguan perkembangan, kapasitas belajar, dan peningkatan risiko infeksi dan penyakit tidak menular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan perilaku higiene ibu dan kejadian diare dengan kejadian stunting pada balita yang berkunjung ke Posyandu di di wilayah kerja Puskesmas Padang Serai Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah Survei Analitik dengan desain Case Control. Sampel kasus adalah seluruh ibu yang memiliki balita stunting yang berusia 12-59 bulan sebanyak 26 ibu. Sampel kontrol adalah ibu yang memiliki balita tidak stunting yang berusia 12-59 bulan sebanyak 26 ibu. Teknik pengambilan untuk sampel kasus adalah Total Sampling, sedangkan untuk sampel kontrol adalah Purposive Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square (χ2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26 ibu (50,0%) memiliki balita yang mengalami kejadian stunting, 43 ibu (82,7%) memiliki perilaku higiene kurang baik, dan 39 ibu (75,0%) memiliki balita yang mengalami kejadian diare. Tidak ada hubungan yang signifikan antara perilaku higiene ibu (p=1,000, OR=1,310) dan kejadian diare (p=1,000, OR=0,814) dengan kejadian stunting. Diharapkan kepada petugas gizi Puskesmas untuk dapat memberikan edukasi kepada ibu balita tentang perilaku higiene yang baik dan pencegahan diare agar kejadian stunting dapat dicegah.