Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DAN KEJADIAN ISPA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Nurul Khairani; Santoso Ujang Effendi
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.3.38-47

Abstract

Anak yang stunting lebih mungkin mengalami kematian, morbiditas, dan perkembangan kognitif dan motorik yang kurang optimal. Praktik pemberian makan yang kurang optimal pada masa bayi dan penyakit menular merupakan prediktor gangguan pertumbuhan pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan pemberian MP-ASI dan riwayat kejadian ISPA  dengan kejadian stunting pada balita yang berkunjung ke Posyandu di di wilayah kerja Puskesmas Padang Serai Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah Survei Analitik dengan desain Case Control. Sampel kasus adalah seluruh ibu yang memiliki balita stunting berusia 12-59 bulan  sebanyak 26 ibu balita. Sampel kontrol adalah  ibu yang memiliki balita tidak stunting berusia 12-59 bulan sebanyak 26 ibu balita. Teknik pengambilan untuk sampel kasus adalah Total Sampling, sedangkan untuk sampel kontrol adalah Purposive Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square (χ2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31 ibu (59,6%) memberikan MP-ASI pada saat balita berusia 6 bulan, 46 ibu (88,5%) memiliki balita mengalami kejadian ISPA, dan 26 ibu (50,0%) memiliki balita yang mengalami kejadian stunting.. Tidak ada hubungan antara pemberian MP-ASI (p=1,000, OR=1,173) dan kejadian ISPA (p=0,668, OR=2,182) dengan kejadian stunting.  Diharapkan kepada petugas gizi Puskesmas untuk dapat memberikan edukasi kepada ibu balita tentang pemberian MP-ASI yang baik dan melakukan upaya pencegahan ISPA agar kejadian stunting dapat dicegah.Kata Kunci: balita, ISPA, pemberian MP-ASI, stunting
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA BAJAK 1 KECAMATAN TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH Santoso Ujang Effendi; Kisa Apriani; Dini Syavani; Nurul Khairani; Rina Aprianti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 30, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.30.1.16-25

Abstract

Di Indonesia bencana tanah longsor berada diurutan ke 3 dengan total 1.321 kejadian. Tanah longsor akan menimbulkan dampak dalam kehidupan manusia dan lingkungan, menimbulkan korban jiwa, serta berdampak kepada sosial ekonomi. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor di Desa Bajak 1 Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. Jenis penelitian ini menggunakan Survei Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh Kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Bajak 1 berjumlah 30 KK. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan wawancara berdasarkan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 18 KK (60,0%) berpengetahuan kurang, 16 KK (53,3%) bersikap unfavorable, dan 17 KK (56,7%) dengan kesiapsiagaan sedang. Ada pengaruh signifikan pengetahuan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor dengan kategori hubungan kuat. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara sikap dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor. Diharapkan kepada pihak Desa dan Kecamatan agar dapat melakukan edukasi tentang bencana tanah longsor kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat.Kata Kunci: kesiapsiagaan pengetahuan, sikap, tanah longsor  
Family characteristics as risk factors of stunting among children age 12-59 month Khairani, Nurul; Effendi, Santoso Ujang
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.791 KB) | DOI: 10.30604/jika.v4i2.188

Abstract

Stunting in children (low height for age) increases morbidity  and  mortality rate. It can lead  to poor intelligence and  productivity, and degenerative diseases. The objective  of this research was to investigate the associations of  family characteristics with stunting in  children aged 12-59 months  who visited  the integrated health posts in Ratu Samban District, Bengkulu City.  The hypothesis of  this research was there were associations of family characteristics with stunting in children  aged 12-59 months who visited the integrated health posts in Ratu Samban District, Bengkulu City. This research was conducted in June, 2017. The type of the research was Analytical Survey and the design was Cross Sectional. The subject was mothers  of  children  aged 12-59 months who visited the  integrated health posts in Ratu Samban District, Bengkulu City. The sampling technique was Accidental Sampling and the sample number was 102 mothers. The data were collected by questionnaires and anthropometric assessment. Chi-Square test was used to assess the associations of  family characteristics with stunting. The result showed that  of 102 mothers, 32 mothers (31,37 percent) had  stunted children. Family characteristics (maternal height (p=0.257), maternal education (p=0.455), paternal education (p=0.250), total of family member (p=0.245), and income of family head (p=0.320) were  not associated  with stunting and maternal knowledge (p=0.003) was associated  with stunting. The researchers suggest to the community health center and the integrated health post can conduct nutrition education, and especially about stunting more intensively to increase the knowledge of productive woman, pregnant woman, and mother of children.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KETERATURAN ANTENATAL CARE (ANC) DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL Nurul Khairani; Vonni Rianti; Dwi Putri Sulistiya Ningsih; Santoso Ujang Effendi; Rina Aprianti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 30, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.30.1.40-49

Abstract

Dampak ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) adalah anemia, pendarahan, penyakit infeksi, persalinan prematur, dan pendarahan setelah persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan keteraturan antenatal care (ANC) dengan kejadian KEK pada ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Betungan Kota Bengkulu. Jenis Penelitian ini adalah Survey Analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi  penelitian adalah ibu hamil yang tercatat di Puskesmas periode Januari-Desember 2021 yang berjumlah 226 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional Random Sampling. Jumlah sampel sebanyak 70 ibu hamil. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariate. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square (χ2). Hasil penelitian menunujukan sebanyak  33 ibu hamil (47,1%) berpengetahuan kurang, 57 ibu hamil (81,4%) tidak teratur melakukan kunjungan ANC, dan 10 ibu hamil (10%) mengalami kejadian KEK. Ada hubungan yang signitifikan antara pengetahuan dengan kejadian KEK dengan kategori sedang. Tidak ada hubungan yang signifikan antara keteraturan ANC dengan kejadian KEK. Hasil penelitian ini diharapkan kepada pihak Puskesmas Betungan untuk dapat melakukan penyuluhan pada ibu hamil tentang KEK agar kejadian KEK dapat dicegah. Kata Kunci: ANC, ibu hamil, KEK, pengetahuan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Suryani, Suryani; Wulan, Susilo; Aprianti, Rina; Effendi, Santoso Ujang; Ade, Novi; Syahroni, Febriyan
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kinerja perawat di Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu tahun 2021 sebanyak 72 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 72 orang perawat. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square dan uji Contingency Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kinerja perawat, ada hubungan yang signifikan antara disiplin kerja dengan kinerja perawat dan ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kinerja perawat. Bagi Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu acuan bagi penghambil kebijakan dalam menempatkan perawat yang sesuai dengan latar belakang pendidikan, disiplin kerja dan masa kerja perawat sehingga mampu memberikan pelayanan keperawatan yang baik dan dapat dilihat dari kinerja yang ditunjukkan oleh perawat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Effendi, Santoso Ujang; Laini, Hadea; Puri, Chandrainy; Khairani, Nurul
Jurnal Sains Kesehatan Vol 30, No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.30.3.142-149

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemik di seluruh wilayah tropis dan sebagian wilayah subtropics. Jumlah kasus DBD pada tahun 2022 di Kabupaten Seluma urutan ke empat sebanyak 94 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk Mempelajari Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan DBD di Desa Tanjung Seru wilayah kerja Puskesmas Rimbo Kedui Kabupaten Seluma. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional Pengumpulan data bersumber dari data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga (KK) yang ada di Desa Tanjung Seru wilayah kerja Puskesmas Rimbo Kedui Kabupaten Seluma sebanyak 230 KK. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple Random Sampling sebanyak 70 KK. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian: dari 70 KK, terdapat 29 KK (100,0%) pengetahuan kurang dan 27 KK (93,1%) kurang melaksanakan perilaku pencegahan. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan DBD di Desa Tanjung Seru wilayah kerja Puskesmas Rimbo Kedui Kabupaten Seluma. Kepada pihak puskesmas untuk lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan DBD dan kepada masyarakat agar aktif mengikuti jika ada kegiatan penyuluhan.Kata Kunci: demamberdarahdengue (DBD), pengetahuan, perilaku pencegahan
AKTIVITAS FISIK DAN KEJADIAN OBESITAS SENTRAL PADA WANITA Khairani, Nurul; Saputri, Nike Aprilia; Syavani, Dini; Effendi, Santoso Ujang
Jurnal Sains Kesehatan Vol 30, No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.30.3.124-131

Abstract

Obesitas menjadi salah satu faktor risiko berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan stroke. Prevalensi obesitas sentral pada perempuan dewasa di Provinsi Bengkulu pada tahun 2018  sebesar 49,59%. Penduduk berjenis kelamin perempuan berumur  yang memiliki aktifitas fisik kurang aktif sebesar 23,33%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas sentral pada wanita usia 25-54 tahun di Kelurahan Tanjung RT.02 Jaya Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Sampel penelitian adalah wanita usia 25-54 tahun di Kelurahan Tanjung RT.02 Jaya Kota Bengkulu berjumlah 32 wanita. Teknik pengambilan sampel adalah Total Sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 32 wanita berusia 25-54 tahun, terdapat 16 wanita (50,0%) yang melakukan aktivitas ringan dan 19 wanita (59,4%) yang mengalami obesitas sentral. Ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas sentral dengan kategori hubungan sedang.  Saran bagi pihak Puskesmas untuk mengadakan pemantauan lingkar pinggang, pemeriksaan kesehatan dan kegiatan  olahraga bersama seperti senam yang rutin dilakukan setiap minggu. Kata Kunci: aktivitas fisik, obesitas sentral, wanita
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dengan Penerimaan Vaksin COVID-19 Feronika, Windu; Khairani, Nurul; Aprianti, Rina; Effendi, Santoso Ujang; Sulistiya Ningsih, Dwi Putri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.253-262

Abstract

Vaksinasi merupakan cara yang aman, sederhana, dan efektif untuk melindungi seorang melawan COVID-19. Cakupan vaksinasi COVID-19 pada tahun 2021 di Desa Sekunyit mencapai 41,7 % untuk dosis ke-1, 32,1% untuk dosis ke-2, dan 27,2% masyarakat belum menerima vaksin COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat dengan penerimaan vaksin COVID-19 di Desa Sekunyit Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur.. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat usia dewasa yang menjadi sasaran penerimaan vaksin COVID-19 di Desa Sekunyit Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur yang berjumlah 426 orang. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 81 orang. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan responden, kuesioner dan kartu vaksin COVID-19. Data sekunder diperoleh dari catatan cakupan vaksinasi dari kepala Desa Sekunyit, laporan Dinas Kesehatan, SATGAS COVID-19, Kemenkes RI, dan WHO. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (χ²) melalui program SPSS. Hasil penelitian didapatkan 33 orang (40,7%) berpengetahuan kurang,  36 orang (44,4%) memiliki sikap unfavourable, dan 26 orang (32,1%) belum menerima vaksin COVID-19. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan penerimaan vaksin COVID-19 dengan kategori sedang dan tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap masyarakat dengan penerimaan vaksin COVID-19. Hasil penelitian ini diharapkan adanya kerjasama perangkat desa dengan pihak Puskesmas atau Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya penerimaan vaksin COVID-19 agar cakupan penerimaan vaksin COVID-19 di Desa Sekunyit dapat meningkat.Kata Kunci: pengetahuan, sikap, penerimaan vaksin COVID-19
Hubungan Risiko Postur Kerja dengan Gangguan Muskuloskeletal pada Pemanen Kelapa Sawit Menggunakan Metode OWAS Agustien, Titin; Sanisahhuri, Sanisahhuri; Aprianti, Rina; Effendi, Santoso Ujang; Sulistiya Ningsih, Dwi Putri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.272-279

Abstract

Indonesia memiliki 56,50% penduduk bekerja di sektor informal, dengan sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan sebagai dominasi utama. Pekerja sektor informal rentan terhadap gangguan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Gangguan ini merupakan penyebab utama kecacatan global dengan prevalensi 1,71 miliar penduduk. Di Indonesia, gangguan muskuloskeletal mencakup 11,9% populasi, dengan pekerja di sektor perkebunan menjadi penyumbang kasus terbanyak. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara risiko postur kerja dengan gangguan muskuloskeletal pada pemanen kelapa sawit di Desa Talang Perapat, Kabupaten Seluma. Penelitian menggunakan desain Cross Sectional dengan sampel 72 responden yang diambil menggunakan teknik Convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Ovako Work Posture Analysis System (OWAS), pengamatan langsung, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33,4% responden memiliki postur kerja berisiko tinggi dan 33,3% responden mengalami gangguan  muskuloskeletal kategori sangat tinggi. Responden dengan risiko postur kerja rendah cenderung memiliki postur ergonomis, sementara risiko postur kerja sangat tinggi ditemukan pada pekerja dengan lama kerja 10 tahun dan postur tidak ergonomis. Ada hubungan signifikan antara risiko postur kerja dengan gangguan muskuloskeletal dengan kategori hubungan kuat. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya edukasi ergonomis dan intervensi terhadap postur kerja pada pemanen kelapa sawit untuk mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal. Temuan ini dapat menjadi dasar untuk program pencegahan yang lebih efektif di sektor perkebunan.Kata Kunci: muskuloskeletal, OWAS postur kerja 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Balita Suryani, Suryani; Effendi, Santoso Ujang; Harpelia, Alda
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.280-290

Abstract

Pada tahun 2023, cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja Puskesmas Air Padang Kabupaten Bengkulu Utara sebesar 83,1% dan belum memenuhi target Universal Child Immunization (UCI). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar di Desa Tanjung Aur Kecamatan Air Padang  Kabupaten Bengkulu Utara. Jenis penelitian  adalah Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian  adalah  ibu yang mempunyai balita berusia 1-5 tahun yang berkunjung ke Posyandu sebanyak 44 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan  Total Sampling. Data primer bersumber langsung dari responden. Data sekunder diperoleh dari buku kader dan data pencapaian imunisasi. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi- Square (x2) dan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 25 ibu(52,3%) memiliki balita dengan imunisasi lengkap, 19 ibu (43,1%) berpengetahaun cukup, 23 ibu (52,3%) menyatakan kader posyandu berperan, dan  23 ibu (52,3%) memiliki dukungan keluarga. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahua ibu, peran kader, dan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar. Diharapkan kader lebih aktif mensosialisasikan pentingnya imunisasi dasar bagi bayi dan Posyandu  memberikan makanan tambahan (PMT) setiap bulannya sehingga ibu tertarik untuk datang ke Posyandu.Kata Kunci: pengetahuan ibu, peran kader posyandu, dukungan keluarga, kelengkapan imunisasi