Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Human Resources Skills and Agricultural Product Selling Power Through A Workshop on Processing Tomatoes Into “Torakur” Sweets Niswah, Nihlatun; Wibowo, Laksono Yogi; Hanannika, Laudhira Kinantya; Adillah, Luthfiana Nur; Muayanah, Muayanah; Fatoni, Muhamad; Mukaromah, Neni; Sintawati, Mukti; Dewi, Kirana Prama; Supriyanto, Agus
Bahasa Indonesia Vol 22 No 02 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.222.1

Abstract

The high volume of tomatoes during the peak harvest season often results in low selling prices and financial losses for farmers. This problem is exacerbated by the limited shelf life of tomatoes and the lack of skills in processing the harvest into high-value products. To address this problem, a leadership project was implemented to improve the skills of family welfare empowerment (FWE) mothers in the Dirgantara Asri Housing Complex in utilising tomato harvests to make products with high market value. The purpose of this workshop was to improve the skills of the community, especially among FWE mothers in the Dirgantara Asri Housing Complex, through training in processing tomatoes into a candied product called “Torakur” (Tomatoes with Date Flavour), which has significant market potential. Furthermore, participants are expected to market this processed product directly and through social media promotion efforts. The implementation method includes delivering educational materials, demonstrations of processing tomatoes into “Torakur,” and simple packaging and marketing techniques, both directly and digitally. This workshop aims to improve the skills of FWE mothers in producing and marketing “Torakur” independently, thereby creating sustainable local business opportunities. The measurement results were 100% very satisfied and 87.25% very useful. The results of this community service initiative show that the workshop has positively impacted community empowerment and strengthened interdisciplinary collaboration.       Abstrak Tingginya volume tomat selama musim panen raya seringkali mengakibatkan harga jual yang rendah dan kerugian finansial bagi petani. Masalah ini diperparah oleh terbatasnya masa simpan tomat dan kurangnya keterampilan dalam mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah proyek kepemimpinan dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) di Perumahan Dirgantara Asri dalam memanfaatkan hasil panen tomat untuk menghasilkan produk bernilai pasar tinggi. Tujuan lokakarya ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK di Perumahan Dirgantara Asri, melalui pelatihan pengolahan tomat menjadi manisan “Torakur” (Tomat Rasa Kurma), yang memiliki potensi pasar yang signifikan. Selanjutnya, para peserta diharapkan dapat memasarkan produk olahan ini secara langsung dan melalui promosi di media sosial. Metode pelaksanaannya meliputi penyampaian materi edukasi, demonstrasi pengolahan tomat menjadi “Torakur”, serta teknik pengemasan dan pemasaran sederhana, baik secara langsung maupun digital. Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK dalam memproduksi dan memasarkan “Torakur” secara mandiri, sehingga menciptakan peluang usaha lokal yang berkelanjutan. Hasil pengukurannya adalah 100% sangat memuaskan dan 87,25% sangat bermanfaat. Hasil dari inisiatif pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa lokakarya ini telah berdampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat dan memperkuat kolaborasi interdisipliner.
Pembinaan Mental Spiritual Remaja Masjid Jami’ Nurul Muttaqien Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu Tulungagung Sebagai Upaya Meningkatkan Kepedulian Remaja Terhadap Fungsi Masjid Fatoni, Muhamad; Amrullah, Ahmad Fikri; Saputra, Lalu Muhamad Adrian
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.2.2025.277-283

Abstract

Generasi remaja memiliki peran signifikan bagi kemakmuran masjid di masa mendatang. Namun, faktanya di era digital eksistensi remaja dalam memakmurkan masjid masih belum menunjukkan titik maksimal. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Nurul Muttaqien Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu Tulungagung. Metode yang digunakan adalah service learning dengan tujuan untuk meningkatkan intensitas keterlibatan serta kesadaran dalam memakmurkan masjid. Pengabdian dilakukan dengan mengadakan focus group discussion (FGD). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman remaja tentang fungsi masjid yang lebih luas, tidak hanya sebagai tempat ibadah mahdhah tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Antusiasme peserta tercermin dari partisipasi aktif dalam diskusi serta dorongan untuk terlibat lebih banyak dalam kegiatan masjid. Takmir masjid juga memberikan dukungan positif terhadap program ini dan berharap adanya pembinaan lanjutan yang terstruktur.
Pembinaan Mental Spiritual Remaja Masjid Jami’ Nurul Muttaqien Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu Tulungagung Sebagai Upaya Meningkatkan Kepedulian Remaja Terhadap Fungsi Masjid Fatoni, Muhamad; Amrullah, Ahmad Fikri; Saputra, Lalu Muhamad Adrian
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.2.2025.277-283

Abstract

Generasi remaja memiliki peran signifikan bagi kemakmuran masjid di masa mendatang. Namun, faktanya di era digital eksistensi remaja dalam memakmurkan masjid masih belum menunjukkan titik maksimal. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Nurul Muttaqien Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu Tulungagung. Metode yang digunakan adalah service learning dengan tujuan untuk meningkatkan intensitas keterlibatan serta kesadaran dalam memakmurkan masjid. Pengabdian dilakukan dengan mengadakan focus group discussion (FGD). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman remaja tentang fungsi masjid yang lebih luas, tidak hanya sebagai tempat ibadah mahdhah tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Antusiasme peserta tercermin dari partisipasi aktif dalam diskusi serta dorongan untuk terlibat lebih banyak dalam kegiatan masjid. Takmir masjid juga memberikan dukungan positif terhadap program ini dan berharap adanya pembinaan lanjutan yang terstruktur.
Laduni Science On Muhammad Luthfi Ghozali’s Perspective Fatoni, Muhamad; Naim, Ngainun
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2020.8.2.37-60

Abstract

Abstract This article examines the science of laduni and how to acquire it. Laduni science is generally perceived as a supernatural science that cannot be obtained aside from by few individuals. This knowledge is often associated with things that happen abruptly without any preceding process. Muhammad Lutfi Ghozali disproved this assumption by proposing logical, rational arguments and sticking to the naṣ of the Qur'an and Hadith. Muhammad Luthfi Ghozali explained that laduni science has an analytical mechanism. Those who understand the substance of laduni science and construct causal mechanisms will be achievable to acquire this knowledge. The thought of Muhammad Lutfi Ghozali places a comprehension of laduni science that seems mystical and irrational. Keywords: laduni science, Muhammad Luthfi Ghozali, rational, mystical Abstrak Artikel ini membahas tentang ilmu laduni dan cara-cara mendapatkannya. Ilmu laduni umumnya dipahami sebagai ilmu mistik yang tidak mungkin diperoleh kecuali oleh sebagian kecil orang. Ilmu ini kerapkali dihubungkan dengan hal yang terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya proses yang mendahuluinya. Muhammad Luthfi Ghozali membantah anggapan tersebut dengan mengajukan argumentasi logis, rasional serta tetap berpegang pada naṣ Al-Qur’an dan hadits. Muhammad Luthfi Ghozali menjelaskan bahwa ilmu laduni memiliki mekanisme rasional. Mereka yang memahami substansi ilmu laduni dan membangun mekanisme sebab akan mungkin untuk mendapatkan ilmu ini. Pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali ini mendudukkan pemahaman tentang ilmu laduni yang seolah mistik dan tidak rasional. Kata kunci: ilmu laduni, Muhammad Luthfi Ghozali, rasional, mistik.