Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX AND HEMOGLOBIN LEVELS AND ITS ASSOCIATION WITH EMPLOYEE FITNESS STATUS Salsabilla, Dinda Anindita; Aghadiati, Faradina; Heryanda, Mahfuzhoh Fadillah; Amalliyah, Puji; Qutratu'ain, Dita Shafa
HEARTY Vol 13 No 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i5.21052

Abstract

Anemia is a common health problem and is often related to a person's nutritional status. This study aims to analyze the relationship between Body Mass Index (BMI) with hemoglobin (Hb) levels and its implications for the fitness status of employees. This study used a cross-sectional design with 36 employees as respondents. Data were collected through direct measurement of BMI, Hb levels using the Easy Touch GCHb tool, and fitness status with the Harvard Step Test. Analysis was conducted using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents had low Hb levels (55.6%), obese BMI (52.8%), and inadeqaute fitness status (55.5%). There was a significant relationship between gender and Hb levels (p=0.003) and between BMI and Hb levels (p=0.048). However, there was no significant relationship between Hb level and fitness status (p=0.660). These findings suggest that BMI and gender affect hemoglobin levels, but hemoglobin levels are not directly related to physical fitness levels. Understanding the relationship between nutritional status and Hb levels is important for anemia prevention and fitness improvement.
Determinant Kejadian Hipertensi Studi Literatur Review Yana Afrina; Dinda Anindita Salsabilla
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu keadaan serius yang bisa menyebabkan penyakit jantung, stroke, ginjal, dan penyakit lainnya. Sekitar 1,28 miliar orang berusia 30-79 tahun di seluruh dunia mengalami hipertensi, dengan mayoritas dari negara-negara penghasilan rendah dan menengah. Penyakit hipertensi menyebabkan sekitar 8 juta kematian setiap tahunnya, dengan kasus di Asia Tenggara sekitar 1,5 juta kematian akibat hipertensi. Prevalensi hipertensi secara nasional, menunjukkan peningkatan pada 2013 sampai tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang faktor risiko atau determinan kejadian hipertensi di Indonesia, sehingga bisa dilakukan upaya pencegahan yang sesuai untuk menurunkan kejadian hipertensi di Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian literatur review, yaitu penelitian yang menggunakan data dari artikel atau jurnal yang sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil telaah dari 10 artikel yang ditemukan, menunjukkam bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi yaitu aktifitas fisik, konsumsi garam, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, riwayat keluarga, stress, jenis kelamin, usia, dan obesitas.
AKSESIBILITAS MEDIA KOMUNIKASI TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG KANKER PAYUDARA PADA MAHASISWA POLITEKNIK PIKSI GANESHA Maranata, Maranata; HernayantI, Munica Rita; Salsabilla, Dinda Anindita; Asmara, Liddya Ganda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29372

Abstract

Kanker payudara merupakan masalah kesehatan global yang menjadi salah satu penyebab utama kematian pada wanita. Kurangnya pengetahuan tentang kanker payudara dan kurangnya deteksi dini menjadi faktor utama yang menyebabkan tingginya angka kejadian dan kematian akibat kanker payudara, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Angka kejadian kanker payudara tertinggi di Indonesia tercatat sebesar 30,11% dari total kasus kanker, dengan sekitar 66.271 kasus pada tahun 2022. Di tingkat regional, di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung, terdapat sekitar 173 kasus yang dirujuk pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh aksesibilitas media komunikasi terhadap pengetahuan mahasiswa tentang kanker payudara. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel 96 mahasiswa Politeknik Piksi Ganesha yang dipilih dengan metode purposive sampling, dilakukan analisis dengan uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa aksesibilitas mahasiswa terhadap televisi dan radio berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan tentang kanker payudara (p< 0.05). Namun, aksesibilitas terhadap internet, media sosial, koran/majalah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan tentang kanker payudara (p> 0.05). Meskipun semua mahasiswa memiliki aksesibilitas terhadap internet dan media sosial, tidak semua dari mereka memiliki pengetahuan yang baik tentang kanker payudara. Sementara itu, aksesibilitas terhadap leaflet/brosur juga memengaruhi pengetahuan tentang kanker payudara, di mana sebagian besar mahasiswa yang tidak memiliki aksesibilitas terhadap leaflet/brosur memiliki pengetahuan yang kurang.  
The Relationship Between Maternal Nutritional Status and the Incidence of Stunting: A Meta-Analysis Putri, Tyas Aisyah; Salsabilla, Dinda Anindita; Muthi’ah, Tis’a Salma; Vergawita, Tania; Komisah, Komisah
Journal of Maternal and Child Health Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejmch.2025.01.02.02

Abstract

Background: Stunting remains a major global health concern, contributing to child mortality and long-term developmental consequences. Maternal nutritional status during pregnancy plays a crucial role in determining child growth outcomes. Understanding this relationship is essential for developing effective nutritional interventions to prevent stunting. Subjects and Method: This study is a systematic review and meta-analysis examining the association between maternal nutritional status and stunting in children under five. Relevant studies published between January 2019 and July 2024 were retrieved from PubMed, Science Direct, Google Scholar, and BMJ. Data from nine studies across Asia and Africa were analyzed using Review Manager (RevMan) 5.3. Results: The analysis revealed that underweight mothers had a 1.22 times higher risk of having stunted children, while overweight mothers had a 1.02 times higher risk. Both findings were statistically significant (p<0.001). These results highlight the critical influence of maternal nutritional status on child growth and the increased risk of stunting in both underweight and overweight mothers. Conclusion: Maternal nutrition during pregnancy plays a vital role in preventing stunting among children under five. Targeted nutritional interventions for underweight and overweight mothers are essential to improve maternal and child health outcomes. Strengthening maternal nutrition programs can significantly contribute to reducing global stunting rates.