Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Anemia dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Kabupaten Gianyar Widnyani, Ida Ayu Putu; Suarniti, Ni Wayan; Budiani, Ni Nyoman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7849

Abstract

Latar Belakang Anemia pada ibu hamil, sering dikaitkan dengan peningkatan risiko BBLR. Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting status kesehatan ibu dan anak, serta menjadi faktor risiko utama terhadap morbiditas dan mortalitas neonatal. Tujuan Penelitian Proporsi kejadian ibu hamil yang mengalami anemia, kejadian bayi berat lahir rendah dan menganalisis hubungan anemia dengan Berat Bayi Lahir Rendah di Kabupaten Gianyar. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi diambil secara simple random sampling sebanyak 374 sampel dari 13 Puskesmas di Kabupaten Gianyar pada tanggal 17 – 21 Mei 2025. Data diambil dari register kohort ibu dan bayi menggunakan form pengumpulan data. Uji hipotesis dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil 90,6%  berusia 20-35 tahun, 66,3 % bekerja, 65,0% pendidikan menengah, 99,05 % paritas 1-4 kali, 10,2 % anemia, 10,4 % dengan BBLR. Berdasarkan hasil uji Chi Square, nilai p pada analisis hubungan anemia dengan BBLR adalah 0,089 (p > 0,05). Simpulan Tidak terdapat hubungan antara anemia dengan berat bayi lahir rendah di Kabupaten Gianyar. Saran bagi Puskesmas atau Rumah Sakit, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan antenatal care (ANC) secara menyeluruh dan edukasi risiko BBLR.
Hubungan antara Pengetahuan tentang Kanker Payudara dan Minat Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri pada Wanita Usia Reproduksi Sulastri, Ni Made; Tedjasulaksana, Regina; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Astiti, Ni Komang Erny; Budiani, Ni Nyoman
Jurnal Midwifery Vol 8 No 2 (2026): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v8i2.59218

Abstract

Introduction: Breast self-examination (BSE) is an effective and simple method for the early detection of breast cancer. However, its practice remains low, particularly among women of reproductive age (WRA). This study aims to determine the relationship between knowledge about breast cancer and interest in performing BSE among WRA in the working area of Penebel II Public Health Center during February to March 2025. Method: A cross-sectional design was used, with a sample size of 51 WRA respondents selected through purposive sampling, calculated using a correlational analytic formula. Data analysis was conducted using the Spearman Rank test. Result: The results showed that the majority of respondents had a moderate level of knowledge (56.9%) and a high interest in performing BSE (51%). The Spearman Rank statistical test revealed a significant relationship between knowledge of breast cancer and interest in performing BSE (p < 0.001), with a correlation coefficient of 0.691, indicating a strong positive relationship. Conclusion: knowledge about breast cancer affects interest in doing SADARI so that health institutions can enhance ongoing education to encourage WRA to perform BSE as an early detection effort for breast cancer.