Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dengan Minat Ibu Terhadap Pijat Bayi Triana, Ani; Oktaviani, Salmah; Maita, Liva
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v3i1.907

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat dipengaruhi oleh orang tuanya. Pijat bayi merupakan salah satu ikhtiar yang dapat menunjang tumbuh kembang bayi secara optimal. Ibu yang mempunyai pengetahuan yang baik akan berdampak pada kemauan ibu dalam memijat bayinya. Unsur utama yang diperlukan seseorang untuk mengembangkan minat adalah pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dengan minat ibu tentang pijat bayi di Praktik Mandiri Bidan Hj. Darmiana Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan pada bulan 08 Agustus–13 Agustus 2023, jenis penelitian ini adalah studi penampang analitik (analytic cross sectional study). Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memeriksa bayinya serta yang melakukan kunjungan imunisasi bayinya dari usia 0-12 bulan dengan jumlah sampel 43 ibu dan teknik sampel yang digunakan yaitu accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian yaitu terdapat hubungan pengetahuan dengan minat ibu tentang pijat bayi di Praktik Mandiri Bidan Hj. Darmiana Kota Pekanbaru Tahun 2023 (P-value 0,002 < a 0,05). Diharapkan Praktik Mandiri Bidan Hj. Darmiana dapat memberikan penyuluhan tentang pijat bayi agar ibu dapat menambah wawasan mengenai pijat bayi sehingga meningkatkan minat ibu tentang pijat bayi.
Aromaterapi Pappermint Mengatasi Batuk Pilek Pada Balita di PMB Hasna Dewi Kota Pekanbaru Ramadhani, Yuyun; Maita, Liva; Husanah, Een
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balita merupakan istilah bagi anak yang berusia 1-5 tahun atau biasa juga disebut usia prasekolah, pada masa ini merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang anak. Batuk pilek adalah gangguan saluran pernafasan atas atau infeksi primer nasofaring dan hidung yang ditandai dengan iritasi atau peradangan selaput lendir hidung yang diakibatkan oleh infeksi dari suatu virus, yaitu salah satunya adalah infeksi human rhinovirus (HRV). Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan terapi non farmakologi yaitu dengan pemberian aromaterapi peppermint. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Evektifitas aromaterapi pappermint untuk mengurangi batuk pilek pada balita di PMB Hasna Dewi Kota Pekanbaru Tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan pre-eksperiment dengan Desain One Grup Pre Test Post Test. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel 30 orang dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil Uji Chi wolcoxon didapatkan P= 0,000 artinya ada efektifitas aromaterapi peppermint untuk mengurangi batuk pilek. Diharapkan bagi PMB Hasna Dewi Kota Pekanbaru dapat mengkombinasi terkait massage batuk pilek yang disertai dengan pemberian aromaterapi peneliti selanjutnya dapat menggunakan aromaterapi dengan jenis dan metode lain yang lebih inovatif agar dapat mengurangi penggunaan obat farmakologi.
Midwifery Students' Experiences in Learning Pelvic Anatomy and Childbirth Mechanisms: A Phenomenological Study Nelly, Nelly Karlinah; Irianti, Berliana; Maita, Liva; Sari, Ria Harnita; Israyati, Nur; Setiawati, Sandy; Ridha, Muhammad
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 13. No. 1 January 2025
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32771/inajog.v13i1.2557

Abstract

Objectives: To determine students' competence in pelvic anatomy and labor mechanisms through multimedia-based learning media at University Hangtuah Pekanbaru and Helvetia Health Institute Pekanbaru Methods: The design of this study is a qualitative study with a descriptive phenomenological approach using the framework standards for reporting qualitative research a synthesis of recommendations approach. The number of informants in this study was 10 people, consisting of 8 midwifery students, 2 lecturers. Recruitment of informants in this study used purposive sampling. Analysis of research data using the Collaizi's framework, namely first familiarization, identifying related statements, formulating meaning, grouping themes, developing in-depth descriptions, creating basic structures of statements and final validation. Results: The results of the analysis obtained two themes, namely the parts of the pelvic bone and the process of childbirth. Informants revealed that during the learning process they got a method of the process of childbirth so that it made it easier for students to practice in the field Conclusion: Learning methods can be accessed not only during learning but also when outside the classroom or in the field Keywords: Pelvic Anatomy, Labor Mechanism, Midwifery Curriculum, Learning Media, Multimedia
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT WANITA PREMENOPAUSE MELAKUKAN SRCEENING PAP SMEAR Putri Damayanti, Ika; Maita, Liva
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 3 (2025): Vol. 7 No. 3 Edisi 2 April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i3.3191

Abstract

Cervical Cancer Cases in Indonesia in 2021 were 36,633 cases and were the second highest cause of death in women. Cervical cancer can be prevented in an easy and painless way, namely Pap Smear screening, which has a specificity of 91%. Pap Smear is an early detection of cervical cancer by taking fluid from the vagina to see abnormalities in cells around the cervix. Unfortunately, many women do not want to do Pap Smear, so the incidence of cervical cancer is high and when diagnosed, it immediately falls into a late and advanced stage. Data shows that the incidence of cervical cancer in people over 65 years of age is around 20%, and of all ages, the highest is in the 35-55 years of age. Fear, shame, and other factors cause the Pap Smear Screening coverage rate to be quite low. This study aims to determine what factors influence the interest of premenopausal women to do Pap Smear screening.  Based on the results of the study, it can be concluded that health information factors, knowledge level, and husband's role have a significant effect on the interest of premenopausal women in undergoing Pap Smear screening in the work area of Rumbai Health Center, Pekanbaru City. Meanwhile, economic level and education level factors did not show a statistically significant effect. It is recommended that health workers further improve health promotion regarding the importance of Pap Smear screening with methods that are more effective and easily understood by the community, especially those with low levels of education. There needs to be involvement of husbands in reproductive health education programs so that they can provide positive support to their wives. Further research with a wider scope and more diverse variables can be conducted to deepen understanding of the factors that influence interest in Pap Smear screening.Keywords   : Pap Smear, Cervical Cancer, Interest, Premenopause
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Intensitas Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini (4-6 Tahun) Di TK Negeri Pembina I Pekanbaru Tahun 2025 Dhuha, Santri Atyatul; Maita, Liva; Yulviana, Rina; Israyati, Nur; Andriyani, Rika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2330

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia dini merupakan fenomena yang berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi, namun penggunaannya yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan intensitas penggunaan gadget pada anak usia 4–6 tahun di TK Negeri Pembina I Pekanbaru tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 117 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang dominan adalah pola asuh demokratis (62,4%), sedangkan intensitas penggunaan gadget terbanyak berada pada kategori rendah (47,0%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan intensitas penggunaan gadget (p = 0,000). Semakin baik pola asuh yang diterapkan, khususnya pola asuh demokratis, maka semakin rendah intensitas penggunaan gadget pada anak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua dalam menerapkan pola asuh yang tepat dan mendampingi anak dalam penggunaan gadget secara bijak guna mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS) di SMPN 21 Pekanbaru Tahun 2025 Maharani, Chaira; Damayanti, Ika Putri; Marlina, Hastuti; Yulviana, Rina; Maita, Liva
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2350

Abstract

Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang berdampak luas, terutama pada kelompok remaja yang masih dalam tahap pencarian jati diri dan sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. Pengetahuan dan sikap remaja terhadap PMS sangat penting untuk mencegah penyebaran dan dampak negatif dari penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap Penyakit Menular Seksual di SMPN 21 Pekanbaru tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 222 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 151 responden (56,8%) memiliki pengetahuan yang kurang, dan dari jumlah tersebut, 113 orang (74,5%) mengalami gejala PMS. Sedangkan dari 71 responden (43,2%) yang memiliki pengetahuan baik, hanya 27 orang (38,0%) yang mengalami gejala PMS. Pada variabel sikap, 60,4% responden memiliki sikap yang kurang, dan 39,6% memiliki sikap baik. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,000; OR = 4,8) dan sikap (p = 0,001; OR = 2,8) terhadap kejadian PMS. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap remaja berpengaruh terhadap kejadian PMS. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif sangat diperlukan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja, guna menurunkan risiko PMS dan menciptakan generasi muda yang sehat secara fisik dan mental.
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Akseptor Kb Suntik Di Pmb Marlina Desa Panipahan Tahun 2025 Sari, Duma; Yanti, Juli Selvi; Triana, Ani; Maita, Liva; Ardhiyanti, Yulrina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2354

Abstract

Kontrasepsi suntik merupakan metode kontrasepsi hormonal yang umum digunakan oleh wanita usia subur. Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam kontrasepsi suntik dapat memengaruhi tekanan darah dan kondisi pembuluh darah. Studi dokumentasi di PMB Marlina menunjukkan bahwa dari 30 akseptor KB suntik pada November 2024, terdapat 11 orang mengalami hipertensi, seluruhnya berusia ≥35 tahun dan menggunakan KB suntik >2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada akseptor KB suntik di PMB Marlina Desa Panipahan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan metode Analytik Correlational dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 102 orang akseptor KB suntik dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara usia (P- Value=0,000; OR=81,4), lama penggunaan KB suntik (P Value=0,000; OR=15,37), dan pola hidup (P-Value=0,000; OR=45,0) dengan kejadian hipertensi. Sementara itu, riwayat hipertensi dalam keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (P-Value=0,328; OR=1,53). Hasil ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengguna KB suntik mengenai risiko hipertensi, serta mendorong PMB untuk memberikan edukasi terkait pilihan kontrasepsi yang lebih aman dan pentingnya penerapan pola hidup sehat..