Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Growth pattern and otolith size of Tor spp. (Cyprinidae) Lubis, Khairiza; Manullang, Lydia Ruth Hasianna; Saragih, Ferosalina Natasia; Nasution, Debi Rausana; Sudibyo, Mufti; Siregar, Elida Hafni; Batubara, Agung Setia
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.1.42028

Abstract

The threat of decreasing populations of Tor species continues to increase due to intensive fishing, habitat destruction and infrequent cultivation efforts. Monitoring of this group of fish must be carried out routinely to reveal the population conditions of fish. This research aims to reveal the population conditions of fish through an analytical approach to the length-weight relationship and fish otolith size. All fish samples were then taken for otoliths to measure their size and analyzed further using a scanning electron microscope (SEM). The research was conducted in the Tangkahan River, North Sumatra, Indonesia from January-March, 2023. The results showed that 43 samples of T. douronensis, 34 samples of T. tambra, and 24 samples of T. tambroides had b values of 2.853, 2.757, and 2.353, respectively. The b value in this study indicated that the fish had a negative allometric growth pattern. The size of the otoliths of the three Tor species shows that T. tambra has the highest length (the distance measured from the anterior to the posterior of the of sagitta otolith) on average reaching 9.31 mm, while T. tambroides and T. douronensis only reach 1.53 mm and 1.83 mm. The results were confirmed by ANOVA showing significant differences (P 0.05) in the mean value of otolith size based on Tor species, where the otolith size of T. tambra was significantly different compared to the other two species. The condition of Tor species in the Tangkahan River has experienced ecological pressure. This indication was concluded from the results of the analysis of the length-weight relationship of fish which showed b value 3 (negative allometric). The results show that the characteristics and size of the otoliths can differentiate Tor species and facilitate identification efforts related to management and conservation.Keywords:Habitat DestructionNegative AllometricAnterior of Sagitta OtolithPosterior of Sagitta Otolith
Induksi Perakaran Anggrek (Dendrobium sp.) Secara In Vitro dengan Penambahan Indole Butyric Acid (IBA) dan Bubur Pisang Raja (Musa paradisiaca L) Harahap, Fauziyah; Sudibyo, Mufti; Sari, Elvira Nanda; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Panggabean, Nurul Huda; Daulay, Abdul Hakim
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.15402

Abstract

This study aims to obtain a good concentration of IBA and plantain and is suitable for root induction in Dendrobium sp. The benefit of this study is to provide information about the successful root induction of orchid plantlets Dendrobium sp. In vitro culture and creating formulations using IBA hormones and organic plantain ingredients in in vitro culture media optimally. This research has been carried out at the YAHDI Plant Tissue Culture Laboratory. Rooting orchids Dendrobium sp. In vitro using MS basic media which was added with IBA (Indole 3 Butyric Acid) 0 ppm, 2 ppm, 4 ppm, and 6 ppm, and added with plantain pulp with levels of 0 g/l, 100 g/l. and 200 g/l. This study was a factorial experiment with 2 factors compiled based on a 4 x 3 Complete Random Design (RAL) with 12 treatment combinations. The data obtained was analyzed for variance analysis (ANOVA). If there are results that have a real effect, it is followed by the DMRT (Duncan Multiple Range Test) test at the level of 5%. (1) The results of the study showed that the treatment of the variables of the number of roots, plant height, and root length was influenced by IBA. (2) The treatment of the variables of the number of buds, the number of leaves, the number of roots, the height of the plant, and the length of the roots is influenced by plantains. (3) The treatment of the variables on the number of roots, root length, and leaf width were influenced by the interaction of IBA and banana pulp.
GREEN SCHOOL: PEMBERDAYAAN ANAK PUTUS SEKOLAH MELALUI PKBM LASKAR PELANGI MENUJU EKONOMI MANDIRI DALAM DUNIA KERJA INKLUSIF Hardinata, Aristo; Sudibyo, Mufti; Ningsih, Widia; Rahmawati, Suci; Simatupang, Halim
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 7 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i7.2847-2852

Abstract

Program Green School yang diterapkan Tim PKM melalui PKBM Laskar Pelangi bertujuan untuk memberdayakan anak-anak putus sekolah melalui pendidikan lingkungan hidup dan pelatihan keterampilan berbasis pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis pemberdayaan masyarakat, melalui tahapan persiapan, edukasi, pelatihan dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan nilai pretes dan postes untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam hal pertanian berkelanjutan dan produk POC siap pakai. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dari 37% menjadi 86%. Metode pembelajaran yang fleksibel, kontekstual, dan berbasis praktik terbukti efektif meningkatkan keterlibatan, kepercayaan diri, dan kesadaran ekologis peserta. Program ini tidak hanya memperkuat aspek ekonomi melalui pelatihan keterampilan, tetapi juga mendorong keadilan sosial dengan memberikan akses pendidikan nonformal yang inklusif, mendukung kelestarian lingkungan serta sustainable development.
EDUKASI KEARIFAN LOKAL: POTENSI AMPAS TEBU SEBAGAI BIOPLASTIK DI KOTA BINJAI UNTUK MENINGKATKAN SEMANGAT BIOPRENEURSHIP Amrizal, Amrizal; Sudibyo, Mufti; Mira Rangkuty, Sailana; Rahmawati, Suci
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 7 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i7.2840-2846

Abstract

Indonesia menempati posisi ke 2 sebagai penyumbang sampah plastik ke laut. Hal ini juga diperkuat dengan meningkatnya timbunan sampah sebesar 74.808 ton ditahun 2025 di Kota Binjai, termasuk sampah organik dari limbah pertanian. Produksi tebu di Sumatera Utara 96% berasal dari Kabupaten Langkat yang secara tidak langsung juga menyumbang limbah. Lembaga Kesejahteraan Lanjut Usia (LKLU), tidak hanya sebagai lembaga perlindungan lanjut usia, juga sebagai penjaga warisan budaya dan lingkungan bukan hanya upacara adat tetapi berbagi pengalaman mengenai pengelolaan kebun tebu dan turunannya. Berbagai permasalahan seperti (a). Mitra belum menggali secara optimal potensi lokal (b). Minimnya pengetahuan mitra bahwa ampas tebu bisa diolah. (d). Mitra tidak tahu dampak plastik yang digunakan. (e). Mitra terbiasa mengelola sampah organik menjadi kompos, namun belum mengetahui bioplastik. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, diadakan pelatihan berbasis kearifan lokal ampas tebu melalui tiga tahap edukasi, pelatihan/pendampingan dan evaluasi. Bahan dan alat yang sesuai mampu menghasilkan bioplastik yang layak dikembangkan. Terdapat peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta, ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata dari 40% pada saat pretest menjadi 85% setelah pelatihan. Capaian ini mencerminkan Kegiatan ini berhasil memperkenalkan pemanfaatan limbah ampas tebu secara optimal menjadi produk inovatif dan ramah lingkungan berupa bioplastik.
CARBON DIOXIDE (CO) SEQUESTRATION IN MANGROVE LEAVES AT TANJUNG REJO VILLAGE Dawolo, Alfandi Putra Jaya; Sudibyo, Mufti; Daulae, Abdul Hakim
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.49061

Abstract

The Paluh Getah Mangrove Beach in Tanjung Rejo Village is a highly potential mangrove ecotourism site for carbon sequestration. This study aimed to assess the biomass content, carbon sequestration level, and comparative CO absorption in four mangrove leaf species (Avicennia marina, Excoecaria agallocha, Bruguiera gymnorhiza, and Ceriops tagal), as well as to analyze the effect of leaf thickness, width, and length on carbon uptake levels in Tanjung Rejo Village. Sampling was conducted at three stations determined using purposive sampling, each with three replications. Mangrove leaves were analyzed in the laboratory using the Walkley and Black method to determine carbon content. The results showed that Avicennia marina had the highest sequestration potential, followed by Bruguiera gymnorhiza, Ceriops tagal, and Excoecaria agallocha. Leaf length, width, and thickness measurements among the four species indicated variation in their CO absorption capacity.
SERAPAN KARBONDIOKSIDA (CO2 ) PADA POHON PENEDUH DI KECAMATAN MEDAN JOHOR KOTA MEDAN SUMATERA UTARA Sudibyo, Mufti; Sitorus, Mutiara Septiani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12224

Abstract

Jalan Abdul Haris Nasution merupakan jalur padat kendaraan karena itu pencemaran yang disebabkan sangatlah besar. Untuk mengurangi, dibutuhkan taman atau pepohonan yang mampu menyerap bahan pencemar di udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serapan karbondioksida pada keempat jenis pohon peneduh yaitu akasia(Acacia auriculiformis), glodokan(Polyalthia longifolia), mahoni(S. mahagoni (L.) Jacq), johar (cassia siamea Lamk) di kecamatan medan johor kota medan. Penelitian ini menggunakan metode purposive untuk pengambilan sampel pada lokasi penelitian. Jumlah sampel yang digunakan yaitu masing-masing jenis pohon memerlukan 30 sampel daun. Serapan karbon (CO2) pada masing- masing tanaman yaitu glondokan (Polyalthia longifolia) dengan rata-rata serapan (CO2) masing-masing sebesar 1664.72 g, 1801.01 g, 1390.02 g. Mahoni (Swietenia mahagoni) dengan rata-rata serapan (CO2) masing-masing sebesar 1305.34 g, 1657.56 g, 1337.80 g. Johar (Cassia siamea) dengan rata-rata serapan (CO2) masing-masing sebesar 1222.94 g, 1173.06 g, 1188.09 g. Akasia (Acacia auriculiformis) dengan rata-rata serapan (CO2) masing-masing sebesar 355.43 g, 537.38 g, 469.42 g
MODIFIKASI KEARIFAN TRADISIONAL RUMAH IKAN (TUASAN) UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN NELAYAN MISKIN DI DANAU SIOMBAK, KOTA MEDAN Azhari, Ichwan; Sudibyo, Mufti; Amelia, Pidia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.39945

Abstract

Danau Siombak merupakan danau buatan yang berada di Kelurahan Paya Pasir, Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara. AKibat ekosistemnya yang unik sebab terhubung langsung dengan arus pasang surut air laut, Danau Siombak memiliki biodiversitas yang cukup tinggi. Di Danau Siombak terdapat 54 spesies fitoplankton, 12 spesies zooplankton, 9 famili larva dan juvenile, 10 spesies moluska, 18 spesies krustase, 27 spesies ikan, dan 14 spesies mangrove. Sayangnya keberagaman jenis ikan dan keberlimpahan jumlahnya tidak berdampak pada signifikansi kesejahteraan ekonomi Masyarakat sekitar danau. Masayarakat sekitar yang mayoritas bekerja sebagai nelayan hidup dalam kemiskinan. Bersama mitra yakni Medan Mangrove Park Siombak (MMPS) melaksanakan pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk pembuatan rumah ikan (rumpon / tuasan) di sekitar kawasan Danau Siombak. Pembuatan rumah ikan diharap akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi nelayan miskin di sekitar danau. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang merupakan suatu metode pendekatan dalam proses pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat yang menekankan pada keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan yang dilakukan. Luaran yang ditargetkan adalah terbangunnya 40 rumah ikan yang akan diberikan pengelolaannya kepada mitra dan masyarakat. Diharapkan kehadiran rumah ikan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar Danau Siombak.
PENDAMPINGAN DESA MANDIRI PEDULI GAMBUT DI SUMATERA UTARA Sudibyo, Mufti; Syarifuddin, Syarifuddin; Prastowo, Puji; Eddiyanto, Eddiyanto; Sihite, Onggal; Syahputra, Ricky Andi; hutahaean, Harvei Desmon; Nasution, Zuhairiah; Nst, Mutiara Agustina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61372

Abstract

The Peatland Care Independent Village (DMPG) program in North Sumatra, implemented in 2024, was designed to enhance environmental quality, protect, and sustainably manage peatland ecosystems. The program involved structured community engagement through various stages, including the recruitment of community facilitators, technical training, the establishment of peatland ecosystem task forces, the development of community activity plans (RKM), and the implementation and presentation of these plans. It was carried out in 12 villages across four districts in North Sumatra. Activities focused on local economic development, such as crop and livestock farming, handicraft production, and capacity building for the community. The stages of the DMPG program are implemented simultaneously and continuously, involving all levels of society and monitored by the university and a delegation from the Ministry of Environment and Forestry. At the end of the program, an evaluation was conducted to measure the impact on the quality of the peatland environment and the economic improvement of the communities in the 12 target villages. The results showed significant improvements in the environmental quality of peatland areas and local economic growth. A survey conducted across 12 villages revealed that 10 villages considered the program highly beneficial in improving the environmental quality of peatland areas, while 2 villages found it beneficial. Regarding economic benefits, 8 villages reported significant improvements in local economies, and 4 villages reported moderate benefits. The program successfully raised community awareness of the importance of peatland conservation and fostered an effective collaborative model involving universities, government agencies, and local communities. These findings underscore the importance of an integrated approach to restoring the ecological functions of peatlands and improving the welfare of surrounding communities.Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) di Sumatera Utara tahun 2024 dirancang untuk meningkatkan kualitas lingkungan, melindungi, dan mengelola ekosistem gambut secara berkelanjutan. Program ini melibatkan pendampingan masyarakat melalui tahapan yang mencakup rekrutmen fasilitator masyarakat, bimbingan teknis, pembentukan tim kerja ekosistem gambut, penyusunan rencana kegiatan masyarakat (RKM), hingga pelaksanaan dan ekspos RKM. Program ini diterapkan di 12 desa yang tersebar di empat kabupaten di Sumatera Utara. Aktivitas melibatkan pengembangan ekonomi berbasis lokal seperti budidaya tanaman dan ternak, produksi kerajinan, serta peningkatan kapasitas masyarakat. Tahapan program DMPG dilaksanakan secara bersamaan dan berkesinambungan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat serta mendapat pendampingan dari Universitas Negeri Medan serta di monitoring oleh delegasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Di akhir program, dilakukan evaluasi untuk mengukur dampaknya terhadap kualitas lingkungan lahan gambut serta peningkatan ekonomi masyarakat di 12 desa sasaran. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas lingkungan sekitar ekosistem gambut serta pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian gambut dan menciptakan model kolaborasi yang efektif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Berdasarkan survey yang dilakukan kepada 12 desa, Dari segi peningkatan kualitas lingkungan sekitar lahan gambut, 10 desa menyatakan program DMPG ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekitar lahan gambut, dan 2 desa menyatakan bermanfaat. Dari segi peningkatan ekonomi masyarakat, 8 desa menyatakan sangat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan 4 desa menyatakan bermanfaat. Program DMPG memiliki manfaat Hal ini menegaskan pentingnya pendekatan terintegrasi untuk memulihkan fungsi ekologis gambut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.