Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

CARBON DIOXIDE (CO) SEQUESTRATION IN MANGROVE LEAVES AT TANJUNG REJO VILLAGE Dawolo, Alfandi Putra Jaya; Sudibyo, Mufti; Daulae, Abdul Hakim
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.49061

Abstract

The Paluh Getah Mangrove Beach in Tanjung Rejo Village is a highly potential mangrove ecotourism site for carbon sequestration. This study aimed to assess the biomass content, carbon sequestration level, and comparative CO absorption in four mangrove leaf species (Avicennia marina, Excoecaria agallocha, Bruguiera gymnorhiza, and Ceriops tagal), as well as to analyze the effect of leaf thickness, width, and length on carbon uptake levels in Tanjung Rejo Village. Sampling was conducted at three stations determined using purposive sampling, each with three replications. Mangrove leaves were analyzed in the laboratory using the Walkley and Black method to determine carbon content. The results showed that Avicennia marina had the highest sequestration potential, followed by Bruguiera gymnorhiza, Ceriops tagal, and Excoecaria agallocha. Leaf length, width, and thickness measurements among the four species indicated variation in their CO absorption capacity.
SERAPAN KARBONDIOKSIDA (CO2 ) PADA POHON PENEDUH DI KECAMATAN MEDAN JOHOR KOTA MEDAN SUMATERA UTARA Sudibyo, Mufti; Sitorus, Mutiara Septiani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12224

Abstract

Jalan Abdul Haris Nasution merupakan jalur padat kendaraan karena itu pencemaran yang disebabkan sangatlah besar. Untuk mengurangi, dibutuhkan taman atau pepohonan yang mampu menyerap bahan pencemar di udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serapan karbondioksida pada keempat jenis pohon peneduh yaitu akasia(Acacia auriculiformis), glodokan(Polyalthia longifolia), mahoni(S. mahagoni (L.) Jacq), johar (cassia siamea Lamk) di kecamatan medan johor kota medan. Penelitian ini menggunakan metode purposive untuk pengambilan sampel pada lokasi penelitian. Jumlah sampel yang digunakan yaitu masing-masing jenis pohon memerlukan 30 sampel daun. Serapan karbon (CO2) pada masing- masing tanaman yaitu glondokan (Polyalthia longifolia) dengan rata-rata serapan (CO2) masing-masing sebesar 1664.72 g, 1801.01 g, 1390.02 g. Mahoni (Swietenia mahagoni) dengan rata-rata serapan (CO2) masing-masing sebesar 1305.34 g, 1657.56 g, 1337.80 g. Johar (Cassia siamea) dengan rata-rata serapan (CO2) masing-masing sebesar 1222.94 g, 1173.06 g, 1188.09 g. Akasia (Acacia auriculiformis) dengan rata-rata serapan (CO2) masing-masing sebesar 355.43 g, 537.38 g, 469.42 g
PENDAMPINGAN DESA MANDIRI PEDULI GAMBUT DI SUMATERA UTARA Sudibyo, Mufti; Syarifuddin, Syarifuddin; Prastowo, Puji; Eddiyanto, Eddiyanto; Sihite, Onggal; Syahputra, Ricky Andi; hutahaean, Harvei Desmon; Nasution, Zuhairiah; Nst, Mutiara Agustina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61372

Abstract

The Peatland Care Independent Village (DMPG) program in North Sumatra, implemented in 2024, was designed to enhance environmental quality, protect, and sustainably manage peatland ecosystems. The program involved structured community engagement through various stages, including the recruitment of community facilitators, technical training, the establishment of peatland ecosystem task forces, the development of community activity plans (RKM), and the implementation and presentation of these plans. It was carried out in 12 villages across four districts in North Sumatra. Activities focused on local economic development, such as crop and livestock farming, handicraft production, and capacity building for the community. The stages of the DMPG program are implemented simultaneously and continuously, involving all levels of society and monitored by the university and a delegation from the Ministry of Environment and Forestry. At the end of the program, an evaluation was conducted to measure the impact on the quality of the peatland environment and the economic improvement of the communities in the 12 target villages. The results showed significant improvements in the environmental quality of peatland areas and local economic growth. A survey conducted across 12 villages revealed that 10 villages considered the program highly beneficial in improving the environmental quality of peatland areas, while 2 villages found it beneficial. Regarding economic benefits, 8 villages reported significant improvements in local economies, and 4 villages reported moderate benefits. The program successfully raised community awareness of the importance of peatland conservation and fostered an effective collaborative model involving universities, government agencies, and local communities. These findings underscore the importance of an integrated approach to restoring the ecological functions of peatlands and improving the welfare of surrounding communities.Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) di Sumatera Utara tahun 2024 dirancang untuk meningkatkan kualitas lingkungan, melindungi, dan mengelola ekosistem gambut secara berkelanjutan. Program ini melibatkan pendampingan masyarakat melalui tahapan yang mencakup rekrutmen fasilitator masyarakat, bimbingan teknis, pembentukan tim kerja ekosistem gambut, penyusunan rencana kegiatan masyarakat (RKM), hingga pelaksanaan dan ekspos RKM. Program ini diterapkan di 12 desa yang tersebar di empat kabupaten di Sumatera Utara. Aktivitas melibatkan pengembangan ekonomi berbasis lokal seperti budidaya tanaman dan ternak, produksi kerajinan, serta peningkatan kapasitas masyarakat. Tahapan program DMPG dilaksanakan secara bersamaan dan berkesinambungan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat serta mendapat pendampingan dari Universitas Negeri Medan serta di monitoring oleh delegasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Di akhir program, dilakukan evaluasi untuk mengukur dampaknya terhadap kualitas lingkungan lahan gambut serta peningkatan ekonomi masyarakat di 12 desa sasaran. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas lingkungan sekitar ekosistem gambut serta pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian gambut dan menciptakan model kolaborasi yang efektif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Berdasarkan survey yang dilakukan kepada 12 desa, Dari segi peningkatan kualitas lingkungan sekitar lahan gambut, 10 desa menyatakan program DMPG ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekitar lahan gambut, dan 2 desa menyatakan bermanfaat. Dari segi peningkatan ekonomi masyarakat, 8 desa menyatakan sangat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan 4 desa menyatakan bermanfaat. Program DMPG memiliki manfaat Hal ini menegaskan pentingnya pendekatan terintegrasi untuk memulihkan fungsi ekologis gambut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.