Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penggunaan TIK sebagai Sumber dan Media Pembelajaran Inovatif di Sekolah Dasar Suci Zakiah Dewi; Irfan Hilman
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.15100

Abstract

Penggunaan TIK sebagai sumber dan media pembelajaran dapat melalui pemanfaatan perangkat komputer sebagai sumber dan media pembelajaran yang inovatif. Diharapkan dengan penggunaan sumber dan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berjalajan dengan baik. Selain itu, proses pembelajaran akan lebih efektif karena penggunaan TIK sebagai sumber dan media pembelajaran memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru dengan peserta didik. Penggunaan TIK sebagai media pembelajaran dapat melalui pemanfaatan perangkat komputer sebagai media pembelajaran yang inovatif. Diharapkan dengan penggunaan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berjalajan dengan baik. Selain itu, proses pembelajaran akan lebih efektif karena penggunaan TIK sebagai media pembelajaran memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru dengan peserta didik seperti hambatan fisiologis, psikologis, kultural, dan lingkungan. Jenis-jenis sumber dan media pembelajaran berbasis TIK lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh guru sekolah dasar dalam proses pembelajaran anatara lain yaitu (1) Komputer, (2) LCD Projector, (3) Internet, (4) CD Pembelajaran, (5) E-mail, dan (6) Persentasi Power Point. Dalam hal meningkatkan kemampuan penguasaan TIK bagi guru dapat dilakukan beberapa diantaranya dengan mengikuti kegiatan pelatihan atau seminar mengenai TIK, melengkapi sarana dan parasarana berbasis TIK guna menunjang pembelajaran selain itu dengan mengadakan studi banding ke sekolah yang dipandang lebih maju dalam bidang TIKnya.
Manfaat Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) Terhadap Mutu Proses Pembelajaran Fatonah, Nurul; Hilman, Irfan
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 15, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v15i2.1382

Abstract

Dana mempunyai peranan yang sangat penting terhadap proses pembelajaran karena merupakan salah satu faktor yang menunjang mutu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manfaat dana BOS terhadap mutu proses pembelajaran. Penelitian berlokasi di SDIT Assalam Garut Kota mengingat aktualisasi permasalahan yang diteliti serta ketersediaan pihak sekolah dalam mendukung kelancaran penelitian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif inverensial yaitu menggambarkan kondisi sebenarnya dengan statistika sebagai alat ukur dalam pengujiannya. Dengan pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka dan angket Analisis data dilaksanakan dengan cara mengidentifikasi data yang tersusun dalam tabel berdasarkan klasifikasi masalah dan penafsiran tabel – tabel dengan menggunakan skala interval. Dan selanjutnya untuk menghitung nilai korelasi dengan menggunakan rank spearman. Adapun jumlah respondennya yaitu 22 orang yang merupakan pendidik yang sedang mengajar. Hasil yang diperoleh diambil kesimpulan bahwa terdapat korelasi atas pengaruh kontribusi manfaat dana bantuan operasional sekolah (Variabel X) terhadap mutu proses pembelajaran (Variabel Y) dengan nilai korelasi sebesar 0,52. Angka ini termasuk kedalam kriterai cukup kuat. Dengan demikian manfaat dana BOS memberikan pengaruh cukup kuat terhadap mutu proses pembelajaran. Adapun besarnya kontribusi pengaruh kontribusi manfaat dana BOS terhadap mutu proses pembelajaran sebesar 27%. Sedangkan sisanya sebesar 73% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Penerapan Model Pembelajaran Example Non Example Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Akmal, Rudi; Hilman, Irfan
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 15, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpu.v15i1.3127

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas 7-7 Madrasah Tsanawiyah Sirnamiskin sebelum menggunakan model pembelajaran Example Non Example, (2) mengetahui proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas 7-7 Madrasah Tsanawiyah Sirnamiskin dengan menggunakan model Example Non Example, (3) mengetahui hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas 7-7 Madrasah Tsanawiyah Sirnamiskin dengan menggunakan model pembelajaran Example Non Example.Hasil penelitian ini menemukan bahwa hasil belajar belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas 7-7 Madrasah Tsanawiyah Sirnamiskin sebelum menggunakan model pembelajaran Example Non Example masih jauh dari harapan, hal ini dapat dilihat dari nilai individu maupun nilai rata-rata peserta didik masih jauh dari nilai standar kelulusan. Penerapan model pembelajaran Example Non Example dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas 7-7 Madrasah Tsanawiyah Sirnamiskin dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik, dimana peserta didik sudah mulai berani mengemukakan pendapat dan berperan aktif dalam proses pembelajaran. Hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas 7-7 Madrasah Tsanawiyah Sirnamiskin dengan menggunakan model pembelajaran Example Non Example telah memberi hasil yang positif terhadap peningkatan hasil belajar, hal ini terbukti dari adanya peningkatan hasil belajar dalam setiap siklusnya.
Penggunaan TIK sebagai Sumber dan Media Pembelajaran Inovatif di Sekolah Dasar Suci Zakiah Dewi; Irfan Hilman
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.15100

Abstract

Penggunaan TIK sebagai sumber dan media pembelajaran dapat melalui pemanfaatan perangkat komputer sebagai sumber dan media pembelajaran yang inovatif. Diharapkan dengan penggunaan sumber dan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berjalajan dengan baik. Selain itu, proses pembelajaran akan lebih efektif karena penggunaan TIK sebagai sumber dan media pembelajaran memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru dengan peserta didik. Penggunaan TIK sebagai media pembelajaran dapat melalui pemanfaatan perangkat komputer sebagai media pembelajaran yang inovatif. Diharapkan dengan penggunaan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berjalajan dengan baik. Selain itu, proses pembelajaran akan lebih efektif karena penggunaan TIK sebagai media pembelajaran memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru dengan peserta didik seperti hambatan fisiologis, psikologis, kultural, dan lingkungan. Jenis-jenis sumber dan media pembelajaran berbasis TIK lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh guru sekolah dasar dalam proses pembelajaran anatara lain yaitu (1) Komputer, (2) LCD Projector, (3) Internet, (4) CD Pembelajaran, (5) E-mail, dan (6) Persentasi Power Point. Dalam hal meningkatkan kemampuan penguasaan TIK bagi guru dapat dilakukan beberapa diantaranya dengan mengikuti kegiatan pelatihan atau seminar mengenai TIK, melengkapi sarana dan parasarana berbasis TIK guna menunjang pembelajaran selain itu dengan mengadakan studi banding ke sekolah yang dipandang lebih maju dalam bidang TIKnya.
Pengenalan Alat Musik Calung Menggunakan Metode Praktik Langsung Untuk Meningkatkan Sikap Peduli Siswa Terhadap Budaya Lokal Sunda Warliah, Eli; Hilman, Irfan; Fatonah, Nurul
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 1 No 1 (2023): JCE
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengenalan alat musik calung serta mengetahui peningkatan sikap peduli terhadap budaya lokal sunda pada siswa kelas 4 SDN 1 Margawati setelah pengenalan alat musik calung. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain Pre eksperimen (One-Grup Pre-Test Post-Test Design), dengan subjek satu kelas. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa sikap peduli peserta didik terhadap budaya lokal sunda di katakan sangat baik dengan perolehan skor 86,4%. Terdapat hasil dari uji N Gain dengan sebesar 0,60 yang artinya 60% dengan interprestasi sedang, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan sikap peduli terhadap budaya lokal sunda meningkat sesudah pembelajaran itu dilaksanakan, dan sikap peduli sudah ada pada setiap pribadi peserta didik dengan sangat baik.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GOOGLE CLASSROOM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Khatimah Hazamie, Husnul; Latifah, Hanny; Hilman, Irfan
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: April
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i2.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media google classroom terhadap motivasi belajar siswa khususnya di SDIT An-Nur Cilawu. Penelitian ini dilatar belakangi karena proses belajar yang diharuskan secara daring maka diperlukannya suatu media yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran. Dalam hal ini dilakukan penyebaran angket terhadap siswa SDIT An-Nur Cilawu kelas V sebanyak 40 orang. Berdasarkan hasil perhitungan maka dapat disimpulkan respon siswa terhadap media google classroom dan motivasi belajar siswa  dikategorikan baik. Adapun nilai determinasi dari penelitian ini sebesar 16.418% dan nilai epsilon dari penelitian ini sebesar 83.582% hal ini karena adanya pengaruh lain yang tidak dilakukan Penelitian.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPA Na'afilah, Tea Nida; Muhamad, Nurdin; Hilman, Irfan
Jurnal PGMI UNIGA Vol 2 No 1 (2023): Jurnal PGMI UNIGA
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan peningkatan kemampuan beripikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA dengan penerapan model pembelajaran project based learning (PjBL) pada kelas 5 SDN kersamenak 1 Garut. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan sampel dalam penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas 5. Sampel dalam penelitian ini melibatkan seluruh peserta didik kelas 5 dengan teknik pengambilan data yang digunakan pretest-posttest, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA. Untuk melihat peningkatan kemapuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA hal ini dilihat dari Kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada kelas V di SDN Kersamenak 1 Pada hasil pretest mendapatkan nilai rata-rata 49,1 sedangkan nilai rata-rata hasil posttest yaitu 84,8 sehingga dapat disimpulkan dari hasil perbandingan pretest dan posttest terdapat peningkatan pada kemampuan berpikir kritis peserta didik, terdapat juga hasil uji N-Gain yang mununjukan angka 0,71 yang artinya bernilai Tinggi. Kata kunci: Pembelajaran PjBL, kemampuan berpikir kritis, Peserta didik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN SCIENTIFIC REASONING PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SDIT WASILATUL HUDA KOTA TASIKMALAYA Zakiyah, Suci; Irfan Hilman; Nuri Nurul Aini
Asatidzuna | Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 6 No 1 (2025): Maret, 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/asatidzuna.v6i1.493

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi adanya faktor rendahnya kemampuan Scientific reassoning peserta didik, hal ini dapat dilihat dari kurangnya nilai hasil tes siswa khusunya pada mata Pelajaran IPA dikelas V. Scintific reasoning atau penalaran ilmiah merupakan kemampuan berpikir sistematis dan logis yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan metode ilmiah meliputi tahap mengevaluasi fakta, membuat prediksi dan hipotesis, menentukan dan mengontrol variabel, merancang dan melakukan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis data dan mengambil Kesimpulan. Dari permasalahan tersebut masalah yang akan diteliti yaitu mengenai pengaruh model pembelajaran Inquiry-Based Learning terhadap kemampuan Scientific Reasoning peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan dan pengaruh model pembelajaran Inquiry Based Learning di SDIT terhadap kemampuan scientific reasoning pada mata pelajaran IPA di kelas V SDIT Wasilatul Huda. Metode penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan menggunakan One Group time Series Design. Populasi pada penelitian ini berjumlah 146 peserta didik kelas 1 sampai V SDIT Wasilatul Huda. Sampel penelitian inti terdiri dari satu kelas yaitu kelas V. Instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan ganda yang berjumlah 25 butir soal yang dikembangkan berdasarkan Lawson Classroom Test Scientific Reasoning (LCTSR) dan observasi lapangan berupa wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Inquiry-Based Learning terhadap kemampuan Scientific Reasoning peserta didik. Hal ini ditunjukkan dengan hasil signifikan yang diperoleh sebesar 0,000 yang berarti sig.<0,05 sehingga H1 diterima. Berdasarkan hasil tersebut terbukti bahwa model pembelajaran Inquiry-Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan Scientific Reasoning peserta didik  
Membangun Karakter Menghargai Budaya Lokal Melalui Lagu Daerah Sunda Pada Pelaksanaan Upacara di Sekolah Dasar Irfan Hilman; Nursyifa, Ai; Anisah, Ani Siti
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2025): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/naturalistic.v9i2.5017

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of singing Sundanese folk songs after the Flag Ceremony in building the character of appreciating the local culture of students at SDN 1 Cisurupan. The research method used is qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that singing Sundanese folk songs after the Flag Ceremony is one of the effective ways to build the character of appreciating the local culture of students. This is evidenced by positive changes in students' attitudes and behaviors, such as more appreciation for Sundanese culture, more active in Sundanese art activities, and more confidence in using the Sundanese language. The implementation of singing Sundanese regional songs after the flag ceremony is divided into 3 parts, namely planning, implementation, and evaluation. Singing Sundanese songs at the flag ceremony can increase students' awareness of the importance of preserving Sundanese culture. School support, the active role of teachers, and the availability of learning media can support the implementation of the process of building character to appreciate local culture. Building character to appreciate local culture has several inhibiting factors, including the lack of students' knowledge of Sundanese songs, the lack of interesting learning media, limited learning time at school, and the lack of support from parents at home.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar Mutiara Asenda Putri; Asep Tutun Usman; Irfan Hilman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerapan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas V Sekolah Dasar di SDN 1 Tambaksari. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran IPS. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen yang desainnya menggunakan one group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, tes berupa soal, angket untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dengan mengumpulkan data-data yang relevan, dan angket beserta tes yang dilakukan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji hipotesis dengan menggunakan perhitungan statistik via SPSS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa yang dapat dibuktikan dengan nilai sig.(2-tailed) lebih kecil dari signifikansi (0,00 < 0,05) dan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (15,56 > 2,201) maka Ha diterima. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Hasil uji Ngain sebesar 0,85 yang berarti 85% sehingga dapat di simpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa