Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektivitas Alat Peraga Montessori Untuk Meningkatkan Konsep Perkalian Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik(Penelitian Kuantitatif di Kelas III SDN 2 Sukasenang Kabupaten Garut) Dini Tardiani; Irfan Hilman; Nurdin Muhamad
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya kenyataan bahwa perkalian masih tergolong sangat rendah karena masih kurangnya model dan metode pembelajaran yang menarik dan mampu berinteraksi aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas serta mengetahui peningkatan konsep perkalian peserta didik setalah menggunakan alat peraga montessori. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group dengan bentuk desain pre eksperimental, Dimana penelitian ini dilakukan pada satu kelas. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengambil data berupa lembar observasi, tes untuk mengukur efektivitas alat peraga. Pengambilan data dilakukan sebanyak tiga kali yaitu uji instrument, sebelum dan sesudah diberikan treatment, untuk melihat peningkatan konsep perkalian peserta didik. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa alat peraga Montessori dinyatakan sangat baik dengan perolehan dari lembar observasi pertama dan kedua dengan skor 83. Hasil uji hipotesis konsep perkalian terhadap hasil belajar peserta didik yang dapat dibuktikan dengan nilai sig.(2-tailed) lebih kecil dari signifikan (0,00 < 0,05) dan nilai t hitung lebih besar dari t table (15,56 > 2,201) maka Ha diterima. Yang artinya ada peningkatan konsep perkalian terhadap hasil belajar peserta didik dalam menggunakan alat peraga Montessori.
Analisis Permainan Gobak Sodor Untuk Menumbuhkan Karakter Kerja Sama PadaPembelajaran Pendidikan Pancasila Siswa Sekolah  Dasar Di SDN 1 Keresek Hilman, Irfan; Akmal, Rudi; Tutun Usman, Asep; Aindi
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.131

Abstract

Cooperation character is an important value that should be possessed by every citizen, especially children at the elementary school level. Character is not formed instantly, but through a continuous learning process. One effort to instill character values can be carried out through contextual activities, such as traditional games in the school environment. This study aims to examine the planning, implementation, as well as the obstacles and solutions in using the Gobak Sodor game as a learning medium to foster the character of cooperation in the Pancasila Education subject. The research method used is qualitative, with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The informants consist of the Principal, Vice Principal for Curriculum, Fourth Grade Homeroom Teacher, Physical Education Teacher, and fourth-grade students. Data analysis in this study was carried out through three stages: data reduction, data presentation, and data verification. The results show that the Gobak Sodor game is effective in developing students' cooperation character. This game is integrated into the learning module through group activities and reflection on the values of cooperation. The obstacles encountered include limited time, weather conditions, and challenges in maintaining discipline and sportsmanship, which were overcome through guidance, time management, and adjustment of the activity location. Overall, this traditional game creates an active, collaborative, and enjoyable learning atmosphere and serves as a contextual learning medium that shapes students' character.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN SCIENTIFIC REASONING PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SDIT WASILATUL HUDA KOTA TASIKMALAYA Zakiyah, Suci; Irfan Hilman; Nuri Nurul Aini
Asatidzuna | Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 6 No 1 (2025): Maret, 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/asatidzuna.v6i1.493

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi adanya faktor rendahnya kemampuan Scientific reassoning peserta didik, hal ini dapat dilihat dari kurangnya nilai hasil tes siswa khusunya pada mata Pelajaran IPA dikelas V. Scintific reasoning atau penalaran ilmiah merupakan kemampuan berpikir sistematis dan logis yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan metode ilmiah meliputi tahap mengevaluasi fakta, membuat prediksi dan hipotesis, menentukan dan mengontrol variabel, merancang dan melakukan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis data dan mengambil Kesimpulan. Dari permasalahan tersebut masalah yang akan diteliti yaitu mengenai pengaruh model pembelajaran Inquiry-Based Learning terhadap kemampuan Scientific Reasoning peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan dan pengaruh model pembelajaran Inquiry Based Learning di SDIT terhadap kemampuan scientific reasoning pada mata pelajaran IPA di kelas V SDIT Wasilatul Huda. Metode penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan menggunakan One Group time Series Design. Populasi pada penelitian ini berjumlah 146 peserta didik kelas 1 sampai V SDIT Wasilatul Huda. Sampel penelitian inti terdiri dari satu kelas yaitu kelas V. Instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan ganda yang berjumlah 25 butir soal yang dikembangkan berdasarkan Lawson Classroom Test Scientific Reasoning (LCTSR) dan observasi lapangan berupa wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Inquiry-Based Learning terhadap kemampuan Scientific Reasoning peserta didik. Hal ini ditunjukkan dengan hasil signifikan yang diperoleh sebesar 0,000 yang berarti sig.<0,05 sehingga H1 diterima. Berdasarkan hasil tersebut terbukti bahwa model pembelajaran Inquiry-Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan Scientific Reasoning peserta didik  
ANALISIS PENGGUNAAN MODUL SEBAGAI IMPLEMENTASI DARI KURIKULUM MERDEKA PADA SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU 99 RANCABANGO Ai Saadah; Hanny Latifah; Irfan Hilman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan perubahan perangkat ajar dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi Modul Ajar. dengan dihadapkan kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi khususnya oleh guru, tentunya pada penggunaan  Modul ajar itu sendiri dimulai dari adaptasi guru dan menyusun modul ajar, kemudian bagaimana guru mengintegrasikan modul ajar pada pembelajaran, lalu motivasi guru dalam memproduksi modul ajar khususnya pada pembelajaran PKN, dimana modul ajar merupakan pengembangan dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dilengkapi dengan panduan terperinci, termasuk lembar kegiatan peserta didik dan asesmen untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana adaptasi dalam penyusunan modul ajar, keterpaduan modul ajar dan motivasi guru dalam memproduksi modul ajar sebagai implementasi dari kurikulum merdeka pada pembelajaran Pkn di SDIT 99 Rancabango Garut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jumlah informan yang terlibat adalah sebanyak 4 orang, diambil dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adaptasi penggunaan modul ajar sebagai implementasi kurikulum merdeka dilakukan dengan menerima secara terbuka. Selanjutnya keterpaduan modul ajar guru harus bisa mengembangkan model dan metode dalam menyampaikan materi kepada siswa, agar lebih efektif secara waktu dan materi yang disampaikan dan mudah diterima oleh siswa, juga dalam penerapan sikap dan karakter diharapkan siswa bisa memilikikarakter yang baik, komunikasi untuk mencapai tujuan bersama, saling ketergantungan positif dan koordinasi sosial. Adapun motivasi guru dalam penyusunan modul ajar sangat tinggi karena dengan perubahan perangkat ajar untuk membantu guru yang memudahkan referensi atau inspirasi dalam pengajaran. Dengan adanya penggunaan modul ajar guru diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan khususnya guru disekolah dasar dalam penyusunan dan penggunaan modul ajar.