Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KARAKTER PERTUMBUHAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DENGAN PEMANFAATAN KOMPOS LIMBAH BAGLOG JAMUR DAN KOTORAN DOMBA Sobari, Enceng; Fathurohman, Ferdi; Hadi, Muhammad Abdul
Agrin Vol 22, No 2 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.315 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.2.447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah baglog dan pupukkandang domba terhadap karakter pertumbuhan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2018 diJalan Cagak Desa Tambakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Penelitian menggunakan (RAK) faktorial dengantiga kali ulangan. Terdapat 2 faktor yang diteliti yaitu kompos limbah baglog jamur dan pupuk kandang domba.Dosis kompos limbah baglog jamur (K) terdiri dari: K0 = tanpa kompos baglog, K1 = kompos baglog 90 gtanaman-1, K0 = kompos baglog 120 g tanaman-1. Pupuk kandang domba (P) terdiri dari: P0 = tanpa pupukdomba, P1 = pupuk domba 90 g tanaman-1, P2 = pupuk domba 120 g tanaman-1. Pengamatan dilakukan terhadapkarakter pertumbuhan tanaman meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, indeks luas daun dan bobot keringberangkasan tanaman. Hasil penelitian dosis kompos limbah baglog memberikan respon terbaik pada semuakarakter pertumbuhan dan t bobot kering berangkasan tanaman pada umur 5 MST, 10 MST. Perlakuan pupukkandang domba memberikan pengaruh paling baik pada umur 14 MST.Kata kunci: Arachis hypogaea L., baglog jamur, kacang tanah, karakter pertumbuhan, pupuk kandang dombaABSTRACTThe aim of this research is to know the effect of the compost made of baglog waste and lamb manure ongrowth character. This research was carried out in April to June 2018 in the Cagak Road Tambakan Village ofSubang on West Java. The study used a factorial (Randomized Group Design) with three times repeats. Thereare two factors that are baglog waste compost and lamb manure. Dose of compost baglog waste compost are ;K0 = without baglog waste compost, K1 = 90 g plant-1 baglog waste compost, K0 = 120 g plant-1 baglog wastecompost. Dose of lamb manure are; P0 = without lamb manure, P1 = 90 g plant-1 lamb manure, P2 = 120 gplant-1 lamb manure. Observations were made to the plant's vegetative characters i.e. plant height, number ofleaves, Leave Area Index and the dry weight of plant. The results of research on baglog waste compost dosesgave the best response to all growth characters and t-crop dry weight at age 5 MST, 10 MST. The treatment ofsheep manure had the best influence at the age of 14 MST.Key words: Arachis hypogaea L., mushroom baglog waste compost, peanut, growth character, manure of lamb
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN NILAI PRODUK DI KABUPATEN SUBANG Fathurohman, Ferdi; Baharta, Ridwan; Purwasih, Rita; Rahayu, Wiwik Endah; Mukminah, Nurul; Sobari, Enceng; Destiana, Irna Dwi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i2.155

Abstract

Kabuapten Subang merupakan sentra penghasil buah nanas terbesar di Indonesia. 500 keluarga menggantungkan penghasilannya dari bertani nanas, dengan kepemilikan lahan perkebunan rata-rata 0,4 Ha, namun petani hanya terfokus kepada produksi nenas belum menyentuh kepada pengolahan hasil.sehingga yingkat kesejahteraan petani masih belum optimal. Pengabdian masyarakat ini bertujuan menambah pengetahuan petani melalui penyuluhan dan pembinaan mengenai tata cara pegolahan produk nanas seupaya memiliki nilai tambah. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang selama bulan Juli sampai Oktober 2019 dengan menggunakan metode ceramah, focus group discussion, pelatihan dan pendampingan serta monev. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu masyarakat dapat membuat olahan dari nanas sebagai upaya dalam meningkatkan nilai tambah dari produk nanas itu sendiri. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini yaitu pelaksanan kegiatan pengabdian masyarakat mampu membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan nilai produk dan nilai jual dari produk serta masyarakat mampu mengembangkan manajemen kelembagaan.
Efektifitas Penyiangan Terhadap Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota L.) Lokal Cipanas Bogor Sobari, Enceng; Fathurohman, Ferdi
Jurnal Biodjati Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Biodjati, Vol II, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i1.1292

Abstract

Potensi tanaman lokal di Indonesia sebagai bahan konsumsi pangan memiliki peranan penting. Wortel merupakan sayuran yang memiliki peranan penting dalam penyediaan bahan pangan bagi manusia. Sayuran wortel sebagai sumber vitamin A, digunakan sebagai bahan baku kosmetik dan memiliki khasiat obat karena kandungan beta karoten. Rendahnya hasil produksi wortel dapat disebabkan teknik budidaya yang belum intensif dan diperparah oleh keberadaan gulma yang dapat menimbulkan kerugian baik secara kualitas maupun kuantitas. Kerugian yang disebabkan oleh gulma perlu pengendalian dengan cara manual, selektif, dan ramah lingkungan salah satunya dengan penyiangan. Tujuan penelitian mengetahui besarnya pengaruh penyiangan yang dilakukan terhadap hasil tanaman wortel. Percobaan dilaksanakan di Desa Cikandang Lebak Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan dan empat kali ulangan menggunakan benih wortel kultivar lokal Cipanas Bogor. Karakter hasil yang diamati  adalah Bobot Segar Daun per Tanaman, Bobot Kering Daun per Tanaman, Bobot Berangkasan per Tanaman, Bobot Bersih Umbi per Tanaman, Bobot Berangkasan per Petak, Bobot Bersih Umbi per Petak. Hasil penelitian menunjukkan siginifikan pada seluruh karakter yang diamati yaitu 10.22, 3.38, 69.25, 58.18, 13.52, 11.38 penyiangan sebanyak tiga kali dan  10.26, 3.45, 71.48, 60.08, 13.72, 11.54 penyiangan sebanyak empat kali yang menunjukkan potensi hasil yang paling tinggi.  
Organic Waste as Fertilizer to Increase the Number of Peanuts (Arachis hypogaea L.) Flowers Sobari, Enceng; Fathurohman, Ferdi
Jurnal Biodjati Vol 6 No 1 (2021): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v6i1.6538

Abstract

Peanut has high economic value and a significant role in food needs. the national food supply needs for peanuts to date have not been sufficient. This study aimed to determine the effect of organic waste which in this case is mushroom baglog compost and sheep manure on the flowers and pods of peanuts. The study was conducted on March-July 2018 in Subang district using the simple experimental plot method and group-randomized factorial design with two factors with each treatment done triplicate. The first factor is the baglog compost (soil without baglog compost, 90 g/plants, 120 gr/plants); the second factor is sheep manure dose (without sheep fertilizer, 90 gr/ plants, 120 gr/plants). The results showed that the application of baglog compost and sheep manure fertilizer at concentrations of 90 g and 120 g, respectively increased the number of flowers and potential pods. Moreover, Sheep manure fertilizer at a concentration of  120 g/plant, increased the dry weight of pods, seed, and 100 seeds even though was not significant.
Pemanfaatan Polybag Hijau dalam Optimalisasi Pekarangan untuk Mendukung Kemandirian Pangan Keluarga di Desa Sadawarna Suroya, Lizza Fauziah; Safitri, Laras Sirly; Triastuti, Desy; Rahayu, Wiwik Endah; Sobari, Enceng
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1689

Abstract

Family food security and self-sufficiency are important pillars in building national security. Until now, yard space has not been utilized to become productive and beautiful land, while the potential of yard space in Sadawarna Village to achieve family food self-sufficiency is quite high. The objective of this community service program is to optimize backyard land in Sadawarna Village using green polybags as an effort to achieve food self-sufficiency. The methods employed in this activity include agricultural extension through group-based approaches such as socialization, demonstrations of techniques, trials, and discussions. Open discussions were then conducted so that participants could ask questions, share experiences, and discuss the challenges they faced. Optimizing backyard land with green polybags effectively increased the understanding and interest of the Women Farmers Group (KWT), as indicated by an average post-test score increase of 1.46 points from the pre-test as an indicator of the success of knowledge transfer and technology adoption.