Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Efektifitas Penyiangan Terhadap Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota L.) Lokal Cipanas Bogor Enceng Sobari; Ferdi Fathurohman
Jurnal Biodjati Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Biodjati, Vol II, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i1.1292

Abstract

Potensi tanaman lokal di Indonesia sebagai bahan konsumsi pangan memiliki peranan penting. Wortel merupakan sayuran yang memiliki peranan penting dalam penyediaan bahan pangan bagi manusia. Sayuran wortel sebagai sumber vitamin A, digunakan sebagai bahan baku kosmetik dan memiliki khasiat obat karena kandungan beta karoten. Rendahnya hasil produksi wortel dapat disebabkan teknik budidaya yang belum intensif dan diperparah oleh keberadaan gulma yang dapat menimbulkan kerugian baik secara kualitas maupun kuantitas. Kerugian yang disebabkan oleh gulma perlu pengendalian dengan cara manual, selektif, dan ramah lingkungan salah satunya dengan penyiangan. Tujuan penelitian mengetahui besarnya pengaruh penyiangan yang dilakukan terhadap hasil tanaman wortel. Percobaan dilaksanakan di Desa Cikandang Lebak Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan dan empat kali ulangan menggunakan benih wortel kultivar lokal Cipanas Bogor. Karakter hasil yang diamati  adalah Bobot Segar Daun per Tanaman, Bobot Kering Daun per Tanaman, Bobot Berangkasan per Tanaman, Bobot Bersih Umbi per Tanaman, Bobot Berangkasan per Petak, Bobot Bersih Umbi per Petak. Hasil penelitian menunjukkan siginifikan pada seluruh karakter yang diamati yaitu 10.22, 3.38, 69.25, 58.18, 13.52, 11.38 penyiangan sebanyak tiga kali dan  10.26, 3.45, 71.48, 60.08, 13.72, 11.54 penyiangan sebanyak empat kali yang menunjukkan potensi hasil yang paling tinggi.  
Organic Waste as Fertilizer to Increase the Number of Peanuts (Arachis hypogaea L.) Flowers Enceng Sobari; Ferdi Fathurohman
Jurnal Biodjati Vol 6 No 1 (2021): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v6i1.6538

Abstract

Peanut has high economic value and a significant role in food needs. the national food supply needs for peanuts to date have not been sufficient. This study aimed to determine the effect of organic waste which in this case is mushroom baglog compost and sheep manure on the flowers and pods of peanuts. The study was conducted on March-July 2018 in Subang district using the simple experimental plot method and group-randomized factorial design with two factors with each treatment done triplicate. The first factor is the baglog compost (soil without baglog compost, 90 g/plants, 120 gr/plants); the second factor is sheep manure dose (without sheep fertilizer, 90 gr/ plants, 120 gr/plants). The results showed that the application of baglog compost and sheep manure fertilizer at concentrations of 90 g and 120 g, respectively increased the number of flowers and potential pods. Moreover, Sheep manure fertilizer at a concentration of  120 g/plant, increased the dry weight of pods, seed, and 100 seeds even though was not significant.
Pengaruh Penerapan Good Handling Practices terhadap Bobot Reject Cabai TW pada Penanganan Pascapanen di Rumah Kemas Bernard Tani Pangalengan Fenny Aprilliani; Atika Romalasari; Enceng Sobari; Oyok Yudiyanto; Muhammad Arsya Putra Prayogaswara; Nurul Hikmatulloh; Muhammad Gilang Ramadhan; Kori Rahma Mardika
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.460

Abstract

Penerapan Good Handling Practices (GHP) pada penanganan pascapanen cabai TW di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan GHP pada penanganan pascapanen cabai TW di tingkat petani dan rumah kemas terhadap bobot reject cabai yang diproduksi. Survey dilakukan terhadap 10 orang petani cabai yang menjadi pemasok utama di Rumah Kemas Bernard Tani Pangalengan, Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan pengambilan sample cabai TW. Evaluasi dilakukan menggunakan praktek yang dilakukan oleh responden dan dibandingkan dengan SOP GHP yang sebelumnya telah dibuat. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat kesesuaian penerapan SOP GHP di petani cabai TW sebesar 79%. Selain itu, penerapan GHP terbukti mampu menekan tingkat produk reject sebesar 38,18% dibandingkan dengan penanganan tanpa penerapan GHP.
Pemanfaatan Polybag Hijau dalam Optimalisasi Pekarangan untuk Mendukung Kemandirian Pangan Keluarga di Desa Sadawarna Lizza Fauziah Suroya; Laras Sirly Safitri; Desy Triastuti; Wiwik Endah Rahayu; Enceng Sobari
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1689

Abstract

Family food security and self-sufficiency are important pillars in building national security. Until now, yard space has not been utilized to become productive and beautiful land, while the potential of yard space in Sadawarna Village to achieve family food self-sufficiency is quite high. The objective of this community service program is to optimize backyard land in Sadawarna Village using green polybags as an effort to achieve food self-sufficiency. The methods employed in this activity include agricultural extension through group-based approaches such as socialization, demonstrations of techniques, trials, and discussions. Open discussions were then conducted so that participants could ask questions, share experiences, and discuss the challenges they faced. Optimizing backyard land with green polybags effectively increased the understanding and interest of the Women Farmers Group (KWT), as indicated by an average post-test score increase of 1.46 points from the pre-test as an indicator of the success of knowledge transfer and technology adoption.