Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGEMBANGAN POSBINDU LANSIA DI POSBINDU JERUK DESA CIPAYUNG KECAMATAN CIPUTAT KOTA TANGERANG SELATAN PROPINSI BANTEN Nunuk Nugrohowati; Gatot Soeryo Koesoemo; Kristin Simanjuntak
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.381 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.8037

Abstract

The increasing life expectancy of increasing the number of elderly people in Indonesia can have positive and negative impacts. The need for empowerment and enhancing the role of the community as well as empowering the public and private partnerships, for example, Elderly integrated counseling post (Posbindu) who conducts early detection and monitoring of risk factors for non-communicable diseases in an integrated, routine and periodic manner. The development of the Elderly Posbindu in the village of Cipayung, Ciputat sub-district according to the Guidelines, needs to be developed. The formulation and management of the development of the Elderly Posbindu program in Cipayung village, Ciputat District, South Tangerang City. The incomplete Elderly Posbindu Cadre and the completeness of the Posbindu facilities according to the Ministry of Health's instructions encouraged us to develop the elderly Posbindu in Cipayung village, Ciputa District by comparing with the instructions from the Ministry of Health. After discovering the potentials, problems, and challenges in the development of the Posbindu Elderly in this region, we implemented a plan for the development of the elderly Posbindu Jeruk in the form of meeting the limited posbindu facilities, conducting non-communicable diseases counseling and training cadres in blood sugar level checks. The provision of health service facilities encourages the community to raise awareness of healthy lifestyles, invites the involvement of the elderly community in the health promotion program independently so that they become eager to live a healthy life and life expectancy is increased. Improving the quality of health workers in the context of prevention and increasing counseling in the health sector in the context of handling non-communicable diseases.ABSTRAK:Meningkatnya angka harapan hidup menambah jumlah lansia di Indonesia dapat berdampak positif dan negatif. Perlunya pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat serta pemberdayaan kemitraan pemerintah dan swasta, misalnya Posbindu Lansia yang melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko Penyakit Tidak Menular secara terpadu, rutin, dan periodik. Masih belum terselenggarakannya Posbindu Lansia di desa Cipayung, kecamatan Ciputat sesuai Petunjuk, perlu dibuat pengembangannya. Terumuskannya dan menata laksana pengembangan program  Posbindu Lansia di desa Cipayung Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan. Belum lengkapnya Kader Posbindu Lansia dan kelengkapan fasilitas posbindu sesuai petunjuk kemenkes mendorong kami melakukan pengembangan posbindu lansia di desa Cipayung Kecamatan Ciputa dengan cara membandingkan dengan syarat petunjuk dari Kemenkes.  Setelah ditemukan potensi, permasalahan dan tantangan dalam pengembangan Posbindu Lansia di wilayah ini, kami menerapkan rencana pengembangan posbindu lansia Jeruk berupa pemenuhan fasilitas posbindu yang masih terbatas, mengadakan penyuluhan penyakit tidak menular dan melatih kader dalam pemeriksaan kadar gula darah. Penyediaan sarana pelayanan kesehatan mendorong masyarakat meningkatkan kepedulian pola hidup sehat, mengajak keterlibatan masyarakat lansia pada program sosialisasi kesehatan secara mandiri sehingga kembali bersemangat untuk hidup sehat dan angka harapan hidup menjadi meningkat. Meningkatkan kualitas tenaga kesehatan dalam rangka pencegahan serta peningkatan penyuluhan di bidang kesehatan dalam rangka penanggulangan penyakit tidak menular
HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP GEJALA SICK BUILDING SYNDROME PADA STAF TENAGA KE PENDIDIKAN DI FAKULTAS KEDOKTERAN UPN VETERAN JAKARTA TAHUN 2020 Ratna Dwi Krismondani; Aulia Chairani; Nunuk Nugrohowati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i1.1436

Abstract

Background: Sick building syndrome (SBS) are collection of symptoms suffered by workers in offices and other buildings with symptoms such as headaches and respiratory problems. Based on report of the National Health Organization there are estimated 2.2 million deaths due indoor pollution. Where 70-80% of individuals spend their time working indoors. Methods and Samples: The study had used a cross sectional method which aims to determine relationship between individual and environmental factors that influence onset symptoms of SBS. The research data were collected through questionnaires. The sample in this study were 49 educational staff at the Faculty of Medicine UPN Veteran Jakarta. The sampling technique used total sampling. This study used univariate, bivariate, and multivariate analysis. Results: Bivariate analysis: age (p = 0.02), length of service (p = 0.00), psychosocial conditions (p = 0.00) and room ventilation conditions (p = 0.00). While multivariate analysis: age (p = 0.05; OR = 3.524; 95% CI 1.019-14.914), years of service (p = 0.02; OR = 4.168; 95% CI 1.768-16.520), room ventilation (p = 0.03; OR = 7.167; 95% CI 2.705-27.912), and psychosocial conditions (p = 0.012; OR = 8.714; 95% CI 3.072-29.098). Conclusion: Based on the bivariate analysis, there are significant relationship between age, years of service, psychosocial conditions and room ventilation of symptoms SBS. Meanwhile, based on multivariate analysis, psychosocial status is the most influential factor of symtoms SBS
Pengenalan Pendidikan Profesi Dokter Di Fakultas Kedokteran Pada Siswa SMA Guna Menjaring Mahasiswa Berfikiran Kritis Dan Berwawasan Bela Negara Nunuk Nugrohowati; Niniek Hardini; Mila Citrawati; Melly Kristanti
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 5 No 2 (2022): IKRAITH-ABDIMAS No 2 Vol 5 Juli 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.038 KB)

Abstract

Universitas sebagai satu perguruan tinggi adalah pemangku kepentingan yangberperan dalam persiapan untuk mencetak generasi muda masa depan kita.Menyelenggarakan pendidikan bermutu untuk menghasilkan lulusan berdaya sainginternasional yang berindentitas bela negara adalah salah satu misi dari universitas kami.Penempaan yang berkelanjutan akan membentuk kepribadian untuk senatiasa siap sediamenghadapi setiap kompleksitas zaman. Tujuan pengenalan ini meningkatkan pengetahuanwawasan siswa terkait pendidikan profesi dokter guna mendapatkan mahasiswa berfikirankritis dan berwawasan bela negara. Kegiatan ini dilakukan secara daring kepada 69 siswasiswi SMA Bakti Mulya 400 Jakarta Selatan. Metode pelaksanaan kegiatan denganpenyuluhan, campus virtual tour, diskusi dan penyebaran kuesioner. Kegiatan berlangsungdengan melibatkan beberapa pihak yakni tim dosen, kepala sekolah, guru bimbingankonseling, perwakilan organisasi orang tua siswa, alumni SMA Bakti Mulya serta siswasiswi kelas X. Para peserta mengikuti kegiatan dengan baik, aktif dan penuh antusias. Darihasil analisis pengetahuan tentang Pendidikan Profesi dokter di Fakultas Kedokteran padaSiswa SMA Bakti Mulya 400 sebelum dan sesudah kegiatan pengenalan, didapatkan pvalue< 0.05, berarti terjadi peningkatan pengetahuan wawasan siswa SMA terkaitPendidikan profesi dokter. Peningkatan ini dimungkinkan karena ketertarikan siswaterhadap wawasan bela negara yang menjadi salah satu misi di universitas kami. Peransebagai universitas bela negara adalah menguatkan energi kinetik dan energi potensialbangsa melalui pembinaan keilmuan mahasiswanya tidak hanya lulus sarjana, tetapi jugadapat melebarkan sayap partisipatif di masyarakat sebagai kekuatan bela negara yangbertumpu kepada kesejahteraan masyarakat. modal besar bagi pembangunan negara.
IMPLEMENTASI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DI DAERAH LOKUS STUNTING KECAMATAN TANARA, KABUPATEN SERANG Nunuk Nugrohowati; Luh Eka Purwani; Kristina Simanjuntak
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.20-26.2022

Abstract

Riskesdas di tahun 2018 mencatat kejadian stunting nasional sebesar 17,7-42,6 %. Penyebab terjadinya stunting antara lain faktor pengetahuan, sikap dan perilaku ibu serta keluarga dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP ASI), pemberian ASI yang kurang tepat, penyakit infeksi, ketahanan dan keamanan pangan serta kebersihan air yang kurang. Tujuan abdimas untuk memberikan penyuluhan kepada ibu bayi dan balita di Kecamatan Tanara tentang pentingnya pengetahuan pemberian MP-ASI yang benar untuk pencegahan stunting dan gizi buruk. Pengabdian masyarakat dilakukan di Kecamatan Tanara. Jumlah responden Ibu bayi dan balita 40 orang berusia 20-45 tahun dengan usia bayi dan balita 6-24 bulan. Ibu bayi dan balita mengisi kuisioner pertanyaan, kemudian Tim Pengabdi memberikan penyuluhan tentang stunting serta pengetahuan mengenai pemberian MP-ASI yang baik dan contoh pembuatan MPASI yang benar. Setelah penyuluhan responden mengisi kuisioner kembali untuk mengukur pengetahuan tentang MP-ASI. Hasil nilai pengetahuan ibu bayi dan balita sebelum penyuluhan rata-rata 57,5%, setelah penyuluhan didapatkan rata-rata 80,1%. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu bayi dan balita setelah penyuluhan sebesar 28,2 %. Peningkatan pengetahuan ibu mengenai nutrisi diharap akan memperbaiki praktek pemberian MP ASI sehingga dapat menurunkan kejadian stunting, perlunya peran pemerintah daerah melalui puskesmas dan posyandu untuk menggiatkan edukasi mengenai pemberian MP ASI yang benar. Kata kunci: Implementasi, makanan pendamping ASI, lokus, stunting ABSTRACT Basic Health Research Results Report in 2018 recorded a national incidence of stunting to 17,7-42,6 %. Factors that influence the occurrence of stunting were knowledge, attitude, and behavior of mother to prepare the complementary feeding, infection disease, food security and food safety. The objective was to provide counselling to mothers of infants and toddlers aged 6-24 months in Tanara District, Serang Regency during covid-19 pandemic, about knowledge in preparation the complementary feeding. A community counselling had conducted in Tanara District, Serang Regency, Banten Province in September 2020 amid the atmosphere of the Covid-19 pandemic, 40 respondents of infants and toddlers aged 6-24 months had been elected consecutively from 9 sub-districts. Respondents should fill out a questionnaire before and after the counselling about stunting and preparation of complementary feeding. The average of knowledge value results of respondents before and after counselling were 57.5% and 80.1% respectively. There is 28.2% increase in the knowledge before and after the counselling. Amid the Covid-19 pandemic the mothers of infants and toddlers in Tanara district still had passion to increase knowledge about stunting, however the role of local government is still needed to make the incidence of stunting lower by activating education about complementary feeding. Keywords: Implementation, complementary feeding, stunting
Aktivitas Daya Hambat Isolat Actinomycetes dengan Lama Fermentasi yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Klebsiella pneumoniae Annisa Nur Insani; Meiskha Bahar; Nunuk Nugrohowati; Retno Yulianti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v11i2.2014

Abstract

Actinomycetes are filamentous, Gram-positive bacteria widely distributed in soil and can produce secondary metabolites useful as antibiotics. The synthesis of secondary metabolites of Actinomycetes is influenced by the growth conditions of each isolate, including the fermentation period. Klebsiella pneumoniae is an opportunistic bacterial pathogen causing lower respiratory tract infection. Objectives: To determined the inhibition activity of Actinomycetes with different fermentation periods against the growth of  K.pneumoniae. Methods: Actinomycetes were isolated from soil in Kebun Raya Bogor and grown on Starch Casein Agar (SCA) medium before being fermented in liquid media consisting of 2% of mannitol, 2% of peptone, and 1% of glucose with an incubation time of 6,7, and 8 days. An antibacterial activity test was conducted on Mueller Hinton Agar (MHA) medium using the well diffusion method. Results: The activity of Actinomycetes isolates with fermentation duration of 6,7 and 8 were able to inhibit the growth of K. pneumoniae with an average inhibition zone of 4,46 mm; 4,94 mm; and 5,04 mm, respectively. Actinomycetes' inhibitory mechanism ranges from inhibition of cell wall synthesis to nucleic acid and protein synthesis. One Way ANOVA test showed significant differences between the inhibition zone produced by each fermentation group. Conclusion: Actinomycetes isolates have antibacterial activity against the growth of K. pneumoniae with the highest activity achieved by Actinomycetes with a fermentation time of 8 days.Keywords:  Actinomycetes, antibacterial, fermentation, Klebsiella pneumoniae
Gejala Klinis dan Riwayat Komorbid pada Dewasa Muda terhadap Status Kesembuhan COVID-19 di DKI Jakarta Nunuk Nugrohowati; Melly Kristanti; Boenga Nur Cita
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1928

Abstract

Usia dewasa muda memiliki kerentanan dalam paparan COVID-19 dan resiko kematian, meskipun pada saat ini diketahui manifestasi klinis pada usia muda lebih ringan dibandingkan dengan usia dewasa. DKI Jakarta ditemukan kasus mencapai 270.494 orang terinfeksi COVID-19 rentang usia 5-28 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gejala klinis pasien pada usia muda yang terinfeksi COVID-19 dengan desain studi cross sectional menggunakan data sekunder Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021 pada trimester pertama. Jumlah sampel 3.851 orang terpilih melalui inklusi dan eksklusi. Variabel yang diteliti adalah jenis kelamin, riwayat penyakit komorbid dan status kepulangan pasien, dengan analisis data chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien COVID-19 usia dewasa muda pulang dengan status sembuh (99,71%), kasus meninggal lebih banyak pada laki-laki (54,5%), Pasien COVID-19 yang meninggal berusia dewasa muda lebih banyak ditemukan di wilayah Jakarta utara dan Jakarta timur (27,3%), pasien dengan kondisi sembuh dan riwayat hipertensi 21%, gejala awal yang dirasakan paling banyak demam (52,1%), batuk (49%) dan anosmia (37,7%). Analisis bivariat tidak terdapat hubungan gejala klinis dan riwayat komorbid terhadap status kesembuhan pasien (P-value < 0,05). Meskipun usia muda perlu diperhatikan kondisinya jika terkena COVID-19 terutama pada pasien yang memiliki gejala awal seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, hilang/berkurang indera pengecap, sesak nafas, mual dan muntah dan anosmia, karena tidak menutup kemungkinan pasien itu akan sembuh. Maka dari itu tingkatkan daya tahan tubuh dan laksanakan vaksinasi booster COVID-19.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PEMERIKSAAN SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) PADA POSBINDU ANGGREK BULAN DAN POSBINDU DELIMA SENJA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Retno Yulianti; Tiwuk Susantiningsih; Andri Pramesyanti Pramono; Nunuk Nugrohowati
MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2018): Madani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.991 KB) | DOI: 10.53834/mdn.v4i1.442

Abstract

Breast cancer is one type of cancer that ranks first in Asia and in Indonesia with a relative frequency of18.6%. Breast cancer also occupies the top 5 positions for causes of cancer deaths. Many breast cancer sufferersare found clinically with advanced stage symptoms, so they need special attention. In fact, breast cancer can beovercome if the patient begins to detect and treat it early. Early efforts to carry out breast cancer screening arewith the BSE program or self breast examination. Counseling was carried out at Posbindu Anggrek Bulan andPosbindu Delima Senja. The implementation of this service activity uses a method of counseling, video playbackand simulation that is very good for providing knowledge and skills related to health education to the community.There is an increase in knowledge of the material given through the pretest and posttest. Self-awareness skills asbreast cancer prevention efforts were carried out well by participants. The results of community service activitiesare expected to get a lot of information about breast cancer as well as overall female reproductive healthinformation.
Pelatihan Keterampilan Regulasi Diri dengan Perspektif Mindfulness (PKRM) bagi Guru untuk Mengatasi Masalah Mental Emosional Peserta Didik Suzy Yusna Dewi; Nunuk Nugrohowati; Melly Kristanti; Yasmin Azizah Idhsa; Yaya Aria Santosa; Dinda Amalia Suryadi; Yunita M. Lestari
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i2.1372

Abstract

Changes in the era of globalization plus the Covid-19 pandemic have caused problems in emotions and behavior, give an impact on the physical and psychological conditions of students. The purpose of study is to help reduce stress, emotion and anxiety problems, by educating and practicing to be applied in everyday life, carry out through online for all Nusantara Nature School Network teachers.  The implementation was given to 96 Nature School Network teachers, then the MAAS & SSRQ Questionnaires and understandings were given out and two weeks later an evaluation was held. Most of the participants were elementary school teachers (75.8%), dominated by 85.3% women. The condition of self-regulation of mindfulness training participants at those teachers was the most with good self-regulation conditions of 93.3% with an average MAAS 46.10, SSRQ 99.42 and a total of 145.53. The level of understanding respondents after participating was 41.7% of who already understands the materials, not understands at 36.1%. There is better self-regulation with the teachers as training participants, the level of understanding of participants after follow the activities being quite good. Mindfulness training needs to be done regularly, so that teachers can apply mindfulness to students at school.
Usia dan Indeks Massa Tubuh dalam Kaitannya dengan Grading Karsinoma Mammae Invasif NST Husna Bunga Jannati; Niniek Hardini; Nunuk Nugrohowati; Maria Selvester Thadeus; Familia Bella Rahadiati
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i5.p836-846.2023

Abstract

Tujuan: Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mencari adanya keterkaitan antara indeks massa tubuh dan usia terhadap grading histopatologi karsinoma mammae invasif NST di RSPAD Gatot Soebroto tahun 2021. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional menggunakan cross sectional sebagai desain penelitian. Pasien karsinoma mammae invasif NST yang tercatat pada tahun 2021 dirawat di RSPAD Gatot Soebroto adalah populasi, sampel adalah pasien yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi. Teknik simple random sampling dipilih menjadi teknik pengambilan sampel yang berasal dari data sekunder berupa rekam medis pasien, sampel digunakan sampel sebanyak 84 pasien. Indeks massa tubuh dan usia adalah variabel bebas dan grading adalah variabel terikat. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasien berdasarkan usia, IMT, dan grading. Analisis bivariat bertujuan untuk mencari adanya keterkaitan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil: Tidak adanya hubungan yang bermakna ditemukan pada penelitian ini antara variabel IMT dengan grading dengan nilai p=0,685 sementara pada analisis mengenai keterkaitan usia dengan grading juga ditemukan tidak adanya hubungan dengan p=1. Kesimpulan: hubungan antara IMT dan usia dengan grading tidak ditemukan, kemungkinan tidak adanya hubungan akibat terbatasnya sampel. Subtipe molekuler dan status menopause sebagai faktor pembias.