Claim Missing Document
Check
Articles

Variabel Kondisi Lingkungan pada Ekosistem Mangrove di Kota Kupang Radja, Claudya Hau; Toruan, Lumban Nauli Lumban; Kangkan, Alexader Leonidas
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.1740

Abstract

Mangrove memiliki fungsi sebagai sumber produksi nutrien yang berguna untuk menyuburkan perairan. Pemanfaatan yang seringkali dilakukan oleh masyarakat sekitar hutan mangrove sebagai tempat wisata, menangkap ikan, dan juga sebagai area tambak garam akan mempengaruhi kualitas air pada ekosistem hutan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel kondisi lingkungan di ekosistem mangrove pada pesisir Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan pada enam stasiun di ekosistem mangrove pesisir Kota Kupang pada Bulan September sampai Bulan Oktober 2021. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan pada saat pasang dan surut. Sampling sedimen dilakukan dengan menggunakan botol berukuran 500 ml dan diletakan ke dalam plastik yang sudah diberi label. Hasil kajian menunjukkan variabel suhu berkisar 27-30 0C, salinitas 29-33 0/00, pH 8,1-8,4, nitrat 0,0-0,65 mg/l, fosfat 0,02-0,58 mg/l, TSS 33-70 mg/l, fraksi sedimen pasir 82-99 %, kandungan organik 2,60-6,01 % kandungan karbonat 32,85-54,99 %.  Parameter fosfat menunjukkan pada seluruh stasiun berada di atas ambang batas kualitas air untuk biota.Kata kunci :Kota Kupang, variabel, kondisi lingkungan, kualitas air
STRUKTUR KOMUNITAS PADANG LAMUN DI PERAIRAN KELURAHAN SULAMU, NUSA TENGGARA TIMUR Leni, Agelda Herdemris; Toruan, Lumban N. L.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Padang lamun memiliki peran penting bagi kehidupan biota-biota laut, sehingga penting untuk dijaga kelestariannya agar keberlangsungan produktivitas pada ekosistem lamun tetap seimbang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung dan menganalisis komposisi jenis, kerapatan, serta mengetahui indeks ekologi seperti indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi lamun di perairan Kecamatan Sulamu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Juni 2023, dengan menggunakan metode deskriptif dan terdapat 4 stasiun di perairan Kelurahan Sulamu. Penentuan lokasi dengan metode purposive random sampling dan menggunakan transek kuadran berukuran 25 cm x 25 cm pada hamparan lamun disetiap titik pengamatan serta jumlah tegakan diamati langsung secara visual. Hasil penelitian menunjukan 8 jenis lamun, yaitu Thalassia hemprichii, Cymodocea serulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, Halodule pinifolia, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, dan Enhalus acoroides. Kisaran kerapatan lamun yang ditemukan yaitu 15,03-2171,6 tegakan/m2. Indeks ekologi lamun menunujukan bahwa nilai keanekaragaman tergolong kategori sedang pada Stasiun I, Stasiun II, dan Stasiun III dan kategori rendah pada Stasiun IV, sedangkan nilai keseragaman tergolong kategori tinggi pada Stasiun I, Stasiun II dan Stasiun III dan kategori rendah pada Stasiun IV, sedangkan nilai dominansi tergolong kategori rendah pada semua stasiun. Kata Kunci: Struktur Komunitas, Ekosistem Lamun, Kabupaten Sulamu Abstract- Seagrass beds have an important role for the life of marine biota, so it is important to be preserved so that the sustainability of productivity in seagrass ecosystems remains balanced. The purpose of this study was to calculate and analyze the species composition, density, and determine ecological indices such as diversity index, uniformity, and dominance of seagrass in the waters of Sulamu District. This research was conducted from May to June 2023, using descriptive methods and there were 4 stations in the waters of Sulamu Village. Determination of location by purposive random sampling method and using quadrant transect measuring 25 cm x 25 cm on seagrass beds at each observation point and the number of stands observed directly visually. The results showed 8 seagrass species, namely Thalassia hemprichii, Cymodocea serulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, Halodule pinifolia, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, and Enhalus acoroides. The range of seagrass density found was 15.03-2171.6 stands/m2. The seagrass ecological index shows that the diversity value is classified as a medium category at Station I, Station II, and Station III and a low category at Station IV, while the uniformity value is classified as a high category at Station I, Station II and Station III and a low category at Station IV, while the dominance value is classified as a low category at all stations. Keywords: Community Structure, Lamun Ecosistem, Sulamu District
The Ecotourism Mangrove Suitability Assessment in Reroroja Village, Magepanda District, Sikka Regency, East Nusa Tenggara, Indonesia Calumba, Kristianti Rilenitiara; Kangkan, Alexander Leonidas; Toruan, Lumban Nauli Lumban
Journal Omni-Akuatika Vol 19, No 2 (2023): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2023.19.2.1108

Abstract

The mangrove area of Reroroja Village has the potential to be developed into an ecotourism area, because mangroves grow along the coast. This study aims to determine the suitability of mangrove areas as ecotourism areas from April to May 2023. The mangrove area was divided into two observation stations using the purposive sampling method. The study assessed various mangrove tourism suitability parameters, including mangrove thickness, species, density, debris, tides, mangrove fauna, distinctiveness, law/legality, accessibility, visitor presence, facilities, and private-owned institutions. The data was analyzed using the Tourism Suitability Index (TSI) formula, and the average suitability score for Stations I and II was 71.5%. This value falls in the S2 (Suitable) category, indicating the potential for ecotourism development in the area. The study found that the mangrove area has a rich biodiversity, including fish, crabs, molluscs, reptiles, and birds, and is well-suited for ecotourism development.Keywords: Ecotourism, Tourism Suitability Index, Mangrove, Reroroja Village.
KESADARAN MASYARAKAT PESISIR KELURAHAN OESAPA DAN LASIANA TERHADAP KEBERSIHAN WILAYAH PESISIR Lafu, Maria Oktafiana; Sine, Kiik G.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.569 KB)

Abstract

Abstrak - Kesadaran adalah proses memahami dan mengerti akan suatu keadaan yang menjadikan individu itu sendiri sadar dan paham betul dengan apa yang terjadi dan yang akan terjadi. Sebagai mahkluk sosial dan dimensional, manusia seharusnya berinteraksi dan bersosialisasi antara satu sama lain, sebagai upaya dalam membangun kesadaran kolektif dalam melestarikan alam, mulai dari hal yang terkecil, seperti memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui kesadaran masyarakat Kelurahan Oesapa dan Lasiana terhadap kebersihan lingkungan wilayah pesisir. Kajian ini dilakukan di wilayah pesisir Kelurahan Oesapa dan Lasiana pada Bulan Februari sampai Maret 2021. Metode yang digunakan yaitu Teknik Purposive Sampling merupakan teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu dalam menentukan sampel ini dilihat dari masyarakat yang berperan aktif dalam urusan terkait kebersihan lingkungan atau juga masyarakat yang memilliki pengetahuan terhadap keadaan sesama masyarakat dalam hal ini interaksinya terhadap kebersihan lingkungan yang ditempati. Hasil dari kajian ini adalah kesadaran masyarakat terhadap kebersihan wilayah pesisir Kelurahan Oesapa dan Lasiana yaitu sebesar 82,00%, dimana kebersihan lingkungan di sekitarnya sudah sangat tinggi dan sangat baik. Kata Kunci: Kesadaran Masyarakat, Masyarakat Pesisir, Kebersihan Lingkungan Abstract - Awareness is the process of understanding and understanding a situation that makes the individual himself aware and well aware of what is happening and what will happen. As social and dimensional beings, humans should interact and socialize with each other, as an effort to build collective awareness in preserving nature, starting from the smallest things, such as paying attention to the cleanliness of the surrounding environment (Iskandar, 2012). The purpose of this study was to determine the awareness of the people of Oesapa and Lasiana Villages on the cleanliness of the coastal area environment. This study was conducted in the coastal areas of Oesapa and Lasiana Villages from February to March 2021. The method used is the Purposive Sampling Technique, which is a sampling technique based on certain considerations. Certain considerations in determining this sample are seen from the people who play an active role in matters related to environmental hygiene or also the people who have knowledge of the condition of their fellow people in this case their interaction with the cleanliness of the environment they live in. The results of this study are public awareness of the cleanliness of the coastal areas of Oesapa and Lasiana Villages, which is 82.00%, where the cleanliness of the surrounding environment is very high and very good. Keywords: Community Awareness, Coastal Communities, Environmental Cleanlin
KAJIAN KESESUAIAN WISATA DI PANTAI KOLBANO, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Benu, Ronli; Kangkan, Alexander L.; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.803 KB)

Abstract

Abstrak - Kesesuaian lahan dapat diartikan sebagai tingkat kecocokan suatu lahan untuk suatu kegunaan tertentu. Salah satunya di lakukan untuk menentukan kesesuaian lahan wisata. Penelitian mengenai kesesuaian wisata pantai telah dilakukan di Pantai Kolbano. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian wisata Pantai Kolbano. Metode yang di gunakan dalam penelitian adalah observasi. Metode yang diggunakan dalam penentuan stasiun penelitian ini adalah metode Purposive Sampling. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka tingkat kesesuaian wisata Pantai Kolbano berdasarkan parameter kesesuaian yaitu lebar pantai, jenis pantai, substrat dasar perairan, penutupan kawasan, ketersediaan air tawar dan kemiringan pantai pada stasiun I, II, III memiliki nilai indeks kesesuaian wisata berada pada kategori S1 (Sangat Sesuai) dengan nilai 80%-100%. Kata Kunci: Kesesuaian, Wisata, Pantai Kolbano Abstract - Land suitability can be defined as the level of suitability of a land for a particular use. One of them is done to determine the suitability of tourist land. Research on the suitability of coastal tourism has been carried out at Kolbano Beach. This study aims to anlayze the suitability of Kolbano Beach tourism. The method used in this research is observation. The method used in determining the station of this research is the Purposive Sampling method. Based on the research conducted, the level of suitability of Kolbano Beach tourism based on suitability parameters, namely beach width, beach type, bottom substrate, are closure, fresh water availability and beach slope at stations I, II, III has a tourism suitability index value in the SI category (Very Appropriate) with a value of 80-100%. Key words: Suitability, Tourism, Kolbano Beach
PERSENTASE TUTUPAN VEGETASI HUTAN MANGROVE DI PESISIR PANTAI DESA OETETA, KECAMATAN SULAMU, KABUPATEN KUPANG Ude, Yohana Febrina; Kangkan, Alexander L.; Toruan, Lumban N. L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.872 KB)

Abstract

Abstrak - Desa Oeteta adalah salah satu desa di Kecamatan Sulamu yang memiliki garis pantai terpanjang yaitu 4.370 m dan banyak ditumbuhi oleh vegetasi mangrove. Hutan mangrove di Desa Oeteta sebagian besar telah digunakan sebagai sumber penghidupan diantaranya pembukaan lahan tambak garam, pengambilan kayu bakar maupun pembangunan pemukiman, dan penebangan hutan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mangrove yang ada di pesisir pantai Desa Oeteta dan persentase penutupannya. Pengambilan data mangrove dilakukan pada tanggal 11 November, 23 November, 30 November, dan 7 Desember 2019 pada pukul 10.00-15.00 Wita. Pengukuran parameter lingkungan dilakukan ketika pengambilan sampel mangrove pada pukul 08.00-09.00 Wita. Transek sepanjang 100 meter diperlukan untuk melakukan pengamatan jenis dan penutupan mangrove. Penentuan penutupan mangrove menggunakan teknik hemisperichal photography yaitu menghitung luasan tutupan kanopi dengan menggunakan kamera dari bawah kanopi pohon untuk menentukan jumlah penutupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis mangrove di pesisir pantai Desa Oeteta yaitu Avicennia alba, Rhizophora apiculata dan Avicennia officinalis. Persetanse penutupan mangrove di pesisir Desa Oeteta memiliki kisaran nilai <50% dan termasuk dalam kriteria jarang dan kategori rusak berat. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis mangrove yang ditemukan di pesisir pantai Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu terdapat dua famili yaitu Avicenniaceae dan Rhizophoraceae dengan persentase penutupan tertinggi mangrove didominasi oleh jenis Rhizophora apiculata dengan nilai sebesar (49,70%), kemudian diikuti spesies mangrove Avicennia alba dengan nilai sebesar (46,45%). Kata kunci: Mangrove, Penutupan, Oeteta, Sulamu Abstract - Oeteta Village is the one of village in Sulamu district which have the longest coastline namely 4.370 m and is overgrown by mangrove vegetation. Most of mangrove forest in Oeteta village have been used as a source of livelihood including the opening the field of salt ponds, taking firewood and building the settlement, and clearing mangrove forest. The purpose of this study was to determine the types of mangrove on the coast of Oeteta village and the percentage of their mangrove cover. Mangrove data collection was carried out on November 11, November 23, November 30, and December 7, 2019 at 10.00-15.00 WITA. Measurement of environmental parameters was carried out when sampling mangroves at 08.00-09.00 WITA. The 100 meter long transect is needed to observe mangrove species and cover. Determination of mangrove cover using hemisperichal photography technique, namely calculating the area of canopy cover using a camera from under the tree canopy to determine the amount of cover. The results showed that there were three types of mangroves on the coast of Oeteta Village, namely Avicennia alba, Rhizophora apiculata and Avicennia officinalis. The percentage of mangrove cover on the coast of Oeteta Village has a value range of <50% and is included in the criteria for rare and heavily damaged cate gories. Based on the results of this study, it can be concluded that the types of mangroves found on the coast of Oeteta Village, Sulamu District, there are two families namely Avicenniaceae and Rhizophoraceae with the highest percentage of mangrove cover being dominated by Rhizophora apiculata with a value of (49.70%), followed by species Avicennia alba mangrove with a value of (46.45%). Keywords: Mangrove, Closure, Oeteta, Sulamu
PENGEMBANGAN WISATA PANTAI TANJUNG BASTIAN DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Manehat, Maria E.; Paulus, Chaterina A.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.352 KB)

Abstract

Abstrak - Pantai Tanjung Bastian merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang terletak di Desa Humusu, Kec. Insana Utara, Kab. TTU. Pantai ini memiliki daya tarik khas berupa pemandangan laut, pasir, dan gunung. Dalam rangka pengembangannya sebagai wisata pantai, diperlukan strategi pengembangan wisata pantai. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi pantai Tanjung Bastian saat ini dan mengetahui bentuk strategi yang dibutuhkan dalam pengembangan wisata pantai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kesesuaian wisata kategori rekreasi dan analisis SWOT. Penelitian menunjukkan hasil bahwa nilai kesesuaian wisata pada dua stasiun pengamatan di pantai Tanjung Bastian termasuk kategori sangat sesuai. Strategi yang diperlukan untuk pengembangan wisata pantai Tanjung Bastian adalah (1) meningkatkan promosi, (2) melengkapi dan merawat fasilitas wisata yang ada untuk menunjang kegiatan pengembangan pantai, dan (3) mengembangkan alternatif kegiatan wisata yang beragam pada satu lokasi yang sama. Kata Kunci: Destinasi Wisata Pantai, Nilai Kesesuaian, Strategi Pengembangan. Abstract - Tanjung Bastian Beach is one of the coastal tourist destinations located in Humusu Wini Village, North Insana District, North Central Timor Regency. This beach has a distinctive attraction in the form of views of the sea, sand, and mountains. To develop it as coastal tourism, a strategy for developing coastal tourism is needed. This study aims to determine the current condition of the Tanjung Bastian beach and determine the form of strategy needed in the development of coastal tourism. This research was conducted from July to August 2021. The research method used was a tourism suitability analysis for the recreation category and SWOT analysis.The results showed that the value of tourism suitability at the two observation stations on the Tanjung Bastian coast was in the very suitable category. The strategies needed for the development of Tanjung Bastian beach tourism are (1) increasing promotions, (2) equipping and maintaining existing tourism facilities to support beach development activities, and (3) developing various alternative tourism activities at the same location. Keywords: Coastal Tourism Destinations, Suitability Value, Development Strategy.
PENDAPATAN DAN POLA PENGELUARAN RUMAH TANGGA NELAYAN DI KAMPUNG WURING KECAMATAN ALOK BARAT KABUPATEN SIKKA G. Gato, Agnes Novalita Klaudia; Tallo, Ismawan; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.562 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan pengeluaran rumah tangga serta rasio perbandingan nilai tukar nelayan. Penelitian ini dilakukan Di Kampung Wuring Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan yang berjumlah 715 KK dan sampel yang diambil berjumlah 87 KK. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wawancara dengan menggunakan daftar kuisioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan 75 orang (86,21%) nelayan memiliki pendapatan hampir sesuai UMR dan sebanyak 12 orang (13,79%) memiliki penghasilan diatas UMR. Perbandingan indikator pendapatan dan pengeluaran, diketahui bahwa nilai tukar nelayan sebesar 1,25 atau >1 artinya bahwa nelayan di Kampung Wuring Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka tergolong sejahtera. Kata Kunci: Pendapatan, Pengeluaran Rumah Tangga, Kampung Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka Abstract - This study aims to determine household income and expenditure as well as the ratio of the fisherman's exchange rate comparison. This research was conducted in Wuring Village, West Alok District, Sikka Regency. The population in this study was the fishing community, amounting to 715 families and the samples taken were 87 families. The data collection technique used in this study was an interview using a list of questionnaires. Analysis of the data used in this research is by using quantitative descriptive analysis. The results showed that 75 people (86.21%) of fishermen had incomes that were close to the minimum wage and 12 people (13.79%) had incomes above the minimum wage. Comparison of income and expenditure indicators, it is known that the fisherman's exchange rate is 1.25 or > 1, meaning that fishermen in Wuring Village, West Alok District, Sikka Regency are classified as prosperous. Keywords: Income, Household Expenditure, Wuring Village, West Alok District, Sikka Regency
ANALISIS KESESUAIAN KAWASAN WISATA PANTAI PASIR PUTIH DI KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU Belmo, Theresia Virginia; Kangkan, Alexander L.; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.727 KB)

Abstract

Abstrak - Kegiatan wisata pantai Pasir Putih di Kecamatan Kakuluk Mesak mampu menunjang perekonomian masyarakat sekitar pantai, namun jika tidak dikelola berdasarkan kesesuaian dan daya dukung kawasan maka akan memberikan dampak yang tidak berkelanjutan baik pada sisi lingkungan, aktivitas wisata maupun pendapatan masyarakat. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kesesuaian wisata pantai Pasir Putih di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni-Juli 2021 di kawasan wisata pantai Pasir Putih dengan pembagian lokasi pengambilan data menjadi empat lokasi pengamatan dan menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan lokasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu memberikan gambaran terhadap keadaan yang sebenarnya. Parameter kesesuaian yang dinilai dalam penelitian ini diantaranya kedalaman perairan, kecerahan perairan, kecepatan arus, tipe pantai, lebar pantai, substrat dasar perairan, penutupan lahan, kemiringan pantai, biota berbahaya, dan ketersediaan air tawar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi satu dan lokasi empat termasuk dalam kategori sangat sesuai (S1) untuk kegiatan wisata pantai dengan memiliki nilai kesesuaian wisata yang sama sebesar 86%; sedangkan lokasi dua dan lokasi tiga dikategorikan sesuai (S2) untuk dilakukan kegiatan wisata pantai dengan masing-masing nilai kesesuaian wisata sebesar 75% dan 81%. Dengan demikian, kegiatan wisata pantai yang ada di pantai Pasir Putih sudah sesuai dengan parameter kesesuaian wisata pantai. Kata Kunci: Kesesuaian, Wisata Pantai, Aktivitas Wisata. Abstract - Pasir Putih beach tourism activities in the Kakuluk Mesak Sub-district can support the economy of the community around the coast, but if it is not managed based on the suitability and carrying capacity of the area, it will have an unsustainable impact on the environment, tourism activities, and community income. For this reason, this study aims to determine the suitability value of Pasir Putih beach tourism in the Kakuluk Mesak Sub-district, Belu Regency. Data collection was carried out in June-July 2021 in the Pasir Putih beach tourist area by dividing the data collection locations into four observation locations and using the purposive sampling technique in determining the location. The method used in this research is a descriptive quantitative method, which is to provide an overview of the actual situation. The suitability parameters assessed in this study include water depth, water brightness, current velocity, beach type, beach width, bottom substrate, land cover, coastal slope, hazardous biota, and freshwater availability. The results showed that location one and location four were included in the very suitable category (S1) for beach tourism activities with the same tourism suitability value of 86%; while location two and location three are categorized according to (S2) for beach tourism activities with tourism suitability values ​​of 75% and 81%, respectively. Thus, beach tourism activities on Pasir Putih beach are under the parameters of suitability of beach tourism. Keywords: Suitability, Beach Tourism, Tourism Activities
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI DESA TANAH MERAH KECAMATAN KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG Talan, Ani; Soewarlan, Lady Cindy; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.081 KB)

Abstract

Abstrak - Partisipasi yaitu keikutan masyarakat da1am kegiatan program penge1o1aan ekosistem mangrove untuk menjaga sumber daya pesisir tersebut agar tetap 1estari. Pene1itian bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk partisispasi masyarakat da1am penge1o1aan hutan mangrove di wi1ayah pesisir Desa Tanah Merah Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Pelaksanaan penelitian pada Juli-Agustus 2021, Pengumpulan data menggunakan teknik observasi meliputi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove di dasarkan atas 7 indikator utama yaitu (1) Partisipasi pasif/manipulatif, (2) Partisipasi informasi, (3) Partisipasi konsultasi, (4) Partisipasi insentif materiil, (5) Partisipasi fungsional, (6) Partisipasi interaktif dan (7) Partisipasi self mobilization serta wawancara dengan menggunakan ku esione secara terstuktur. Data dari hasil observasi dan wawancara dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan skala Likert. Daerah yang termasuk dalam kawasan pesisir dan yang menjadi lokasi pengambilan data peneltian yaitu pada kawasan RT 19 dan RT 20. Pene1itian ini ditemukan bahwa bentuk partisipasi masyarakat da1am penge1o1aan ekosistem mangrove di Desa Tanah Merah dapat di kelompokan atas dua tipe yaitu partisipasi pasif dengan indeks presentasi 78% berada pada kategori baik sedangkan partisipasi aktif berada pada kategori sangat tidak baik dengan indeks presentasi 22%. Kata Kunci: Partisipasi, Masyarakat, Penge1o1aan Ekosistem Mangrove Abstract- Participation is the involvement of local communities in mangrove ecosystem management activities to keep these coastal resources sustainable. The research aims to find out the forms of community participation in mangrove forest management in the coastal area of Tanah Merah Village, Central Kupang District, Kupang Regency. The study in July-August 2021, data collection using observation techniques includes community participation in mangrove forest management based on 7 main indicators namely (1) Passive participation / manipulative, (2) Information participation, (3) Consultation participation, (4) Participation of material incentives, (5) Functional participation, (6) Interactive participation and (7) Self mobilization participation and interviews using structured questionnaires. Data from observations and interviews are analyzed using qualitative descriptive analysis using the Likert scale. Areas included in coastal areas and which are the locations for data collection are in the RT 19 and RT 20 areas. This research found that the form of community participation in the management of mangrove ecosystems in Tanah Merah Village can be grouped into two types, namely passive participation with a presentation index of 78% is in the good category while active participation is in the category is very bad with a presentation index of 22%. Keywords: Participation, Community, Mangrove Ecosystem Management