Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : AgriMu

PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN KELAPA SEBAGAI SEKTOR UNGGUL DI DESA BABABULO KABUPATEN MAJENE Mujiba Rahmi; Reni Fatmasari Syafruddin; Sitti Arwati
AgriMu Vol 3, No 1 (2023): AgriMu Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i1.9351

Abstract

Coconut plants are one of the plants that are very useful in rural economic life, one of which is in Bababulo Village, Majene Regency. All parts of the coconut tree can be used to meet human needs. This study aims to determine the process of making coconut into processed coconut oil or virgin coconut oil (VCO) and to determine the income of the Anjoro Tuo business group. The informant in this study is the Anjoro Tuo business group. The analytical tool used is descriptive qualitative. The Qualitative Method is a descriptive research, by collecting data through observation and conducting direct interviews and taking documentation. The results showed that VCO processing was carried out by the community in Bababulo Village, Majene Regency, namely the coconut milk fermentation method which started by removing the coconut fiber, splitting the coconut, gouging out the coconut meat, cleaning the coconut meat, the grating process, the squeezing process, the coconut milk fermentation, the cooking process, and the packaging. . The total income value of the Anjoro Tuo Business group in Bababulo Village, Majene Regency from the sale of VCO is Rp. 31.140,000/month. Keywords : superior product, business group, vco, income
PERAN KOPERASI DALAM USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Arwati, Sitti; Anwar, Andi Rahayu; Fatmasari, Reni; Putra, Ardian
AgriMu Vol 4, No 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.13714

Abstract

Koperasi memegang peran sentral dalam mendukung kelangsungan dan perkembangan usahatani bawang merah. Sebagai lembaga ekonomi berbasis keanggotaan, koperasi tidak hanya menjadi wadah bagi para petani bawang merah untuk berkolaborasi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek kegiatan pertanian. Dengan mengakomodasi kebutuhan bersama, koperasi berperan dalam peningkatan akses petani terhadap sumber daya dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji peran koperasi dalam menunjang kegiatan usahatani bawang merah di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Informan penelitian melibatkan petani bawang merah dan pengurus Koperasi Bina Usaha (KBU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBU memiliki peranan penting untuk menjembatani petani dalam mengakses, input produksi, penyediaan modal, penyuluhan dan lain-lainnya. Selain itu, KBU juga menyediakan akses ke fasilitas kredit atau pembiayaan yang membantu petani bawang merah memenuhi kebutuhan modal untuk penanaman, pemeliharaan, dan panen dalam usahatani bawang merah. Kata kunci: Peran koperasi, usahatani, bawang merah
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI DAN KELAYAKAN USAHATANI KUBIS DI DESA PERANGIAN KECAMATAN BARAKA KABUPATEN ENREKANG Ekaputri, Fatma; Husain, Nailah; Arwati, Sitti
AgriMu Vol. 1 No. 2 (2021): AgriMu Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v1i2.5995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor produksi dan kelayakan usahatani kubis di Desa Perangian Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang.Populasi pada penelitian ini berjumlah 239 orang, dengan teknik penentuan sampel mengunakan Simple Random Sampling yang diambil sebanyak 15% sehingga populasi yang diperolaeh sebanyak 36 orang. Analisis data yang digunakan regresi linear berganda dan R/C (Ratio).Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien determinan (R²) sebesar 0,932 , untuk uji-f menunjukkan bahwa luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh nyata secara bersama-sama terhadap produksi kubis di Desa Perangian, sedangkan uji-t, yang berpengaruh nyata yaitu  luas lahan, sebaliknya benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata karena nilai signifikan lebih besar dari 0,05 terhadap produksi Kubis, dan kelayakan usahatani kubis di Desa Perangaian adalah sebesar 3,08.
ANALISIS SALURAN DAN MARJIN PEMASARAN KOMODITAS BAWANG MERAH DI KELURAHAN TOMENAWA KECAMATAN BARAKA KABUPATEN ENREKANG ,, Irpan; ,, Hasriani; Sari, Dewi Puspita; Arwati, Sitti
AgriMu Vol. 2 No. 2 (2022): AgriMu Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v2i2.7782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui margin pemasaran komoditas bawang merah di Kelurahan Tomenawa Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu 187 orang petani dan penentuan sampel dilakukan dengan mengambil 15% dari total populasi, sehingga jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 28 orang petani bawang merah. Metode penentuan sampel menggunakan metode acak sederhana (simpel random sampling), serta pengambilan sampel sebanyak 7 orang pada lembaga pemasaran menggunakan metode bola salju (snowball sampling). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 saluran pemasaran komoditas bawang merah di Kelurahan Tomenawa Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang dengan nilai margin pemasaran yaitu : (1) petani – pedagang pengecer – konsumen (dengan nilai margin Rp. 3.500/kg); (2) petani – pedagang besar – konsumen (dengan nilai margin Rp. 8.000/kg); dan (3) petani – pedagang besar – konsumen (dengan nilai margin Rp. 8.500/kg). Kata Kunci : bawang merah, saluran pemasaran, efisiensi pemasaran
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN KELAPA SEBAGAI SEKTOR UNGGUL DI DESA BABABULO KABUPATEN MAJENE Rahmi, Mujiba; Syafruddin, Reni Fatmasari; Arwati, Sitti
AgriMu Vol. 3 No. 1 (2023): AgriMu Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i1.9351

Abstract

Coconut plants are one of the plants that are very useful in rural economic life, one of which is in Bababulo Village, Majene Regency. All parts of the coconut tree can be used to meet human needs. This study aims to determine the process of making coconut into processed coconut oil or virgin coconut oil (VCO) and to determine the income of the Anjoro Tuo business group. The informant in this study is the Anjoro Tuo business group. The analytical tool used is descriptive qualitative. The Qualitative Method is a descriptive research, by collecting data through observation and conducting direct interviews and taking documentation. The results showed that VCO processing was carried out by the community in Bababulo Village, Majene Regency, namely the coconut milk fermentation method which started by removing the coconut fiber, splitting the coconut, gouging out the coconut meat, cleaning the coconut meat, the grating process, the squeezing process, the coconut milk fermentation, the cooking process, and the packaging. . The total income value of the Anjoro Tuo Business group in Bababulo Village, Majene Regency from the sale of VCO is Rp. 31.140,000/month. Keywords : superior product, business group, vco, income
PERAN KOPERASI DALAM USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Arwati, Sitti; Anwar, Andi Rahayu; Fatmasari, Reni; Putra, Ardian
AgriMu Vol. 4 No. 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.13714

Abstract

Koperasi memegang peran sentral dalam mendukung kelangsungan dan perkembangan usahatani bawang merah. Sebagai lembaga ekonomi berbasis keanggotaan, koperasi tidak hanya menjadi wadah bagi para petani bawang merah untuk berkolaborasi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek kegiatan pertanian. Dengan mengakomodasi kebutuhan bersama, koperasi berperan dalam peningkatan akses petani terhadap sumber daya dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji peran koperasi dalam menunjang kegiatan usahatani bawang merah di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Informan penelitian melibatkan petani bawang merah dan pengurus Koperasi Bina Usaha (KBU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBU memiliki peranan penting untuk menjembatani petani dalam mengakses, input produksi, penyediaan modal, penyuluhan dan lain-lainnya. Selain itu, KBU juga menyediakan akses ke fasilitas kredit atau pembiayaan yang membantu petani bawang merah memenuhi kebutuhan modal untuk penanaman, pemeliharaan, dan panen dalam usahatani bawang merah. Kata kunci: Peran koperasi, usahatani, bawang merah