Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENUNDAAN PENJEPITAN DAN PEMOTONGAN TALI PUSAT DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN NEONATUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDU SANJAYA KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH 2024 THE RELATIONSHIP OF DELAYS IN CLAMPING AND CUTTING THE CUMBLE CORD WITH THE WE Agustinah, Dewi Syarah; Enny Yuliaswati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i3.5045

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Berat badan neonatus secara fisiologi mengalami penurunan sebesar 10%, untuk bayi besar mungkin tidak signifikan, namun untuk bayi yang kecil kurang dari 2,5 penurunan tersebut dapat menjadi masalah karena keluarnya mekonium dan air seni yang belum diimbangi dengan asupan yang mencukupi, misalnya produksi ASI yang belum lancar. Teknik pemotongan tali pusat yang tepat waktunya akan dapat mencegah terjadinya penurunan BB neonatus dalam 10 hari pertama kehidupannya karena meningkatkan suplay zat besi sehingga mengurangi kejadian anemia sebesar 60% pada bayi, mengurangi perdarahan intraventrikuler sebesar 59% pada bayi prematur, mengurangi enterocolitis nekrotik sebesar 62% pada bayi premature, mengurangi sepsis, mengurangi kebutuhan transfuse darah pada bayi prematur. Peningkatan berat badan neonatus saat usia 10 hari dengan penundaan pemotongan tali pusat sebesar 300 gram. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan penundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat dengan kenaikan berat badan neonatus. Metode: Desain penelitian adalah Cross Sectional dengan menggunakan data sekunder pada catatan rekam medik ibu dan bayi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien neonatus usia 10 hari dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling pada bulan April - Juni didapatkan sampel berjumlah 48 responden. Hasil: Analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik (Chi Square) diperoleh p value 0,000 ≤ 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara metode penundaan pemotogan tali pusat dengan kenaikan berat badan neonatus di Wilayah Kerja Puskesmas Pandu Sanjaya Tahun 2024. Kata Kunci: Bayi Baru Lahir, Kenaikan Berat Badan Neonatus, Penundaan dan Penjepitan Tali Pusat ABSTRACT Background: Physiologically, neonatal weight decreases by 10%, for large babies it may not be significant, but for small babies less than 2.5 the decrease can be a problem because the release of meconium and urine has not been balanced with sufficient intake, for example, breast milk production is not smooth. The technique of cutting the umbilical cord on time can prevent a decrease in neonatal weight in the first 10 days of life because it increases iron supply, thereby reducing the incidence of anemia by 60% in infants, reducing intraventricular hemorrhage by 59% in premature infants, reducing necrotic enterocolitis by 62% in premature infants, reducing sepsis, reducing the need for blood transfusions in premature infants. Increased neonatal weight at 10 days of age with a delay in cutting the umbilical cord by 300 grams. Objective: This study aims to analyze the relationship between delays in clamping and cutting the umbilical cord and neonatal weight gain. Method: The study design was Cross Sectional using secondary data from the medical records of the mother and baby. The population in this study were all neonatal patients aged 10 days and the sampling technique used the Simple Random Sampling technique in April - June, a sample of 48 respondents was obtained. Results: Bivariate analysis using statistical tests (Chi Square) obtained a p value of 0.000 ≤ 0.05. Conclusion: There is a significant relationship between the method of delaying umbilical cord cutting and neonatal weight gain in the Pandu Sanjaya Health Center Work Area in 2024. Keywords: Newborns, Neonatal Weight Gain, Delay and Clamping of the Umbilical Cord
PENGARUH AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA JAHITAN PERINEUM DI TPMB SITI ROHANAH KABUPATEN BEKASI Sari, Widia; Enny Yuliaswati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i2.5141

Abstract

ABSTRACT Background: The puerperium is said to be a period of recovery of the mother's condition after childbirth until all female reproductive organs recover before the next pregnancy, the puerperium usually lasts 6-8 weeks after delivery. Healing of suture wounds will normally occur on the fifth to seventh day and can also be faster within 5 days which is characterized by dry wounds, absence of redness, swelling, fused tissue and no pain when sitting and walking. Objective: This study aims to determine the effect of guava leaf decoction water on the healing process of perineal suture wounds. Methods: The design used in this study was a quasi experiment. The sampling technique in this study was consecutive sampling. The research was conducted at TPMB Siti Rohanah in April-June with a total sample of 20, namely 10 intervention groups and 10 control group respondents. Statistical analysis used is mann whitney test. Research Results: the results of the analysis showed that the healing of perineal suture wounds given guava leaf decoction water was faster in the healing process, namely 5.50 days while those not given were 6.40 days with a mean difference of 0.90. Keywords: Guava Leaf Decoction Water, Perineal Suture Wound Healing ABSTRAK latar belakang : Masa nifas dikatakan sebagai masa pemulihan kondisi ibu sesudah persalinan hingga seluruh organ reproduksi wanita pulih kembali sebelum kehamilan berikutnya, masa nifas biasanya berlangsung 6-8 minggu setelah persalinan. Penyembuhan luka jahitan secara normal akan terjadi pada hari kelima hingga hari ketujuh dan bisa juga lebih cepat dalam waktu 5 hari yang ditandai dengan luka kering, tidak adanya kemerahan, pembengkakan, jaringan menyatu dan tidak nyeri ketika untuk duduk dan berjalan. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rebusan daun jambu biji dengan proses penyembuhan luka jahitan perineum. Metode : Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimen). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah consecutive Sampling. Penelitian dilakukan di TPMB Siti Rohanah pada bulan april-juni 2024 dengan Jumlah sampel 20 yaitu 10 kelompok intervensi dan 10 responden kelompok control. Analisis statistik yang digunakan adalah uji mann whitney. Hasil Penelitian: hasil analisa didapatkan bahwa penyembuhan luka jahitan perineum yang diberikan air rebusan daun jambu lebih cepat proses penyembuhannya yaitu 5,50 hari sedangkan yang tidak diberikan sebesar 6.40 hari dengan beda mean yaitu sebesar 0.90. Terdapat pengaruh air rebusan daun jambu biji terhadap proses penyembuhan luka perineum dengan p value 0,007 yang berarti air rebusan daun jambu biji efektif terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Kata Kunci : Air Rebusan Daun Jambu Biji, Penyembuhan Luka Jahitan Perineum
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN JAHE TERHADAP PENURUNAN EMESIS GRAVIDARUM TRIMESTER 1 DI KLINIK SALMAN MEDIKA THE EFFECT OF GINGER DRINK ON THE REDUCTION OF 1ST TRIMESTER EMESIS GRAVIDARUM AT THE SALMAN MEDIKA CLINIC Indriyani, Reza; Enny Yuliaswati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i4.5246

Abstract

ABSTRAK Latar belakang mual muntah yang terjadi pada kehamilan trimester pertama disebabkan karena terjadinya peningkatan kadar hormon Estrogen dan Human Chorionic Gonadotropine (HCG). Mual muntah sering terjadi di pagi hari, yang di sebut morning sickness.Emesis gravidarum menyebabkan terganggunya aktivitas, menurunkan nafsu makan dan terjadinya dehidrasi,apabila tidak diatasi maka akan berdampak menjadi hiperemesis gravidarum. Emesis gravidarum bisa diatasi dengan terapi non farmakologi, salah satunya yaitu jahe. Jahe mengandung gingerol, shogaoldan zingeberen yang bisa menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas minuman jahe terhadap pengurangan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1. Metode penelitian ini merupakan quasi experiment dalam penelitian ini menggunakan design pra eksperimen dengan pre test dan post test. Hasil penelitian menunjukanuji normalitas wilcoxon terdapat nilai p=0,000 ada pengaruh minuman jahe terhadap pegurangan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 diklinik Salman Medika Tahun 2024. Kesimpulan ada efektivitas minuman jahe terhadap pegurangan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 diklinik Salman Medika Tahun 2024. Kata kunci : jahe, ibu hamil, emesis gravidarum ABSTRACK Nausea and vomiting that occurs in the first trimester of pregnancy is caused by increased levels of the hormones Estrogen and Human Chorionic Gonadotropin (HCG). Nausea, vomiting often occurs in the morning, which is called morning sickness. Emesis gravidarum causes disruption of activities, decreased appetite and dehydration, if not treated it will result in hyperemesis gravidarum. Emesis gravidarum can be treated with non-pharmacological therapy, one of which is ginger. Ginger contains gingerol, shogaold and zingeberen which can reduce nausea and vomiting in pregnant women. The aim of this research is to analyze the effectiveness of ginger drinks in reducing emesis gravidarum in pregnant women in the 1st trimester. This research is a quasi experiment in this research using a pre-experimental design with a pre-test and post test. Research shows that the results of the Wilcoxon normality test have a value of p = 0.000, there is an effect of ginger drink on reducing emesis gravidarum in pregnant women in the 1st trimester at the Salman Medika clinic in 2024. There is effectiveness of ginger drink in reducing emesis gravidarum in pregnant women in the 1st trimester at the Salman Medika clinic in 2024 Key words: ginger, pregnant women, emesis gravidarum
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASA TUBUH (IMT) DAN OLAHRAGA DENGAN SKALA DYSMINORRHEA PADA SANTRIWATI THE RELATIONSHIP BETWEEN THE BODY MASS INDEX (BMI) AND THE SPORT OF THE DYSMENORRHEA SCALE IN THE SANTRIWATI Juliana, Kanisa Ayu; Enny Yuliaswati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i5.5628

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan peristiwa keluarnya darah dari vagina. Pengalaman ketidaknyamanan dan rasa sakit saat menstruasi bisa dialami Santriwati yang dinamakan dysminorhea. Dysminorrhea dibagi menjadi 3 derajat yaitu nyeri ringan, sedang dan berat. Ada hubungan erat antara gangguan keseimbangan hormon reproduksi terkait dengan IMT, yang dipengaruhi oleh komponen lemak dalam tubuh terhadap nyeri haid dan olahraga terhadap peningkatan aliran darah yang dapat membantu mengurangi nyeri haid. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Olahraga dengan skala dysminorrhea pada santriwati kelas 6 Gontor Putri Kampus 2. Metode Penelitian: cross-sectional, yaitu tahap pengumpulan data dilakukan pada satu titik waktu. Selanjutnya diuji secara statistik yang menghasilkan koefisien korelasi. Populasi adalah seluruh santriwati kelas 6 Gontor Putri Kampus 2. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling didapatkan sampel berjumlah 82 responden. Hasil Penelitian : Analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik (spearman’s rho non- parametric correlations) diperoleh p value (0,002) < (α)(0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Olahraga dengan skala Dysminorrhea pada santriwati kelas 6 Gontor Putri Kampus 2. Kata Kunci: Dysmenorrhea, Indeks Massa Tubuh (IMT), Olahraga ABSTRACT Background: Menstruation is the event of blood coming out of the vagina. Experience discomfort and pain during menstruation can be experienced in Santriwati called dysmenorrhea. Dysmenorrhea is divided into three degrees: mild, moderate, and severe pain. There is a close link between the reproductive hormone imbalance associated with body mass index (BMI), which is affected by the fatty components in the body against menstrual pain, and sport against increased blood flow that can help reduce menstrual pains. The objective of the research: is to find out if there is any connection between body mass index (BMI) and sports with the scale of dysmenorrhea in the Santriwati class 6 Gontor Princess Campus 2. Research method: cross-sectional, the data collection phase is carried out at a time point. It is then tested statistically to produce a correlation coefficient. The population is the entire Santriwati class 6 Gontor Princess Campus 2. The sampling technique used was simple random sampling, which obtained samples of 82 respondents. Results: Bivariate analysis using Spearman's rho non-parametric correlations obtained p-value (0,002) < (α)(0,05). Conclusion: There is a correlation between Body Mass Index (BMI) and Sport with the Dysmenorrhea scale at the 6th grade Gontor Princess Campus 2. Keywords: Dysmenorrhea, Body Mass Index (BMI), sport
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK IKAN GABUS TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESAREA DI RS. BHAYANGKARA POLDA DIY THE EFFECT OF ADMINISTRATION OF SNAKEFISH EXTRACT ON THE HEALING OF POST SECTIO CAESAREA WOUNDS IN BHAYANGKARA POLDA DIY HOSPITAL Prasiwi, Haning; Yuliaswati, Enny
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i2.5934

Abstract

The primary need that must be addressed for postpartum mothers with wounds is proper nutrition to support the immune system and wound healing. Gabus fish is an alternative source of albumin protein. Additionally, the nutritional content and amino acids in gabus fish extract can aid in the repair of damaged cells and accelerate wound healing. This study aims to analyze the effect of gabus fish extract on the duration of wound healing in postpartum women after cesarean section at RS. Bhayangkara Polda DIY. This research uses a quasi-experimental design with a case-control group approach. The study was conducted at RS. Bhayangkara Polda DIY. The research instrument was the REEDA scale to measure wound status and determine the duration of wound healing. The sample consisted of 20 respondents, divided into 2 groups: the treatment group, comprising 10 postpartum women who received antibiotics and gabus fish extract, and the control group, comprising 10 postpartum women who received antibiotics without gabus fish extract. The average wound healing time for the treatment group was 6 days, while for the control group, it was 9 days. There was a significant difference in the duration of wound healing between the treatment and control groups at RS. Bhayangkara Polda DIY, with a p-value of 0.028 < 0.05. The administration of gabus fish extract is effective in reducing the duration of wound healing in postpartum women after cesarean section at RS. Bhayangkara Polda DIY. Keywords: Wound, Post-Sectio Caesarea, Snakehead Fish Extract Kebutuhan paling utama yang harus dipenuhi oleh ibu post partum dengan adanya luka adalah nutrisi yang baik untuk sistem imun dan penyembuhan luka. Ikan gabus merupakan alternatif sebagai sumber protein albumin. Selain itu, kandungan nutrisi dan asam amino dalam ekstrak ikan gabus dapat mendukung perbaikan sel-sel yang rusak dan mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak ikan gabus terhadap lama penyembuhan luka pada post sectio caesarea di RS. Bhayangkara Polda DIY. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy eksperimental. Penelitian ini menggunakan case-control group design. Penelitian dilakukan di RS. Bhayangkara Polda DIY. Instrumen penelitian ini adalah skala REEDA untuk mengukur status luka untuk mengetahui lama penyembuhan luka. Sampel penelitian adalah 20 responden, dari 20 orang tersebut dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok yang diberikan perlakuan (intervensi) sebanyak 10 ibu nifas dengan diberikan antibiotik dan ekstrak ikan gabus dan kelompok kontrol yang diberi antibiotik sebanyak 10 ibu nifas tanpa pemberian ekstrak ikan gabus. Rata-rata lama penyembuhan post sectio caesare pada kelompok perlakuan adalah 6 hari. Rata-rata lama penyembuhan pada kelompok kontrol adalah 9 hari. Terdapat perbedaan yang signifikan perbedaan lama penyembuhan luka post sectio caesarea pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol di RS. Bhayangkara Polda DIY. Hal tersebut dibuktikan dengan p value sebesar 0.028<0.05. Pemberian ekstrak ikan gabus efektif terhadap lama penyembuhan luka pada post sectio caesarea di RS. Bhayangkara Polda DIY. Kata Kunci: Luka, Post Sectio Caesera, Ekstrak Ikan Gabus
PENGARUH KURMA DALAM MENINGKATKAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI KLINIK PRATAMA HIDAYAH SUKOHARJO Kamidah; Yuliaswati, Enny; Riyanti Kusuma Dewi, Rita
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 13 No 2 (2023): Vol 13, No 2 (Juni 2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v13i2.726

Abstract

The government has long been trying to overcome anemia in pregnant women by providing 90 tablets of iron supplements which must be consumed during pregnancy. Until now, these efforts have not completely resolved the problem of anemia in pregnant women. According to WHO, the maternal mortality rate associated with anemia is 40%. Low hemoglobin levels in pregnant women can cause non-optimal fetal growth, abortion, prolonged labor, and postpartum hemorrhage. Research Objectives: To determine the effect of dates on increasing hemoglobin levels in pregnant women. Research Method: an intervention study with the one group pre test- post test method. The population of pregnant women with a total sample of 16. Data analysis using the Wilcoxon test. Results: Of the 16 respondents, the average hemoglobin level before being given dates was 10.1 gr/dl and after being given dates, the average hemoglobin level was 11.1 gr/dl. There was an increase in hemoglobin levels of 1 gr/dl after the respondents were given dates. p-value 0.031. Conclusion: There is a significant effect, dates can increase hemoglobin levels.
Hubungan Antara Dukungan Suami dengan Pemberian Asi Eksklusif Salma Qurrata A’yun; Enny Yuliaswati
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 2 No. 4 (2024): November : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v2i4.714

Abstract

Background: Breast milk is the first natural food for babies which contains vitamins, minerals and nutrients that babies need for growth in the first six months, and no other food or liquid is needed. Data on exclusive breastfeeding in Indonesia in 2023 is around 73.9%, this figure still does not meet the national exclusive breastfeeding target of 80%. Family support factors, including the husband, greatly determine success in breastfeeding, because family influence influences the mother's emotional state, which indirectly also influences breast milk production. Objective: to determine the relationship between husband's support and exclusive breastfeeding. Method: quantitative research using analytical survey methods with a cross sectional approach. Sampling using the Slovin formula obtained 31 respondents with the criteria of mothers who have babies aged 6-12 months. Results: The results of this research prove that there is a relationship between husband's support and exclusive breastfeeding based on the chi square test which shows an Asymp.Sig value of 0.000 which is smaller than 0.05. Conclusion: there is a relationship between husband's support and exclusive breastfeeding.
PENGARUH PEMBERIAN TELUR AYAM REBUS TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI PMB ARIESTINA BR MAHA Yani, Devi Eli; Yuliaswati, Enny
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i4.2955

Abstract

Latar Belakang :Luka perineum merupakan robekan yang terjadi pada saat bayi lahir secara spontan maupun dengan tindakan episiotomi. Menurut (WHO) 80% ibu nifas di dunia mengalami luka perineum, tahun 2017 di Indonesia terdapat 57% ibu mengalami jahitan perineum karena robekan. Untuk perawatan luka perineum dengan terapi non farmakologi dapat mengkonsumsi makanan hewani yaitu telur rebus. Kandungan nutrisi telur rebus utuh mengandung lebih dari 90% kalsium zat besi, satu telur mengandung 6 gram protein berkualitas dan asam amino esensial. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian telur ayam rebus terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Metode : Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen atau eksperimen semu dengan rancangan penelitian two group post test only design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden dengan menggunakan uji statistik Mann-Withney. Hasil : Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Mann-Whitney, diperoleh hasil nilai p value 0,001 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh pemberian telur ayam rebus terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Kesimpulan :terdapat pengaruh pemberian telur ayam rebus terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas
Pengaruh kelas ibu hamil terhadap pencegahan stunting Riyanti Kusumadewi, Rita; Kamidah, Kamidah; Yuliaswati, Enny; Yuntafiatul, Yuntafiatul
Avicenna : Journal of Health Research Vol 7, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v7i2.1206

Abstract

PENGARUH REBUSAN JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN DISMENOREA PADA SISWI Mega Restika Sari; Enny Yuliaswati
Jurnal Bidan Pintar Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v5i2.5909

Abstract

Latar Belakang: Ketika menstruasi, wanita terkadang akan mengalami rasa nyeri, dimana sifat dan tingkat rasa nyeri bervariasi, mulai dari nyeri ringan hingga berat. Kondisi tersebut dinamakan dismenorea, yaitu suatu keadaan nyeri hebat dan bisa mengganggu aktivitas. Dismenorea merupakan suatu fenomena simtomatik meliputi nyeri abdomen, kram dan sakit punggung. Dismenorea dapat menganggu seseorang untuk menjalankan aktifitas serta, ketidakmampuan melakukan kegiatan sehari-hari seperti tidak bekerja atau masuk sekolah. Wanita yang mengalami nyeri berat dapat menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari termasuk sekolah, kuliah dan kerja. Bagi remaja usia sekolah, permasalahan disminorea ini dapat menyebabkan ketidakhadiran siswi di sekolah dan terganggunya kegiatan belajar mengajar. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian air rebusan jahe merah terhadap penurunan intensitas dismenorea pada siswi SMP Negeri 1 Belitang Madang Raya Kabupaten Oku Timur Sumatera Selatan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre - eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Hasil: Berdasarkan hasil uji data menggunakn uji wilcoxcon di peroleh p = 0,00 lebih kecil dari 0,05 berarti ada pengaruh rebusan air jahe merah terhadap penurunan disminorhea pada siswi SMP Negeri 1 Belitanga Madang Raya Kabupaten OKU Timur. Kesimpulan: Adanya Pengaruh Air Rebusan Jahe Merah Terhadap Penurunan Dismenorea Pada Siswi SMP Negeri 1 Belitang Madang Raya Kabupaten Oku Timur Sumatera Selatan.