Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK KB 3 BULAN DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN Yuni Lestari; Enny Yuliaswati
Jurnal Bidan Pintar Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kontrasepsi suntik 3 bulan merupakan jenis kontrasepsi dengan metode suntikan yang berisi hormon progesterone yang dapat merangsang pusat pengendali nafsu makan di bagian hipotalamus sehingga akseptor makan lebih banyak dari biasanya dan berdampak pada kenaikan berat badan. Kenaikan berat badan yang terus menerus akan menyebabkan kegemukan atau obesitas yang dapat memicu timbulnya beberapa penyakit kronis diantaranya Diabetes Melitus, hipertensi, stroke dan serangan jantung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa apakah ada Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Suntik KB 3 Bulan Dengan Peningkatan Berat Badan. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Analitik rancangan penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Desa Taman Agung Wilayah UPTD Puskesmas Trimoharjo. Waktu penelitian pada bulan Mei sampai Juni 2024, pengumpulan data dengan lembar observasi dan menimbang berat badan sekarang. Hasil: analisis Chi Square dengan derajat kebebasan 1 dan taraf signifikansi sebesar 0,05 didapatkan hasil bahwa nilai p-value 1,000 yang berarti p-value 0,05 sehingga disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan.
PENGARUH AIR KELAPA HIJAU TERHADAP PENURUNAN DISMENORHEA PADA SISWI Rusmiati; Enny Yuliaswati
Jurnal Bidan Pintar Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v5i2.5948

Abstract

Latar Belakang: Perempuan di Indonesia 90% pernah mengalami nyeri haid atau yang disebut dengan dismonerhea termasuk yang berada di usia sekolah. Berbagai penanganan dismenorhea yang dapat dilakukan oleh siswi dan keluarganya meliputi pengobatan secara farmakologis dan non farmakologis. Pengobatan secara farmakologis dilakukan dengan mengkonsumsi obat dan Pengobatan secara non farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengobati nyeri dismenorhea yaitu dengan pengobatan komplementer atau pengobatan alternative menggunakan pengobatan herbal salah satunya air kelapa hijau. Air kelapa hijau (Cocos Nucifera Linn Var. Viridis) adalah minuman padat nutrisi karena kaya akan bahan kimia seperti kalsium, magnesium, vitamin C, protein dan lemak. Tujuan: Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh air kelapa hijau terhadap penurunan tingkat dismenorhea pada siswi di MTS Darul Huda Lubuk Harjo Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian “pra-eksperimental” dengan rancangan penelitian “One Group Pre-Post Test Design”. Populasi pada penelitian ini adalah siswi dengan total 117 siswi, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan adalah 30 responden. Hasil: Berdasarkan data hasil uji Wilcoxon pada penelitian ini membuktikan terdapat adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian air kelapa hijau terhadap penurunan tingkat dismenorhea pada siswi di MTS Darul Huda Lubuk Harjo.
PENGARUH REBUSAN DAUN BIONAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS Pertiwi, Sherli; Yuliaswati, Enny
Jurnal Bidan Pintar Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Luka perineum terjadi karena kurang optimalnya ibu meneran, perineum kaku, bayi besar dan penolong persalinan. Periode nifas merupakan masa penyembuhan dan perubahan, atau waktu kembali keadaan semula, Beberapa hal dapat terjadi pada saat masa nifas, salah satunya ialah infeksi masa nifas, Infeksi yang akan terjadi salah satunya ialah infeksi perlukaan pada jalan lahir atau infeksi luka perineum, infeksi pada perineum dapat merambat ke saluran kandung kemih dan jalan lahir yang berdampak timbulnya komplikasi infeksi. Binahong mengandung senyawa aktif yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antiviral, antifungi, analgesik, dan anti inflamasi. Kandungan senyawa metabolit sekunder pada binahong yaitu flavonoid, triterpenoid, steroid, alkaloid, 4 fenol, dan saponin dan kandungan vitamin C untuk pembentukan kolagen dan mempercepat penyembuhan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebusan daun binahong (Anredera Cordifolia) terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Pre-experimental design dengan rancangan penelitian menggunakan Pretest dan Posttest. Sampel penelitian ini sebanyak 20 responden. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon signed rank untuk menguji pengaruh rebusan daun binahong terhadap penyembuhan luka perineum. Hasil: Pemberian rebusan daun binahong dalam penyembuhan luka perineum dengan p-value 0,000 (<0,05) sehingga Ha diterima. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian rebusan daun binahong sangat efektif untuk penyembuhan luka perineum pada ibu nifas.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI KELAS IBU HAMIL Kusumadewi, Rita; Kamidah, Kamidah; Yuliaswati, Enny; Ningtyas Prabasari, Siska; Kustiyati, Sri; Yuntafiatul
Empowerment Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v5i1.1676

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronis yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penyebab utama meliputi kurangnya asupan gizi, pola makan yang buruk, dan rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi selama kehamilan. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting melalui kelas ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Pratama Hidayah dengan melibatkan 50 ibu hamil yang dibagi menjadi dua kelompok. Edukasi dilakukan melalui ceramah, diskusi interaktif, dan media visual seperti PowerPoint. Materi meliputi pencegahan stunting, nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan, serta faktor pendukung lainnya. Pretest dilakukan sebelum sesi untuk menilai pengetahuan awal peserta, diikuti oleh posttest setelah penyuluhan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta. Sebelum penyuluhan, 86% ibu hamil berada pada kategori pengetahuan kurang, 14% cukup, dan tidak ada yang baik. Setelah penyuluhan, kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 28%, cukup menjadi 68%, dan kurang menurun menjadi 4%. Kesimpulan menunjukkan bahwa kelas ibu hamil efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang pencegahan stunting. Selain memberikan edukasi gizi, program ini mendorong ibu hamil untuk lebih peduli terhadap pemeriksaan kehamilan, pola makan bergizi, dan perawatan selama kehamilan. Program ini diharapkan berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak, serta menciptakan generasi yang lebih sehat
Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Perawatan Kehamilan Di Klinik Pratama Hidayah Kamidah; Yuliaswati, Enny; Riyanti Kusuma Dewi, Rita
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 15 No 2 (2025): Vol. 15, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v15i2.1578

Abstract

Latar belakang: kehamilan adalah waktu sekitar 9 bulan seorang wanita mengandung janinnya. Dalam 9 bulan janin akan bertumbuh dan berkembang. Bahkan selama dalam kandungan janin masuk dalam periode emas yang akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya dalam hidup seorang anak yang akan dilahirkan. Dalam ANC bidan akan memberikan penyuluhan pada ibu diantaranya tentang bagaimana ibu hamil melakukan perawatan sehari-hari saat hamil. Perawatan sehari-hari selama hamil meliputi pemenuhan gizi, kebutuhan istirahat, personal hygiena, dan aktivitas fisik.Ibu harus memahami beberapa hal dalam perawatan sehari-hari selama menjalani kehamilannya, dengan tujuan menjaga kesejahteraan ibu dan janin.Upaya agar ibu hamil dapat menjalankan perawatan sehari-hari dengan benar , penting bagi setiap ibu hamil untuk mempunyai pengetahuan tentang perawatan sehari-hari selama kehamilan agar dapat mengaplkikasikan dengan tepat dalam kehidupannya. Tujuan: mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan sehari-hari dalam masa kehamilan.Metode: jenis penelitian deskripsi kuantitatif. Populasi semua ibu hamil. Jumlah sampel 50. Tehnik sampling acidental. Hasil: gambaran karakteristik responden mayoritas penddikan SMA, mayoritas jumlah anak 2, mayoritas responden bekerja, mayoritas pengetahuan ibu hamil tentang perawatan sehari-hari dalam kehamilan 54% tingkat pengetuannya sedang Simpulan: mayoritas tingkat pengetahuan responden tentang perawatan sehari-hari sedang.
PENGARUH PEMBERIAN BUAH PEPAYA TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN BALITA USIA 2-5 TAHUN Dwiyanti, Dhea; Yuliaswati, Enny
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 01 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan nafsu makan pada balita dapat memengaruhi status gizi dan pertumbuhan. Buah pepaya (Carica papaya L.) mengandung vitamin, mineral, dan enzim papain yang berperan dalam meningkatkan nafsu makan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian buah pepaya terhadap peningkatan nafsu makan balita usia 2–5 tahun. Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 20 balita dipilih secara simple random sampling. Intervensi berupa pemberian buah pepaya 100 gram setiap hari selama 14 hari. Pengukuran nafsu makan menggunakan metode Visual Comstock, dan analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan median nafsu makan sebelum intervensi adalah 2,00 dan sesudah intervensi meningkat menjadi 4,00. Uji Wilcoxon memperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian buah pepaya terhadap peningkatan nafsu makan balita usia 2–5 tahun. Pemberian buah pepaya dapat menjadi alternatif non farmakologi yang efektif dan mudah diakses untuk meningkatkan nafsu makan balita.
Pengaruh Pemberian Temulawak terhadap Penurunan Dismenorea pada Remaja Desa Batuwarno Dhea Ayu Retno Palupi; Enny Yuliaswati
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September : Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i3.2296

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a common menstrual pain experienced by adolescent girls, often interfering with daily activities. Curcuma xanthorrhiza contains curcuminoids with anti-inflammatory and analgesic properties, making it a potential non-pharmacological treatment for menstrual pain. A preliminary study in Batuwarno Village showed a high prevalence of dysmenorrhea among adolescents. Objective: To determine the effect of Curcuma xanthorrhiza consumption on the reduction of dysmenorrhea in adolescents in Batuwarno Village. Methods: This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 24 adolescent girls with dysmenorrhea, selected using consecutive sampling. The intervention involved administering 200 ml of boiled Curcuma xanthorrhiza twice a day for one day. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: The average pain score before the intervention was 6.54, and after the intervention, it decreased to 1.50. The Wilcoxon test yielded a Z value of -4.448ᵇ, where the negative Z value indicates that the more the intervention is given, the more the experienced pain decreases. The resulting p-value was 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of Curcuma xanthorrhiza administration on the reduction of dysmenorrhea. Conclusion: Curcuma xanthorrhiza is effective in reducing dysmenorrhea in adolescents and can be considered a non-pharmacological alternative for managing menstrual pain.
Pengaruh Pemberian Jahe terhadap Penurunan Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I Dina Novitasari; Enny Yuliaswati
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September : Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i3.2297

Abstract

Background: Pregnancy is the implantation of the fertilized egg and sperm in the endometrium, and can cause discomfort, one of which is nausea and vomiting, especially in the first trimester. This symptom is common and can cause decreased appetite, paleness, weakness and decreased body fluids. The prevalence of nausea and vomiting in Indonesia is 50-90% of pregnant women. This condition occurs in 60-80% of primigravida pregnant women, and 40-60% of multigravida pregnant women. Objective: This study aims to determine the effect of ginger administration on reducing nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester. Method: The method used is a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 22 respondents who experienced nausea and vomiting at the Simo Community Health Center, Boyolali. The sampling technique used a non-probability method with a consecutive sampling technique. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank test. Assessment of nausea and vomiting using the Pregnancy Unique Quantification of Emesis (PUQE-24) before and after administration of ginger for 4 days. Results: The majority of respondents before the intervention experienced moderate nausea and vomiting (54.5%), while after the intervention, the majority experienced mild nausea and vomiting (59.1%), and those who did not experience nausea and vomiting (31.8%). The Wilcoxon signed rank test showed that nausea and vomiting before and after ginger administration resulted in a p value of 0.000 (<0.05). Conclusion: Ginger administration has a significant and effective effect on reducing the level of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester.
fast track: Pijat Oksitosin dan Murrotal: Kombinasi Relaksasi Fisik dan Spiritual untuk meningkatkan Produksi ASI zakiah, abadiyah; Rahman Oktaviya, Deasy nur; yuliaswati, enny
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi ASI yang tidak mencukupi sering menjadi alasan ibu untuk berhenti menyusui, hal ini menyebabkan ibu merasa produksi ASI mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan bayi. Ketidaklancaran produksi ASI menyebabkan ibu kesulitan menyusui. Salah satu pendekatan non-medis yang mulai berkembang adalah pijat oksitosin. Pijat ini bertujuan merangsang produksi hormon oksitosin yang berperan penting dalam proses pengeluaran ASI. Selain pijat oksitosin, pendekatan spiritual dengan mendengarkan murottal Al-Qur'an dapat membantu menenangkan ibu, secara tidak langsung memengaruhi produksi ASI. Tujuan penelitian ini mengetahui Adakah Pengaruh Pijat Oksitosin dan Murottal Al-Qur’an Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Ruang Bougenvile RSUD Mohammad Noer Pamekasan”. Metode Penelitian ini kuantitatif dengan menggunakandesain pre experimental dengan pre test and post test yaitu melakukan intervensi pada satu kelompok. Jumlah sampel dalam penelitian ini 20 responden dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, diperolehhasil nilai p value < 0,001 < 0,05 yang artinya terdapat Pengaruh Pijat Oksitosin dan Murottal Al-Qur’an Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Ruang Bougenvile RSUD Mohammad Noer Pamekasan” 
Hubungan Ibu Hamil Trimester III Dengan Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi Persalinan Di UPTD Puskesmas Trimoharjo Pratiwi, Widya Sandy; Yuliaswati, Enny; Widiyati, Rina Sri; Handayani, Sri
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 9: Agustus 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i9.4761

Abstract

Pregnant women will certainly have significant changes and impacts related to physiological and psychological. The occurrence of physiological changes such as nausea, vomiting, an enlarged stomach, and fatigue can certainly affect the mother's psychology during pregnancy. However, due to physiological and psychological changes that occur during pregnancy, this then triggers feelings of anxiety (anxiety) and feelings of anxiety in the condition of pregnancy. This type of research is analytic using the research design "Cross Sectional" where the independent variable and the dependent variable are examined simultaneously and at one time. Based on the Chi-Square test conducted by the researcher, the X2 value was 36.937> from X2 table 31.410 with a p value of 0.000 < α 0.05, which means that there is a significant relationship between the characteristics of pregnant women in Trimester III with the level of anxiety in facing childbirth in the work area of UPTD Trimoharjo Health Center. There is a significant relationship between the characteristics of third trimester pregnant women and the level of anxiety in facing childbirth in the work area of UPTD Trimoharjo Health Center