Claim Missing Document
Check
Articles

Penyelesaian Vehicle Routing Problem (vrp) Untuk Minimasi Total Biaya Transportasi Pada Pt Xyz Dengan Metode Algoritma Genetika Astri Desiana; Ari Yanuar Ridwan; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan bagian dalam rantai pasok yang menjamin barang yang telah diproduksi dapat sampai ke konsumen. Selain itu, transportasi dapat menyumbang hingga 40% dari total biaya logistik. Oleh sebab itu, suatu perusahaan perlu memiliki sistem transportasi yang baik. PT XYZ merupakan salah satu perusahaan farmasi yang mendistribusikan produknya ke berbagai wilayah seperti Bandung dan Jabodetabek. PT XYZ memiliki permasalahan di bagian transportasinya yaitu masih adanya keterlambatan pengiriman produk ke pelanggan karena belum adanya konfigurasi rute yang tepat. Keterlambatan ini mengakibatkan tidak terkirimnya barang tepat waktu dan penambahan biaya transportasi yang harus ditanggung oleh PT XYZ. Permasalahan yang ada di PT XYZ ini sering disebut dengan Vehicle Routing Problem (VRP) yaitu permasalahan penentuan rute kendaraan dengan berbagai batasan yang ada. Batasan-batasan VRP dalam penelitian ini yaitu adanya jam buka tutup di setiap pelanggan (time window), kendaraan yang digunakan terdiri atas berbagai jenis dan kapasitas (heterogeneous fleet), dan barang yang dikirim terdiri atas berbagai jenis produk (multiple products). Dalam penyelesaian permasalahan VRP ini maka digunakan algoritma nearest neighbor sebagai pembentuk solusi awal untuk kemudian diperbaiki dengan menggunakan algoritma genetika. Hasil dari penerapan algoritma tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan keterlambatan dan dapat menurunkan total biaya transportasi di PT XYZ hingga mencapai 5.83%. Kata Kunci: VRP, Time Window, Heterogeneous Fleet, Multiple Products, Algoritma Nearest Neighbor, Algoritma Genetika
Analisis Perbaikan Proses Bisnis Dan Perancangan Sop Pelaksanaan Pelatihan Untuk Memenuhi Requirement Iso 9001:2008 Klausul 6.2 Serly Dwi Ariyanti; Wiyono Sutari; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi XYZ merupakan gabungan dari dua organisasi yang semua struktur organisasi dan proses bisnisnya telah berganti menjadi yang baru, sehingga banyak proses bisnis yang tidak berjalan sesuai dengan fungsi dan standar yang ada. Salah satunya adalah proses bisnis pengembangan pegawai melalui pelatihan. Permasalahan seperti ini harus diindentifikasi dari segi manajemen level berdasarkan SOTK sebelum dijadikan dokumentasi berupa Standard Operating Prosedure (SOP) seperti yang diatur dalam ISO 9001:2008. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data proses bisnis existing pengembangan pegawai melalui pelatihan, SOTK dan peraturan kepegawaian. Setelah didapat data tersebut, dilakukan evaluasi perbandingan antara proses bisnis existing dengan framework APQC dan ISO 9001:2008 klausul 6.2 yang menghasilkan GAP. Kemudian dari hasil GAP tersebut digunakan untuk mengidentifikasi setiap prosesnya berdasarkan manajemen level sehingga terdapat tiga level yang terdiri dari strategic, taktis, dan operasional Selanjutnya merancangan SOP pada level operasional. Tahap ini menunjukkan perbaikan perbaikan yang akan dilakukan berdasarkan kondisi actual direktorat di Telkom Foundation. Hasil pada penelitian ini adalah (1) proses bisnis pada level strategi, taktis, dan operasional. Pembuatan SOP usulan pada level operasional saja yang terdiri dari (2) prosedur pelatihan internal, (3) prosedur pelatihan eksternal, dan (4) KPI proses pelatihan internal eksternal dan KPI outputnya. Kata kunci: Standard Operating Procedure, APQC, ISO 9001:2008 klausul 6.2., Proses Bisnis, Manajemen level
Pengembangan Model Business Sandiwara Store Dengan Menggunakan Pendekatan Business Model Canvas Dimas Anggoro; Budi Praptono; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sandiwara Store adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri fashion yang menyediakan pakaian yang bertemakan musik atau film. Namun terdapat permasalahan baik internal maupun eksternal pada masa produksi hingga penjualan, sehingga menyebabkan tidak maksimalnya pendapatan yang bisa di dapat oleh Sandiwara Store. Maka dari itu dibutuhkan adanya sebuah model bisnis dari Sandiwara Store untuk membantu memperjelas elemen apa saja yang dapat membantu Sandiwara Store dalam kelangsungan produksi dan penjualannya. Business Model Canvas adalah alat bantu yang digunakan dalam memetakan sembilan blok elemen yang terhubung dengan Sandiwara Store baik pada masa produksi maupun masa penjualan. Sembilan blok elemen yang ada pada Business Model Canvas ialah Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Partnerships, dan Key Resources. Sembilan blok elemen tersebut didapat setelah mengolah data yang diambil dari perusahaan kompetitor dan perusahaan pemimpin pasar. Analisis SWOT dilakukan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada pada sembilan blok elemen Sandiwara Store. Kata Kunci: BMC, Bussiness Model Canvas, Model Bisnis, SWOT.
Evaluasi Kinerja Pemasok Gasket Dengan Menggunakan Metode Fahp Dan Topsis Di Ptjm Tri Yatmoko Yuliandono; Endang Chumaidiyah; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Pertamina Talisman Jambi-Merang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang migas. PTJM saat ini telah mencapai produksi per hari yang terus meningkat. Dengan peningkatan jumlah tersebut, fasilitas produksi di PTJM harus didukung dengan ketersediaan dari supporting component untuk mendukung kinerja fasilitas produksi. Gasket merupakan komponen yang paling banyak memberikan kontribusi konsumsi dalam perbaikan berkala dari fasilitas produksi. Keterlambatan pengiriman yang tejadi pada komponen gasket dapat mengganggu ketersediaan komponen dan jadwal perbaikan berkala di PTJM. Keterlambatan tersebut mengindikasikan bahwa Purchase Order tidak dilaksanakan dengan baik oleh supplier, penting bagi procurement untuk melakukan evaluasi kinerja dari setiap supplier gasket dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja dari supplier. Untuk mendapatkan hasil yang lebih komperhensif, penilaian kinerja didasarkan dari berbagai kriteria evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan metode FAHP (Fuzzy Analytical Hierarchy Process) dan TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution). Metode FAHP digunakan untuk mendapatkan bobot setiap kriteria dengan bobot kriteria tertinggi yaitu, kriteria spesisifikasi produk sebesar 0.146. Dengan metode TOPSIS didapatkan penilaian untuk setiap supplier. Nilai kinerja supplier dari yang terbesar sampai yang terkecil secara berurutan sebagai berikut, PTMP dengan nilai kinerja sebesar 81,3%, PTTM 81,09%, PTC 76,01%, PTBMB 73,75%, PTI 47,26%, PTA 41,13% dan PTFMM 13,56%. Kata Kunci : FAHP, Gasket, Procurement, Supplier, TOPSIS
Analisis Kebutuhan Proram Studi Reguler Magister Teknik Elektro Telkom University Menggunakan Metode Integrasi Servqual For Higher Education Dan Model Kano Eva Andiana; Yati Rohayati; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University (Tel-U) merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan program pascasarjana, dimana salah satu program studi yang ditawarkan adalah Teknik Elektro. Kekurangan terhadap layanan Prodi S2 Reguler Teknik Elektro Tel-U membuat pihak perguruan tinggi perlu menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan Prodi S2 Reguler Teknik Elektro Telkom University menggunakan integrasi SERVQUAL for Higher Education dan Model Kano dengan mengidentifikasi 19 atribut kebutuhan layanan Prodi S2 Reguler Teknik Elektro Tel-U. Penelitian dilakukan terhadap 100 responden, diantaranya mahasiswa S2 Teknik Elektro Tel-U, S1 Teknik Elektro, dan S1 Teknik Telekomunikasi Tel-U. Hasil pengolahan SERVQUAL for Higher Education, diperoleh 7 atribut yang kuat, atribut yang telah memuaskan. Hasil pengolahan Model Kano diperoleh 6 atribut dikategorikan sebagai attractive, 6 must-be, 4 one-dimensional dan 3 indifferent. Hasil integrasi kedua metode, menghasilkan 9 kategori yang diprioritaskan menjadi true customer needs yaitu perpustakaan yang nyaman, ruangan kelas yang nyaman, akses internet cepat, kuliah umum dengan dosen tamu, metode pengajaran yang mudah dimengerti, layanan administrasi yang cepat, dosen dapat menjawab pertanyaan mahasiswa, dosen memiliki pengalaman kerja industri dan dosen menguasai substansi keilmuan terkait dengan bidang studi. Kata Kunci: SERVQUAL for Higher Education, Model Kano, Kepuasan Penerima Layanan, True Customer Needs.
Analisis Kelayakan Investasi Bisnis Tepung Tapioka Pt. Biofuel Bigcassava Hidayah Berdasarkan Aspek Pasar, Teknis, Lingkungan Dan Finansial Untuk Pasar Di Kota Bandung Winda Zairina; Endang Chumaidiyah; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Singkong merupakan salah satu bahan pangan mengandung karbohidrat selain nasi. Oleh karena itu, singkong menjadi sumber pangan yang banyak dicari di Indonesia. Tetapi, di Indonesia harga jual singkong memiliki tingkat yang rendah yaitu sekitar Rp.800-Rp.1000 per kilogram. Hal ini yang mendasari PT. Biofuel Bigcassava Hidayah untuk mengolah singkong menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi. PT. Biofuel Bigcassava Hidayah atau yang disingkat PT. BBH akan mengolah singkong yang dihasilkan perkebunan yang dimiliki PT. BBH menjadi tepung tapioka. Tepung tapioka dipasaran memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan singkong yaitu dikisaran harga Rp. 5000 – Rp.7000 per kilogram. Sehingga diharapkan dengan mengolah produk singkong menjadi tepung tapioka PT. BBH mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dibanding dengan hanya menjual singkong mentah ke pasaran. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kelayakan untuk bisnis tepung tapioka yang akan dijalankan PT. BBH. Penelitian dilakukan pada 4 aspek kelayakan. Dari aspek pasar pangsa pasar yang menjadi tujuan penelitian adalah pabrik kerupuk di Kota Bandung, pasar sasaran yang akan dipenuhi oleh perusahaan adalah 5% dari kekurangan pasokan tepung tapioka. Untuk aspek teknis kapasitas produksi berdasarkan kemampuan pasokan tepung tapioka perusahaan dan kebutuhan teknis disesuiakan dengan kapasitas produksi dari perusahaan. Dari segi aspek lingkungan, pengolahan limbah dari hasil tepung tapioka diolah dengan baik sehingga menjadi bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Dari segi aspek finansial, proyeksi dilakukan untuk periode 5 tahun kedepan. Hasil perhitungan menunjukkan nilai NPV = Rp 1.511.548.767, IRR = 26,1% dan Payback Periode = 3,25. Jika dilihat dari aspek finansial bisnis tepung tapioka yang akan dijalankan PT. BBH dikatakan layak untuk dijalankan. Kata Kunci: singkong, tepung tapioka, analisis kelayakan, NPV, IRR, Payback Periode
Perancangan Indikator Kinerja Perusahaan Dengan Metode Balanced Scorecard (Studi Kasus : Pt. Denso Indonesia) Juwita Darmayanti; Rosad Ma’ali El Hadi; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : PT. Denso Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang komponen otomotif. Pada kondisi existing perusahaan melakukan pengukuran kinerja dalam aspek karyawan sebagai acuan perbaikan kinerja dengan nama Performance Evaluation. Akan tetapi pengukuran kinerja dalam aspek ini tidak dapat mengontrol proses operasional yang ada di perusahaan, pelanggan dan keuangan. Maka itu, diperlukan pengukuran kinerja yang mencakup lini yang lebih luas dan dapat diselaraskan dengan strategi perusahaan untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun indikator kinerja yang tepat sebagai ukuran kinerja untuk tiap perspektif Balanced Scorecard dan menentukan bobot prioritas pada empat perspektif. Tahapan penyelesaian yang dilakukan adalah menentukan strategi berdasarkan visi dan misi setelah itu mendapatkan indikator kinerja. Kemudian melakukan pembobotan untuk mengetahui indikator mana yang lebih penting. Setelah melakukan pembobotan didapatkan bahwa perspektif finansial mendapatkan nilai 35.40%, perspektif customer 26.50%, perspektif proses bisnis internal 17.20%, perspektif learning and growth 20.90%. Perspektif finansial memiliki bobot tertinggi artinya adalah bahwa perspektif finansial lebih penting dibanding perspektif lain. Kata kunci : PT. Denso Indonesia, Balanced Scorecard, Indikator Kinerja dan Pembobotan Abstract: PT. Denso Indonesia is a company engaged in the field of automotive components. In the existing condition of the company perform performance measurement on the aspect of employees as a benchmark performance improvement by the name of Performance Evaluation. However, performance measurement in this aspect can not control the operational processes that exist in the company, customers and finance. Therefore, performance measurements that cover a broader line and can be aligned with the company's strategy to achieve the company's vision and mission. This study aims to develop appropriate performance indicators as performance measures for each Balanced Scorecard perspective and determine priority weights in four perspectives. Stages of completion is done to determine the strategy based on vision and mission after that get the performance indicators. Then do weighting to know which indicator is more important. After weighting is obtained that financial perspective get value 35.40%, customer perspective 26.50%, internal business process perspective 17.20%, learning and growth perspective 20.90%. The financial perspective that has the highest meanings is that the financial perspective is more important than other perspectives. Keywords : PT. Denso Indonesia, Balanced Scorecard, Performance Indicator and Weighting
Studi Kelayakan Bisnis Agen Perjalanan Triplow Paket Jakarta Bali Muhammad Habiburrohman; Endang Chumaidiyah; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Triplow merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agen perjalanan. Dalam pemasaran produk Triplow menerapkannya secara online dan offline, namun pemasaran online Triplow lebih cenderung untuk media iklan dan promosi produk sedangkan untuk negosiasi dan pembelian paket perjalanan konsumen lebih memilih secara offline atau bertemu langsung dengan pihak Triplow. Keunggulan produk paket perjalanan Triplow dari Jakarta ke Bali adalah memliki harga yang lebih ekonomi s, destinasi yang jarang dikunjungi, dan paket perjalanan yang lengkap membuat konsumen dapat lebih leluasa dan nyaman dalam perjalanannya ke Bali Aspek pasar ini didapat dengan menyebarkan kuesioner kepada 270 responden yang tinggal di Jakarta. Dari hasil kuesioner nantinya akan dapat menentukan besarnya pasar potensial, pasar tersedia, dan pasar sasaran. Hasil dari kuesioner menunjukkan persentase pasar potensial sebesar 93%, persentase pasar tersedia sebesar 66%, dan persentase pasar sasaran sebesar 0,0225%. Adapun hasil perhitungan dari aspek finansial yang menunjukkan nilai tingkat investasi NPV sebesar Rp. 135,466,318.56, IRR = 27.86% dan PBP = 3,275 tahun. Berdasarkan hasil dari aspek finansial tersebut penulis menyimpulkan bahwa Bisnis Traveling Triplow dinyatakan layak karena nilai IRR yang diperoleh lebih besar dari nilai MARR, dan NPV bernilai positif.. Kata kunci: Agen Travel, Triplow, NPV, IRR, PBP
Studi Kelayakan Pembentukan Kelompok Masyarakat Energi Mandiri Dengan Biogas Memanfaatkan Limbah Mendong Asrie Permata Dini; Rosad Ma’ali El Hadi; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah utama pada kerajinan mendong di Tasikmalaya adalah limbah mendong yang menumpuk. Penanganan terhadap limbah mendong dapat dilakukan salah satunya dengan penerapan energi mandiri berupa biogas.Dalam studi kelayakan ini akan dibahas secara mendalam kelayakan instalasi biogas yang akan diimplementasi di kampung Lembur Sawah desa Kamulyan Kabupaten Manonjaya Kota Tasikmalaya. Analisis dilakukan dengan meninjau kelayakan dari aspek pasar sebanyak 92 responden di kampung Lembur Sawah, aspek teknis produksi biogas disesuaikan dengan kapasitas mesin digester dan ketersediaan limbah mendong dari pengrajin., aspek lingkungan pengelolaan limbah biogas dapat diolah kembali menjadi pupuk cair dan padat sehingga limbah dapat bermanfaat bagi masyarakat, dan aspek finansial berdasarkan perhitungan NPV, BCR, dan PBP dengan proyeksi selama periode 5 tahun. Studi kelayakan ini menunjukkan bahwa implementasi pembangunan biogas layak untuk dijalankan. Kata kunci : limbah mendong, biogas, studi kelayakan, NPV, BCR, PBP
Pemetaan Model Bisnis Dan Rekomendasi Kerangka Regulasi Penyelenggaraan Layanan Cloud Computing Di Indonesia Irvan Nurgiatmo; Endang Chumaidiyah; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cloud computing merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengakses data pribadi melalui komputer dengan akses internet. Dengan potensi pertumbuhan yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan berbagai jenis layanan cloud computing yang ditawarkan oleh banyaknya penyedia layanan, diperlukan suatu regulasi agar layanan cloud computing dapat diselenggarakan sebagaimana mestinya. Hal ini yang mendasari adanya tujuan penelitian untuk memetakan model bisnis dan kerangka regulasi penyelenggaraan layanan cloud computing di Indonesia. Sebelum pembuatan kerangka regulasi, perlunya mengetahui model bisnis penyelenggaraan layanan cloud computing di Indonesia. Dalam hal ini, model bisnis yang sesuai digunakan untuk layanan cloud computing adalah model bisnis TMForum yang memiliki lima pilar yaitu marketplace, service offering, value network, technology, dan financial. Kerangka regulasi layanan cloud computing dibuat dengan menggunakan model bisnis serta analisis SWOT sebagai tahapan perencanaan strategi. Menggunakan panduan penyusunan kerangka regulasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, terdapat lima panduan mengapa suatu hal perlu diatur. Kelima panduan tersebut berkaitan dengan adanya target to achieve, resources to manage, right to protect, sovereignty to preserve, dan sustainability to maintain. Keywords : Cloud Computing, Model Bisnis TMForum, SWOT Analysis, Regulasi
Co-Authors -, Ratnawia Aditya Sulistiyo Suwarno Advanni, Muhammad Alifar Agnar Mokhammad Agus Achmad Suhendra Agus Suhendra Akbar Bima Nugrahanto Amelia Fahmawati Subiyanto Andi Sultan Warafakih Anggia Ghassani Arbidinata Setiawan Ardi Kelana Putra Ari Prayogo Ari Ridwan Ari Yanuar Ridwan Arini Nourma Aryaningrum, Ajeng Sarwendah Asrie Permata Dini Asrie Permata Dini Astri Desiana Athfal, Muhammad Aulia, Muhammad Jacka Bagja Bintang Pamungkas Brilliane, Citra Septi Brilliane, Citra Septi Budhi Yogaswara Budi Praptono Budi Santosa Budi Santosa Budi Santosa Budi Santosa Christanto Triwibisono Citra Septi Brilliane Citra Septi Brilliane Deden Guna Sasmitha Desi Sembiring Devi Pratami Dimas Anggoro Dini, Asrie Permata Dipta Raga Pratama Dyah, Saskia Elisa Intan Puspita Sari Endang Chumaidiyah Eva Andiana Farda Hasun Fauzan Haeqal Arifin Fauzi, Luthfi Imam Fiorentina, Isqina Rizky Fitriyatul Jannah Hafizh Muhammad Almaraghi Suharja Haryono, Imam Husni Aman Husni Amani Ibnu Junaresi Falah Ilham Hadyan Irham Fakhriy Irvan Nurgiatmo Juwita Darmayanti Kenaka, Saskia Puspa Kinanthi Parasdya Sista Latif, Ummi Khaira Luciana Andrawina M. Yazid Dhiyaulhaq Maria Dellarosawati Idawicaksakti Marina Yustiana Lubis Mohammad Deni Akbar Muhamad Permana Muhammad Arya Furqon Muhammad Athfal Muhammad Bolkiah Muttaqin Muhammad Bolkiah Muttaqin, Muhammad Bolkiah Muhammad Dary Fauzan Muhammad Farid Anas Muhammad Habiburrohman Muhammad Hermawan Muhammad Naqi Syirazi Muhammad Rafi Rupiantoro Muhammad Rafid Amrullah Muhammad Stivandry Wilandria Syofrinaldy Muhammad Tezar Nisa Noviani Sudarman Nopendri Nopendri Nopendri Novreyna Ludmilla Alda Nur Atikah Nur Dining Pawesti Nur Ichsan Utama Nurul Hikmah Sabila Parinding, Elvira Pretty Prima Roza Prima Annisa Karunia Punto Aji Wardhana Puspitasari, Nurfitri Ayu Putra, Ardi Kelana Putu Giri Artha Kusuma R. Fauzi Novianda Rahmat, Dana Azizah Ratnawia - Reizva Ridhallah Rizkan Iskandar Wigena Rosad Hadi Rosad Ma'ali El Hadi Rosad Ma’ali El Hadi Sari Wulandari Sari Wulandari Sari, Tika Purnama Saskia Dyah Saskia Puspa Kenaka Satria Guntara Serly Dwi Ariyanti Sinta Aryani Sri Martini Sri Martini Suci Ramadhani Susi Anantami S Syaeful Mujab Syafira, Jihan Herdiyanti Tien Fabrianti Kusumasari tika purnama sari Tito Try Arto Tri Yatmoko Yuliandono Tungadi, Adri Riawan Wahyu Bagus Rilo Wawan Tripiawan Wia, Ratna Winda Zairina Wiyono Yati Rohayati Yuki Hana Putri Tejima