Claim Missing Document
Check
Articles

Pemasaran Digital berbasis Teknik Industri bagi UMKM di Rancabolang Mira Rahayu; Pratya Poeri; Erda Guslinar
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8547

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah paradigma pemasaran, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor makanan di Bandung. Pemanfaatan pemasaran online menjadi penting untuk meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, UMKM menghadapi kendala seperti kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknologi digital, anggaran terbatas, dan minimnya pendampingan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu UMKM dalam mengimplementasikan teknologi pemasaran online melalui metode observasi, wawancara, studi literatur, pelatihan, dan pendampingan. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, analisis kondisi, perancangan solusi, implementasi, dan evaluasi. Diharapkan, UMKM di Rancabolang Bandung dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pemasaran digital, yang akan berkontribusi pada daya saing dan kinerja pemasaran mereka.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Implementasi Ergonomi Partisipatif untuk Pencegahan Stunting Mira Rahayu; Susmitha Canny; Erda Guslinar Perdana
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10315

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan stunting di Kota Bandung melalui pemberdayaan kader kesehatan dengan pendekatan ergonomi partisipatif. Stunting masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Bandung, yang dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang gizi serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam memberikan edukasi gizi, melakukan pemantauan tumbuh kembang anak, serta memperkuat peran kader sebagai agen perubahan di masyarakat. Metode yang digunakan mencakup identifikasi masalah melalui diskusi kelompok terarah, pelatihan kader kesehatan, penyuluhan interaktif, pendirian kebun gizi komunitas, monitoring pertumbuhan anak, serta evaluasi berbasis partisipasi masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap 89 anak, ditemukan 27 anak mengalami gangguan pertumbuhan, 54 anak memiliki gangguan kesehatan, dan 26 anak dalam kondisi sehat. Rencana tindak lanjut disusun bersama tenaga medis dan kader, yang meliputi edukasi gizi, pendampingan keluarga prioritas, serta pelibatan masyarakat dalam kegiatan promotif dan preventif. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif kader kesehatan berkontribusi pada peningkatan pengetahuan masyarakat dan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang. Dengan demikian, pemberdayaan kader melalui ergonomi partisipatif terbukti efektif dalam mendukung pencegahan s dan dapat menjadi model pengabdian berkelanjutan berbasis komunitas.
Perancangan dan Implementasi Mesin Pencacah Rumput untuk Mendukung Produktivitas Domba di Pusat Sosial Bina Laras Sumedang Agus Kusnayat; Aji Pamoso; Mira Rahayu
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10330

Abstract

Pengembangan teknologi tepat guna dalam sektor peternakan menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Penelitian ini berfokus pada pengembangan mesin pencacah rumput berbasis smart development dalam kerangka Industrial Engineering 5.0 sebagai sarana penyediaan pakan pada program pelatihan beternak domba di Satuan Pelayanan Bina Laras Subang. Mesin pencacah rumput dirancang dengan pendekatan yang mengutamakan kebutuhan pengguna, efisiensi energi, serta keandalan operasional dalam mendukung produktivitas peternakan domba. Metode pengembangan dilakukan melalui pendekatan Community-Based Research (CBR), Participatory Rural Appraisal (PRA), serta mengadopsi prinsip Kolaborasi Pentahelix, yaitu sinergi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media untuk menjamin keberlanjutan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin beroperasi stabil, lebih cepat dibanding metode manual, menghasilkan cacahan lebih seragam, dan mengurangi beban kerja operator. Pelatihan juga meningkatkan keterampilan peserta binaan dalam mengoperasikan alat. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknologi yang dikembangkan berpotensi meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus mendukung proses rehabilitasi dan pemberdayaan sosial.