Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Sistem Green Manufacturing Menggunakan Aplikasi Odoo Dengan Metode Accelerated Sap (asap) Pada Industri Pengolahan Karet (studi Kasus : Cv. Inti Karet Bandung) Qory Ummu Hanifah; Ari Yanuar Ridwan; Asti Amalia Nur Fajrillah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, informasi telah berubah menjadi kebutuhan pokok bagi manusia. Dewasa ini, banyak solusi-solusi berbasis sistem informasi yang menawarkan berbagai paket solusi sebagai pendukung proses bisnis perusahaan. Salah satu penyedia solusi tersebut adalah Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang hadir dengan menawarkan integrasi dan otomatisasi proses bisnis, sehingga dapat mempercepat proses bisnis. Adapun salah satu software open-source ERP yang fleksibel yaitu Odoo. CV. Inti Karet merupakan perusahaan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak pada bidang produksi karet. Dalam proses pengolahan karet tentunya terdapat limbah sisa hasil produksi dapat mencemari lingkungan, seperti melakukan pembuangan limbah sembarangan dan melakukan pembakaran limbah karet. Sebagai perusahaan UKM, CV. Inti Karet cocok untuk menerapkan Odoo dalam menjalankan proses bisnisnya. Sistem Odoo yang akan diterapkan pada CV. Inti Karet yaitu sistem green manufacturing dengan menggunakan metode Accelerated SAP (ASAP). Hal ini dilakukan, agar perusahaan dapat melakukan monitoring terhadap limbah dalam pengolahan karet. Kata kunci : ERP, Odoo, Green Manufacturing, ASAP Abstract Along with rapid technological developments, information has turned into a major need for humans. Nowadays, many information system-based solutions offer various package solutions for supporting company processes. One provider of these solutions is the Enterprise Resource Planning (ERP) system which comes with offering integration and automation of business processes, so as to accelerate business processes. One of the flexible opensource ERP software is Odoo. CV. Inti Karet is a Small and Medium Enterprise (SME) company that is engaged in rubber production. In the process of rubber processing, of course there is residual waste produced by production which can pollute the environment, such as carrying out waste carelessly disposal and burning rubber waste. As an SME company, CV. Inti Karet is suitable for implementing Odoo in carrying out its business processes. The Odoo system that will be applied to the CV. Inti Karet is a green manufacturing system using the Accelerated SAP (ASAP) method. This is done, so that the company can do monitoring against waste in rubber processing. Keywords: ERP, Odoo, Green Manufacturing, ASAP
Enterprise Architecture Untuk Transformasi Digital Pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Menggunakan Pendekatan Togaf (studi Kasus: Umkm Snack Masa Kini) Lolly Asri Widyastri; Irfan Darmawan; Asti Amalia Nur Fajrillah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan Teknologi Informasi (TI) tidak lagi menjadi suatu hal asing yang dapat dihindari oleh masyarakat dari berbagai kalangan, perkembangan TI juga menyebabkan adanya pergeseran dalam hal mengakses serta mendistribusikan suatu informasi dari manual menjadi digital. Namun tingkat implementasi TI di UMKM masih sangat rendah karena adanya beberapa permasalahan seperti karakteristik individu, karakteristik teknologi, konteks perusahaan, konteks lingkungan, dan kemampuan sumber daya yang di miliki UMKM tersebut. Untuk dapat memanfaatkan peran teknologi secara maksimal sehingga selaras dengan proses bisnis yang berjalan, maka perlu dilakukan perancangan enterprise architecture sebagai bentuk transformasi digital pada UMKM Snack Masa Kini. Perancangan EA pada penelitian ini menggunakan pendekatan TOGAF karena di nilai sesuai dengan kebutuhan UMKM yang mendefinisikan domain bisnis, data, aplikasi, dan teknologi. Hasil dari perancangan EA ini adalah berupa blueprint enterprise architecture UMKM Snack Masa Kini sebagai panduan untuk UMKM Snack Masa Kini dalam melakukan transformasi digital. Kata kunci : UMKM, UMKM Snack Masa Kini, Transformasi Digital, Enterprise Architecture, TOGAF Abstract The development of Information Technology (IT) is no longer the first thing that can be done by people from various circles, the development of IT also caused a shift in accessing and distributing information from manual to digital. However, the level of IT implementation in SMEs is still very low because there are differences characteristics such as technology characteristics, company context, environmental context, and the ability of the resources owned by these SMEs. To be able to use optimal functions, you need to design Enterprise Architecture (EA) as a form of UMKM Snack Masa Kini digital transformation. The design of EA in this study uses the TOGAF framework because the value is in accordance with the needs of SMEs that require business, data, application, and technology domains. The results of this EA design are Enterprise Architecture Blueprint of UMKM Snack Masa Kini as a guide in the development of digital transformation in SMEs. Keywords: SMEs, UMKM Snack Masa Kini, Digital Transformation, Enterprise Architecture, TOGAF ADM
Enterprise Architecture Menggunakan Togaf 9.1: Sebuah Strategi Terhadap Peningkatan Sistem Manajemen Keamanan Informasi Pada Industri Jasa (studi Kasus Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat) Brian Argya Respati; Irfan Darmawan; Asti Amalia Nur Fajrillah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini, banyak perusahaan memanfaatkan teknologi informasi sebagai media pendukung jalannya aktifitas ataupun proses bisnis yang ada pada perusahaan tersebut. Terlebih teknologi informasi menjadi salah satu dasar alat untuk mewujudkan visi dan misi mereka. Dalam hal keamanan informasi, perusahaan telah mengimplementasikan teknologi informasi salah satunya sebagai media penyimpanan data ataupun untuk transfer data. Namun seiring berkembangnya teknologi yang cepat, dibutuhkan pula perkembangan keamanan sistem dengan standarisasi yang lebih baik untuk mencegah ancaman – ancaman yang terjadi, seperti manajemen data dan informasi serta perlindungan aset – aset TI. Ini adalah masalah besar yang tidak dapat diabaikan, dikarenakan beberapa tahun belakangan ini, banyak perusahaan yang menghadapi masalah akibat kurangnya sistem manajamen keamanan informasi yang kurang optimal sehingga menyebabkan data – data ataupun pemeliharaan aset – aset yang ada tidak sesuai dengan aturan. Untuk mencegah masalah ini, maka perusahaan membutuhkan enterprise architecture yang berfokus kepada ¬¬manajemen keamanan informasi. Adapun pendekatan yang digunakan yaitu dengan TOGAF ADM yang meliputi domain inti berupa bisnis, data, aplikasi, dan teknologi. Pada penelitian ini dihasilkan sebuah blueprint enterprise architecture mengenai kondisi arsitektur perusahaan saat ini serta target yang diusulkan untuk perbaikan sistem manajemen keamanan informasi. Kata kunci: enterprise architecture, sistem manajemen keamanan informasi, teknologi informasi, TOGAF, ADM Abstract Today, many companies use information technology as a media to support the activities or business processes that exist in the company. Moreover, information technology is one of the basic tools to realize their vision and mission. In information security things, the company has implemented information technology, one of which is data storage or data transfer. But along with the rapid development of technology, it also requires the development of system security with better standardization to prevent threats that occur, such as data and information management and protection of IT assets. This is a big problem that cannot be ignored because, in recent years, many companies have faced problems due to a lack of optimal information security management system, causing data or maintenance of existing assets not in accordance with the rules. To prevent this, the company needs enterprise architecture that focuses on information management. The approach used is TOGAF ADM which covers the core domains in the form of business, data, applications, and technology. In this study, a blueprint of enterprise architecture was produced regarding the current state of the company's architecture and the proposed targets for improving information security management system. Keywords: enterprise architecture, information security management system, information technology, TOGAF, ADM
Enterprise Architecture Blueprint Guna Mencapai Keselarasan Dari Organisasi Dan Teknologi Informasi Dengan Pendekatan Togaf Dan Itil (studi Kasus : Area Fungsi Jaringan, Layanan & Operasional Pt Bank Pembangunan Jawa Barat Dan Banten, Bandung) Bregas Aria Wicaksana; Irfan Darmawan; Asti Amalia Nur Fajrillah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Enterprise Architecture menjadi bagian yang sangat penting dalam kemajuan teknologi yang merujuk kepada semakin banyak dan kompleks aplikasi yang ada. Enterprise Architecture hadir sebagai solusi karena mampu berperan sebagai IT-Business Alignment yang akan sangat dibutuhkan oleh perusahaan salah satunya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten. Enterprise Architecture akan menjaga ritme keharmonisan antara IT dan bisnis sehingga akan saling bersinergi mencapai goals perusahaan. Hal ini sangat penting karena baik IT maupun bisnis tidak dapat berjalan secara terpisah, sebab keduanya harus berjalan beriringan agar dapat menjaga sustainability bisnis perusahaan. Untuk mempermuah dalam mengembangkan Enterprise Architecture dapat menggunakan Framework yaitu TOGAF dan ITIL. Enterprise Architecture memiliki metode dalam TOGAF yang bernama TOGAF ADM yang membahas mengenai konsep dan arsitektur IT secara lebih umum sehingga dibutuhkan “alat bantu” lain yang dapat menyempurnakan TOGAF yaitu menggunakan ITIL. Dalam hal penyempurnaan, ITIL sangat cocok digabungkan dengan TOGAF karena fokus dari ITIL sendiri yang menekankan kepada layanan yang akan diberikan yang akan sangat dibutuhkan oleh perusahaan salah satunya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten terutama dalam fungsi Jaringan, Layanan, & Operasiona karena memiliki fokus fungsi dalam hal pelayanan kepada nasabah. Namun, karena fokus tersebut juga yang menjadi kendala ketika hanya menggunakan ITIL saja karena terlalu teknis membahas IT, maka penggabungan dengan TOGAF yang dibutuhkan untuk melihat dalam perpektif yang lebih luas. Hasil dari penelitian ini adalah pengembangan Enterprise Architecture Framework dalam domain Business Architecture yang ada pada TOGAF ADM dengan kelebihan yang dimiliki ITIL. Kata kunci : Bank BJB, Fungsi Jaringan, Layanan, & Operasional, ITIL, Enterprise Architecture, TOGAF ADM Abstract Enterprise Architecture is a very important part of technological progress that refers to the more and more complex applications that exist. Enterprise Architecture comes as a solution because it is able to act as an IT-Business Alignment that will be greatly needed by the company, one of them is the Regional Development Bank of West Java and Banten. Enterprise Architecture will maintain the rhythm of harmony between IT and business so that they will work together to achieve company goals. This is very important because neither IT nor business can run separately, because both must go hand in hand in order to maintain the sustainability of the company's business. To make a difference in developing Enterprise Architecture can use the Framework namely TOGAF and ITIL. Enterprise Architecture has a TOGAF method called TOGAF ADM which deals with IT concepts and architecture more generally so that other "tools" that can improve TOGAF are needed, namely using ITIL. In terms of refinement, ITIL is very suitable to be combined with TOGAF because the focus of ITIL itself emphasizes the services that will be provided which will be greatly needed by the company, one of them is the Regional Development Bank of West Java and Banten especially in Network, Service & Operational functions because function in terms of service to customers. However, because the focus is also an obstacle when only using ITIL because it is too technical to discuss IT, combining with TOGAF is needed to see in a broader perspective. The results of this study are the development of the Enterprise Architecture Framework in the Business Architecture domain that is in TOGAF ADM with the advantages of ITIL. Keywords: Bank BJB, Function of Network, Service, & Operation, ITIL, Enterprise Architecture, TOGAF ADM
Verifikasi Dan Validasi Arsitektur Bisnis Dengan Metode Formal Dalam Upaya Efisiensi Perencanaan Strategis Organisasi (studi Kasus: Bumn Dan Bumd) Akbar Nurwahyu Arifin Putra; Muharman Lubis; Asti Amalia Nur Fajrillah
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hadirnya dan keberadaan Teknologi Informasi (TI) dan Sistem Informasi (SI) menjadi sebuah kebutuhan dasar di suatu organisasi, perusahaan, maupun instansi pemerintahan. Laju berkembangnya kemajuan TI dan SI di lingkungan organisasi atau perusahaan di Indonesia muncul suatu tantangan bagi perusahaan milik pemerintah dan daerah untuk mencapai sasaran teknologi informasi dan komunikasi yaitu meningkatkan keterbukaan dan kinerja organisasi, akses informasi, jangkauan global, dan kecepatan dan keakuratan informasi. Tidak sedikit organisasi membutuhkan dukungan aktifitas perusahaan berupa otomatisasi proses bisnis yang bersifat kritis. Seperti halnya pada proses bisnis yang menjadi lebih meningkat secara otomatis dengan melalui sistem informasi yang akan sadar proses, maka kualitas desain proses juga menjadi lebih krusial. Globalisasi industri perusahaan yang semakin insentif, diperlukan pengelolaan proses bisnis organisasi yang efektif dan memiliki sebuah nilai perusahaan yang penting. Kompleksitas dan tantangan tersebut kemudian dapat dikendalikan dengan menerapkan Enterprise Architecture sebagai gambaran dari perencanaan teknologi informasi dan perancanaan bisnis melalui semua elemen yang ada antara lain motivasi, proses, layanan, aplikasi, dan sumber daya teknologi informasi. Enterprise Architecture hadir sebagai sebuah rancangan organisasi teknologi informasi yang merancang proses bisnis, dengan menghubungkan kebutuhan dan penyediaan informasi, penyedia sistem aplikasi, proses informasi, dan infrastruktur sistem informasi. Setiap proses memiliki informasi yang melibatkan pihak-pihak yang terkait, sehingga perlunya tindakan untuk memastikan sebuah pemodelan memiliki kualitas yang tinggi. Kerangka kerja Lindland, Sindre, dan Solvberg memperkenalkan teori yang mana dapat membantu mengklasifikasi dan memahami pengaruh terhadap teknologi informasi diantara lain kualitas sintaktis, kualitas semantik, dan kualitas pragmatik. Jaminan kualitas tersebut memerlukan teknik verifikasi dan validasi. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan oleh penulis ialah melakukan pengujian dan analisis untuk mengidentifikasi, menentukan, dan mengevaluasi proses bisnis termasuk perencanaan strategis dan layanan fungsi bisnis pada kerangka kerja TOGAF ADM dengan model verifikasi dan validasi. Sehingga dapat menyediakan rancangan Enterprise Architecture yang tepat dan layak terutama di domain bisnis guna dapat diimplementasikan dan dilaksanakan pada beberapa perusahaan, korporasi, dan pemerintahan untuk menyelaraskan kebutuhan bisnis dan perencanaan strategis serta memenuhi dan mencapai harapan dan objektif organisasi dalam menyesuaikan visi dan misi perusahaan. Kata Kunci : Verifikasi dan Validasi, Arsitektur Bisnis, BPMN, Petri Net, Proses Bisnis Abstract The presence and existence of Information Technology and Information Systems is a basic requirement in an organization, enterprise, or government agency. The development rate of IT and IS progress in an organizational or corporate environment in Indonesia poses a challenge for government and state-owned and provincially-owned corporation to achieve information and communication technology goals, namely increasing openness and organizational performance, access to information, global reach, and the speed and accuracy of information. Not a few organizations need the support of company activities in the form of critical business process automation. Just as business processes become more automatic through information systems that are aware of the process, the quality of the process design is also more crucial. The globalization of the corporate industry, which is increasingly incentivized, requires effective organizational business process management and has an important company value. The complexity and challenges can then be controlled by implementing Enterprise Architecture as an illustration of information technology planning and business planning through all the existing elements, including motivation, processes, services, applications, and information technology resources. Enterprise Architecture is present as an information technology organization design that designs business processes, by connecting the needs and provision of information, application system providers, information processes, and information system infrastructure. Each process has information that involves related parties, so that action is needed to ensure high-quality modelling. Lindland, Sindre, and Solvberg's framework introduce a theory which can help classify and understand the effects on information technology, including syntactic quality, semantic quality, and pragmatic quality. Quality assurance requires verification and validation techniques. Therefore, the solution offered by researchers is that researchers conduct a testing and analysis to identify, determine, and evaluate a business process include strategic planning and functional service in framework of TOGAF ADM by using verification and validation Model. So as to provide a proper and right design of Enterprise Architecture particularly in business domain that can be implemented and executed for few enterprise, corporate, and government in order to align business needs and strategic planning also to fulfill and achieve expectation and objective organization in order to adjust vision and mision of enterprise. Keyword : Verification and Validation, Business Architecture, BPMN, Petri Net, Business Process
Arsitektur Enterprise Pada Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat di Bidang Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Muhammad Barli Khairan; Asti Amalia Nur Fajrillah; Ridha Hanafi
KLIK: Kajian Ilmiah Informatika dan Komputer Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/klik.v4i2.1187

Abstract

Advances in information technology are currently encouraging the Government of Indonesia to implement an electronic-based government system (SPBE) at the central and regional levels in order to increase efficiency in providing services to the public. Bapenda of West Java Province through the Revenue Information System Management Sector as a work unit that has an important role in managing applications and data that supports the creation of integrated services, is one of the agencies that has contributed to increasing the SPBE index value of West Java Province. Enterprise architecture design activities in this study will focus on the domains of business processes, services, data, applications, opportunities and solutions, and migration planning. This activity will produce an EA blueprint and IT Roadmap which can be used as a reference in developing application support services and optimizing planning and improving business processes
ENTERPRISE ARCHITECTURE DESIGN ON IMPROVING DISKOMINFO SERVICES IN CENTRAL LOMBOK REGENCY USING TOGAF 9.2 Baiq Vidisasca Suhita; Asti Amalia Nur Fajrillah; Widyatasya Agustika Nurtrisha
JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol 9, No 4 (2023): September 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v9i4.2535

Abstract

Abstract: Currently, the increasing needs of the community to obtain efficient, effective, transparent and accountable public services. Various applications are designed in order to realize a transparent work system of accountable funds and an increase in work processes that are fast, precise, and accurate. Therefore, local governments are now developing e-Government or in the Indonesian government known as the Electronic-Based Government System (SPBE). In running SPBE, the Central Lombok Regency Government, especially the Department of Communication and Informatics, participates in developing SPBE, one of which is in the Informatics Application Division which has an Informatics Application Management Program. This research aims to support SPBE-based informatics application management services for OPDs in Central Lombok Regency and the public. This SPBE design adopts the TOGAF 9.2 approach, and is also adjusted to the Presidential Regulation on Electronic-Based Government Systems in designing. This research focuses on the Informatics Application Management Program with business process architecture domain, service architecture domain, data and information architecture domain, application architecture domain, and technology (infrastructure) architecture domain. The result of this research is a blueprint that will be used as a solution or support for the running of SPBE in the Informatics Application Management Program. Keywords: electronic-based government system, department of communication and informatics, informatics application management program, togaf 9.2 Abstrak Saat ini, meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel publik. Berbagai aplikasi di rancang agar dapat mewujudkan sistem kerja yang transparan dana akuntabel serta adanya peningkatan proses kerja yang cepat, tepat, dan akurat. Maka dari itu, Pemerintah daerah kini mengembangkan e-Government atau di pemerintahan Indonesia dikenal sebagai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dalam menjalankan SPBE Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika ikut serta mengembangkan SPBE salah satunya pada Bidang Aplikasi Informatika yang memiliki Program Pengelolaan Aplikasi Informatika. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk menunjang layanan pengelolaan aplikasi informatika berbasis SPBE bagi OPD yang ada di Kab. Lombok Tengah dan juga publik. Perancangan SPBE ini mengadopsi pendekatan TOGAF 9.2, dan juga di sesuaikan dengan Peraturan Presiden tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dalam melakukan perancangan. Penelitian ini berfokus pada Program Pengelolaan Aplikasi Informatika dengan domain arsitektur proses bisnis, domain arsitektur layanan, domain arsitektur data dan informasi, domain arsitektur ap-likasi, dan domain arsitektur teknologi (infrastruktur). Hasil dari penelitian ini yaitu suatu blueprint yang nantinya akan dijadikan solusi ataupun penunjang berjalannya SPBE dalam Program Pengelolaan Aplikasi Informatika. Kata kunci: aplikasi informatika, program pengelolaan aplikasi informatika, enterprise architecture, togaf 9.2
Pengembangan Platform Edukasi dan Kolaborasi Sebagai Salah Satu Upaya Penurunan Angka Stunting Kota Bandung Asti Amalia Nur Fajrillah; Rahmat Fauzi; Ekky Novriza Alam; Fitriyana Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JPMI - Oktober 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1483

Abstract

Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia (TIK) menyebabkan TIK menjadi enabler baik bagi industri bisnis maupun bagi organisasi pemerintahan, termasuk Perlunya TIK sebagai salah satu pendukung kegiatan yang mampu mewadahi sosialiasi dan penyebaran informasi secara cepat, tepat dan akurat juga dirasakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau lebih dikenal dengan TP PKK Kota Bandung. Khusus pada program kesehatan, stunting masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Bandung angka stunting masih terbilang tinggi dengan jumlah 28.12 % pada tahun 2019 (SSGBI). Pemerintah Kota Bandung sendiri, telah melakukan berbagai program bagi pencegahan stunting yang meliputi edukasi, ekonomi dan sanitasi. Dilain pihak, seluruh Civitas Akademika di Perguruan Tinggi memiliki kewajiban untuk mengimplementasikan pengetahuannya dilingkungan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut maka Program Studi Sarjana Sistem Informasi Universitas Telkom, bekerjasama dengan TP PKK Kota Bandung berencana meningkatkan edukasi dan kolaborasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah kota Bandung dengan mengembangkan platform edukasi yang interaktif, sekaligus menjadi platform kolaborasi yang dapat memfasilitasi masyarakat dan institusi untuk ikut serta dalam membantu pencegahan stunting dengan meningkatkan efektifitas dan efisiensi terhadap penyampaian pesan dan campaign terhadap permasalahan stunting yang merupakan salah satu program oleh TP PKK kota Bandung.
PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN SMART VILLAGE PADA DIMENSI TECHNOLOGY DENGAN MENGGUNAKAN TOGAF ADM 9.2 Jihan Audia Mulya; Asti Amalia Nur Fajrillah B; Muharman Lubis
eProceedings of Engineering Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi informasi semakin mengalami kemajuan yang sangat pesat tentunya merupakan hal pokok sebagai penunjang suatu pembangunan daerah maupun desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan adopsi framework TOGAF ADM 9.2 yang terdiri dari fase yaitu Preliminary, Architecture vision, Business Architecture, information system architecture, Technology architecture, Opportunities dan solution, serta migration planning. Dalam menentukan objek penelitian berdasarkan status klasterisasi desa dengan memperhatikan beberapa aspek penilaian yang dirilis langsung oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia berupa indeks desa bangunan IDM yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menunjang potensi dan kemampuan desa diikuti dengan karakteristik pemerintahan desa di setiap tingkatan. Luaran yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa rancangan enterprise arsitektur smart village dalam dimensi Technology yang akan membantu pemerintah dan masyarakat desa dalam menggambarkan suatu target berupa rancangan pengembangan digital pada dimensi yang memberikan kontibusi kepada Desa khususnya masyarakat dalam meningkatkan sector ekonomi melalui pemerataan pembangunan infrastruktur Desa. Objek penelitian Penelitian ini berfokus pada klasterisasi dengan nilai indeks pengelompokan desa berstatus maju, menurut data IDM sehingga konsep perancangan smart village dapat dilaksanakan dan bersinergi dengan tujuan pembangunan SDGs.Kata Kunci : Smart Village, Enterprise Architecture, TOGAF ADM 9.2, Technology, IDM, Masyarakat Desa.
ENTERPRISE ARCHITECTURE: STRATEGY OF SMART VILLAGE DEVELOPMENT (VILLAGE SERVICES) USING TOGAF 9.2 Raden Roro Hanin Ramadhan Yusriyahti; Asti Amalia Nur Fajrillah; Widyatasya Agustika Nurtrisha
JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol 10, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v10i1.2542

Abstract

Abstract: The design of Smart Village Enterprise Architecture for village government systems serves to support sustainability in facilitating the creation of Good Governance in a Village Government. One significant role in achieving Good Governance in a village is Education. Education plays a crucial role in enhancing and developing Good Governance and the SDGs values of a village. The conducted research focuses on the design of Enterprise Architecture of the Smart Village concept, with a focus on Village Services' dimension that specifically targets Education Services in a village in the Special Region of Yogyakarta. The research method utilized the TOGAF ADM 9.2 framework. The focus domain in this study includes the preliminary phase, architecture vision, business architecture, data architecture, application architecture, technology architecture, opportunities and solutions, and migration planning for the Education service in the Pagerharjo Village Government. The research result is an Enterprise Architecture blueprint as a solution to the issues that occur in the Education service in the Pagerharjo Village Government, along with an IT Roadmap as a reference for the village government in project development. It is hoped that the recommendations provided can enhance the Education services offered by the Pagerharjo village, thereby aiding the Pagerharjo Village Government in improving its score for the fourth SDGs, Quality Education.            Keywords: Enterprise Architecture, Smart Village, SDGs, TOGAF ADM 9.2. Abstrak: Perancangan Enterprise Architecture Smart Village pada sistem pemerintahan Desa befungsi mendukung sustainability dalam membantu terciptanya Good Governance di suatu Pemerintahan Desa. Salah satu peranan penting terciptanya Good Governance di suatu Desa adalah Pendidikan. Pendidikan memiliki peran penting dalam peningkatan maupun pembangunan Good Governance dan nilai SDGs Desa. Penelitian yang dilakukan berfokus pada perancangan Enterprise Architecture konsep Smart Village dimensi Village Services yang berfokus pada Education Services di Desa Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan framework TOGAF ADM 9.2. Fokus domain yang diambil dalam penelitian ini mencakup fase preliminary phase, architecture vision, arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi, opportunities and solutions, dan migration planning pada layanan Pendidikan di Pemerintahan Desa Pagerharjo. Hasil dari penelitian yang dilakukan berupa blueprint Enterprise Architecture sebagai solusi dari permasalahan yang terjadi pada layanan Pendidikan di Pemerintahan Desa Pagerharjo serta IT Roadmap sebagai acuan Pemerintah Desa dalam melakukan pengembangan proyek. Diharapkan, rekomendasi yang diberikan dapat meningkatkan layanan Pendidikan yang disediakan oleh Desa Pagerharjo, sehingga mampu membantu Pemerintah Desa Pagerharjo meningkatkan score nilai SDGs ke-empat, Pendidikan yang Berkualitas. Kata kunci: Enterprise Architecture, Smart Village, SDGs, TOGAF ADM 9.2
Co-Authors Adam Satya Kencana Akbar Nurwahyu Arifin Putra Aldi Abriyanto Anik Hanifatul Azizah Annastasia, Syifa Ari Yanuar Ridwan Asri Novianto Ayu Syafira Alfain Baiq Vidisasca Suhita Berlian Maulidya Izzati Berlian Maulidya Izzati Bregas Aria Wicaksana Brian Argya Respati Devi Nindya Murti Devi Nindya Murti, Devi Nindya Ekky Novriza Alam Febrianto, Prima Febriyani, Widia Firdaus Adi Nugroho Fitriyana Dewi Galuh Wisnu Pambayun Gita Adira Gustriandita, Tiara Shalsabilla Hasanah, Sofiyatun Hilal Arqaan Pratama Hilal Arqaan Pratama Indah Faradhila Putri Indra Aji Putra Irfan Darmawan Ivana Tyora Oktavian Ivana Tyora Oktavian Jannah, Putri Raudatul Jihan Audia Mulya Ken Rangga Dinar Khaerunisa Nur Ikrima Lolly Asri Widyastri Meidiani Juwita Rachmawati Monica Areza Putri Muhammad Barli Khairan Muhammad Ferdi Kurniawan Muhammad Ilham Alhari Muhammad Rasyid Ridho Tobing Muharman Lubis Mukti, Iqbal Yulizar Mukti, Iqbal Yulizar Mukti, ⁠Iqbal Yulizar Nuraliza, Hilda Pasaribu, Magdalena Edelways Enjelina Putra Fajar Alam Qory Ummu Hanifah R. Wahjoe Witjaksono Rachmadita Andreswari Raden Roro Hanin Ramadhan Yusriyahti Rahmania Arina Alkha Saputri Rahmania Arina Alkha Saputri Rahmat Fauzi Rahmat Mulyana Restu Kuatno Ridha Hanafi Rizki Ananda Safitri, Intania Fadya Safitri, Shintya Rahma Simangunsong, Rahel Yohana Suhita, Baiq Vidisasca Sukrina Herman, Sukrina Syaffa, Naura Imanda Tanni Maisari Tien Fabrianti Kusumasari Tiofenny Angelina Tiofenny Angelina Wader Trisepa Jonson Wader Trisepa Jonson Wafiyah, Afifah Hasna Widyatasya Agustika Nurtrisha Yuli Adam Prasetyo Yusriyahti, Raden Roro Hanin Ramadhan