Peningkatan angka kejadian penyakit tidak menular seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung mendorong kemunculan makanan fungsional yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi dasar tetapi juga memberikan keuntungan kesehatan lebih. Polisakarida non-pati atau serat makanan adalah elemen bioaktif yang sangat penting dalam makanan fungsional. Artikel ini bertujuan untuk menilai fungsi fisiologis dan penggunaan polisakarida non-pati dalam pengembangan makanan fungsional berdasar jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur terhadap jurnal nasional yang tersedia secara online. Hasil analisis menunjukkan bahwa polisakarida non-pati seperti selulosa, hemiselulosa, pektin, beta-glukan, dan inulin memiliki peranan penting dalam mempertahankan kesehatan pencernaan, mengatur kadar glukosa dan kolesterol dalam darah, serta mendukung keseimbangan mikrobiota usus. Selain itu, polisakarida non-pati banyak diterapkan dalam industri makanan sebagai bahan pengental, penstabil, pencipta tekstur, dan bahan tambahan pada berbagai produk makanan fungsional. Oleh karena itu, penggunaan polisakarida non-pati memiliki potensi yang besar dalam pengembangan makanan fungsional yang berfokus pada kesehatan.