p-Index From 2021 - 2026
3.986
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Stabilitas Enzim dalam Proses Pengolahan Pangan dan Implikasinya terhadap Mutu Aulia Nur Rahma; Raden Siti Nurlaela; Siti Nurhalimah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.23378

Abstract

Enzim telah banyak dimanfaatkan dalam pengolahan pangan untuk meningkatkan efisiensi proses dan mutu produk, namun stabilitas enzim selama pengolahan masih menjadi tantangan karena sensitif terhadap kondisi lingkungan. Selain itu, keterkaitan antara stabilitas enzim dan mutu pangan belum banyak dikaji secara terpadu, sehingga artikel ini bertujuan untuk mengkaji stabilitas enzim dalam proses pengolahan pangan serta implikasinya terhadap mutu produk. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan artikel ilmiah relevan dari jurnal nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir melalui penelusuran basis data daring. Data dianalisis secara kualitatif melalui seleksi, pengelompokan tema, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa stabilitas enzim dipengaruhi oleh kondisi proses seperti suhu, pH, dan durasi pengolahan, serta pendekatan teknologi yang diterapkan. Stabilitas enzim berperan penting dalam menjaga konsistensi aktivitas katalitik yang berdampak langsung pada berbagai parameter mutu pangan, termasuk tekstur, cita rasa, dan kualitas kimia produk. Penurunan stabilitas enzim berpotensi menyebabkan perubahan mutu yang bersifat multidimensional. Keterbatasan kajian ini terletak pada pendekatan berbasis literatur tanpa pengujian eksperimental. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan stabilitas enzim sebagai bagian integral dari perancangan proses pengolahan pangan dan membuka peluang penelitian lanjutan secara eksperimental.
Peran dan Aplikasi Polisakarida Non-Pati (Serat Pangan) dalam Pengembangan Makanan Fungsional: Sebuah Tinjauan Naura Nadhzifatul Bilbina; Raden Siti Nurlaela; Siti Nurhalimah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23583

Abstract

Peningkatan angka kejadian penyakit tidak menular seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung mendorong kemunculan makanan fungsional yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi dasar tetapi juga memberikan keuntungan kesehatan lebih. Polisakarida non-pati atau serat makanan adalah elemen bioaktif yang sangat penting dalam makanan fungsional. Artikel ini bertujuan untuk menilai fungsi fisiologis dan penggunaan polisakarida non-pati dalam pengembangan makanan fungsional berdasar jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur terhadap jurnal nasional yang tersedia secara online. Hasil analisis menunjukkan bahwa polisakarida non-pati seperti selulosa, hemiselulosa, pektin, beta-glukan, dan inulin memiliki peranan penting dalam mempertahankan kesehatan pencernaan, mengatur kadar glukosa dan kolesterol dalam darah, serta mendukung keseimbangan mikrobiota usus. Selain itu, polisakarida non-pati banyak diterapkan dalam industri makanan sebagai bahan pengental, penstabil, pencipta tekstur, dan bahan tambahan pada berbagai produk makanan fungsional. Oleh karena itu, penggunaan polisakarida non-pati memiliki potensi yang besar dalam pengembangan makanan fungsional yang berfokus pada kesehatan.