Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Penerapan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Berbantuan Media Interaktif Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Kelas IX Pada Pembelajaran IPA Rasyidin, Eiftien Yuliar; Mashfufah, Indrawati; Nurdayanti; Febriana, Ria Naena; Resti, Vica Dian Aprelia
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/b8hbq052

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik pada pembelajaran IPA, khususnya pada materi Bioteknologi yang bersifat abstrak dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar peserta didik setelah penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbantuan media interaktif pada pembelajaran IPA materi Bioteknologi. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan metode survei pascaintervensi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IX pada satu rombongan belajar di SMP Negeri 02 Kota Serang. Instrumen penelitian berupa angket minat belajar skala Likert lima poin yang mencakup empat indikator, yaitu perasaan senang, keterlibatan, ketertarikan, dan perhatian. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar peserta didik berada pada kategori tinggi dengan persentase perasaan senang sebesar 80,00%, keterlibatan 84,25%, ketertarikan 89,33%, dan perhatian 86,67%, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 85,06%. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CRT berbantuan media interaktif dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPA yang kontekstual, bermakna, dan berpusat pada peserta didik sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Pengaruh Model Pembelajaran REACT Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis di Kelas VII Materi Zat Dan Perubahannya Latifa Dewi, Shofia; Indah Suryani, Dwi; Aprelia Resti, Vica Dian
PendIPA Journal of Science Education Vol 10 No 1 (2026): January - March
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.10.1.28-35

Abstract

This study was conducted to assess the contribution of the REACT model in enhancing students’ critical thinking skills in learning about substances and their changes at a public junior high school in Serang City. A quantitative approach was employed, using a pretest–posttest control group design, where Class VII C served as the experimental group applying the REACT model, while Class VII A functioned as the control group using the PBL model. Data were collected through multiple instruments, including interviews, questionnaires, test documentation, and observations, and were subsequently analyzed using homogeneity and normality tests, followed by an independent sample t-test. The results indicated an increase in the experimental group’s posttest mean score to 78, outperforming the control group’s mean score of 66, with a significance value of 0.003, below the 0.05 threshold. These findings confirm that the implementation of the REACT model effectively enhances students’ critical thinking skills through the stages of Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, and Transferring. Therefore, the REACT model can be considered a viable alternative science teaching strategy that supports the development of students’ critical thinking abilities.
INTEGRASI DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI KEMANDIRIAN BELAJAR Vica Dian Aprelia Resti
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah pembelajaran mendalam sering dibahas oleh para pendidik mulai dari jenjang Pendidikan Dasar hingga jenjang Pendidikan Tinggi. Istilah ini menjelaskan apakah pembelajaran mendalam merupakan istilah baru karena seringnya dibahas atau bahkan istilah lama yang kembali menjadi pembahasan pada akhir-akhir ini. Secara konsep pembelajaran mendalam bukan hanya sekedar transfer ilmu melainkan menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses pembelajaran dengan menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Suasana belajar yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan tersebut menjelaskan bagaimana peran kesadaran diri yang ditunjukkan dalam kemandirian belajar peserta didik untuk memaknai bahwa belajar merupakan kebutuhan adalah bagian integral pada kegiatan belajar. Kesadaran dan kepekaan otak dari segi biologi, persepsi, ingatan dan kaitannya dengan pembelajaran dalam artikel ini dibahas menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam suatu bidang yang disebut Neurosains. Kajian neurosains ini tidak bisa dilepaskan dari peran pendidik sebagai fasilitator yang menghadirkan variasi stimulus dalam lingkungan belajar untuk menguatkan konsepsi visual dengan keterlibatan indera peserta didik yang menjadi dasar terbentuknya ingatan dan akan menjadi pemahaman utuh ketika diproses lebih lanjut dalam Long Term Memory (LTM). Hal tersebut menjadikan catatan besar dalam integrasi Deep Learning di pembelajaran IPA yang berkaitan erat dengan kemandirian belajar baik dari sudut pandang peserta didik maupun sudut pandang pendidik. Pendidik diharapkan memiliki motivasi dalam menghadirkan sitimulus yang bermakna sehingga peserta didik akan mudah membawanya ke dalam pemahaman jangka panjang yang bermanfaat dalam pemecahan masalah sehari-hari di lingkungannya.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN WEBSITE BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) PADA MATERI ISU-ISU LINGKUNGAN UNTUK MELATIH LITERASI LINGKUNGAN SISWA SMP Fauzan, Fahriza Surya; Resti, Vica Dian Aprelia; Vitasari, Mudmainah
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i1.8357

Abstract

Literasi lingkungan penting dalam pembelajaran IPA. Namun, pembelajaran IPA di sekolah belum sepenuhnya efektif dalam mempelajari kemampuan literasi lingkungan siswa. Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran website berbasis CTL untuk melatih literasi lingkungan siswa SMP pada isu-isu lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode RD yang dikembangkan Thiagarajan yang terdiri dari tahap define, design, develop dan disseminate, namun dibatasi hanya sampai pada tahap develop. Penelitian ini melibatkan validasi dari ahli materi, ahli media, dan praktisi guru IPA. Diperolehnya hasil penelitian dengan persentase ahli materi 93,30% dengan kategori sangat valid, ahli media 91,96% dengan kategori sangat valid dan praktisi guru IPA 90,87% dengan kategori sangat valid serta respon siswa 90,14% dengan kategori sangat baik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran website berbasis CTL yang dikembangkan ini sudah tervalidasi oleh ahli materi, media dan praktisi guru IPA sehingga dapat dilanjutkan pada tahap disseminate untuk uji coba lebih lanjut pada siswa SMP kelas IX.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS PROBLEM SOLVING MATERI GETARAN DAN GELOMBANG MENGGUNAKAN ANGKLUNG UNTUK MELATIH KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK SMP KELAS VIII Marselina, Sela; Nulhakim, Lukman; Resti, Vica Dian Aprelia
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i1.8276

Abstract

Pemecahan masalah adalah kemampuan penting yang harus dikuasai peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran IPA. Namun pada kenyataannya, sekolah-sekolah masih kekurangan bahan ajar yang dapat melatih peserta didik untuk memiliki kemampuan ini. Salah satu solusinya adalah dengan mengembangkan bahan ajar yang mengintegrasikan indikator kemampuan pemecahan masalah dengan model pembelajaran problem solving. Penelitian ini berfokus pada validitas dan respons peserta didik terhadap bahan ajar yang dikembangkan, yaitu E-LKPD berbasis problem solving. Penelitian ini menggunakan metode RD (Research and Development) dengan model ADDIE yang hanya diterapkan hingga tahap implementasi. Instrumen yang digunakan meliputi instrumen validasi ahli materi, ahli bahan ajar, ahli praktisi, serta lembar angket respons peserta didik. Hasil validasi menunjukkan bahwa E-LKPD ini sangat valid dengan hasil validasi ahli materi sebesar 91,40 (sangat valid), hasil validasi ahli bahan ajar sebesar 96,42% (sangat valid), dan hasil validasi ahli praktisi sebesar 91,11% (sangat valid). Setelah perbaikan produk, uji coba terbatas dilakukan untuk mengukur respons peserta didik. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta didik memberikan respons dengan kategori sangat baik yaitu 88,76%. Hal ini membuktikan bahwa E-LKPD berbasis problem solving materi getaran dan gelombang dinilai valid dan cocok digunakan sebagai bahan ajar untuk melatih kemampuan pemecahan masalah peserta didik.
The Effect of the SSCS (Search, Solve, Create and Share) Learning Model on Students' Science Process Skills Salma Vania Indriani; Vica Dian Aprelia Resti; Rt. Bai Rohimah
PendIPA Journal of Science Education Vol 10 No 2 (2026): April - June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.10.2.369-376

Abstract

The low level of students' science process skills in learning is still a common problem, especially due to the implementation of learning models that have not fully involved students actively in the scientific process. This study aims to analyze the effect of the use of the SSCS (Search, Solve, Create and Share) learning model on students' science process skills using a quasi-experimental research method and a Nonequivalent Control Group Design research design. The subjects of the study were students in classes consisting of class VII A as the experimental class and class VII F as the control class, with 30 students each. The research instruments consisted of a science process skills test, a science process skills observation sheet, an observation sheet on the implementation of the learning model, and a student response questionnaire. Data analysis was carried out through normality tests, homogeneity tests, and hypothesis tests using Independent Sample t-tests through IBM SPSS Statistics 26 software. The results showed that there was an increase in students' science process skills in the experimental class using the SSCS learning model with an average post-test score of 77.33 compared to the control class with an average post-test score of 61.66. The results of the hypothesis test showed a significance value of 0.000 (<0.05), thus rejecting H0 and accepting H1. This indicates a significant effect of the SSCS learning model on improving students' science process skills. Furthermore, the results of the student questionnaire showed a positive response rate of 79.57%. Based on these results, it can be concluded that the use of the SSCS (Search, Solve, Create, and Share) model is effective in improving students' science process skills.