Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH METODE PRAKTIKUM TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VIII PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG Azzahra, Syakirah; Resti, Vica Dian Aprelia; Kurniasih, Septi
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.6966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode praktikum terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VIII pada materi getaran dan gelombang di SMP Negeri 14 Kota Serang. Keterampilan proses sains merupakan kompetensi dasar yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran IPA melalui penyelidikan ilmiah, termasuk kemampuan observasi, mengklasifikasi, pengujian hipotesis, interpretasi data, menyimpulkan dan mengkomunikasikan. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa siswa kurang menguasai keterampilan tersebut, terutama dalam aspek komunikasi dan interpretasi data, akibat penerapan metode pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan teknik purposive sampling, melibatkan dua kelas: kelas eksperimen yang diterapkan metode praktikum, dan kelas kontrol yang diterapkan metode demonstrasi. Data dikumpulkan melalui pretest, postest, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan metode praktikum mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan proses sains, dengan rata-rata nilai postest mencapai 74, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu memperoleh nilai rata-rata sebesar 66. Uji hipotesis menunjukkan nilai sig. 0,001, yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak, mengindikasikan bahwa metode praktikum berpengaruh positif terhadap keterampilan proses sains siswa.
Pengembangan Video Animasi Berbasis Inquiry Learning Tema Lingkunganku Untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VII Khofifah, Ida; Nulhakim, Lukman; Resti, Vica Dian Aprelia
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 2 (2025): June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.2.545-553

Abstract

The uniformity of student responses, which tends to indicate convergent thinking or mere knowledge reproduction, warrants attention as it reveals the students' cognitive process.Therefore, learning media that can stimulate students' creative thinking processes more optimally are needed. This study aimed to obtain data and describe the efficiency level of inquiry learning-based animated videos with the theme "My Environment" to train creative thinking skills of 7th-grade students. The method used is Research and Development (R&D) with the Borg and Gall model, modified into 7 steps: problem analysis, data collection, product design, product validation, product revision, product trial, and revision of trial results. The research subjects are material experts, media experts, practitioners, and students. The data types used are expert validation sheets to test validity by material experts, media experts, and practitioners, as well as student response questionnaires to determine the product's efficiency level. The results show that based on material expert validation, the percentage is 88.6% with the category "Very Valid", media expert validation obtains a percentage of 92.4% with the category "Very Valid", and practitioner validation (science teachers) obtains a percentage of 90.3% with the category "Very Valid". The efficiency level of the animated video product obtains a percentage of 86.9% with the category "Very Efficient".
Pengaruh Model Flipped Classroom terhadap Keterampilan Komunikasi Sains Siswa Kelas VII Tema Aneka Ragam Makhluk Hidup Ratu Humairoh; Liska Berlian; Vica Dian Aprelia Resti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i4.2201

Abstract

Meningkatkan kemampuan berkomunikasi sains dalam bidang pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam menjadi elemen penting bagi para siswa guna membiasakan diri serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan temuannya baik secara verbal maupun tertulis. Temuan lapangan yang dihasilkan dari wawancara dengan narasumber guru dan siswa yang termasuk Sekolah Menengah Pertama di Kota Cilegon, dapat disimpulkan jika keterampilan berkomunikasi sains siswa di Indonesia masih perlu lebih ditingkatkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis bagaimana model pembelajaran Flipped Classroom dapat memengaruhi keterampilan berkomunikasi sains siswa kelas VII dalam topik "Aneka Ragam Makhluk Hidup" di sekolah menengah di Kota Cilegon pada tahun ajaran 2023/2024. Pendekatan yang ada dalam penelitian ini ialah metode eksperimen semu yang menggunakan desain penelitian Nonequivalent Pretest-Postest Control Group Design, dengan subjek 60 siswa, yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing terdiri dari 30 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan dengan metode tes dan observasi. Hasil kegiatan pengolahan data hasil tes hipotesis Independent Sample T-Test nilai Sig. (2-tailed) 0,014 atau > 0,05 dapat disimpulkan bahwa Flipped Classroom berpengaruh positif pada kemampuan komunikasi sains siswa.
DISTRIBUSI TEMPORAL ARTHROPODA PADA TUMBUHAN LIAR Centella asiatica L. DI KEBUN BIOLOGI FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG Aprelia Resti, Vica Dian
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i2.870

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi temporal Arthropoda pada tumbuhan liar Centella asiatica L. di kebun Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode pengamatan yang digunakan diadaptasi dari Weisse dan Stettmer (1991) secara visual control dengan mengamati secara langsung serangga yang mengunjungi cuplikan tumbuhan liar. Pengamatan dilakukan pada titik cuplikan tanaman Centella asiatica L. masing-masing pada tiga tempat yang ditentukan berdasarkan jauh dekatnya dengan jalan setapak dan sumber air. Pada setiap titik dilakukan pengamatan terhadap Arthropoda yang berkunjung dengan cara pengamatan langsung dengan gradasi jarak pengamatan 2 meter dan dilakukan pada 3 periode pengamatan dan durasi 15 menit. Distribusi temporal Arthropoda pada tumbuhan Centella asiatica L. menunjukkan variasi yang berbeda-beda. Pola yang paling mencolok ditemui pada distribusi famili Formicidae. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan kapan waktu yang tepat dilaksanakannya Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam upaya menurunkan penggunaan pestisida kimiawi di lahan pertanian atau perkebunan.
IMPLEMENTASI E-MODUL BERBASIS LITERASI SAINS TEMA AYO SIAGA BENCANA UNTUK MELATIH KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP Agustin, Salshanabilla; Vitasari, Mudmainah; Resti, Vica Dian Aprelia
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 3 (2025): October
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.3.878-886

Abstract

Achieving learning objectives in a successful learning process cannot be separated from one of the students' internal factors, namely independence, especially learning independence. One of the development research that has been carried out by Kristina (2022) is to produce supporting products for teaching materials that can encourage student independence in the form of electronic modules (e-modules). Therefore, efforts are made to implement the E-module to train students' independent learning. This research aims to analyze the implementation of a scientific literacy-based e-module with the theme Let's Prepare for Disasters in training junior high school students' independent learning. The research subjects were class VII students of SMP Negeri 2 Kramatwatu who took science lessons using the e-module. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observing learning implementation, observing students' independent learning activities, and learning independence questionnaires. The results of the research showed that the implementation of learning using e-modules went very well, reaching 93.4% at the first meeting and 96.4% at the second meeting. Observations of student learning independence showed an average observation result of 74.3% at the first meeting and 86.1% at the second meeting. Student learning independence questionnaire data supports observation results with an average of 81.1% in the "very good" category. These data show that the e-module based on scientific literacy with the theme Let's Prepare for Disasters is able to effectively train junior high school students' learning independence, as seen from the consistency between learning implementation, student activities in learning independence, and the results of students' perceptions through the learning independence questionnaire.
Analisis Penerapan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Berbantuan Media Interaktif Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Kelas IX Pada Pembelajaran IPA Rasyidin, Eiftien Yuliar; Mashfufah, Indrawati; Nurdayanti; Febriana, Ria Naena; Resti, Vica Dian Aprelia
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/b8hbq052

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik pada pembelajaran IPA, khususnya pada materi Bioteknologi yang bersifat abstrak dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar peserta didik setelah penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbantuan media interaktif pada pembelajaran IPA materi Bioteknologi. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan metode survei pascaintervensi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IX pada satu rombongan belajar di SMP Negeri 02 Kota Serang. Instrumen penelitian berupa angket minat belajar skala Likert lima poin yang mencakup empat indikator, yaitu perasaan senang, keterlibatan, ketertarikan, dan perhatian. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar peserta didik berada pada kategori tinggi dengan persentase perasaan senang sebesar 80,00%, keterlibatan 84,25%, ketertarikan 89,33%, dan perhatian 86,67%, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 85,06%. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CRT berbantuan media interaktif dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPA yang kontekstual, bermakna, dan berpusat pada peserta didik sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Pengaruh Model Pembelajaran REACT Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis di Kelas VII Materi Zat Dan Perubahannya Latifa Dewi, Shofia; Indah Suryani, Dwi; Aprelia Resti, Vica Dian
PendIPA Journal of Science Education Vol 10 No 1 (2026): January - March
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.10.1.28-35

Abstract

This study was conducted to assess the contribution of the REACT model in enhancing students’ critical thinking skills in learning about substances and their changes at a public junior high school in Serang City. A quantitative approach was employed, using a pretest–posttest control group design, where Class VII C served as the experimental group applying the REACT model, while Class VII A functioned as the control group using the PBL model. Data were collected through multiple instruments, including interviews, questionnaires, test documentation, and observations, and were subsequently analyzed using homogeneity and normality tests, followed by an independent sample t-test. The results indicated an increase in the experimental group’s posttest mean score to 78, outperforming the control group’s mean score of 66, with a significance value of 0.003, below the 0.05 threshold. These findings confirm that the implementation of the REACT model effectively enhances students’ critical thinking skills through the stages of Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, and Transferring. Therefore, the REACT model can be considered a viable alternative science teaching strategy that supports the development of students’ critical thinking abilities.
The Effect of the SSCS (Search, Solve, Create and Share) Learning Model on Students' Science Process Skills Indriani, Salma Vania; Aprelia Resti, Vica Dian; Rohimah, Rt. Bai
PendIPA Journal of Science Education Vol 10 No 2 (2026): April - June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.10.2.369-376

Abstract

The low level of students' science process skills in learning is still a common problem, especially due to the implementation of learning models that have not fully involved students actively in the scientific process. This study aims to analyze the effect of the use of the SSCS (Search, Solve, Create and Share) learning model on students' science process skills using a quasi-experimental research method and a Nonequivalent Control Group Design research design. The subjects of the study were students in classes consisting of class VII A as the experimental class and class VII F as the control class, with 30 students each. The research instruments consisted of a science process skills test, a science process skills observation sheet, an observation sheet on the implementation of the learning model, and a student response questionnaire. Data analysis was carried out through normality tests, homogeneity tests, and hypothesis tests using Independent Sample t-tests through IBM SPSS Statistics 26 software. The results showed that there was an increase in students' science process skills in the experimental class using the SSCS learning model with an average post-test score of 77.33 compared to the control class with an average post-test score of 61.66. The results of the hypothesis test showed a significance value of 0.000 (<0.05), thus rejecting H0 and accepting H1. This indicates a significant effect of the SSCS learning model on improving students' science process skills. Furthermore, the results of the student questionnaire showed a positive response rate of 79.57%. Based on these results, it can be concluded that the use of the SSCS (Search, Solve, Create, and Share) model is effective in improving students' science process skills.
INTEGRASI DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI KEMANDIRIAN BELAJAR Vica Dian Aprelia Resti
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah pembelajaran mendalam sering dibahas oleh para pendidik mulai dari jenjang Pendidikan Dasar hingga jenjang Pendidikan Tinggi. Istilah ini menjelaskan apakah pembelajaran mendalam merupakan istilah baru karena seringnya dibahas atau bahkan istilah lama yang kembali menjadi pembahasan pada akhir-akhir ini. Secara konsep pembelajaran mendalam bukan hanya sekedar transfer ilmu melainkan menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses pembelajaran dengan menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Suasana belajar yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan tersebut menjelaskan bagaimana peran kesadaran diri yang ditunjukkan dalam kemandirian belajar peserta didik untuk memaknai bahwa belajar merupakan kebutuhan adalah bagian integral pada kegiatan belajar. Kesadaran dan kepekaan otak dari segi biologi, persepsi, ingatan dan kaitannya dengan pembelajaran dalam artikel ini dibahas menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam suatu bidang yang disebut Neurosains. Kajian neurosains ini tidak bisa dilepaskan dari peran pendidik sebagai fasilitator yang menghadirkan variasi stimulus dalam lingkungan belajar untuk menguatkan konsepsi visual dengan keterlibatan indera peserta didik yang menjadi dasar terbentuknya ingatan dan akan menjadi pemahaman utuh ketika diproses lebih lanjut dalam Long Term Memory (LTM). Hal tersebut menjadikan catatan besar dalam integrasi Deep Learning di pembelajaran IPA yang berkaitan erat dengan kemandirian belajar baik dari sudut pandang peserta didik maupun sudut pandang pendidik. Pendidik diharapkan memiliki motivasi dalam menghadirkan sitimulus yang bermakna sehingga peserta didik akan mudah membawanya ke dalam pemahaman jangka panjang yang bermanfaat dalam pemecahan masalah sehari-hari di lingkungannya.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN WEBSITE BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) PADA MATERI ISU-ISU LINGKUNGAN UNTUK MELATIH LITERASI LINGKUNGAN SISWA SMP Fauzan, Fahriza Surya; Resti, Vica Dian Aprelia; Vitasari, Mudmainah
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i1.8357

Abstract

Literasi lingkungan penting dalam pembelajaran IPA. Namun, pembelajaran IPA di sekolah belum sepenuhnya efektif dalam mempelajari kemampuan literasi lingkungan siswa. Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran website berbasis CTL untuk melatih literasi lingkungan siswa SMP pada isu-isu lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode RD yang dikembangkan Thiagarajan yang terdiri dari tahap define, design, develop dan disseminate, namun dibatasi hanya sampai pada tahap develop. Penelitian ini melibatkan validasi dari ahli materi, ahli media, dan praktisi guru IPA. Diperolehnya hasil penelitian dengan persentase ahli materi 93,30% dengan kategori sangat valid, ahli media 91,96% dengan kategori sangat valid dan praktisi guru IPA 90,87% dengan kategori sangat valid serta respon siswa 90,14% dengan kategori sangat baik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran website berbasis CTL yang dikembangkan ini sudah tervalidasi oleh ahli materi, media dan praktisi guru IPA sehingga dapat dilanjutkan pada tahap disseminate untuk uji coba lebih lanjut pada siswa SMP kelas IX.