Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Terapi Bermain Plastisin terhadap Penurunan Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah: The Effect of Playing Therapy Using Plasticine on Reducing Hospitalizations Among Preschool Students Muhammad Iqbal S; Syarifah Masthura; Nabilla Maulida
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.209

Abstract

Pendahuluan: Hospitalisasi  merupakan salah satu kondisi yang mengharuskan anak sakit untuk tinggal di rumah sakit. Anak menerima perawatan intensif selama hospitalisasi  yang membuat mereka nyaman dan dapat menghambat proses penyembuhan. Salah satu metode yang dapat dijelaskan adalah dengan memberikan terapi plastisin. Terapi ini dapat memberikan anak rasa aman dan membantu mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah sakit mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi bermain plastisin terhadap penurunan hospitalisasi pada anak usia prasekolah. Metode: Jenis penelitian ini quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi adalah seluruh anak usia prasekolah yang menjalani perawatan sebanyak 58 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling menggunakan rumus Slovin sebanyak 37 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner tentang penurunan hospitalisasi. Penelitian ini telah dilaksanakan di ruang Attin Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh tanggal 11 s/d 20 Juni tahun 2025. Analisis data menggunakan uji paired sampel t-test. Hasil: Hasil penelitian didapatkan p-value 0,000 (< 0.05), intervensi penelitian menunjukan ada pengaruh sebelum dan sesudah terapi bermain plastisin terhadap penurunan hospitalisasi pada anak usia prasekolah. Kesimpulan: Terapi bermain plastisin menurunan tingkat hospitalisasi  pasien anak usia prasekolah.
EFFECTS OF FAMILY SMOKING HABITS ON BRONCHOPNEUMONIA INCIDENCE AMONG TODDLERS Muhammad Iqbal S; Cut Oktaviyana; Darman Ajali
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 12, No 2 (2024): August
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v12i2.86221

Abstract

Background: Bronchopneumonia, one of the variants of pneumonia that commonly affects the bronchi and alveoli, especially in toddlers, is often caused by exposure to cigarette smoke in the surrounding environment. In 2019, there were 2,157 cases of bronchopneumonia in toddlers in Aceh Province. The presence of family members who smoke increases the risk of bronchopneumonia in toddlers because cigarette smoke can disrupt lung defense mechanisms. This research aims to determine the influence of family members' smoking behavior on the incidence of bronchopneumonia in toddlers in the pediatric ward of RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, South Aceh.Methods: This research design is quantitative with a cross-sectional study approach. The study population consisted of 71 toddlers, with 41 respondents selected as samples using purposive sampling technique. The study was conducted from February 7 to 15, 2024, using interview instruments and examination sheets to assess bronchopneumonia criteria. Data analysis was performed using the chi-square test.Results: The research findings indicate that the average family members of toddlers who smoked the most were the toddlers' parents, with a percentage of 56%, and smoking habits indoors reached 68.3%, while the proximity of smokers to toddlers reached 90.2%. The chi-square test analysis showed the influence of family members' smoking behavior on the incidence of bronchopneumonia in toddlers, with a p-value of 0.007 (&lt; α = 0.05).Conclusion: The smoking behavior of family members can cause respiratory disorders in toddlers and thus increasing the risk of bronchopneumonia
Studi Kasus: Intervensi Relaksasi Finger hold pada Pasien dengan Indikasi Nyeri Akibat Systemic Lupus Erythematosus: Case Study: Finger-Hold Relaxation Intervention in Patients with Pain Due to Systemic Lupus Erythematosus Meriati Meriati; Muhammad Iqbal S; Yullyzar
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.396

Abstract

Pendahuluan: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun kronis, mempengaruhi berbagai sistem tubuh dengan memproduksi antibodi yang berlebihan sehingga menyebabkan berbagai manifestasi klinis pada berbagai organ sistemik seperti kulit, mukosa, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskular, sendi, tulang dan darah tepi. Keluhan nyeri sebagai salah satu gejala utama dari SLE. Tujuan studi ini  untuk melihat efek intervensi relaksasi finger hold pada pasien dengan indikasi nyeri akibat systemic lupus erythematosus. Metode: Penelitian dilakukan secara studi kasus pada satu orang pasien (An. C) penderita SLE. Intervensi keperawatan yang diberikan yaitu terapi relaksasi finger hold atau latihan relaksasi dan pergerakan pada jari-jari tangan. Intervensi diberikan dengan durasi waktu yaitu 15 menit setiap kali latihan selama 6 hari perawatan. Pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi relaksasi finger hold terhadap skala nyeri akibat SLE. Hasil: Evaluasi hasil penelitian didapatkan pada pasien An. C setelah intervensi relaksasi finger hold menurunkan skala nyeri dari skala 6 menjadi 3. Kesimpulan: Intervensi relaksasi finger hold menggunakan jari-jari dapat memberikan efek relaksasi dan mengurangi rasa nyeri pada pasien SLE.