Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh mewarnai usap abur pada pengembangan motorik halus anak prasekolah S, Muhammad Iqbal; Oktaviyana, Cut; Yurningsih, Dessy
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i01.1317

Abstract

Latar Belakang: Keterlambatan perkembangan motorik halus dapat berdampak negatif pada kesehatan anak, sehingga diperlukan stimulasi yang tepat untuk mendukung perkembangannya. Teknik usap abur adalah salah satu metode stimulasi yang diyakini dapat mendukung perkembangan anak. Pentingnya keterlibatan orang tua dan guru dalam mendukung stimulasi perkembangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mewarnai usap abur pada pengembangan motorik halus anak usia prasekolahMetode: Penelitian ini merupakan quasi-experiment dengan desain one group pretest-posttest. Sebanyak 18 siswa/i TK Putri Harapan Kota Banda Aceh, semuanya dipilih menjadi responden. Perkembangan anak dipantau menggunakan instrumen Denver Developmental Screening Test (DDST).Hasil: Analisis Wilcoxon menunjukkan perubahan yang signifikan pada perkembangan motorik halus setelah dilakukan intervensi, dengan nilai Z sebesar -3,690 dan nilai p sebesar 0,000.Kesimpulan: Teknik mewarnai usap abur, dengan keterlibatan orang tua dan guru, efektif dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak prasekolah di Banda Aceh
Pengaruh permainan puzzle terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah di TK Harapan Bunda Kabupaten Aceh Utara S, Muhammad Iqbal; Oktaviyana, Cut; Azkia, Cut Nalul
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 4 No 1 (2023): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v4i1.941

Abstract

Latar Belakang: Sekitar 16% balita mengalami  keterlambatan dalam perkembangan  motorik  halus dan Provinsi Aceh anak usia 1-5 tahun sebesar 2,2% mengalami keterlambatan yang tidak sesuai sehingga perlu peran orang tua memberikan stimulus agar dapat merangsang perkembangan otak dan otot anak. Di TK Harapan Bunda masih terdapat anak yang pasif dan mengalami kesukaran menggerakkan pensil. Media puzzle belum tersedia namun proses belajar sering menggunakan origami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan puzzle terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah di TK Harapan Bunda Aceh Utara.Metode: Jenis penelitian Quasi Experiment dengan pendekatan one group pretest dan posttest design. Sampel penelitian berjumlah 18 responden dengan menggunakan tehnik total sampling. Data di analisis menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian telah dilakukan dari tanggal 4 sampai 5 Agustus 2023.Hasil: Analisis data univariat, menunjukkan rata-rata perkembangan motorik halus sebelum dilakukan permainan puzzle diperoleh nilai mean sebesar 1.6667 dan sesudah 2.7222. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p value 0,001Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon, maka dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh perkembangan motorik halus anak sesudah dilakukan permainan puzzle dengan nilai P-Value 0,001 < α 0,05.
Pengaruh konsumsi makanan bergizi pada balita terhadap stunting Sartika, Dewi; Munawarah, Munawarah; S, Muhammad Iqbal
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 5 No 1 (2024): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v5i1.1370

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi yang berkaitan dengan status gizi balita. Salah satu faktor penyebabnya adalah asupan makanan bergizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi balita. Asupan makanan bergizi yang cukup pada balita terbukti memberikan manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan, sehingga dapat mencegah terjadinya stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asupan makanan terhadap stunting di Puskesmas Ingin Jaya Aceh Besar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 62 balita. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu untuk memperoleh data dari 62 orang yang diteliti. Penelitian dilakukan di Puskesmas Ingin Jaya pada tanggal 8, 9, 14, 15, dan 16 Mei 2024.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari 62 responden (59,7%) mengalami stunting, yang didefinisikan sebagai perawakan pendek, dan 51,6% menunjukkan konsumsi makanan yang tidak bergizi. Hasil uji statistik chi-square menghasilkan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05).Kesimpulan: Adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara konsumsi makanan bergizi pada balita dengan stunting. Oleh karena itu, disarankan kepada responden untuk mengambil tindakan untuk menghindari stunting dan meningkatkan asupan gizi balita.
Analisis Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah Berdasarkan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) di Puskesmas Ulee Kareng Ladia, Rahmadani; Iskandar, Iskandar; S, Muhammad Iqbal
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 1 (2025): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i1.266

Abstract

Kualitas tidur adalah ukuran seberapa baik seseorang tidur dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti kemampuan untuk tetap tertidur tanpa terganggu. Adanya masalah dalam tidur seringkali berhubungan dengan kenaikan risiko kematian serta berbagai kondisi kesehatan seperti depresi, hipertensi, stroke, penyakit jantung, dan obesitas. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kualitas tidur terhadap tekanan darah pada populasi lansia di Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh menggunakan skor Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita hipertensi yaitu 1.696 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling menggunakan rumus Lemeshow sehingga jumlah sampel 96 orang. Pengolahan data dilakukan melalui analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi dan chi square. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 75 dari 96 lansia (78,1%) mengalami kualitas tidur yang rendah dan 68 lansia (70,5%) memiliki tekanan darah tidak normal. Analisis statistik menunjukkan p value = 0,000 dan nilai r = 0,413, yang mengindikasikan korelasi positif tapi signifikan antara kualitas tidur dan tekanan darah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin buruk kualitas tidur tekanan darah lansia tersebut cenderung semakin tidak stabil. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar lansia untuk memperbaiki kualitas tidur mereka sebagai cara untuk mengendalikan atau memperbaiki tekanan darah mereka.
PENGARUH STORYTELLING PADA ANAK YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RUANG RAWAT RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH Iqbal S, Muhammad; Anggia, Tiara; Masthura, Syarifah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2802

Abstract

Kecemasan pada anak yang mengalami hospitalisasi dapat menjadi masalah serius yang menghambat proses penyembuhan. Keadaan ini  dapat  membuat anak merasa gelisah, rewel, menangis, berontak, tidak mau makan dan menghindari lingkungan sekitar. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan terapi bermain sederhana menggunakan boneka Handpuppet dan buku dongeng pada anak yaitu Storytelling. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh storytelling pada anak yang menjalani hospitalisasi di ruang rawat RSUD meuraxa Kota banda Aceh. Desain penelitian ini (quasi eksperiment) dengan pendekatan  pretest-posttest control one group. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 15 responden. Penelitian ini dilakukan pada 25-27 Mei 2024. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner ZSAS (Zung-Self Rating Anxiety Scale. Analisa data menggunakan uji (paired t test)  Hasil penelitian ini menggunakan uji t-test  diperoleh nilai p value = 0,002< 0,05  yang artinya ada pengaruh Storytelling setelah diberikan pada anak yang menjalani hospitalisasi di ruang rawat RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh storytelling pada anak yang menjalani hospitalisasi di ruang rawat RSUD meuraxa Kota banda Aceh. Disarankan bagi Ruang perawatan anak di RSUD Meuraxa BandaAceh untuk melibatkan perawat atau orang tua untuk melakukan Storytelling agar ranak menjadi lebih tenang saat mengalami hospitalisasi.
KEMANDIRIAN DAN PERILAKU KESEHATAN ANAK TUNAGRAHITA TERHADAP KEMAMPUAN MENYIKAT GIGI Desreza, Nanda; Iqbal S, Muhammad; Nurfaradila, Nurfaradila; Nursadah, Nursadah
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 7 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v7i1.2652

Abstract

Anak tunagrahita sering menghadapi hambatan dalam menjaga kesehatan gigi. Keterbatasan fisik, mental, dan perkembangannya berkaitan erat dengan kerentanan masalah kesehatan gigi. Perawatan gigi yang baik merupakan faktor utama memastikan kesehatan gigi dan mulut mereka. Oleh karena itu, penting sekali untuk memahami sejauh mana anak-anak tunagrahita dapat melakukan perawatan gigi secara mandiri serta bagaimana perilaku kesehatan gigi mereka sehari-hari dan kemampuan mereka dalam menyikat gigi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kemandirian dan perilaku kesehatan anak tunagrahita terhadap kemampuan menyikat gigi di SLB Bukesra Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel sebanyak 30 responden dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 27 September sampai 12 Oktober 2023. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup kemandirian, perilaku kesehatan gigi, dan lembar evaluasi kemampuan menyikat gigi. Analisa data hasil penelitian menggunakan uji deskriptif dan uji chi-square test. Hasil penelitian di dapatkan sebanyak 60% anak tunagrahita memiliki kebersihan mulut yang kurang bersih dan 76,7% mengalami gigi berlubang, 66% tingkat kemandirian masih memerlukan bantuan, 53% menunjukkan perilaku kesehatan gigi kurang baik dan 43,3% kemampuan menyikat gigi anak tunagrahita kurang tepat. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan antara kemandirian dengan kemampuan menyikat gigi (P-value 0,045), serta antara perilaku kesehatan gigi dengan kemampuan menyikat gigi (P-value 0,004). Oleh karena itu, diperlukan upaya meningkatkan kesadaran dan keterampilan merawat kesehatan gigi pada anak tunagrahita di SLB Bukesra Banda Aceh Kata kunci: Anak Tunagrahita, Kemandirian, Perilaku kesehatan gigi, Menyikat gigi\   Abstract Children with intellectual disabilities often face challenges in maintaining dental health. Their physical, mental, and developmental limitations are closely related to the vulnerability of dental health issues. Good dental care is a key factor in ensuring their dental and oral health. Therefore, it is crucial to understand the extent to which children with intellectual disabilities can independently perform dental care and their daily dental health behaviors, including their toothbrushing abilities. The aim of this research is to determine the independence and dental health behaviors of children with intellectual disabilities regarding their toothbrushing abilities at SLB Bukesra Banda Aceh. The research method used was correlational analytics with a cross-sectional study approach. A sample of 30 respondents was selected using total sampling techniques. Data collection was conducted from September 27 to October 12, 2023. Data were collected through questionnaires covering independence, dental health behaviors, and toothbrushing ability evaluation sheets. Data analysis was performed using descriptive tests and chi-square tests. The research results showed that 60% of children with intellectual disabilities had inadequate oral hygiene, and 76.7% experienced cavities. Furthermore, 66% of them still required assistance in independence, 53% exhibited poor dental health behaviors, and 43.3% had inadequate toothbrushing abilities. Correlation analysis indicated a relationship between independence and toothbrushing abilities (P-value 0.045), as well as between dental health behaviors and toothbrushing abilities (P-value=0.004). Therefore, efforts are needed to increase awareness and skills in maintaining dental health among children with intellectual disabilities at SLB Bukesra Banda Aceh  Keyword: Children with intellectual disabilities, Independence, Dental health behavior, Toothbrushing
Analisis Hubungan Dukungan Informasional dengan Pemberian Vaksinasi Covid-19 Pada Anak Usia Sekolah Fenita, Cut Nadya; Iskandar, Iskandar; Iqbal, Muhammad
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3824

Abstract

Pemberian vaksin Covid-19 pada anak merupakan bagian penting dalam rangkaian upaya penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia. Laporan SD Negeri 32 Kota Banda Aceh tahun 2022 menunjukkan bahwa terdapat 332 siswa hanya 52 siswa yang lengkap dalam melakukan vaksinasi tahap I dan II. Hal ini dikarenakan kurangnya dukungan informasional dari keluarga meliputi nasehat keluarga, petunjuk keluarga, saran, sugesti dan pemberian informasi kepada anak agar mau menerima vaksinasi yang diberikan sekolah. Tujuan penelitian untuk hubungan dukungan informasional keluarga dengan pemberian vaksinasi Covid 19 pada anak usia sekolah di SD Negeri 32 Kota Banda Aceh Tahun 2023. Desain penelitian Deskriptif Korelatif dengan pendekatan Cross Sectional  Study. Populasi penelitian yaitu 119 dengan sampel 54 responden dengan teknik proportional sampling. Analisis bivariate menggunakan  uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan informasional keluarga  (P = 0,001), nasehat keluarga (P = 0,003), sugesti keluarga (P = 0,002), saran keluarga (P = 0,001), petunjuk keluarga (P = 0,027) dan pemberian informasi (P = 0,005) dengan pemberian vaksinasi Covid 19 pada anak usia sekolah. Kesimpulan penelitian ini adalah nasehat keluarga, petunjuk keluarga, saran, sugesti dan pemberian informasi menjadi bagian dalam dukungan informasional keluarga dengan pemberian vaksinasi Covid 19 pada anak usia sekolah. Disarankan bagi sekolah guru untuk dapat memberikan informasi pada orang tua yang memiliki anak untuk mau memotivasi anak untuk ikut melaksanakan vaksinasi COVID 19 agar dapat mencegah penularan virus COVID 19 bagi tubuh dan orang lain sekitanya.Kata kunci: Dukungan Informasional Keluarga, Vaksinasi Covid-19Providing the Covid-19 vaccine to children is an important part of the series of efforts to overcome the Covid-19 pandemic in Indonesia. The report for SD Negeri 32 Banda Aceh City in 2022 shows that there are 332 students, only 52 students have completed stages I and II of vaccination. This is due to a lack of informational support from families including family advice, family instructions, suggestions, suggestions and providing information to children so they want to receive vaccinations provided by the school. The aim of the research is the relationship between family informational support and the provision of Covid 19 vaccination to school age children at SD Negeri 32 Banda Aceh City in 2023. Descriptive Correlative research design with a Cross Sectional Study approach. The research population was 119 with a sample of 54 respondents using proportional sampling technique. Bivariate analysis uses the chi-square test. The results showed that there was a relationship between family informational support (P = 0.001), family advice (P = 0.003), family suggestion (P = 0.002), family advice (P = 0.001), family guidance (P = 0.027) and providing information ( P = 0.005) by administering Covid 19 vaccination to school age children. The conclusion of this research is that family advice, family instructions, suggestions, suggestions and providing information are part of family informational support by providing Covid 19 vaccination to school-aged children. It is recommended for school teachers to provide information to parents who have children to motivate their children to take part in carrying out the COVID 19 vaccination in order to prevent transmission of the COVID 19 virus to the body and other people around them.Keywords: Family Informational Support, Covid-19 Vaccination
PERAN IBU TERHADAP STATUS GIZI DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI PUSKESMAS PEUKAN BADA Iqbal S, Muhammad; Fidela, Ridha Meutia; Masthura, Syarifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49374

Abstract

Status gizi dan perkembangan anak usia prasekolah yang sangat bergantung pada peran aktif ibu, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan pemberian stimulasi perkembangan. Puskesmas Peukan Bada prevelensi gizi kurang masih cukup tinggi dengan urutan kelima (9,7%) di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran ibu terhadap status gizi dan perkembangan anak usia prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia prasekolah di desa Lamlumpu 46 responden dan desa Lamgeue 48 responden, sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling yaitu 39 ibu di desa Lamgeue dan 37 ibu di desa Lamlumpu. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 15 Mei 2025 di desa lamgeue dan 16 Mei 2025 di desa Lamlumpu dengan menyesuaikan jadwal posyandu yang telah di tetapkan di Puskesmas Peukan Bada. Analisis data yang di gunakan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara peran ibu terhadap status gizi dengan OR 4,076 (p-value 0,039) dan peran ibu terhadap perkembangan dengan OR 4,423 (p-value 0,026) dengan anak usia prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada. Oleh karna itu, partisipasi aktif tenaga kesehatan sangat penting untuk meningkatkan peran ibu yang baik agar status gizi dan perkembangan anak sesuai dengan tumbuh kembangnya.
Efektivitas Edukasi Kesehatan Penggunaan Phantom Gigi terhadap Pengetahuan tentang Perilaku Menggosok Gigi pada Anak Irma, Ade Irma; Muhammad Iqbal S; Cut Oktaviyana
NERSMID : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Vol. 8 No. 2 (2025): Oktober
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/nersmid.v8i2.293

Abstract

problems. One way to minimize these problems is to conduct health education activities using teaching aids such as dental phantoms to improve knowledge about proper tooth brushing techniques. The use of dental phantoms is more effective for children because it involves a visual approach and hands-on practice, making it easier for them to understand. The purpose of this study was to determine the effect of the effectiveness of dental phantom health education on knowledge about tooth brushing behavior in children. The research design is quasi-experimental with a one-group pretest-posttest design. The population in this study consisted of all 25 students in grades V, with a sampling technique of total sampling. The data collection instrument used a questionnaire about knowledge of tooth brushing behavior. This research was conducted at Public Elementary School Ujong Kuta Darussalam Aceh Besar from May 23 to June 2, 2025. The results showed that the effect before and after dental phantom use health education on knowledge about toothbrushing behavior obtained a p-value of 0.000. The conclusion of this study is that there is an effect before and after health education on the use of dental phantoms on knowledge about toothbrushing behavior in children at Public Elementary School Ujong Kuta Darussalam Aceh Besar.
Hubungan Interaksi Sosial Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Desa Ceurih Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Muhammad Iqbal S; Azhar Mu'alim; Yadi Putra
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i3.2320

Abstract

Introduction: The aging process causes the elderly to slowly withdraw from social, having a detrimental effect on their capacity to interact with others. Social interaction which is a crucial aspect of interpersonal interaction can improve elderly people's quality of life. lack it Social interaction makes elderly lonely and frequently affects the health and social roles in society to decline. This study's objective was to ascertain the relationship between social interaction and elderly quality of life. Methods: The research design It's a comparative descriptive with approach cross-sectional study. According to the total number of elderly people registered at the Posbindu Ceurih Village, the population in the study amounted to 45 respondents. Sampling with total sampling and the accidental sampling techniques. The research was conducted out by 18 to 30 December 2022. Methods of data collection with social interaction questionnaires and WHOQOL questionnaires to quality of life. Result: The research's result, the majority of elderly people's social interactions (29 respondents, or 64.4%) fell into unfavorable category, while (27 respondents, or 60%) reported that their quality of life was generally good. Conclusion: The research results of the correlation test indicate that there is a relationship between social interaction and the quality of life of the elderly (p value=0,000). Suggestions: It is desired that the Ulee Kareng Health Center and village cadres can add and include schedules for the daily activities of the elderly so that the elderly can often gather and interact with each other which is their daily routine