Imam Anas Hadi, Imam Anas
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

URGENSI MANAJEMEN KESISWAAN DAN MANAJEMEN KEUANGAN DI SEKOLAH Hadi, Imam Anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 2, No 1 (2018): INSPIRASI
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.334 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v2i1.48

Abstract

AbstractKesiswaan management is a process of obtaining all things related to students .He is part of the job of school principals who in the broad sense provide services for students .He became very urgent change for her accomplishments will determine will future generations with his staff in his girls nations struggle in the future .Financial management can not be separated from financing , as they are one source of power that directly support education effectiveness and efficiency in the management of .This better felt again for the implementation of school-based management , who demands capability of schools to plan , carry out , and evaluate the management of the funds will submit transparently to public and government . The purpose of this report is to find a student and financial management and knowing how student and financial management at school. The research is the qualitative study where similar gained by conducting the research library ( library research ) directed in understanding the love are at a text. The findings are manjemen student is a process of obtaining all matters relating to students in a school from planning, the students, coaching made during students are in school, to finish education students through creating a learning conducive to the and constructive learning process or learning effective.Student management aims to regulate kegiatan-kegiatan in the field of student learning process to be implemented in a school would go well, order and regularly in such a way that what is the main purpose of a program in other schools can be achieved optimally. Financial management is a manajamen schools that would be determine the life of educational activities in schools .Financial management is the management over the provision of administrative / financial which includes recording , planning , the implementation of the , accountability and reporting thus, of the school financial management can be defined as some activities set from planning of the school financial, bookkeeping, spending, of the school financial supervision and questioned.Manajemen kesiwaan merupakan suatu proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa. Ia merupakan bagian dari tugas dari kepala sekolah yang secara garis besar memberikan layanan bagi siswa. Ia menjadi sangat urgen karena keberhasilannya akan menentukan baik buruknya generasi yang akan memegang tongkat estafet perjuangan bangsa di masa yang akan datang. Manajemen keuangan tidak lepas dari pembiayaan, karena keduanya merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi manajemen berbasis sekolah, yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintahan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui pengertian manajemen kesiswaan dan keuangan dan mengetahui Bagaimana manajemen kesiswaan dan keuangan di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang datanya didapat dengan melakukan penelitian pustaka (library research) diarahkan dalam memahami pesan-pesan yang ada dalam suatu teks.Temuan hasil penelitian adalah manjemen kesiswaan adalah  suatu proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa di suatu sekolah mulai dari perencanaan, penerimaan siswa, pembinaan yang dilakukan selama siswa berada di sekolah, sampai dengan siswa menyelesaikan pendidikannya melalui penciptaan suasana pembelajaran yang kondusif dan konstruktif terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar atau pembelajaran yang efektif. Manajemen kesiswaan bertujuan mengatur kegiatan-kegiatan dalam bidang kesiswaan agar proses pembelajaran yang dilaksanakan di suatu sekolah dapat berjalan dengan lancar, tertib dan teratur sedemikian rupa sehingga apa yang menjadi tujuan utama dari suatu program pembelajaran di sekolah dapat tercapai secara optimal. Manajemen keuangan adalah substansi manajamen sekolah yang akan turut menentukan  berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah. Manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan  Dengan demikian, manajemen keuangan sekolah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan pertanggung-jawaban keuangan sekolah. 
Harmonisasi Upacara Keagamaan Dan Proses Sosial Di Kalangan Muslim Pedesaan: Kasus Empat Desa Di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Hadi, Imam Anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.982 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.14

Abstract

Abstrak Upacara keagamaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Sumowono Kabupaten Semarang, yang sudah mendarah daging hingga kini, merupakan fenomena yang tak bisa dilepaskan dengan akar sejarah kepercayaan-kepercayaan yang pernah dianut oleh masyarakat Jawa itu sendiri. Masalah penelitiannya terfokus pada bagaimana pelaksanaan upacara keagamaan dan proses sosial di kalangan masyarakat muslim pedesaan di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang dan bagaimana persepsi masyarakat mengenai arti penting upacara keagamaan dan proses sosial di kalangan masyarakat muslim pedesaan di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskripstif. Teori yang digunakan adalah teori fungsionalisme struktural, struktur sosial dan pranata sosial tersebut berada dalam suatu sistem sosial yang berdiri atas bagian-bagian atau elemen-elemen yang saling berkaitan dan menyatu dalam keseimbangan. Ada tujuh upacara keagamaan yang sampai saat ini masih diperingati oleh masyarakat Sumowono yaitu : sura (muharam), selametan rajaban, selametan mauludan yang, selametan ruwahan, selametan likuran, selametan bodonan, dan selametan besaran yang dilaksanakan pada tanggal 10 zulhijjah. Masyarakat senantiasa melakukan proses ritual upacara dalam rangka melestarikan budaya leluhur dengan berbagai simbul. Adapun besaran biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan upacara keagamaan dan proses sosial adalah bervariasi.Kata Kunci:     harmonisasi; keagamaan; sosial Religious ceremonies are usually done by people Sumowono Semarang District, which is ingrained until now, is a phenomenon that can not be released to the historical roots of the beliefs that once embraced by the Java community itself. Problem research focused on how the implementation of religious ceremonies and social processes among rural Muslim communities in the District of Semarang District Sumowono and how people's perceptions of the importance of religious ceremonies and social processes among rural Muslim communities in the District Sumowono Semarang District. This research is a descriptive qualitative research type. The theory used is the theory of structural functionalism, social structures and social institutions that are in a social system that stands on the parts or elements that are interrelated and integrated in the balance. There are seven religious ceremony is still celebrated by the community Sumowono namely: suras (sacred), selametan Rajaban, selametan mauludan that, selametan ruwahan, selametan likuran, selametan bodonan, and selametan magnitude of which was held on 10 Zulhijjah. The people always perform the ceremonial ritual process in order to preserve the ancestral culture with various symbols. The amount of costs incurred for the implementation of religious ceremonies and social processes is varied.
PEMIKIRAN KH. AHMAD DAHLAN TENTANG PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA hadi, imam anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 3, No 2 (2019): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v3i2.135

Abstract

 ABSTRAK Pendidikan merupakan hal penting sehingga bangsa ini bermartabat dan diperhitungkan dengan negara lain. KH. Ahmad Dahlandengan konsep pendidikannya membentuk anak didik menjadi manusia yang bertaqwa dan berakhlak mulia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang datanya didapat dengan melakukan penelitian pustaka (library research) diarahkan dalam memahami pesan-pesan yang ada dalam suatu teks. Penelitian ini termasuk penelitian biografi, karena berusaha menyimpulkan, menganalisis dan membuat interpretasi mengenai pemikiran tokoh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biografi dan pemikiran KH. Ahmad Dahlan terhadappendidikan Islam di Indonesia. Hasil temuannya adalah Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta pad tahun 1869 M/ 1295 H. Dengan nama kecil Muhammad Darwis. Ayahnya seorang Ulama’ bernama KH. Abu Bakar bin KH. Sulaiman, pejabat khatib di masjid besar kesultanan Yogyakarta. Adapun buah pemikirannya diantaranya: 1). Dalam bidang aqidah, sejalan dengan pandangan dan pemikiran ulama’ Salaf. 2). Beragama itu adalah beramal, artinya berkarya dan berbuat sesuatu, melakukan tindakan sesuai dengan pedoman al-Qur’an dan as-Sunnah. 3). Dasar pokok hukum Islam adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. 4). Terdapat lima jalan untuk memahami al-Qur’an yaitu: mengerti artinya, memahami maksudnya (tafsir), selalu bertanya kepada diri sendiri, apakah larangan dan perintah agama yang telah diketahui telah ditinggal dan perintah agamanya telah dikerjakan, tidak mencari ayat lain sebelum isi ayat sebelumnya dikejakan. 5). Tindakan nyata adalah wujud kongrit dari penerjemahan al-Qur’an, dan organisasi adalah wadah dari tindakan nyata tersebut. 6). Sebagai landasan agar seseorang suka dan bergembira, maka orang tersebut harus yakin bahwa mati itu bahaya, akan tetapi lupa kepada  kematian merupakan bahaya yang jauh lebih besar dari kematian itu sendiri. 7). Kunci persoalan peningkatan kualitas hidup dan kemajuan umat Islam adalah pemahaman terhadap berbagai ilmu pengetahuan yang sedang berkembang dalam tata kehidupan masyarakat. 8). Pembinaan generasi muda (kader) dilakukan dengan jalan interaksi langsung. 9). Strategi menghadapi perubahan sosial akibat modernisasi adalah merujuk kembali al-Qur’an, menghilangkan sikap fatalisme, sikap taqlid. 10). Obyek gerakan da’wah Muhammadiyah melalui rakyat kecil, kaum fakir miskin, para hartawan dan para intlektual.  
Pentingnya Pengenalan Tentang Perbedaan Individu Anak Dalam Efektifitas Pendidikan Hadi, Imam Anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 1 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.027 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i1.5

Abstract

Abstrak Mengenal anak berarti mengenal respons dan tingkah lakunya dalam bermacam-macam situasi. Mengenal tidak hanya berarti atau meliputi pengumpulan data-data dan tingkah laku tentang anak, karena data itu sendiri hanya dapat dipergunakan dengan baik jika bertalian dengan situasi dan waktu dimana fakta tersebut telah diperoleh. Perbedaan individual yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pengajaran dikelas adalah faktor-faktor yang menyangkut kesiapan anak untuk menerima pengajaran karena perbedaan tersebut akan menentukan sistem pendidikan secara keseluruhan. Perbedaan-perbedaan tersebut harus diselesaikan dengan pendekatan individualnya juga, tetapi tetap disadari bahwa pendidikan tidak semata-mata bertujuan untuk mengembangkan individu sebagai individu, tetapi juga dalam kaitannya dengan pola kehidupan masyarakat yang bervariasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan individu adalah: self concept (konsep diri), locus of control, kecemasan yang dialami anak didik, motivasi hasil belajar. Kata kunci:  individu, pendidikan The Importance of Introduction to the Differences of Individual Children in Education Effectiveness Knowing that children recognize and respond to their behavior in various situations. Knowing not only mean or include data collection and the behavior of the child, because the data itself can only be used properly concerned with the situation and the facts which have been obtained. Individual differences should be considered in the implementation of teaching in class are factors related to the readiness of children to receive instruction for those differences will determine the educational system as a whole. These differences should be resolved by individual approach as well, but still realize that education is not solely aimed at developing the individual as an individual, but also in relation to the life of the community vary. Factors that affect individual differences is the concept of self (self-concept), locus of control, anxiety experienced by students, motivation to learn the results.
KARAKTERISTIK TEORI-TEORI PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN Pujianto, Pujianto; Mudrikah, Mudrikah; Hadi, Imam Anas
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.4922

Abstract

ABSTRACT Education is a conscious effort carried out by guiding, teaching and training students that can cause changes in students with the aim of achieving suitability between students and their environment. Determining appropriate learning theories can also affect the success or failure of learning activities. Related to understanding the characteristics of differences in learning theories, literature review is very important. The purpose of writing this article is to find out: (1) learning theories, and (2) differences in the characteristics of learning theories. The data in this article study is secondary data, with a literature study data collection method and a method for its study using literature study. In this study, the results show that in the ongoing learning activities, various learning theories can be used according to the characteristics and needs of the materials being taught. Choosing the right learning theory is very important in the learning process, because each theory has a different approach that can be adjusted to the characteristics of the material and the needs of students. Some learning theories that are relevant to learning activities include: (1) behaviorism learning theory, (2) cognitive learning theory, (3) constructivism learning theory, and (4) humanism learning theory. Educators need to understand the differences between these theories and use them appropriately to achieve effective learning, maximize learning outcomes, and increase student motivation. ABSTRAK Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar untuk membimbing, mengajar, dan melatih peserta didik, dengan tujuan menciptakan perubahan dalam diri mereka. Hal ini bertujuan agar peserta didik dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Pemilihan teori-teori belajar yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik masing-masing teori belajar menjadi sangat penting dan kajian pustaka dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam hal ini. Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk menggali dua hal: (1) berbagai teori belajar yang ada, dan (2) perbedaan karakteristik dari masing-masing teori tersebut. Data yang digunakan dalam kajian artikel ini bersifat sekunder, dengan metode pengumpulan data melalui studi pustaka, dan analisis menggunakan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dapat diterapkan berbagai teori belajar yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan materi yang diajarkan. Pemilihan teori belajar yang tepat sangat penting dalam proses pembelajaran, karena setiap teori memiliki pendekatan yang berbeda yang dapat disesuaikan dengan karakteristik materi dan kebutuhan siswa. Beberapa teori belajar yang relevan untuk kegiatan pembelajaran antara lain: (1) teori belajar behaviorisme, (2) teori belajar kognitivisme, (3) teori belajar konstruktivisme, dan (4) teori belajar humanisme. Pendidik perlu memahami perbedaan antara teori-teori tersebut dan menggunakannya secara tepat untuk mencapai pembelajaran yang efektif, memaksimalkan hasil belajar, serta meningkatkan motivasi siswa.
DAMPAK POLA ASUH TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA DAN KEMANDIRIAN ANAK ASUH DI PANTI ASUHAN YATIM DARUL HIKMAH MUHAMMADIYAH BOROBUDUR Hadi, Imam Anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 5, No 1 (2021): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v5i1.250

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pola asuh apa yang diterapkan di panti asuhan yatim Darul Hikmah Muhammadiyah Borobudur terhadap anak asuhnya. Bagaimana dampak pola asuh di panti asuhan yatim Darul Hikmah Muhammadiyah Borobudur terhadap pendidikan agama dan kemandirian anak asuhnya. Apa faktor pendukung dan penghambat dalam pola asuh yang dilakukan panti asuhan yatim Darul Hikmah Muhammadiyah Borobudur. Penelitian ini dengan penelitian bersifat kualitatif dan merupakan jenis penelitian lapangan. Hasil penelitiannya sebagai berikut pola asuh panti asuhan yatim Darul Hikmah Muhammadiyah Borobudur dengan pola asuh demokratis. Dampak pola asuhnya yang positif dari anak asuh individu yang berinisiatif dalam segala hal, mampu mengerjakan tugas rutin yang dipertanggungjawabkan padanya, tanpa mencari pertolongan dari orang lain, memperoleh kepuasan dari pekerjaannya, mampu mengatasi rintangan yang dihadapi dalam mencapai kesuksesan. Sedangkan dampak negatif yang muncul kadang anak dalam memahami pola demokratis yang diterapkan dalam asuhan menjadi berlebihan dalam menentukan apa yang akan dilakukan, sehingga terdapat anak yang mendapatkan hukuman. Faktor pendukung lingkungan, orang tua asuh, pola asuh, karakter anak asuh. faktor penghambatnya lokasi panti dengan lembaga pendidikan cukup jauh, latar belakang anak asuh yang berragam, pembiayaan yang pas-pasan, keterbatasan dalam pengawasan. Kata kunci: pola asuh, pendidikan, agama, kemandirian The purpose of this research is pattern foster what applied in an orphanage orphan darul wisdom muhammadiyah borobudur against children asuhnya .How impacts foster patterns in an orphanage orphan darul wisdom muhammadiyah borobudur to education and independence of the religious asuhnya .What are the advocates and inhibitors foster in a pattern conducted an orphanage orphan darul wisdom muhammadiyah borobudur. The research by qualitative and research is the type of field research. Her research the following foster pattern an orphanage orphan darul wisdom muhammadiyah borobudur with the democratic foster . The impact of the asuhnya positive from foster care individuals an initiative in everything, able to perform routinely which accounted for him, without seeking help from others, obtain satisfaction of his job, to cope with hurdles faced in achieve success. While the negative impact that appears sometimes children in understanding the democratic applied with overblown in determining what to do, and there were children getting punished. Environmental advocates, factor foster parents, foster, pattern character. foster care The institution penghambatnya location to educational institution, far enough background that berragam, foster care , barely adequate financing limitations in supervision.
INOVASI PEDAGOGI PAI MULTIKULTURAL: STRATEGI MENDIDIK GENERASI TOLERAN DAN HUMANIS Hadi, Imam Anas; Rohmah, Putri Ainur; Miftachurrohman, Muhammad; Rachmawati, Nuzulia; Chumairo, Luthfi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7523

Abstract

This study aims to examine innovative teaching methods in Islamic Religious Education (PAI) that emphasize cultural diversity as an effort to shape a more tolerant and humanitarian generation. The basis for this research is the gap between the expectations of PAI as a tool for developing good morals and the reality on the ground, where intolerance remains prevalent among students. The method used in this study is a qualitative library research approach, analyzing the latest academic literature from the past ten years related to multicultural pedagogy, Islamic education, and values teaching strategies. Data were obtained from relevant scientific journals, books, and research reports, and then analyzed thematically. The results of this study indicate that innovations in PAI teaching oriented toward multiculturalism can be realized through cooperative learning methods, reflective narratives, and social projects that emphasize humanitarian values and diversity. These methods have proven effective in developing inclusive attitudes, empathy, and students' ability to respond to diverse social conditions. These findings emphasize the need for reformulating PAI methods so that they focus not only on cognitive aspects but also on affective and social aspects. This innovation provides theoretical and practical contributions to the development of contextual Islamic education in Indonesia. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi metode pengajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bertumpu pada keberagaman budaya sebagai upaya untuk membentuk generasi yang lebih toleran dan berjiwa kemanusiaan. Dasar penelitian ini diambil dari adanya kesenjangan antara harapan PAI sebagai alat untuk mengembangkan akhlak yang baik dengan kenyataan yang terjadi di lapangan, di mana masih banyak ditemukan intoleransi di antara para pelajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis studi pustaka (library research), yang menganalisis literatur akademis terbaru dalam sepuluh tahun terakhir yang berhubungan dengan pedagogi multikultural, pendidikan Islam, dan strategi pengajaran nilai. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan, dan kemudian dianalisis secara tematik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi dalam pengajaran PAI yang berorientasi pada multikulturalisme dapat direalisasikan melalui metode pembelajaran kooperatif, naratif reflektif, dan proyek sosial yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan keragaman. Metode ini terbukti efektif dalam membangun sikap inklusif, empati, serta kemampuan siswa untuk merespon kondisi sosial yang beragam. Temuan ini menegaskan perlunya reformulasi metode PAI agar tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif dan sosial. Inovasi ini menjadi sumbangan teoritis dan praktik dalam pengembangan pendidikan Islam yang kontekstual di Indonesia.