Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KETERAMPILAN MEMBUAT ANYAMAN BOSARA DARI DAUN LONTAR DI PKBM ARHAM DUSUN MANRUMPA DESA TURATEA TIMUR KECAMATAN TAMALATEA KABUPATEN JENEPONTO Handayani, Putri; Marzuki, Kartini; Natsir, Nasrah; B, Muhaemin; Suyatno, Akhmad
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 3 (2025): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v3i3.53988

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Keterampilan Membuat Anyaman Bosara Dari Daun Lontar Di PKBM Arham Dusun Manrumpa Desa Turatea Timur Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Fokus maslah penelitian ini adalah (1) Bagaimana tahapan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Keterampilan Membuat Anyaman Bosara Dari Daun Lontar Di PKBM Arham Dusun Manrumpa Desa Turatea Timur Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto. (2) Faktor Apakah Yang Menjadi Pendukung dan penghambat Pemberdayaan Masyarakat Melalui Keterampilan membuat Anyaman Bosara Dari Daun Lontar di PKBM ARHAM Dusun Manrumpa, Desa Turatea Timur, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahu Tahapan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Keterampilan Membuat Anyaman Bosara Dari Daun Lontar Di PKBM Arham Dusun Manrumpa Desa Turatea Timur Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto (2) Untuk Memahami Faktor Pendukung dan penghambat dari Pemberdayaan Masyarakat Melalui Keterampilan membuat Anyaman Bosara Dari Daun Lontar di PKBM ARHAM Dusun Manrumpa, Desa Turatea Timur, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tahapan Pemberdayaan masyarakat terdiri dari; a. tahap penyadaran,yaitu menyadarkan masyarakat dan warga belajar akan pentingnya keterampilan dimiliki dalam kehidupan. b. tahap pengkapasitasan, yaitu memampukan masyarakat yang kurang mampu agar memiliki keterampilan, dan c. tahap pendayaan, yaitu masyarakat dan warga belajar menjadi berdaya dengan bekal memiliki keterampilan membuat anyaman bosara dan kemudian di pasarkan. (2) Faktor pendukung dalam pemberdayaan masyarakat adalah adanya respon yang positif dan dukungan dari masyarakat dan pemerintah. Dan Faktor penghambat pemberdayaan masyarakat adalah, sulitnya mendapatkan tukang panjat pohon lontar, dan lambatnya pencairan dana.Kata Kunci: Tahapan pemberdayaan masyarakat
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MELALUI KESENIAN DAN PEMENUHAN HAK ANAK PADA HOMESCHOOLING SEKOLAH MAHA Untung, Untung; Burha, Zulkhair; Rahman, Harnita; B, Muhaemin
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 3 (2025): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v3i3.77940

Abstract

This research explains the learning process carried out at SekolahMaha homeschooling which uses contextual learning methods with art as a learning medium. SekolahMaha involves children in creating curriculum, study schedules, and learning subjects based on children's reflections and needs. This process is then packaged and presented through works of art. This research is qualitative research with an autoethnographic approach. Researchers are parents as well as facilitators and organizers of SekolahMaha. Data were analyzed using the concept of child protection based on the Convention on the Rights of the Child which is based on four main pillars, namely the principle of non-discrimination, the best interests of the child, prioritizing children's growth and development and listening to children's opinions. This research proves that SekolahMaha's homeschooling, which implements arts-based contextual learning, is based on fulfilling children's basic rights