Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Community Empowerment Journal

Pengembangan Desa Wirausaha "Jadah" berbasis International Capability Abdul Ayiz; Aryono Aryono
Community Empowerment Journal Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v1i2.18

Abstract

UMKM merupakan usaha ekonomi produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang telah menjadi penopang ekonomi masyarakat Indonesia. Namun pengembangan UMKM dirasa belum maksimal untuk perluasan pasar penjualan produk UMKM ke komunitas masyarakat internasional, khususnya produk UMKM Jadah Tempe Kaliurang Sleman Yogyakarta. Program pengabdian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan utama penggiat produk UMKM Jadah Tempe Kaliurang yaitu kurangnya kemampuan mengenalkan dan mempromosikan produk mereka kepada konsumen dari luar negeri melalui bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan serta kurangnya pemahaman mereka tentang prosedur hukum produk makanan agar layak dikonsumsi oleh masyarakat internasional. Metode dalam pelatihan ini adalah penyampaian materi oleh dua pelaksana pengabdi yang mengulas materi terkait prosedur hukum (legal procedure) produk makanan oleh pengabdi yang pertama dan materi tentang bahasa Inggris persuasif oleh pengabdi kedua. Selanjutnya semua peserta didampingi untuk menerapkan komunikasi bahasa Inggris persuasif. Dari kegiatan pengabdian ini ditemukan bahwa masyarakat semakin memahami prosedur hukum produk makanan dan bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris persuasif untuk menjangkau pasar masyarakat internasional. MSMEs are productive economic businesses owned by individuals and/or individual business entities that have become the economic support of the Indonesian people. However, the development of MSMEs is considered not optimal for the expansion of the market for selling MSME products to the international community, especially MSME products of Jadah Tempe Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. This community service program is aimed to answer the main problems of Jadah Tempe Kaliurang MSME product activists, namely the lack of ability to introduce and promote their products to consumers from abroad through English both oral and written and their lack of understanding of legal procedures for food products to be suitable for consumption by the international community. The method in this program is the delivery of materials by two service executors who review material related to legal procedures for food products by the first service and material on persuasive English by the second service. Furthermore, all participants were accompanied to apply persuasive English communication. From this service activity, it was found that people increasingly understand the legal procedures of food products and can communicate using persuasive English to reach the international community market.
Pengembangan Rumah Baca Mutiara Hati berbasis international community Ayiz, Abdul; Hidayatulloh, Aris
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i3.66

Abstract

Pengajaran bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran wajib di tingkat sekolah menengah pertama dan atas di Indonesia. Namun praktik pengajaran mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar belum dilaksanakan secara seragam. bahasa Inggris diajarkan sebagai mata pelajaran lokal di beberapa sekolah, meskipun di sekolah lain dijadikan mata pelajaran wajib. Seperti halnya yang terjadi di daerah Dukuh Genjeng, Desa Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Banyak sekolah dasar di daerah belum menerapkan mata pelajaran bahasa Inggrissebagai mata pelajaran wajib, sehingga berdampak dengan pengetahuan, pemahaman serta motivasi anak-anak sekolah dasar untuk belajar bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi literasi bahasa Inggris dan motivasi belajar bahasa Inggriskepada peserta kegiatan pengabdian di Rumah Baca Mutiara Hati yang merupakan siswa sekolah dasar setempat dengan metode Flashcard yang dikemas dengan Fun Game serta melibatkan Native Speaker berbahasa Inggris sebagai pengenalan berinteraksi secara langsung dengan International Community. Metode dalam pelatihan ini adalah penyampaian materi oleh dua pelaksana pengabdi yang menjelaskan materi kosakata (vocabulary) bahasa Inggrispengabdi pertama dan penerapan Flashcard oleh pengabdi kedua bersama Native Speaker.  Dari kegiatan pengabdian ini ditemukan bahwa peserta semakin meningkat dalam hal penguasaan Vocabulary bahasa Inggrisdan motivasinya untuk belajar lebih banyak tentang bahasa Inggris. Lebih lanjut peserta juga merasa memiliki kepercayaan diri yang lebih baik ketika berinteraksi dengan masyarakat Internasional seperti halnya berinteraksi dengan Native yang ikut serta dalam kegiatan pengabdian ini dimana peserta tidak canggung untuk bertanya dan memberikan tanggapan ketika berkomunikasi dengan Native yang merupakan bagian dari masyarakat internasional. Teaching English is one of the mandatory subjects at junior and senior high school levels in Indonesia. However, the practice of teaching English subjects in elementary schools has not been implemented uniformly. English is taught as a local subject in some schools, although in others it is a compulsory subject. As happened in the Dukuh Genjeng area, Karakan Village, Weru District, Sukoharjo Regency, Central Java. Many elementary schools in the regions have not implemented English as a compulsory subject, so this has an impact on the knowledge, understanding and motivation of elementary school children to learn English.  This service activity aims to provide English literacy education and motivation to learn English to participants in service activities at Rumah Baca Mutiara Hati who are local elementary school students using the Flashcard method which is packaged with a fun game and involving one native speaker who speaks English as an introduction to interactive interaction. directly with the International Community. The method in this training is the delivery of material by two service providers who explain the first service provider's English vocabulary material and the application of Flashcards by the second service provider together with a Native Speaker. From this service activity, it was found that participants increased their knowledge of English Vocabulary and their motivation to learn more about English. Furthermore, participants also felt they had better self-confidence when interacting with the international community, such as interacting with natives who took part in this service activity, where participants were not embarrassed to ask questions and provide responses when communicating with natives who were part of the international community.
Optimalisasi metode Peer Teaching dalam meningkatkan kemampuan pidato dakwah berbahasa Inggris di sekolah kesetaraan SMA Pesantren Ayiz, Abdul; Hadi, Nur; Yudhi Nugroho, Kurniawan; Cahya Angraini, Dwi
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i4.292

Abstract

Keterampilan berbicara di depan umum dalam dakwah berbahasa Inggris menjadi semakin penting bagi para santri pesantren, seiring dengan arus globalisasi dan dinamika baru dakwah di era digital. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode peer teaching dalam meningkatkan kemampuan pidato dakwah berbahasa Inggris pada santri di Sekolah Kesetaraan Pondok Pesantren. Latar belakang pengabdian ini didasarkan pada kebutuhan untuk memperkuat keterampilan public speaking santri sejalan dengan tantangan globalisasi dakwah kontemporer. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-partisipatoris dengan melibatkan 30 santri sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dokumentasi video, dan analisis dokumen pidato dakwah. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, rubrik penilaian public speaking, dan pedoman wawancara terstruktur. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan peer teaching secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri, partisipasi aktif, serta kemampuan menyusun dan menyampaikan pidato dakwah berbahasa Inggris di depan audiens. Para santri menjadi lebih proaktif dalam proses diskusi dan lebih kolaboratif dalam penyusunan materi, dengan kontribusi tutor sebaya yang membuat suasana pembelajaran lebih nyaman dan interaktif. Selain meningkatkan performa pidato, ditemukan pula adanya motivasi intrinsik yang lebih kuat serta tumbuhnya karakter kepemimpinan santri. Sebagai kesimpulan, peer teaching merupakan strategi yang efektif dan inovatif untuk memperkuat keterampilan dakwah berbahasa Inggris di lingkungan pesantren, serta relevan dalam membangun ekosistem pembelajaran kolaboratif yang responsif terhadap tantangan global. Public speaking skills in delivering Islamic preaching in English are becoming increasingly important for Islamic boarding school students, in line with the currents of globalization and the new dynamics of preaching in the digital era. This community service aims to examine the effectiveness of the peer teaching method in improving the ability of da'wah speech in English in students of the Equality School of Islamic Boarding School. The background of this community service is based on the need to strengthen the public speaking skills of students in line with the challenges of contemporary da'wah globalization. This community service uses a descriptive-participatory qualitative approach, involving 30 students as participants. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, video documentation, and document analysis of da'wah speeches. The instruments used include observation sheets, public speaking assessment rubrics, and structured interview guidelines. The results showed that the implementation of peer teaching significantly increased confidence, active participation, and the ability to compose and deliver da'wah speeches in English in front of the audience. Students were more proactive in the discussion process and collaborative in the preparation of material, with the contribution of peer tutors who make the learning atmosphere more comfortable and interactive. In addition to improving speech performance, it was also found that there were stronger intrinsic motivation and the growth of student leadership character. In conclusion, peer teaching is an effective and innovative strategy for strengthening English-language da'wah skills in the pesantren environment, as well as being relevant to building a collaborative learning ecosystem and responsive to global challenges.