Articles
Pengembangan Web Service Digital Assessment Test of English for International Communication (TOEIC)
Sopingi;
Setyowati, Ratini;
Purnomo, Singgih
Jurnal E-Komtek (Elektro-Komputer-Teknik) Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Dharma Patria Kebumen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37339/e-komtek.v4i1.232
Test of English for International Communication (TOEIC) adalah tes standar internasional kemahiran bahasa Inggris untuk penutur asing. Selama ini lembaga pendidikan bahasa inggris menggunakan kertas dan perangkat audio player untuk melaksanakan ujian TOEIC, ada juga lembaga yang sudah menggunakan aplikasi tetapi masih bersifat sistem terpusat dan apabila terjadi gangguan pada server maka seluruh aktivitas akan terganggu. Penelitian ini membahas pengembangan web service sebagai jembatan komunikasi data antara basis data dengan aplikasi ujian atau assessment TOEIC yang ada di sisi client dengan pendekatan Service Oriented Architecture (SOA) dan Prototipe. Hasil penelitian berupa aplikasi web service yang di-install di cloud server dan local server serta aplikasi desktop sebagai client yang digunakan untuk pelaksanaan assessment. Hasil pengujian beta menunjukan aplikasi digital assessment TOEIC layak untuk digunakan sedangkan pengujian terhadap performance memiliki response time paling lama 120 ms dan paling cepat 20 ms.
PELATIHAN STRATEGI TES BEREKUIVALENSI TOEIC BAGI SISWA SMK MANDALA BHAKTI SURAKARTA
setiawati, beta;
setyowati, ratini
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2020): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/awpm.v4i2.3989
Kemampuan Bahasa Inggris siswa-siswa SMK Mandala Bhakti Surakarta harus diperbaiki. Salah satu indikator rendahnya kemampuan Bahasa Inggris para siswa adalah skor English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC rata-rata masih berkisar 200 sementara nilai maksimalnya adalah 990. Pada umumnya, para siswa belum mengetahui strategi dalam mengerjakan English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC yang terdiri dari tujuh bagian yang berbeda yaitu (1) Listening: photos (2) Listening: question and response (3) Listening: short conversation (4) Listening: short talks (5) Grammar: Incomplete sentences (6) Grammar: text completion (7) Reading comprehension. Pelatihan sangat diperlukan oleh para siswa karena TOEIC adalah tes yang sekarang ini banyak dipakai untuk kepentingan bekerja di perusahaan multinasional maupun internasional.      Masalah rendahnya skor English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC para siswa di SMK Mandala Bhakti Surakarta diminimalisir oleh tim dengan cara memberikan pelatihan intensif TOEIC preparation serta memberikan strategi jitu untuk mengerjakan soal-soal TOEIC dengan cepat dan tepat pada para siswa. Sebelum melaksanakan kegiatan, tim terlebih dahulu melakukan studi pendahuluan melalui observasi dan wawancara, baik dengan guru- guru Bahasa Inggris maupun siswa-siswa SMK Mandala Bhakti. Observasi dilakukan dengan cara memberikan pre-test English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC untuk memperoleh data tentang kondisi kemampuan Bahasa Inggris mereka dan langsung menganalisis tingkat kesulitan tertinggi pada rata-rata siswa sehingga tim dapat mengetahui kebutuhan materi yang akan digunakan untuk pelatihan. Tim juga akan melakukan wawancara terhadap guru-guru Bahasa Inggris untuk mengetahui latar belakang secara umum siswa-siswa di SMK Mandala Bhakti dan kondisi kemampuan Bahasa Inggris para siswa. Studi pendahuluan ini dilakukan agar kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan kontribusi pada siswa-siswa SMK Mandala Bhakti dalam meningkatkan pemahaman dan ketrampilan Bahasa Inggris khususnya dalam mengerjakan TOEIC dengan hasil yang optimal. Hasil dari studi pendahuluan digunakan oleh tim untuk menyusun rencana pengajaran, materi, serta metode pembelajaran yang akan digunakan dalam pelatihan TOEIC.      Kegiatan pelatihan berlangsung selama dua bulan dengan intensitas pertemuan satu kali seminggu dalam durasi 100 menit tiap pertemuan. Lama waktu yang dibutuhkan ini terkait dengan pertimbangan agar kegiatan pelatihan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Peserta pelatihan berjumlah 100 siswa kelas XI yang terdiri dari siswa program keahlian farmasi dan keperawatan.      Setelah pre-test, pelatihan TOEIC, dan evaluasi berlangsung, diharapkan siswa-siswa SMK Mandala Bhakti khususnya kelas Farmasi XII-2 dan XII-3 dan Keperawatan XII-1 dan XII-2 memiliki kemampuan penguasaan dalam mengerjakan soal-soal English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC yang memadai terutama dalam tiga kemampuan dasar yang dilatihkan yaitu listening, structure, dan reading comprehension. Di samping itu, pelatihan ini juga ditujukan agar siswa-siswa terbiasa dengan tipe-tipe soal English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC dan mengenali strategi cepat untuk menjawabnya dengan cepat dan tepat. Kemampuan ini diharapkan akan menunjang pencapaian tujuan sekolah yang menggunakan hasil tes English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC sebagai sertifikat pendamping ijazah bagi para lulusan sekolah tersebut. Kata Kunci: Pelatihan,TOEIC, strategi, pre-test
PENERAPAN PEMBELAJARAN PBL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KOMUNIKASI BAHASA INGGRIS MAHASISWA DI AKPARTA MANDALA BAKTI SURAKARTA
Ratini Setyowati;
Purwidodo -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang Pendidikan,Humaniora dan Agama The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.801 KB)
Mastery of foreign languages, especially English is very important for students, but a monotonous learning model making English communication competence of students cannot develop properly. Therefore, researchers are interested in using learning model Problem Based Learning (PBL) for the improvement of communication skills in English. The purpose of this study is to know how big is the influence of the PBL learning model or Problem Based Learning on improving communication competence (Communicative Competence) English students. The method of this study is descriptive qualitative with 32 samples of AKPARTA Mandala Bakti Surakarta students of 2013/2014 academic year. Based on t-test, the result of the research showed that p = 0.00 and r = 0.939 for p <0.05 then Ho is rejected, that means there is a difference between students‟ English competence before applying PBL model on teaching learning process and after applying PBL model for teaching learning process.Key Words: English, Problem Based Learning, Communicative Competence
Understanding Barack Obama’s Characteristics through “Dreams from My Father”
Ratini Setyowati
Register Journal Vol 7, No 2 (2014): REGISTER
Publisher : IAIN Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (466.415 KB)
|
DOI: 10.18326/rgt.v7i2.263-284
Obama is not only popular as a president but also popular for his literary works. He has some literary works especially his popular books, such as Dreams from My Father: A Story of Race and Inheritance, the Audacity of Hope, Change We can Believe in and others. His books can insipre others. One of his popular book is Dreams from My Father: A Story of Race and Inheritance. In his book he tells everything about his life, his journey to some cities and countries. He describes them well and can hipnotize the readers. The purpose of the study is to know Obama‘s characteristic through his book Dreams of My Father: A Story of Race and Inheritance. This study is descriptive qualitative research, the method of the study is library research. The analyses and depictions in this studywill be taken from books, journals, magazines, and articles that are related to Barack Obama‘s book Dreams from My Father: A Story of Race and Inheritance, beside that to complete the data the writer takes the sources from internet. The result of the study is the book reflects the character of Obama. To analyze the study, the writer applies Psychoanalysis Approach (Id, Ego and Superego) Keywords: Dreams for my father; characteristics; race and inheritance
Spreading The Spirit of The American Dream Through Walt Disney’s Film “Meet The Robinsons”
Ratini Setyowati
Register Journal Vol 5, No 2 (2012): REGISTER
Publisher : IAIN Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.845 KB)
|
DOI: 10.18326/rgt.v5i2.89-106
This article is aimed to know about the spirit of American dream and its influences. The study is a qualitative study using library research and the data were obtained from texts. The data are analyzed and presented descriptively. The researcher finds that The American Dream has influenced people around the world because America has very effective ways to promote their ideology through soft power “five big ideas”. The power is more powerful than military power. Meet the Robinson has been a provocative film; it can be media to promote the spirit of the American Dream.Keywords: The American Dream; Soft power ;five big ideas
KORELASI KOMPETENSI KOMUNIKATIF BAHASA INGGRIS DENGAN KOMPETENSI ICD -10 (STUDI KASUS DI APIKES CITRA MEDIKA SURAKARTA SEMESTER III ANGKATAN 2010)
Ratini Setyowati
Jurnal Infokes Vol 2 No 1 (2012): Volume II, Nomor 1 Agustus 2012
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/infokes.v2i1.129
Kompetensi komunikatif Bahasa Inggris belum sepenuhnya menjadi prioritas mahasiswa jurusan DIII perekam medis karena mahasiswa masih belum menyadari pentingnya kompetensi tersebut. Mereka masih terpaku pada pencapain nilai grammar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kemampuan komunikatif Bahasa Inggris dan ICD 10 mahasiswa APIKES Citra Medika Surakarta. Peneliti menggunakan metode analisis regresi dalam mengamati korelasi dari kompetensi komunikatif dengan kemampuan coding menggunakan ICD 10, dari hasil penelitian ini diperoleh hasil bahwa hubungan nilai Bahasa Inggris dan nilai ICD adalah 0,454 yang menunjukan adanya hubungan positif, semakin tinggi nilai Bahasa Inggris semakin tinggi juga nilai ICD, diperoleh hasil juga dimana ada 20.1% terhadap nilai ICD. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukan hasil jika besarnya nilai Bahasa Inggris meningkat sebesar 1 point, maka nilai ICD akan meningkat sebesar 0,477 point. Kata Kunci: Kompetensi Komunikatif, Analisis Regresi, ICD-10, Coding
PELATIHAN STRATEGI TES BEREKUIVALENSI TOEIC BAGI SISWA SMK MANDALA BHAKTI SURAKARTA
beta setiawati;
ratini setyowati
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/awpm.v4i2.3989
Kemampuan Bahasa Inggris siswa-siswa SMK Mandala Bhakti Surakarta harus diperbaiki. Salah satu indikator rendahnya kemampuan Bahasa Inggris para siswa adalah skor English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC rata-rata masih berkisar 200 sementara nilai maksimalnya adalah 990. Pada umumnya, para siswa belum mengetahui strategi dalam mengerjakan English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC yang terdiri dari tujuh bagian yang berbeda yaitu (1) Listening: photos (2) Listening: question and response (3) Listening: short conversation (4) Listening: short talks (5) Grammar: Incomplete sentences (6) Grammar: text completion (7) Reading comprehension. Pelatihan sangat diperlukan oleh para siswa karena TOEIC adalah tes yang sekarang ini banyak dipakai untuk kepentingan bekerja di perusahaan multinasional maupun internasional. Masalah rendahnya skor English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC para siswa di SMK Mandala Bhakti Surakarta diminimalisir oleh tim dengan cara memberikan pelatihan intensif TOEIC preparation serta memberikan strategi jitu untuk mengerjakan soal-soal TOEIC dengan cepat dan tepat pada para siswa. Sebelum melaksanakan kegiatan, tim terlebih dahulu melakukan studi pendahuluan melalui observasi dan wawancara, baik dengan guru- guru Bahasa Inggris maupun siswa-siswa SMK Mandala Bhakti. Observasi dilakukan dengan cara memberikan pre-test English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC untuk memperoleh data tentang kondisi kemampuan Bahasa Inggris mereka dan langsung menganalisis tingkat kesulitan tertinggi pada rata-rata siswa sehingga tim dapat mengetahui kebutuhan materi yang akan digunakan untuk pelatihan. Tim juga akan melakukan wawancara terhadap guru-guru Bahasa Inggris untuk mengetahui latar belakang secara umum siswa-siswa di SMK Mandala Bhakti dan kondisi kemampuan Bahasa Inggris para siswa. Studi pendahuluan ini dilakukan agar kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan kontribusi pada siswa-siswa SMK Mandala Bhakti dalam meningkatkan pemahaman dan ketrampilan Bahasa Inggris khususnya dalam mengerjakan TOEIC dengan hasil yang optimal. Hasil dari studi pendahuluan digunakan oleh tim untuk menyusun rencana pengajaran, materi, serta metode pembelajaran yang akan digunakan dalam pelatihan TOEIC. Kegiatan pelatihan berlangsung selama dua bulan dengan intensitas pertemuan satu kali seminggu dalam durasi 100 menit tiap pertemuan. Lama waktu yang dibutuhkan ini terkait dengan pertimbangan agar kegiatan pelatihan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Peserta pelatihan berjumlah 100 siswa kelas XI yang terdiri dari siswa program keahlian farmasi dan keperawatan. Setelah pre-test, pelatihan TOEIC, dan evaluasi berlangsung, diharapkan siswa-siswa SMK Mandala Bhakti khususnya kelas Farmasi XII-2 dan XII-3 dan Keperawatan XII-1 dan XII-2 memiliki kemampuan penguasaan dalam mengerjakan soal-soal English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC yang memadai terutama dalam tiga kemampuan dasar yang dilatihkan yaitu listening, structure, dan reading comprehension. Di samping itu, pelatihan ini juga ditujukan agar siswa-siswa terbiasa dengan tipe-tipe soal English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC dan mengenali strategi cepat untuk menjawabnya dengan cepat dan tepat. Kemampuan ini diharapkan akan menunjang pencapaian tujuan sekolah yang menggunakan hasil tes English Proficiency Test yang berequivalensi dengan TOEIC sebagai sertifikat pendamping ijazah bagi para lulusan sekolah tersebut. Kata Kunci: Pelatihan,TOEIC, strategi, pre-test
Improving English Communicative Competence at Tertiary Level of Education in Industrial Revolution 4.0 using Co-Trainers Program
Ratini Setyowati
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 6 No 1 (2020): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/makna.v6i1.2010
English communicative competence is needed in this Industrial Revolution 4.0. Indonesia must prepare the high-skill categories needs for every aspect because it causes transformation. Therefore English Communicative Competence is one of the priorities at Tertiary Level of Education. The researchers designed English teaching model called Co-Trainers Program. The ojectives of the study were to explain the design of the Co-Trainers program and to describe the result of Co-Trainers program implementation at Tertiary Level of Education in order to improve English Communicative Competence. This research used descriptive qualitative method. This research describes and elaborates Co-Trainers program to improve English Communicative Competence. The research was done in two semesters. The populations of the research were Medical Records students in academic years 2018/2019 from they were at the first semester and at the second semester. There were 327 students. To get the data, the researchers used interview, questionnaires, and an oral test (pre-test and post-test). The result of the study is Co-Trainers program can improve students’ communicative competence, the average score of the students is getting better, their communicative competence was fair become good. Good means their communication is mostly fluent; a few unnatural pauses; fairly comprehensible. The Co-trainers program can be applied continously.
Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris Calon Alumni SMK Untuk Mendukung Program Direktorat SMK Melalui EPT Preparation
Ratini Setyowati;
Beta Setiawati;
Muhammad Iqbal
Duta Abdimas Vol. 2 No. 1 (2023): Duta Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/abdimas.v1i1.2535
English communication competence for SMK graduates is the target of all parties because SMK graduates are expected to be a workforce that is ready to work and compete. This program aims to improve English communication competence as a solution for the English communication competence of SMK graduates who have not been maximized. The method of implementing a community service program is divided into several stages, the first stage is the preparation, implementation, and evaluation of the program. The program was carried out at the Citra Medika Health Vocational School, Sukoharjo. The implementation of the program carried out using the Student Based Learning method, discussions, lectures, and practicing tests using the CBT English Proficiency Test from the Language Training Center of Duta Bangsa University. Training is given to prospective graduates for the 2021/2022 academic year, there were 145 participants. The program was carried out for about a month, each week had twice meetings. The result of this program was to find out the English communication competence of prospective graduate of Citra Medika Sukoharjo Health Vocational School. Based on the CBT English Proficiency Test result, the best score was 565, the lowest score was 100 and the average score was 228. Besides that there was more than 10% of students who had mastered good communication. Therefore, it is necessary to continue the program to improve the English communication skills of prospective Vocational High School graduates.
The Readiness of Health & Computer Science Faculties Graduates in This Industrial Revolution 4.0 Related to English Communicative Competence (Case study at Duta Bangsa University 2019)
Ratini Setyowati;
Beta Setiawati
Proceeding of International Conference on Science, Health, And Technology Proceeding of the 1st International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (482.26 KB)
|
DOI: 10.47701/icohetech.v1i1.795
One of the phenomena in Industrial Revolution 4.0 is common digitization and ensuring constant communication between people themselves, people and devices and between devices themselves. Therefore in this Industrial revolution 4.0 or Destruction era, English Communicative Competence is one of the important skills. Based on Tracer Study of Duta Bangsa University, alumni’s English Communicative Competence has not been satisfied. The objectives of the research are to know whether the graduates are ready or not to face the Industrial Revolution 4.0?. This research used descriptive qualitative method. The research used TOEIC that was tested by International Test Center (ITC) to know the result of the research. The populations of the research were the entire students who would graduate in the academic years 2018/2019, there were 308 students from Health Faculty anda 176 students from Computer Science faculty. The researchers used TOEIC to know the English Communicative Competence of Health and Computer Science faculty graduates. The results from TOEIC showed that the higher TOEIC score was 955 (International Proficiency), the minimum score was 140 (No Useful Proficiency) and the mean score was 288 (Elementary Proficiency). It means that most of the students have not been ready to competate in this era and the graduates needs good English Communicative Competence to competate in this distruction era.