Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MULTIKULTURALISME DALAM PRAKTIK PENDIDIKAN: KAJIAN LIVING PHILOSOPHY ATAS MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SD SPEAK FIRST KLATEN Shafa Alistiana Irbathy
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i2.4511

Abstract

Abstract Multiculturalism inspires multicultural education. Multicultural education is a concept, creating equal educational opportunities for students of different backgrounds and helping students acquire knowledge, attitudes and skills to interact and communicate with citizens from diverse groups so that a moral society is loved. Through multicultural education students are expected to have good competence in behaving and implementing democratic values, humanism and pluralism in the school environment and outside of school. On the other hand, educational institutions are tasked with preparing students to become a generation that has insight into attitudes and actions in the life of the nation and state that pays attention to multiculturalism. The development of multicultural education in schools can use a management approach both in teaching and learning activities in school activities and in the application of multicultural-based school management. The purpose of this study was to find out the form of multicultural education that integrates with the fields and activities of the school and how social interaction in the family of this educational institution is based on cultural and multicultural differences. The research approach uses a phenomenological approach that aims to describe the conditions or phenomena that occur, with the type of field research that is qualitative in nature. tera is based on multiethnic and multicultural differences as seen in the formation of an organizational structure for human resources in multi-ethnic educational institutions. Keywords: Multicultural Education and School-Based Management   Abstrak Multikulturalisme menginspirasi suati pendidikan multikuktural. Pendidikan multikultural merupakan sebuah konsep menciptakan persamaan peluang pendidikan bagi peserta didik yang berbeda latar belakang dan membantu peserta didik memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk berinteraksi, dan komunikasi dengan warga dari kelompok beragam agar tercipta sebuah tatanan masyarakat bermoral. Melalui pendidikan multikultural, peserta didik diharapkan memiliki kompetensi yang baik dalam bersikap dan menerapkan nilai demokratis, humanisme dan pluralisme di lingkungan sekolah dan di luar sekolah. Di sisi lain, lembaga pendidikan bertugas mempersiapkan peserta didik menjadi generasi yang memiliki pengetahuan, wawasan / sikap dan tindakan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang memperhatikan latar belakang multikulturalisme. Pengembangan pendidikan multikultural di sekolah dapat menggunakan pendekatan manajemen baik di dalam kegiatan belajar mengajar, kegiatan sekolah maupun penerapan manajemen sekolah berbasis multicultural. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pendidikan multikultural yang menyatu dengan bidang dan kegiatan sekolah serta bagaimana interaksi sosial dalam keluarga lembaga pendidikan ini berdasarkan pada perbedaan multietnik dan multikultural Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan fenomenologis yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau fenomena yang terjadi, dengan jenis penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh adanya salah satu kegiatan sebagai bentuk pendidikan multikultural yaitu kegiatan Cross Cultural Understanding yang bermanfaat untuk menumbuhkan dan menguatkan nilai-nilai multikultural sebagai sebuah ikatan kebersamaan dan kemanusiaan.  Selain itu adanya interaksi sosial secara positif dan sejahtera berdasar pada perbedaan multietnik dan multikultural yang terlihat dalam pembentukan struktur organisasi sumber daya manusia lembaga pendidikan yang berbasis multietnis. Pembentukan struktur organisasi yang berbasis multietnis dapat saling menguatkan sehingga lebih fokus dan optimal dalam mewujudkan impian kehidupan multikulturalisme yang harmonis dan damai di lingkungan sekolah. Kata Kunci : Pendidikan Multikultural dan Manajemen Berbasis Sekolah
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Edukasi dan UMKM melalui Program Kuliah Kerja Nyata di Dukuh Jimbung Lor dan Kampak Desa Jimbung Kecamatan Kalikotes Irbathy, Shafa Alistiana; Fitria, Rabi'ah Ayu; Ayu Pramani, Nindi; Halimah, Nur; Nusyaibah, Nusyaibah; Afifah, Rachma Nur; Kurniawan, Rizal; Fatmawati, Siska Ayu; Khadijattulkubra, Siti; Wulan, Siti Kusniyah; Rahayu, Siti; Rahmah, Siti; Maulana, Maghfudz
Educommunity Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Edutechnium Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71365/ejpm.v3i2.93

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Klaten dilaksanakan di Dukuh Jimbung Lor dan Dukuh Kampak Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, selama satu bulan pada Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui edukasi, penguatan UMKM, peningkatan literasi digital, dan pengembangan potensi lokal. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program kerja seperti Smart Branding UMKM, Digital Marketing, Papan Edukasi Sampah, Expo UMKM, TPA Ceria, hingga pelatihan pembuatan sabun ramah lingkungan dan lumpia ubi berhasil meningkatkan keterampilan, kesadaran lingkungan, dan daya saing UMKM lokal. Partisipasi masyarakat yang tinggi menjadi indikator keberhasilan kegiatan ini. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, cuaca, serta variasi tingkat partisipasi warga. Namun, dengan pendekatan kolaboratif, kendala tersebut dapat diminimalisir. Program KKN ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan desa berbasis edukasi dan digitalisasi UMKM yang berkelanjutan.
MENANGKAL PAHAM RADIKALISME MELALUI ORGANISASI ROHIS (TELAAH MEDIA REKONSTRUKSIONISME PENGARUH RADIKALISME PADA PELAJAR SMK DI SURABAYA) Luluk Farida; Shafa Alistiana Irbathy; Almi Novita
AL - IBRAH Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v8i2.282

Abstract

The Rohis (Islamic Student Activity Unit) in vocational schools (SMK) has currently become a platform for representatives from both public and private vocational schools to prevent the spread of radicalism among students in Surabaya. In this context, the role of Rohis is to accommodate the aspirations and problem-solving of each school, based on the experiences of students from different schools. This includes addressing issues from educators who sometimes influence their students to follow the path of radicalism they themselves have taken. This topic is intriguing to researchers because, based on field data and interviews with alumni who established this organization, the goal is to educate and enlighten students within the organization and their classmates. The method employed is qualitative, using interviews to analyze the gathered information. In this study, researchers found that current vocational school students in Surabaya consider Rohis as a platform for learning. This has brought researchers closer to the members of Rohis. After obtaining interview results, researchers will analyze the existing data using the theory of reconstructionism. The analysis reveals how Rohis members can think critically about issues within their respective schools and filter information or knowledge received by members or classmates.
Pendekatan Psikologi dalam Studi Islam Shafa Alistiana Irbathy; Mukminin, Moh. Amiril
AL - IBRAH Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v9i1.375

Abstract

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang dibekali dengan berbagai potensi diri yang tidak dimiliki makhluk lainnya. Potensi ini dimaksudkan agar manusia dapat mengemban dua tugas utama, yaitu sebagai khalifatullah di muka bumi dan juga abdi Allah untuk beribadah kepada-Nya. Sehingga manusia dengan potensinya membutuhkan proses pendidikan, agar apa yang diembannya dapat terwujud. Seperti yang diungkapkan oleh Arifin bahwa pendidikan Islam bertujuan mewujudkan manusia berkepribadian muslim, baik secara lahir maupun batin, mampu mengabdikan segala amal perbuatannya untuk mendapatkan ridha Allah SWT. sehingga hakikat pendidikan Islam yang melahirkan manusia-manusia yang beriman dan berilmu pengetahuan, satu sama lain saling mendukung. Islam merupakan fenomena yang besar dan tidak dapat dipisahkan dari perkembangan hidup manusia di dunia yang telah mengukir dan mempengaruhi kehidupan manusia dan Islam adalah salah satu agama yang mayoritas diyakini oleh penduduk Indonesia. Agar Islam tetap ada di muka bumi, maka muncul berbagai pendekatan keilmuan dalam studi Islam yang selalu berkembang. Di antaranya pendekatan normatif, pendekatan filosofis, pendekatan psikologis, pendekatan historis, pendekatan ilmu sosial, pendekatan fenomologis, dan berbagai pendekatan lainnya. Diantara beberapa pendekatan tersebut, di makalah ini akan mengulas tentang pendekatan psikologis dalam studi Islam dimana pendekatan tersebut berhubungan dengan jiwa (kedamaian, ketentraman jiwa), sikap dan perilaku manusia dalam kehidupan beragama serta mempelajari seberapa berpengaruhnya agama atau keyakinan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Multiculturalism: Its Implementation in Islamic Education Khabibah, Siti; Almas, Afiq Fikri; Irbathy, Shafa Alistiana; Kolis, Nur
MUADDIB Jurnal Kependidikan dan Keislaman Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/muaddib.v14i1.10019

Abstract

The main purpose of multicultural education is to provide equal opportunities for male and female students to succeed in their education regardless of differences in race, ethnicity, ethnicity, religion, social class, and culture of origin as well as being applied in an educational model that opposes forms of racism and all forms of discrimination in schools and society by accepting and affirming the pluralism and diversity of students. This research tried to explore traditions, habitus, and ideology and the implementation of multiculturalism values articulated in the form of curriculum and teaching, vision, and social life in institutions. With field research data collected and tested for its validity in confirmability, transferability, dependability, and data triangulation, it was found that multicultural education was implemented by inserting multiculturalism values into the learning curriculum with the dimensions of content integration, knowledge construction, prejudice reduction, equitable pedagogy, and empowering school culture and social structure. Multicultural education is attached to the curriculum and learning strategies, including in every interaction between school members. This type of multicultural education in critical education is reflective. It becomes the basis for action for change in Indonesian society which develops democratic principles in real action in the school community. It reflects unity in diversity. This research is expected to contribute to describing a multicultural education model that strengthens the diversity of differences and accommodates them for improving the quality of Indonesian human education.
Integrasi Nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam Transformasi Peran Gender: Analisis Fungsional Hadis Mālik Ibn Al-Huwayrith untuk Ko-Parenting di Lingkungan Nahdlatul Ulama Irbathy, Shafa Alistiana; Mukminin, Moh. Amiril; Suadi, Suadi
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2025): Ashlach: Journal of Islamic Education (Oktober)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v3i2.1088

Abstract

Keluarga Muslim di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi tantangan transformasi peran gender yang memicu ketegangan antara tuntutan profesional dan kehidupan domestik. Penelitian ini bertujuan mengungkap dimensi etis Hadis Mālik ibn al-Huwayrith melalui pendekatan hermeneutika fungsional untuk mendukung praktik ko-parenting yang selaras dengan nilai Aswaja An-Nahdliyah. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi pustaka dengan analisis interpretatif terhadap matan dan syarah hadis melalui lensa fungsionalisme sosial. Hasil penelitian merumuskan tiga prinsip utama: Tanggung Jawab Kolektif (Ta’awun), Fleksibilitas Peran (Tawassuth), dan Keseimbangan Fungsional (Tawazun). Temuan menegaskan bahwa pendidikan dan pengasuhan anak merupakan tanggung jawab kolektif tanpa sekat gender yang kaku demi menjaga stabilitas keluarga (hifz al-usrah). Simpulannya, integrasi nilai Aswaja dalam ko-parenting memberikan kerangka etis yang adaptif bagi keluarga NU untuk mencapai kemaslahatan di era modern sesuai tujuan syariat.
Penguatan Karakter Peserta Didik melalui Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Literasi Digital Anak SD Andini Suparmun, Arifah Cahyo; Irbathy, Shafa Alistiana; Fitria, Rabi'ah Ayu; Nur Hidayah, Faatikhah Arrum; Mu'awanah, Risalatul; Az Zahra, Riva Ferdiana Nasywa
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v7i2.2216

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Teknologi digital membuka peluang inovasi pembelajaran dan pengayaan sumber belajar, namun berpotensi melemahkan internalisasi nilai-nilai karakter apabila tidak diintegrasikan secara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran media pembelajaran PAI berbasis literasi digital dalam penguatan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis deskriptif terhadap jurnal nasional dan internasional bereputasi, buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis literasi digital berkontribusi signifikan dalam memperkuat karakter religius, tanggung jawab, kejujuran, disiplin, serta sikap moderat dan toleran peserta didik. Pemanfaatan media digital seperti video pembelajaran Islami, platform e-learning, aplikasi interaktif, dan media sosial edukatif mendukung internalisasi nilai-nilai Islam secara kontekstual dan reflektif. Selain itu, literasi digital berperan dalam membentuk sikap kritis, etis, serta kemandirian belajar peserta didik di ruang digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya kompetensi literasi digital guru PAI dan pengembangan media pembelajaran digital yang berorientasi nilai sebagai strategi pendidikan Islam di era digital.