Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Edukasi dan UMKM melalui Program Kuliah Kerja Nyata di Dukuh Jimbung Lor dan Kampak Desa Jimbung Kecamatan Kalikotes Irbathy, Shafa Alistiana; Fitria, Rabi'ah Ayu; Ayu Pramani, Nindi; Halimah, Nur; Nusyaibah, Nusyaibah; Afifah, Rachma Nur; Kurniawan, Rizal; Fatmawati, Siska Ayu; Khadijattulkubra, Siti; Wulan, Siti Kusniyah; Rahayu, Siti; Rahmah, Siti; Maulana, Maghfudz
Educommunity Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Edutechnium Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71365/ejpm.v3i2.93

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Klaten dilaksanakan di Dukuh Jimbung Lor dan Dukuh Kampak Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, selama satu bulan pada Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui edukasi, penguatan UMKM, peningkatan literasi digital, dan pengembangan potensi lokal. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program kerja seperti Smart Branding UMKM, Digital Marketing, Papan Edukasi Sampah, Expo UMKM, TPA Ceria, hingga pelatihan pembuatan sabun ramah lingkungan dan lumpia ubi berhasil meningkatkan keterampilan, kesadaran lingkungan, dan daya saing UMKM lokal. Partisipasi masyarakat yang tinggi menjadi indikator keberhasilan kegiatan ini. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, cuaca, serta variasi tingkat partisipasi warga. Namun, dengan pendekatan kolaboratif, kendala tersebut dapat diminimalisir. Program KKN ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan desa berbasis edukasi dan digitalisasi UMKM yang berkelanjutan.
MENANGKAL PAHAM RADIKALISME MELALUI ORGANISASI ROHIS (TELAAH MEDIA REKONSTRUKSIONISME PENGARUH RADIKALISME PADA PELAJAR SMK DI SURABAYA) Luluk Farida; Shafa Alistiana Irbathy; Almi Novita
AL - IBRAH Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v8i2.282

Abstract

The Rohis (Islamic Student Activity Unit) in vocational schools (SMK) has currently become a platform for representatives from both public and private vocational schools to prevent the spread of radicalism among students in Surabaya. In this context, the role of Rohis is to accommodate the aspirations and problem-solving of each school, based on the experiences of students from different schools. This includes addressing issues from educators who sometimes influence their students to follow the path of radicalism they themselves have taken. This topic is intriguing to researchers because, based on field data and interviews with alumni who established this organization, the goal is to educate and enlighten students within the organization and their classmates. The method employed is qualitative, using interviews to analyze the gathered information. In this study, researchers found that current vocational school students in Surabaya consider Rohis as a platform for learning. This has brought researchers closer to the members of Rohis. After obtaining interview results, researchers will analyze the existing data using the theory of reconstructionism. The analysis reveals how Rohis members can think critically about issues within their respective schools and filter information or knowledge received by members or classmates.
Pendekatan Psikologi dalam Studi Islam Shafa Alistiana Irbathy; Mukminin, Moh. Amiril
AL - IBRAH Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v9i1.375

Abstract

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang dibekali dengan berbagai potensi diri yang tidak dimiliki makhluk lainnya. Potensi ini dimaksudkan agar manusia dapat mengemban dua tugas utama, yaitu sebagai khalifatullah di muka bumi dan juga abdi Allah untuk beribadah kepada-Nya. Sehingga manusia dengan potensinya membutuhkan proses pendidikan, agar apa yang diembannya dapat terwujud. Seperti yang diungkapkan oleh Arifin bahwa pendidikan Islam bertujuan mewujudkan manusia berkepribadian muslim, baik secara lahir maupun batin, mampu mengabdikan segala amal perbuatannya untuk mendapatkan ridha Allah SWT. sehingga hakikat pendidikan Islam yang melahirkan manusia-manusia yang beriman dan berilmu pengetahuan, satu sama lain saling mendukung. Islam merupakan fenomena yang besar dan tidak dapat dipisahkan dari perkembangan hidup manusia di dunia yang telah mengukir dan mempengaruhi kehidupan manusia dan Islam adalah salah satu agama yang mayoritas diyakini oleh penduduk Indonesia. Agar Islam tetap ada di muka bumi, maka muncul berbagai pendekatan keilmuan dalam studi Islam yang selalu berkembang. Di antaranya pendekatan normatif, pendekatan filosofis, pendekatan psikologis, pendekatan historis, pendekatan ilmu sosial, pendekatan fenomologis, dan berbagai pendekatan lainnya. Diantara beberapa pendekatan tersebut, di makalah ini akan mengulas tentang pendekatan psikologis dalam studi Islam dimana pendekatan tersebut berhubungan dengan jiwa (kedamaian, ketentraman jiwa), sikap dan perilaku manusia dalam kehidupan beragama serta mempelajari seberapa berpengaruhnya agama atau keyakinan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Multiculturalism: Its Implementation in Islamic Education Khabibah, Siti; Almas, Afiq Fikri; Irbathy, Shafa Alistiana; Kolis, Nur
MUADDIB Jurnal Kependidikan dan Keislaman Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/muaddib.v14i1.10019

Abstract

The main purpose of multicultural education is to provide equal opportunities for male and female students to succeed in their education regardless of differences in race, ethnicity, ethnicity, religion, social class, and culture of origin as well as being applied in an educational model that opposes forms of racism and all forms of discrimination in schools and society by accepting and affirming the pluralism and diversity of students. This research tried to explore traditions, habitus, and ideology and the implementation of multiculturalism values articulated in the form of curriculum and teaching, vision, and social life in institutions. With field research data collected and tested for its validity in confirmability, transferability, dependability, and data triangulation, it was found that multicultural education was implemented by inserting multiculturalism values into the learning curriculum with the dimensions of content integration, knowledge construction, prejudice reduction, equitable pedagogy, and empowering school culture and social structure. Multicultural education is attached to the curriculum and learning strategies, including in every interaction between school members. This type of multicultural education in critical education is reflective. It becomes the basis for action for change in Indonesian society which develops democratic principles in real action in the school community. It reflects unity in diversity. This research is expected to contribute to describing a multicultural education model that strengthens the diversity of differences and accommodates them for improving the quality of Indonesian human education.
Parenting Style and Emotional Resilience: The Role of Democratic Parenting in Single-Parent Families Irbathy, Shafa Alistiana; Fahma, Naomi; Albany, Sulistiono Shalladdin; Suparmun, Arifah Cahyo Andini; Nurshanti, Yuliana; Masruroh, Ade
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy & Indonesian Counselor Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/00202501050820

Abstract

Parental style shapes a child’s character and emotional resilience, particularly within single-parent families. This study explores how single parents implement democratic parenting and how it influences the emotional resilience of children aged 7 and 8. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving three single parents and two teachers at SD Muhammadiyah Tonggalan. Thematic analysis revealed that democratic parenting—characterized by open communication, rule negotiation, and consistent emotional support—could still be applied effectively by single parents despite their dual-role burdens. Children raised under this approach exhibited high levels of emotional resilience, including emotional regulation, conflict resolution, frustration tolerance, and confidence in social interaction. External factors such as teacher and peer support also significantly enhanced emotional resilience. These findings highlight the strategic role of schools and community programs in supporting single parents in adopting effective parenting strategies for optimal child development.