Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH POLA MAKAN DAN EMOTIONAL EATING TERHADAP KEJADIAN BERAT BADAN BERLEBIH PADA PEKERJA DI PT. BUMA BRC KOTA BALIKPAPAN Haryati, Citra Juni; Wiryanto, Wiryanto; Utami, Riana Pangestu
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya hidup yang salah dapat mempengaruhi kebiasaan makan seseorang yang berdampak bagi kesehatan dan status gizi. Asupan makan yang memenuhi kebutuhan gizi diperlukan untuk meningkatkan produktifitas kerja. Pola makan yang salah dapat menyebabkan terjadinya obesitas. Aspek yang mempengaruhi pola makan salah satunya adalah aspek psikologis seperti emotional eating pada saat kondisi perasaan seseorang yang dapat mengakibatkan terjadinya perilaku makan yang tidak sehat sehingga dapat terjadi penurunan maupun peningkatan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola makan dan emotional eating terhadap kejadian berat badan berlebih pada pekera di PT. BUMA BRC Kota Balikpapan
The Relationship between Nutrient Intake and Work Motivation with Employee Performance at PT. Pancaran Samudera Shipyard Ade Amalia Husna; Edi Sukamto; Riana Pangestu Utami
Indonesian Journal of Applied and Industrial Sciences (ESA) Vol. 2 No. 5 (2023): September 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/esa.v2i5.6222

Abstract

Health is the main key to improving performance. Nutritional intake affects health and physical ability to carry out tasks. Motivation is the main driver of carrying out tasks with high enthusiasm. This research aims to analyze the relationship between nutritional intake and work motivation with the performance of employees at PT. Pancaran Samudera Shipyard. The method used was cross-sectional with 40 respondents using purposive sampling technique. Data was collected through 2 x 24 hour food recall interviews for nutritional intake, work motivation questionnaires, and performance assessments with KPI scores. The results show that there is a relationship between energy intake, carbohydrate intake, and work motivation with employee performance. However, there was no significant relationship between protein and fat intake and performance. So it can be concluded that energy intake, carbohydrates and work motivation are related to employee performance.
HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI DENGAN STATUS GIZI SANTRI DI PONDOK PESANTREN NABIL HUSEIN SAMARINDA  Annisa Oktavia; Edi Sukamto; Riana Pangestu Utami
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 1 No 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi dapat dipengaruhi asupan makanan secara langsung, sehingga untuk menjaga status gizi santri maka pondok pesantren harus menyediakan sistem penyelenggaraan makanan yang baik. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa masalah gizi di Kalimantan Timur masih banyak terjadi pada anak usia 13-15 tahun yaitu sebesar 4.5% sangat kurus, 5.3% kurus, 13.6% gemuk, 5% obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi dengan status gizi santri di Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode proportionate stratified random sampling dan dilakukan pada bulan Mei-Juli 2024 sebanyak 180 orang. Data tingkat konsumsi diukur menggunakan form food recall 2x24 hours dan status gizi dengan indikator IMT/U menggunakan timbangan digital dan microtoise. Uji statistik menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi energi, protein, lemak (p<0.05) dengan status gizi. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi karbohidrat (p>0.05) dengan status gizi santri di Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda.
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP KELELAHAN OTOT PADA ATLET BELA DIRI DI SKOI SAMARINDA Birgita Andrea; Riana Pangestu Utami
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 1 No 2 (2025): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan otot sangat berpengaruh terhadap performa atlet saat latihan maupun bertanding. Kelelahan otot terjadi karena aktivitas yang membutuhkan energi lebih dalam waktu yang singkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi terhadap kelelahan otot pada atlet bela diri SKOI Samarinda Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini melibatkan atlet bela diri SKOI Samarinda berjumlah 42 orang. Pengukuran yang dilakukan pada penelitian ini meliputi berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kelelahan otot. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan status gizi terhadap kelelahan otot atlet bela diri SKOI Samarinda (p<0,05). Status gizi (IMT/U) tidak berkaitan dengan kelelahan otot atlet bela diri.
Hubungan Kecukupan Energi dan Pola Makan dengan Produktivitas Kerja Guru MTs Negeri Samarinda Ananda Faza; Edi Sukamto; Riana Pangestu Utami
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 2 (2026): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia dibidang pendidikan. Peningkatan produktivitas kerja guru perlu didukung oleh status gizi yang optimal. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan, 60% guru MTs Negeri Samarinda memiliki IMT ≥ 25 kg/m2 (tergolong status gizi gemuk dan obesitas). Produktivitas kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti asupan gizi, pola makan dan status gizi. Asupan gizi yang optimal dan pola makan yang baik dibutuhkan seorang pekerja agar menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecukupan energi dan pola makan terhadap produktivitas kerja Guru MTs Negeri Samarinda. Penelitian potong lintang ini melibatkan 58 orang guru dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel, yaitu total sampling. Pengambilan data menggunakan food recall 2 x 24 jam, Semi Quantitative – Food Frequency Questionnaire dan penilaian produktivitas dengan formulir produktivitas kerja. Uji statistik menggunakan uji Spearman Rank untuk menganalisis hubungan variabel terhadap produktivitas kerja. Hasil menunjukkan terdapat hubungan kecukupan energi (p-value = 0,004), asupan energi (p-value = 0,028) dan asupan protein (p-value = 0,005) dengan produktivitas kerja Guru MTs Negeri Samarinda. Namun, tidak ada hubungan asupan lemak (p-value = 0,075), dan asupan karbohidrat (p-value = 0,085) terhadap produktivitas kerja guru. Intervensi gizi dibutuhkan agar guru dapat mencapai status gizi ideal namun tetap mempertahankan produktivitas kerja yang sudah tinggi dan memperhatikan karakteristik kerja guru.