Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEBERHASILAN LAKTASI Anggraeni, Widya; Idayanti, Titiek Idayanti; Purnama Sari, Kurnia Indriyanti
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1231

Abstract

Keberhasilan menyusui harus diawali dengan kepekaan terhadap waktu yang tepat saat pemberian ASI. Hasil penelitian menunjukkan 36% wanita di Indoensia mengalami masalah menyusui, dan yang paling sering adalah teknik menyusui yang tidak benar, sehingga apabila tehnik menyusui yang tidak benar maka akan berdampak puting susu menjadi lecet hal tersebut menjadikan ibu merasa kesakitan dan enggan memberikan ASI kembali. Hal tersebut dapat berdampak terjadi bendungan ASI. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan hubungan teknik menyusui yang benar dengan tingkat keberhasilan laktasi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan rancanagan analitik “cross sectional”. Populasi pada penelitian ini adalah yang berjumlah 45 orang, untuk sampel pada penelitian ini adalah ibu menyusui di Desa Kebonagung Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo yang memenuhi kriteria dengan tehnik pengambilan sampelnya mengunakan Purposive Sampling. Data penelitian diambil mengunakan lembar wawancara dan observasi. Setelah di tabulasi data dianalisis mengunakn uji chi squaredengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menujukkan cara menyusui yang benar dengan tingkat keberhasilan laktasi sebanyak 18 responden (45%), sedangkan pada tehnik yang salah dan laktasi tidak berhasil sebanyak 21 responden (52,5%). Berdasarkan hasil uji statistic Chi Square dengan tingkat signifikasi a=0,05 didapatkan nilai 0,000, sehingga ada hubungan teknik menyusui yang benar dengan keberhasilan laktasi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan sebagai acuan untuk memberi penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan pada ibu bayi terutama tentang  cara menyusui yang benar dengan melakukan penyuluhan. DOI: 10.5281/zenodo.5225878
Effectiveness Of Baby Massage On The Increase Of Baby Weight Aged 6 - 12 Months In Gayaman Village, Mojoanyar District, Mojokerto Regency Titiek Idayanti; Rina Widiyawati
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.359

Abstract

The study population was all babies aged 6-12 months who experienced underweight. Samples were taken using a total sampling technique of 28 respondents. Data were collected by observation and subsequently tested using paired t-test. The average change in respondents’ weight before and after the baby massage is 114 grams. Paired t-test results show ρ value = 0.011 (95% CI: -.2005 - -. 0281). ρ value = 0.011 < α = 0.05, indicating that H0 is rejected and H1 is accepted. Therefore, there is an effect of baby massage on baby growth aged 6-12 months in Gayaman Village, Mojoanyar District, Mojokerto Regency. It is recommended for health workers to provide health education regarding the way to do the right baby massage to support in providing knowledge and expertise to parents in doing baby massage independently at home to help to reach the optimal growth process, especially the baby’s weight gain.
HUBUNGAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEBERHASILAN LAKTASI Anggraeni, Widya; Idayanti, Titiek Idayanti; Purnama Sari, Kurnia Indriyanti
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1231

Abstract

Keberhasilan menyusui harus diawali dengan kepekaan terhadap waktu yang tepat saat pemberian ASI. Hasil penelitian menunjukkan 36% wanita di Indoensia mengalami masalah menyusui, dan yang paling sering adalah teknik menyusui yang tidak benar, sehingga apabila tehnik menyusui yang tidak benar maka akan berdampak puting susu menjadi lecet hal tersebut menjadikan ibu merasa kesakitan dan enggan memberikan ASI kembali. Hal tersebut dapat berdampak terjadi bendungan ASI. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan hubungan teknik menyusui yang benar dengan tingkat keberhasilan laktasi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan rancanagan analitik “cross sectional”. Populasi pada penelitian ini adalah yang berjumlah 45 orang, untuk sampel pada penelitian ini adalah ibu menyusui di Desa Kebonagung Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo yang memenuhi kriteria dengan tehnik pengambilan sampelnya mengunakan Purposive Sampling. Data penelitian diambil mengunakan lembar wawancara dan observasi. Setelah di tabulasi data dianalisis mengunakn uji chi squaredengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menujukkan cara menyusui yang benar dengan tingkat keberhasilan laktasi sebanyak 18 responden (45%), sedangkan pada tehnik yang salah dan laktasi tidak berhasil sebanyak 21 responden (52,5%). Berdasarkan hasil uji statistic Chi Square dengan tingkat signifikasi a=0,05 didapatkan nilai 0,000, sehingga ada hubungan teknik menyusui yang benar dengan keberhasilan laktasi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan sebagai acuan untuk memberi penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan pada ibu bayi terutama tentang  cara menyusui yang benar dengan melakukan penyuluhan. DOI: 10.5281/zenodo.5225878
Qualitative Study of Decision Making Family Selection of Mother’s Contraception Anggraeni, Widya; Idayanti, Titiek; Fauziah, Rahma
Jurnal Midpro Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study to determine and demonstrate the theory about the factors that influence family decisions on the selection of contraception in postpartum maternal health center Gayaman Mojokerto. This research is a descriptive study using qualitative methods approach. Technique of data collection by deep interviews. Informant or informants in this research five pairs of husband and wife who own characteristics and work the same tribe. The research was conducted by using a tape recorder and aided by assistant interview. In analyzing the data is done by data reduction, categorization of data, displaying of data and then draw the conclusions..The result of each informant the interview be the amplifier for the writer in validating the theory and explore what is purpose of the writer in this research. The result the form of the expression from every interviews the informant appear and explained in the chapter results of interviews. It can be concluded that the factors that influence the family decision making to election of contraceptives are environmental factor, individual differences factor, health factor, and pair of contraceptive factor method. While for the process of psychology factor the researcher could not prove the that these factors include the factor that influence the the decision making to election of contraceptives are health factor. The factor most instrumental to influence in decision making to election factor of contraception is contraception method, where it concerns the social and economic factor.
Upaya Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 – 12 Bulan Dengan Baby massage Di Desa Pungging Kecamatan Pungging Mojosari – Mojokerto Rina Widiyawati; Titiek Idayanti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.60

Abstract

Masa bayi merupakan tahapan dimana pertumbuhan yang sangat cepat, dimulai bayi itu lahir hingga nanti berusia satu tahun. Bayi dianggap sebagai periode kritis dalam pertumbuhan karena merupakan periode dimana dasar-dasar dari awal kehidupannya. Masa bayi dikatakan sebagai golden age atau masa keemasan karena pada masa ini pertumbuhan tubuh berlangsung dengan pesat. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan bayi, baik berat badan maupun tinggi badan diantaranya adalah keturunan dan lingkungan. Faktor keturunan atau genetik ini berhubungan gen yang diberikan dari seseorang ayah dan ibu pada anaknya. Faktor lingkungan (environment) terdiri dari lingkungan biologis, fisik sosial dan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan kepada semua ibu di Desa Pungging yang memiliki bayi usia 6 – 12 bulan. Kegiatan ini dilakukan di Balai Desa Pungging Mojosari – Mojokerto. Sebelum kegiatan dimulai, tim penyuluh memberikan kuesioner yang berisi tentang apakah ibu sudah mengetahui baby massage, hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang baby massage. Selanjutnya kegiatan ini dimulai dengan memberikan penyuluhan tentang upaya peningkatan berat badan bayi dengan baby massage. Setelah audiens (ibu-ibu) menerima materi, diadakan sesi tanya jawab bagi ibu – ibu yang masih belum mengerti dan paham tentang baby massage. Setelah itu dilakukan pratikum oleh tim penyuluh dengan metode demonstrasi di depan semua audiens (ibu-ibu) tentang cara melakukan baby massage yang benar agar dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan bayi terutama peningkatan berat badan bayi. Setelah metode demonstrasi selesai, tim penyuluh menunjuk beberapa ibu secara acak untuk mempraktikkan cara melakukan baby massage. Setelah acara selesai dilakukan evaluasi dengan membagikan kuesioner untuk diisi oleh ibu – ibu guna mengetahui sejauh mana keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan. Keberhasilan dari kegiatan ini, diharapkan ibu – ibu dapat memahami dan dapat mengaplikasikan baby massage secara mandiri dirumah setiap hari dan rutin kepada bayinya, sehingga dapat menunjang pertumbuhan bayi terutama pada peningkatan berat badan bayi
Upaya Menghadapi School Phobia Pada Anak Prasekolah Dengan Melibatkan Peran Orang Tua Dalam Pemberian Pola Asuh Yang Benar Di PAUD – TK Yabunaya Bangsal – Mojokerto Titiek Idayanti; Kurnia Indriyanti Purnama Sari; Widya Anggraeni
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.61

Abstract

Banyak orangtua yang bingung melihat perubahan sikap anak-anaknya yang tiba-tiba tidak mau sekolah padahal sebelumnya anak-anak mereka tidak demikian. Mereka sangat antusias untuk pergi bersekolah. Orangtua biasanya tidak hanya bingung dengan sikapnya saja melainkan juga dengan alasan yang dikemukakan anak. School phobia adalah suatu penolakan sekoah yang dilakukan oleh seorang anak karena adanya tekanan emosi, perasaan takut dan cemas dalam menghadapi sekolah. Banyak factor yang dapat memengaruhi terjadinya school phobia pada anak, yaitu factor internal yg meliputi kondisi fisik, intelegensi, urutan kelahiran, dan factor eksternal yang terdiri dari lingkungan sekolah serta pola asuh orang tua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di PAUD-TK Yabunaya Bangsal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada orang tua tentang bagaimana cara menghadapi anak usia prasekolah yang mengalami school phobia dengan pola asuh yang benar. Sasaran pada kegiatan ini adalah semua wali murid PAUD-TK Yabunaya Bangsal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di PAUD-TK Yabunaya Bangsal. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan membagikan kuesioner tentang school phobia dan pola asuh yang benar pada anak prasekolah untuk di isi wali murid yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan wali murid tentang school phobia dan pola asuh yang benar pada anak usia prasekolah. Kemudian kegiatan inti dilanjut dengan memberikan materi secara ceramah oleh tim penyuluh. Dibuka sesi tanya jawab di akhir acara. Selanjutnya ada kuesiner evaluasi yang dibagikan kepada wali murid dan di isi yang bertujuan untuk menilai keberhasilan kegiatan yang telah dilaksanakan. Keberhasilan dari kegiatan ini diharapkan wali murid yang memiliki anak dengan school phobia dapat menerapkan trik – trik dalam menghadapi anak dengan school phobia sesuai dengan penjelasan tim penyuluh, serta orang tua dapat merubah cara pandang tentang pola asuh yang benar dan seharusnya dilakukan pada anak prasekolah
Upaya Pencegahan dan Menekan Penyebaran Covid-19 Dengan Sosialisasi Protokol Kesehatan 4M Kepada Masyarakat Desa Gayaman Kec. Mojoanyar Kab. Mojokerto Titiek Idayanti; Widya Anggraeni; Siti Fithrotul Umami
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.123

Abstract

Di Indonesia juga diberlakukan kebijakan Pembatasan sosialisasi Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Virus ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan. Pencegahan penularan virus corona tidak hanya bisa dilakukan dengan cara lockdown atau PSBB saja, tak kala penting setiap individu juga dapat menerapkan protokol kesehatan untuk bisa memproteksi dirinya sendiri dari paparan virus corona. Oleh karena itu penting untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang tentang protokol kesehatan 4M untuk mencegah penularan dan menekan penyebaran Covid-19. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Gayaman Kec. Mojoanyar Kab. Mojokerto selama 1 minggu. Kegiatan PkM ini dilakukan secara bergilir dengan mengumpulkan warga setiap RT. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Di akhir acara sosialisasi 4M untuk mencegah dan menekan penyebaran Covid-19, tim penyuluh juga membagikan masker gratis kepada masyarakat yang hadir pada acara penyuluhan dan sosialisasi tersebut. Keberhasilan dari kegiatan PkM ini, diharapkan masyarakat Desa Gayaman Kec. Mojoanyar dapat mematuhi dan menjalankan protocol kesehatan 4M untuk mencegah dan menekan penyebaran Covid-19. Diharapkan masyarakat mau dan dapat menerapkan 4M dimanapun mereka berada
Pendidikan Kesehatan Tentang Pubertas Pada Remaja Putra di SDIT Permata Mulia Dusun Genengan Desa Banjaragung Kecamatan Puri Mojokerto Titiek Idayanti; Widya Anggraeni; Siti Fithrotul Umami
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i1.324

Abstract

Pubertas merupakan suatu tahapan yang sangat penting bagi semua remaja baik laki-laki maupun perempuan. Periode pubertas akan terjadi perubahan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Perubahan tersebut meliputi perubahan hormon, perubahan fisik, perubahan psikologi dan sosial. Pubertas merupakan proses perubahan ketidakmatangan fisik dan seksual menuju kematangan fisik dan seksual. Fase kematangan fisik dan seksual dapat membuat organ reproduksi seorang remaja dapat berfungsi untuk bereproduksi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada remaja putra di SDIT Permata Mulia Puri – Mojokerto ini adalah untuk memeberikan edukasi dan pengetahuan serta wawasan kepada remaja putra tentang apa itu pubertas, ciri-ciri pubertas, adab dalam berpaian, dan bagaimana menyikapi perubahan pubertas yang terjadi atau sedang dialaminya. Sasaran pada kegiatan ini adalah semua remaja putra kelas 4, 5, dan 6 SDIT Permata Mulia. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di SDIT Permata Mulia Desa Banjaragung Kecamatan Puri Kab. Mojokerto. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan membagikan kuesioner tentang pengertian pubertas dan ciri-ciri seorang remaja memasuki masa pubertas, kuesioner ini dibagikan untuk dapat mengetahui seberapa banyak remaja yang sudah memahami tentang arti pubertas dan tanda – tanda atau ciri – ciri pubertas. Kemudian kegiatan inti dilanjut dengan memberikan materi secara ceramah oleh tim penyuluh. Dibuka sesi tanya jawab di akhir acara. Selanjutnya ada kuesiner evaluasi yang dibagikan kepada semua siswa dan di isi yang bertujuan untuk menilai keberhasilan kegiatan yang telah dilaksanakan. keberhasilan dari kegiatan ini diharapkan semua remaja putra dapat memehami tentang pubertas dan ciri – ciri sudah memasuki masa pubertas, serta dapat memahami dan bersikap tenang tanpa kekhawatiran dalam mengahdapi perubahan – perubahan yang terjadi pada saat memasuki masa pubertas