Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Worksite Health and Wellness Programs dalam Memperbaiki Komposisi Tubuh, Kebugaran, dan Faktor Risiko Kardiometabolik: The Effectiveness of Worksite Health and Wellness Programs in Improving Body Composition, Fitness, and Cardiometabolic Risk Factors in Employees Kurdanti, Weni; Astuti, Rini Wuri; Widyawati, Herni Endah Endah
Amerta Nutrition Vol. 10 No. 1 (2026): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v10i1.2026.106-114

Abstract

Background: Non-Communicable diseases (NCDs) are increasing among Indonesia’s productive and pre-elderly populations. Cardiometabolic risk factors such as obesity, dyslipidemia, hypertension, and hyperglycemia substantially contribute to this burden, accounting for approximately 70-75% of all deaths. The workplace offers a strategic location for promotional and preventive interventions through Worksite Health and Wellness Programs (WHWPs). Objectives: To assess the effectiveness of WHWPs in improving body composition, fitness, and cardiometabolic risk factors among employees. Methods: A quasi-experimental design with a one-group pre–post test was applied to 35 employees aged 30–60 years with BMI ≥25 kg/m². The 12-week intervention included nutrition education and combined cardio and strength training. The variables measured included anthropometry, body composition, fitness, blood pressure, blood glucose, total cholesterol, dietary intake, and nutritional knowledge. Data were analyzed using paired t-tests, repeated measures ANOVA, and Friedman’s test. Results: Significant improvements were observed in body composition, with reductions in body fat percentage (from 32.81 to 31.46%; p-value=0.005), subcutaneous fat (from 28.67 to 26.84; p-value=0.042), and an increase in skeletal muscle mass (from 25.70 to 26.45; p-value=0.015). Fitness improved significantly (from 32.39 to 35.80; p-value<0.001). Total cholesterol decreased (from 199.94 to 177.40 mg/dL; p-value=0.003), while blood glucose and blood pressure did not change significantly. Natrium intake decreased (from 3209 to 1740 mg; p-value=0.013) and nutrition knowledge scores increased (from 51.65 to 57.33; p-value=0.006). Conclusions: WHWPs effectively improved body composition and fitness and reduced cardiometabolic risk factors among employees.
Standardized Nutrition Care for a Patient with Malignant Neoplasm of the Ascending Colon and Anemia in Neoplastic Disease Undergoing FOLFIRI Chemotherapy Rini Wuri Astuti; Amadea, Carissa Wira; Kurdanti, Weni
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.2.461-469

Abstract

Kanker kolon merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Penurunan nafsu makan, mual, dan efek samping kemoterapi sering menyebabkan penurunan asupan gizi yang berisiko menimbulkan malnutrisi. Upaya perawatan gizi yang tepat diperlukan untuk menjaga status gizi dan menunjang proses penyembuhan pasien. Mampu melaksanakan proses asuhan gizi terstandar pada pasien malignant neoplasm colon ascenden dan anemia in neoplastic disease yang menjalani kemoterapi FOLFIRI. Laporan ini memaparkan kasus pasien laki-laki berusia 62 tahun dengan status gizi normal. Pasien dirawat dengan keluhan penurunan nafsu makan dan gangguan gastrointestinal akibat kemoterapi. Pemeriksaan biokimia menunjukkan anemia dengan kadar hemoglobin 11,3 g/dL dan hematokrit 37,5%. Diagnosis gizi yang ditegakkan meliputi NI 2.1 Asupan oral tidak adekuat, NC 3.4 Kehilangan berat badan yang tidak diinginkan, dan NB 1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup. Terapi gizi diberikan dengan pengaturan diet yang disesuaikan dengan kondisi klinis, kebutuhan gizi, tingkat aktivitas, dan usia pasien. Diet yang diberikan berupa Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) bertekstur lunak yang dikombinasikan dengan formula enteral polimerik sebanyak 57 g/hari. Selama tiga hari intervensi menggunakan metode food weighing dan 24-hour recall. Asupan gizi menunjukkan asupan zat gizi menunjukkan perbaikan dengan tingkat kecukupan 82,7% untuk energi, 88,5% untuk protein, 99,2% untuk lemak, dan 70,2% untuk karbohidrat. Berat badan pasien mengalami penurunan dari 64 kg menjadi 63,7 kg (0,3 kg atau 0,47%). Penerapan proses asuhan gizi terstandar berperan penting dalam meningkatkan kecukupan zat gizi, memperbaiki gejala klinis, dan membantu mempertahankan status gizi pada pasien kanker kolon yang menjalani kemoterapi.