Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Dinamika Kedukaan atas Kematian Orang Tua pada Dewasa Awal Putri, Safira Ramadhania; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p934-953

Abstract

Kematian orang tua merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk dilalui serta diterima karena orang tua merupakan sosok penting bagi individu. Peristiwa kematian tidak hanya meliputi ketiadaan seseorang, tetapi juga melibatkan adanya perasaan kehilangan yang dialami oleh orang yang ditinggalkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika kedukaan atas kematian orang tua pada dewasa awal. Pada penelitian ini, metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan penelitian merupakan dua orang berusia dewasa awal yang mengalami kematian orang tua. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kedua partisipan melalui dinamika kedukaan yang berbeda-beda. Kedua partisipan berada dalam proses penerimaan dengan melalui tahapan kedukaan yang berbeda. Partisipan pertama melalui keseluruhan tahap kedukaan yaitu penyangkalan, amarah, negosiasi, depresi, dan penerimaan, sementara partisipan kedua hanya melalui keempat tahap kedukaan yaitu penyangkalan, amarah, negosiasi, dan penerimaan. Adanya perbedaan tahapan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu dukungan keluarga dan lingkungan, spiritual, kedekatan.
Hubungan antara Adiksi Game Online dengan Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMK X Tsabita, Zahiroh; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p663-675

Abstract

Adiksi game online merupakan suatu kondisi di mana individu secara berlebihan dan terus-menerus bermain game online. Keterlibatan yang intens dalam bermain game dapat menyebabkan individu mengabaikan berbagai aktivitas penting lainnya, termasuk kewajiban akademik. Kondisi ini berpotensi menimbulkan perilaku menunda penyelesaian tugas akademik atau dapat disebut dengan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adiksi game online dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMK. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner berupa Google Form. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK kelas X dan XI, dengan jumlah total 308 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasional dengan uji Pearson Product Moment menggunakan perangkat lunak SPSS 22 for Windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,602 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,00. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan dengan tingkat kekuatan sedang antara adiksi game online dan prokrastinasi akademik pada siswa SMK. Abstract Online game addiction is a condition in which an individual engages excessively and continuously in online gaming. Intense involvement in gaming activities can lead individuals to neglect various other important responsibilities, including academic obligations. This condition has the potential to result in the postponement of academic task completion, a behavior commonly referred to as academic procrastination. This study aims to examine the relationship between online game addiction and academic procrastination among high school (SMK) students. The research employed a quantitative approach with data collection conducted through a questionnaire distributed via Google Forms. The population in this study consisted of 308 students from 10th and 11th grades. The data were analyzed using correlational analysis with the Pearson Product Moment correlation test, assisted by SPSS version 22 for Windows. The results of the analysis showed a correlation coefficient (r) of 0.602 with a significance value (p) of 0.00. These findings indicate a significant positive relationship of moderate strength between online game addiction and academic procrastination among vocational high school students.
Hubungan antara Perilaku Prososial dengan Psychological Well-Being pada Mahasiswa Psikologi Ramadhani, Berlian Novira Sonya; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p692-704

Abstract

Mahasiswa cenderung menghadapi tingkat tekanan psikologis yang lebih besar dibandingkan dengan populasi orang dewasa secara umum. Tuntutan akademik, tekanan sosial, dan pencarian jati diri seringkali menjadi faktor yang memperburuk kondisi psikologis mereka. Dalam konteks ini, psychological well-being menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas hidup mahasiswa. Salah satu faktor yang diduga dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis adalah perilaku prososial, yaitu tindakan sukarela untuk membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Perilaku ini diyakini mampu meningkatkan perasaan bermakna, keterhubungan sosial, dan kepuasan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku prososial dengan psychological well-being pada mahasiswa psikologi yang tergabung dalam Organisasi X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 203 mahasiswa. Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara perilaku prososial dan psychological well-being (r = 0,546; p < 0,05) dengan kekuatan korelasi sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi perilaku prososial, semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis mahasiswa. Abstract University students tend to face higher levels of psychological pressure compared to the general adult population. Academic demands, social pressures, and the search for identity often exacerbate their psychological challenges. In this context, psychological well-being becomes an important indicator for assessing students’ quality of life. One factor that is believed to contribute to improved psychological well-being is prosocial behavior, voluntary actions intended to help others without expecting anything in return. This behavior is thought to enhance a sense of meaning, social connectedness, and life satisfaction. This study aims to examine the relationship between prosocial behavior and psychological well-being among psychology students who are members of Organization X. A quantitative correlational approach was used with 203 student respondents. Data were analyzed using the Pearson Product-Moment correlation technique. The findings show a significant positive relationship between prosocial behavior and psychological well-being (r = 0.546; p < 0.05), with a moderate correlation strength. These findings suggest that the higher the level of prosocial behavior, the higher the psychological well-being of the students.
Pengaruh Dukungan Istri terhadap Father Involvement pada Ayah yang Memiliki Anak Generasi Alpha Firstantia, Afanina Riandiny; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p895-904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dukungan istri terhadap father involvement pada ayah yang memiliki anak generasi alpha dengan rentang usia 0-8 tahun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional untuk mencari adanya korelasi dari kedua variabel yang sedang diteliti. Sampel pada penelitian ini sebanyak 400 responden dengan teknik purposive sampling berdasarkan empat kriteria responden yang telah ditentukan. Instrumen dalam penelitian ini memodifikasi skala Inventory of Father Involvement dan mengadopsi skala Dukungan Istri. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasilnya menunjukkan bahwa Dukungan Istri memengaruhi Father Involvement dengan signifikan (R2=0.56, p<0,05). Penelitian ini dapat memberikan manfaat untuk mengetahui keterlibatan ayah dalam pengasuhan serta dukungan istri yang dirasakan. Abstract This research aims to analyze the influence of wife support on father involvement in fathers who have alpha generation children aged 0-8 years old. The method used in this research is correlational quantitative to find the correlation between both of the variables. The sample of this research consisted of 400 respondents that are selected through purposive sampling based on four criterias. The instruments used in this research were a modification scale of Inventory of Father Involvement and an adoption scale of Wife Support. Data were analyzed with simple linear regression. The result shows that Wife Support had a significant influence on Father Involvement (R2=0.56, p<0,05). This research contributes to understanding the involvement of father in parenting and the perceived support from their wives.
Hubungan Antara Loneliness dengan Kecanduan Media Sosial Pada Siswa SMA X Hisan, Alif Daniya; Dewi, Damajanti Kusuma
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13077

Abstract

Kecanduan media sosial merupakan perilaku kecanduan media sosial merupakan sebuah kondisi gangguan psikologis yang diakibatkan karena lama penggunaan media sosial yang melebihi 5 jam dalam sehari. Salah satu penyebab individu mengalami kecanduan media sosial adalah Loneliness. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan loneliness dengan perilaku kecanduan media sosial pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen berupa De Jong Gierveld Loneliness Scale dan Social Media Addiction Scale – Student Form. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS 27.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif antara loneliness terhadap perilaku kecanduan media sosial. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,308 (r=308). Meski adanya hubungan signifikan dan positif, namun hubungan antara kedua variable dinyatakan lemah. Dalam penelitian ini didapatkan temuan berupa bahwa aspek virtual information menjadi penyumbang terbesar dari munculnya perilaku kecanduan media sosial pada siswa SMA.
The Effect of Using Augmented Reality to Lower Anxiety in Phobia Patients: Pengaruh Penggunaan Augmented Reality untuk Menurunkan Kecemasan pada Penderita Fobia Anggara, Onny Fransinata; Rahmasari, Diana; Savira, Siti Ina; Dewi, Damajanti Kusuma; Budiani, Meita Santi; Satiningsih, Satiningsih
Procedia of Social Sciences and Humanities Vol. 6 (2024): International Conference Psychology and Education Transformation For Bright Future
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pssh.v6i.535

Abstract

Augmented Reality (AR) has emerged as a promising technology in the mental health field with the potential to change the approach to the management of anxiety disorders, including phobias. This study aims to explore the effectiveness of AR therapy in reducing anxiety levels in phobia sufferers, with a focus on patients' experiences and responses to this technology. The research method used was an experimental study with a Randomized Controlled Trial (RCT) design, involving two groups of participants: an experimental group that received AR therapy and a control group that did not receive the intervention or received conventional therapy. Measurements were carried out using a valid and reliable anxiety scale before and after the intervention to assess changes in anxiety symptoms. The results showed that AR therapy significantly reduced anxiety levels in participants in the experimental group compared to the control group. Participants who underwent AR therapy reported increased tolerance for previously fear-inducing situations, as well as improvements in their daily quality of life. In conclusion, the use of AR in phobia therapy offers an innovative and effective approach to reducing anxiety symptoms in phobia sufferers. By creating a controlled virtual environment, AR facilitates safe and scalable exposure to therapy for patients, overcoming some of the barriers that exist in conventional therapy. The clinical implications and potential further application of this technology in clinical practice need to be further investigated to maximize its benefits in the management of anxiety disorders.