Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Differences of room temperature vulcanized silicone and dimensional accuracy towards silicone PVS light body impression: Study experimental Kambolong, Sitti Annisa; Masyhudi, Masyhudi; Sulistiani, Dewi Arsih; Asfirizal, Verry; Irsal, Imran; Sukotjo, Cortino
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i2.62117

Abstract

ABSTRAKIntroduction: Dental impressions are materials used to accurately replicate. Silicon Room Temperature Vulcanized (RTV) impression material is known to have good ultimate tensile strength and flexibility. Polyvinyl siloxane light body impression (low viscosity) which has the same viscosity as RTV material. Dimensional accuracy is used to see the accuracy of the impression material. Objective to investigate the optimal ratio of base, catalyst, and filler for RTV silicone to achieve the setting time and working time. To investigate is a difference between treatments using fillers and not using fillers. To investigate the difference in dimensional accuracy between the two materials. Methods: This research is pure experimental researches with randomized post-test only control group design. The control group was PVS light body silicone and the treatment group was RTV silicone. RTV silicones were categorized into 6 treatment groups. The treatments were increasing the amount of catalyst and adding talc filler. Each treatment group had 4 replications. Based on data analysis, there was no difference in the average. Results: The results showed that RTV silicone had significant difference with p < 0.05. At the ratio of RTV treatment groups without fillers by using fillers had a real difference with p < 0.05. In terms of dimensional accuracy, RTV silicone and silicone with light body impression viscosity did not have significant difference with p > 0.05. Conclusion: The optimal ratio for RTV silicon is 10:2 with the addition of 10 grams of talc filler. In the treatment using filler and without filler, having original fabrics with faster results was found in the filler treatment group. There is no significant difference in dimensional accuracy between RTV silicone and silicone with light body impression viscosity, so that both materials have the same accuracy.KEY WORDS: Room temperature vulcanized (RTV) silicone, light body impression, dimensional accuracyPerbandingan silikon room temperature vulcanized   dan akurasi dimensi terhadap silikon PVS light body impression dalam kedokteran gigi : studi eksperimentalABSTRAKPendahuluan: cetakan gigi adalah bahan yang digunakan untuk membuat replika atau tiruan yang akurat. Bahan cetak Silicon Room Temperature Vulcanized (RTV) diketahui memiliki ultimate tensile strength serta kelenturan yang baik. Bahan polyvinyl siloxane (PVS) light body (viskositas rendah) yang memiliki viskositas sama dengan bahan RTV. Akurasi dimensi digunakan untuk melihat keakuratan bahan cetak. Metode: Penelitian ini bermetode eksperimental murni dengan desain penelitian Randomized post-test only control group design. Kelompok kontrol adalah Silikon PVS light body dan kelompok perlakuan adalah Silikon RTV. Silikon RTV dikelompokkan menjadi 6 kelompok perlakuan, dengan perlakuan menaikkan jumlah katalis dan penambahan filler talc. Setiap kelompok perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Akurasi dimensi dari silikon RTV dilakukan pengecoran, dan diukur menggunakan dental caliper. Pengulangan dilakukan sebanyak 4 kali. Berdasarkan analisis data didapatkan tidak terdapat perbedaan rata-rata. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa silikon RTV dengan PVS light body memiliki perbedaan yang nyata dengan nilai p<0.05. Pada akurasi dimensi antara kedua bahan silikon RTV dengan silikon PVS berviskositas light body impression, tidak memiliki perbedaan yang nyata dengan nilai p>0.05. Simpulan: RTV didapatkan rasio perbandingan yang paling optimal adalah katalis dan base (2:10) dengan penambahan filler talc sebanyak 10 gram. Pada akurasi dimensi silikon RTV dengan silikon berviskositas light body impression tidak memiliki perbedaan yang nyata/signifikan, sehingga kedua bahan memiliki keakuratan yang sama.KATA KUNCI: Silikon room temperature vulcanized (RTV), light body impression, akurasi dimensi 
Perbedaan Status Kebersihan Mulut (OHI-S) pada Masyarakat Pengguna Air Void Batu Bara dan Air PDAM di Kecamatan Samarinda Utara Azizah, Azka Nuril; Asfirizal, Verry; Masyhudi, Masyhudi
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 2 (2025): MOLAR September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i2.12703

Abstract

Latar Belakang: Kebersihan mulut dapat diketahui berdasarkan OHI-S (Oral Hygiene Index Simplified). Status kebersihan mulut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perilaku, pengetahuan, pola makan, merokok, jenis kelamin dan lingkungan. Sumber air merupakan salah satu faktor dari lingkungan yang dapat mempengaruhi kebersihan mulut. Air void terbentuk akibat dampak buruk dari penambangan batu bara dengan metode open cut mining, dimana hal tersebut berpotensi menghasilkan air asam pasca tambang. Terdapat parameter kimiawi pada air yang berperan dalam status kebersihan mulut yaitu, kandungan tingkat (pH) keasaman dan kandungan kalsium pada air yang digunakan sebagai air baku, termasuk untuk menyikat gigi. Tujuan: mengetahui perbedaan status kebersihan mulut berdasarkan indeks OHI-S antara masyarakat pengguna air void batu bara dan masyarakat pengguna air PDAM sebagai sumber air untuk sikat gigi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian dilakukan secara non probability sampling dengan sampel 70 responden. Hasil: indeks OHI-S pada masyarakat pengguna air void batu bara adalah 2,4 dan pengguna air PDAM adalah 1,4. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna, indeks OHI-S pada masyarakat pengguna air void batu bara lebih tinggi dibandingkan masyarakat pengguna air PDAM.
Hubungan Perilaku Kesehatan terhadap Karies Gigi Kriteria ICDAS di Desa Melahing Kota Bontang Diastuti, Denti; Masyhudi, Masyhudi; Duma, Krispinus
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.115

Abstract

Karies gigi menjadi bukti tidak terjaganya kondisi gigi dan mulut masyarakat, dengan prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia, mencapai 48% di Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki keterkaitan antara prilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan insiden karies pada penduduk Desa Melahing Kota Bontang. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan di Desa Melahing Kota Bontang. Jumlah populasi adalah 261 orang, dengan sampel sebanyak 72 orang yang telah memberikan persetujuan melalui informed consent. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dan melalui pemeriksaan klinis rongga mulut menggunakan kriteria ICDAS untuk mengukur kedalaman karies. Hasil analisis data menggunakan uji chi square pada SPSS versi 26 menunjukkan bahwa perilaku kesehatan gigi dan mulut masyarakat mayoritas dikategorikan sebagai buruk (72,2%), dan tingkat kejadian karies email di Desa Melahing mencapai 59,7%. Berdasarkan uji chi square, ditemukan hubungan yang signifikan antara perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi pada masyarakat Desa Melahing Kota Bontang, dengan nilai p = 0,035 (p < 0,05) dan odds Ratio sebesar 3,7. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara prilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies di Desa Melahing Kota Bontang; di mana individu yang memiliki prilaku yang kurang baik memiliki risiko 3,7 kali lebih tinggi mengalami karies email dibandingkan dengan mereka yang memiliki prilaku yang baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Hubungan Penggunaan Jenis Sumber Air terhadap Tingkat DMF-T Masyarakat Desa Melahing Kota Bontang Putrimadayani Ahmad, Dewi Aluna; Masyhudi, Masyhudi; Alhawaris, Alhawaris
Action Research Literate Vol. 8 No. 3 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i3.300

Abstract

Karies adalah penyakit jaringan keras gigi yang disebabkan oleh bakteri yang melekat pada permukaan gigi berupa plak atau biofilm serta diet khususnya karbohidrat yang difermentasikan oleh bakteri menjadi asam laktat, sehingga pH plak akan turun hingga di bawah 5 dalam tempo 1-3 menit. Penurunan pH yang berulang-ulang dalam waktu tertentu akan mengakibatkan demineralisasi permukaan gigi sehingga terjadi proses karies. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jenis sumber air terhadap karies gigi di Desa Melahing Kota Bontang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain Cross Sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan sumber air hujan dengan tingkat DMF-T dan penggunaan sumber air hujan merupakan faktor risiko dari tingkat DMF-T (p = 0,006 dan RP = 3,889) dan terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan sumber air PDAM dengan tingkat DMF-T dan penggunaan sumber air PDAM merupakan faktor protektif dari tingkat DMF-T (p = 0,006 dan RP = 0,257). Dengan hasil ini, saran yang diberikan adalah perlu dilakukannya penyuluhan yang baik tentang dampak mengonsumsi air hujan dan pengarahan untuk melakukan fluoridasi baik melalui fluoridasi air minum, penggunaan pasta gigi yang berfluoride maupun mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung fluor
Pengaktifan UKGS Sekolah Dasar Pesisir Dalam Memberikan Edukasi Trend Estetik Gigi Terhadap Dampak Oral Hygiene Masyarakat Teluk Kadere Kelurahan Bontang Lestari Kota Bontang Kalimantan Timur Astuti, Lilies Anggarwati; Pramasari, Nadya C.; Irsal, Imran; Masyhudi, Masyhudi; Alus, Levi Natya
Jurnal BALIRESO Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v8i1.193

Abstract

Specific objectives to be achieved are giving birth to independent young dentists who are aware of the importance of maintaining oral and dental health in the form of UKGS program activation. In Bontang East Borneo, in particular, public awareness of the importance of dental and oral health still needs to be improved. On this basis, we want to try to offer a product development of human resources (HR) in the field of dentistry. The method used in the form of training for young dentists and young doctors, training, and assistance to students in primary school and teachers, mass toothbrushing practices, dental and oral examinations and procedures, and reactivation of the UKGS program by completing facilities that have not been there. Target and outcome which are expected: 1) Producing a cadre of young dentists and young doctors, 2) Increase knowledge in all students in primary school related to maintaining dental and oral dental, 3) Creating awareness of dental and oral dental which is reflected in healthy living behavior and 4) reactivate the UKGS program.
Correlation between demographic and environmental factors and dental caries prevalence in a remote Indonesian coastal community: a cross-sectional study Masyhudi, Masyhudi; Candra, Krishna Purnawan; Handayani, Esti; Ahmad, Islamudin; Bujang, Kopli
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 38, No 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjd.vol38no1.68102

Abstract

Introduction: Dental caries is a significant global health concern. Factors such as socioeconomic status, diet, oral hygiene, and access to dental care influence its prevalence. Limited information exists on dental health in remote sea-floating villages. This study aimed to analyze the correlation between demographic and environmental factors and dental caries prevalence in a sea-floating community. Methods: This cross-sectional study was conducted in Malahing Village, a sea-floating village located adjacent to the Makassar Strait, 4 km east of Bontang city. Seventy-two respondents aged 5–59 years were examined for the DMFT index, while intrinsic factors (demographic and dental health behaviors) and extrinsic factors (environmental and dental health services) were collected via questionnaires. Data were analyzed using descriptive univariate analysis to determine variable characteristics and Spearman’s correlation analysis. Results: Dental caries prevalence was 98.61%, with a DMFT index of 10.01. Age (r=0.564, p=0.001), education (r=0.370, p=0.002), and occupation (r=0.273, p=0.020) showed strong, moderate, and weak positive correlations, respectively. Rainwater exposure (r=-0.353, p=0.003) showed a moderate negative correlation. Sex, dental health behaviors, water source, and dental visits were not significantly correlated with caries prevalence. Adults showed highest prevalence (66.67%) but low DMFT index (1.00). Government employees had high DMFT scores (4.61). Twice-daily brushing was uncommon (66.67%) among individuals with high DMFT scores (6.15). Patients who never visited a dentist (44.44%) showed high DMFT scores (8.33). Conclusions: In this underserved coastal community, demographic disadvantages and environmental exposures, particularly water sources, combined with limited dental care contribute to an elevated caries burden compared to the national and international levels. Despite complex associations with environmental factors, rainwater exposure showed negative correlation with caries prevalence, highlighting measurement challenges. The high proportion of patients never visited a dentist, low oral health awareness, and nonstandard water management highlight critical service gaps.