Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek, termasuk manajemen keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penggunaan uang digital dan instrumen finansial berbasis teknologi (fintech) menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi transaksi, memperbaiki pencatatan keuangan, serta memperluas akses UMKM terhadap layanan keuangan formal. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengidentifikasi manfaat, tantangan, serta implikasi strategis dari adopsi uang digital bagi UMKM, khususnya di wilayah Bengkulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa uang digital, seperti e-wallet, QRIS, dan BI-FAST, berkontribusi pada peningkatan efisiensi, transparansi, dan struktur manajemen keuangan UMKM. Namun, beberapa hambatan masih ditemukan, antara lain rendahnya literasi digital dan keuangan, isu keamanan serta kepercayaan, serta ketimpangan infrastruktur teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pengembangan yang melibatkan peningkatan literasi keuangan, pemerataan infrastruktur digital, serta kolaborasi pemerintah, penyedia fintech, dan pelaku UMKM sangat diperlukan. Dengan langkah-langkah tersebut, digitalisasi keuangan diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendukung terwujudnya inklusi keuangan dan ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan. Kata Kunci: Manajemen Keuangan, Uang Digital, UMKM, Literasi Keuangan