Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Implementasi Pendampingan Ibu Nifas Berbasis Budaya dalam Upaya Peningkatan Asi Eksklusif: Pengabdian Yuli Suryanti; Adhika Wijayanti; Yuli Bahriah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6104

Abstract

Masa nifas merupakan periode penting yang sangat menentukan keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Namun, praktik pemberian ASI eksklusif masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama aspek sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik ibu nifas dalam pemberian ASI eksklusif melalui pendekatan pendampingan berbasis budaya. Kegiatan dilaksanakan di PMB Ferawati Palembang pada bulan April 2025 dengan melibatkan 25 ibu nifas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi, serta dilakukan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test serta observasi perilaku. Pendampingan dilakukan dengan mengintegrasikan nilai budaya lokal serta melibatkan dukungan keluarga Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis budaya memberikan dampak positif terhadap peningkatan penerimaan ibu terhadap edukasi kesehatan, dimana sebanyak 22 responden (88%) menyatakan bahwa metode ini memudahkan mereka dalam memahami dan menerapkan ASI eksklusif. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan, perubahan sikap ke arah positif, serta perbaikan perilaku ibu dalam praktik menyusui. Pendampingan berbasis budaya terbukti efektif karena mampu menyesuaikan intervensi dengan nilai dan kepercayaan lokal masyarakat, sehingga lebih mudah diterima dan diterapkan oleh ibu nifas. Pendekatan ini dapat dijadikan sebagai strategi intervensi yang efektif dan berkelanjutan dalam upaya meningkatkan cakupan ASI eksklusif serta derajat kesehatan ibu dan bayi di masyarakat.
The Effect of Peppermint Aromatherapy on the Frequency of Nausea and Vomiting in First Trimester Pregnant Women Rani Purwani; Adhika Wijayanti; Yulia Yulia
Lentera Perawat Vol. 6 No. 1 (2025): January - March
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.429

Abstract

The discomfort that is often experienced by pregnant women, especially in the first trimester of pregnancy, is nausea and vomiting (Emesis Gravidarum). Nausea and vomiting in pregnancy are common in women who are young pregnant. Up to 80% of all pregnant women experience nausea and vomiting during their pregnancy. changes in electrolyte balance, namely potassium, calcium and sodium, causing changes in body metabolism. Peppermint has a content that can overcome nausea and vomiting in pregnant women. This study was conducted to determine the Effect of Peppermint Aromatherapy on the Frequency of Nausea and Vomiting with Emesis Gravidarum in Pregnant Women in the First Trimester at the Bunga Karang Health Post. The design of this study used a pre-experimental design with a one group pretest-posttest design. The sample of this study was pregnant women in the first trimester who experienced nausea and vomiting obtained using purposive sampling techniques with a population of 10 respondents. After that, Peppermint was given. Univariate data analysis using the average nausea and vomiting before as many as 6 people with severe nausea and vomiting and 4 people with moderate nausea and vomiting, then the average nausea and vomiting after giving peppermint aromatherapy as many as 9 people with mild nausea and vomiting and 1 person with moderate nausea and vomiting. While the management of this bivariate analysis using the paired t-test statistical test. The results of the study obtained ρ value = 0.000 <α = 0.05 meaning Ha is accepted meaning there is an effect of giving peppermint aromatherapy has an effect on nausea and vomiting of pregnant women in the first trimester at the Bunga Karang Health Center. This study is expected to train special cadres at the Village Health Post as skilled nursing staff in providing peppermint aromatherapy interventions for pregnant women who experience emesis.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN WANITA USIA SUBUR DENGAN KEPATUHAN MELAKUKAN PAPSMEAR DI RS UMUM PERTAMINA PALEMBANG Rini Ismayani; Indah Rahmadaniah; Adhika Wijayanti
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v3i1.816

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian utama pada perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini dengan Papsmear. Namun, kepatuhan wanita usia subur (WUS) dalam melakukan Papsmear masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan pendidikan WUS dengan kepatuhan melakukan Papsmear di RS Umum Pertamina Palembang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 410 responden yang diambil secara accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (73,9%) dan pendidikan menengah (61%). Kepatuhan melakukan Papsmear masih rendah, hanya 94 responden (28,4%) yang telah melakukan pemeriksaan. Analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan Papsmear (p = 0,000), di mana seluruh responden dengan pengetahuan baik telah melakukan Papsmear, sementara hampir semua responden dengan pengetahuan kurang belum melakukannya. Selain itu, terdapat hubungan bermakna antara pendidikan dengan kepatuhan Papsmear (p = 0,000), di mana seluruh responden dengan pendidikan tinggi telah melakukan Papsmear, sedangkan seluruh responden berpendidikan dasar belum melakukannya. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan dan pendidikan WUS berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan melakukan Papsmear. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan guna meningkatkan kepatuhan WUS terhadap Papsmear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L) TERHADAP PENURUNAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS PEMATANG PANGGANG II : STUDI KUASI EKPERIMENTAL Adhika Wijayanti; Yuli Suryanti; Sartika Dwi Yolanda; Yona Sari; Bramtama Sukma Mulia
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 3 (2026): July - September
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i3.764

Abstract

Tekanan darah tinggi atau hipertensi terjadi ketika tekanan darah meningkat ke derajat yang tidak sehat. Pengukuran tekanan darah memperhitungkan berapa banyak darah yang melewati pembuluh darah dan jumlah resistensi pembuluh darah saat jantung memompa. Semakin sempit arteri semakin tinggi tekanan darah, dalam jangka panjang peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung. Penelitian kuantitatif ini, dengan menggunakan metode Quasi eksperiment pre-test post-test dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pematang Panggang II, dari tanggal April-Mei 2024. Desain ini dipilih untuk mengetahui korelasi antara variabel bebas pengaruh rebusan bunga rosella, dengan variabel terikat, yaitu penurunan hipertensi pada lansia Populasi penelitian meliputi seluruh lansia yang ada di Puskesmas Pematang Panggang II tahun 2024 dengan total 120 lansia yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Berdasarkan uji pengaruh menggunakan Wilcoxon Sign Rank didapatkan bahwa nilai p value sebesar 0,000 (p < 0,05) menunjukkan adanya pengaruh pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah.
THE RELATIONSHIP BETWEEN CULTURAL BELIEFS AND EXCLUSIVE BREASTFEEDING PRACTICES AMONG POSTPARTUM MOTHERS Yuli Suryanti; Adhika Wijayanti; Marchatus Soleha; Yan Permadi
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 2 (2026): April - June
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i2.774

Abstract

The coverage of exclusive breastfeeding has not yet reached the expected target, despite its well-established benefits for maternal and infant health. Socio-cultural factors, particularly cultural beliefs, are considered important determinants influencing breastfeeding practices among postpartum mothers. This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach to analyze the relationship between cultural beliefs and exclusive breastfeeding practices. The research was conducted at PMB Ferawati from October to November 2025, involving 50 postpartum mothers selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets and analyzed using the Chi-Square test. The majority of respondents had negative cultural beliefs (60%) and did not practice exclusive breastfeeding (56%). Among mothers with positive cultural beliefs, 75% practiced exclusive breastfeeding, whereas only 23.3% of mothers with negative cultural beliefs did so. Statistical analysis revealed a significant relationship between cultural beliefs and exclusive breastfeeding (p-value = 0.001). Cultural beliefs are a significant determinant of exclusive breastfeeding practices among postpartum mothers. These findings highlight the importance of culturally sensitive health promotion interventions to improve exclusive breastfeeding coverage sustainably.