Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Lingkar Perut dan Pola Makan dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Usia Dewasa Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Tahun 2024 Wulandari, Melsa Putri; Suryani, Desri; Yulianti, Risda
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v10i2.24166

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disease with symptoms of hyperglycemia caused by abnormalities in insulin secretion, insulin action, or both. Central obesity is caused by excessive fat deposits in the abdomen. Excessive fat accumulation results in insulin resistance, which is one of the factors in increasing blood glucose levels in diabetes mellitus sufferers. Diet is very influential in controlling blood sugar levels in the body to avoid complications due to diabetes mellitus. The aim is to determine the relationship between abdominal circumference and eating patterns with blood sugar levels in adult diabetes mellitus sufferers. The design used in this research was analytical observational using a cross-sectional approach, the total number of respondents was 76 people, with purposive sampling technique. The data taken is central obesity data by measuring abdominal circumference directly using a Mettline measuring tape and eating patterns using the Percieved Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ) form. Statistical analysis uses the Chi-square test to determine the relationship between the independent variable and the dependent variable. The research results showed that 82.9% of respondents had central obesity and 52.6% of respondents had a diet that did not comply with dietary recommendations for diabetes mellitus sufferers. Based on statistical tests using chi square, it shows that there is a relationship between abdominal circumference and blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers (p value = 0.019) and eating patterns and blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers (p value = 0.006). The conclusion of this research is that there is a relationship between abdominal circumference and diet and blood sugar levels in adult diabetes mellitus sufferers in the UPTD area of the Puskesmas Pasar Ikan, Bengkulu City in 2024.
Hubungan Skor Healthy Eating Index dan Status Gizi dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Pesisir Kota Bengkulu Yuliza, Elvina Febria; Yuliantini, Emy; Yulianti, Risda
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.2.294-302

Abstract

Di Indonesia, 25,8% penduduk mengalami hipertensi. Data Dinas Kesehatan Kota Bengkulu pada tahun 2022 hipertensi menjadi penyakit terbanyak dengan jumlah estimasi penderita hipertensi yang berumur ≥ 15 tahun yaitu 36.404 orang, pada tahun 2023 mengalami peningkatan menjadi 50.898. Data WHO pada tahun 2019, prevalensi hipertensi di seluruh dunia mencapai 22% dari total penduduk.  Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan skor healthy eating index, status gizi dengan kejadian hipertensi di wilayah pesisir kota Bengkulu. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan skor healthy eating index, status gizi dengan kejadian hipertensi di wilayah pesisir kota Bengkulu. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan penelitian Cross-Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 87 orang. Skor Indeks Makan Sehat menggunakan formulir FFQ-SQ, mengukur status gizi menggunakan timbangan badan dan microtoise, serta pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensiometer. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor healthy eating index buruk yaitu 62 orang (71%). Hampir sebagian responden yang berstatus gizi obesitas 1 sebanyak 33 orang (37%).  Berdasarkan uji chi-square yang dilakukan, terdapat hubungan antara skor HEI dengan kejadian hipertensi, dan pada status gizi dengan kejadian hipertensi tidak terdapat hubungan.  Sebagian responden mengalami skor healthy eating index yang kurang baik, dan responden memiliki status gizi tidak normal.Disarankan setiap orang lebih menjaga pola makan yang sesuai dengan yang dianjurkan, serta lebih memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Hal ini dilakukan agar dapat menghindari terjadinya obesitas dan kenaikan tekanan darah.Kata Kunci: kejadian hipertensi, skor healthy eating index, status gizi
Minyak Goreng Sehat untuk Keluarga Sehat: Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Panca Mukti, Kabupaten Bengkulu Tengah Yulianti, Risda; Wahyudi, Anang; Suryani, Desri; Witradharma, Tetes Wahyu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12818

Abstract

ABSTRAK Penggunaan minyak goreng yang berulang kali atau dikenal sebagai minyak goreng bekas pakai (minyak jelantah) dapat membahayakan kesehatan masyarakat karena berkaitan dengan risiko penyakit tidak menular (PTM). Minyak jelantah menjadi bahaya bagi kesehatan karena mengandung lemak tidak jenuh dan lemak trans.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu-ibu dan masyarakat di Desa Panca Mukti, Kabupaten Bengkulu Tengah mengenai dalam penggunaan minyak goreng yang sehat dalam pencegahan PTM. Peserta kegiatan ini yaitu ibu-ibu Desa Panca Mukti sebanyak 25 orang yang terdiri dari Tim Penggerak PKK Pokja III, kader kesehatan lingkungan, kader posbindu dan ketua atau perwakilan dasawisma di Desa Panca Mukti dimana semua peserta tersebut diberikan pelatihan untuk menjadi edukator yang akan meneruskan hasil pelatihan kepada masyarakat desa. Metode kegiatan dilakukan dengan sosialisasi, diskusi, dan monitoring evaluasi. Materi edukasi yang diberikan tentang pengunaan minyak goreng yang sehat dan pengelolaan Bank Minyak Jelantah. Hasil pengukuran pengetahuan peserta menunjukkan rata-rata dan standar deviasi pre test 10,68±2,70 dan hasil post test 16,56±1,96, diperoleh nilai p 0,0005. Terdapat perbedaan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan tentang penggunaan minyak goreng yang sehat. Perlu dilakukan edukasi dan dukungan perangkat desa dan tokoh masyarakat di wilayah Desa Panca Mukti agar masyarakat selalu menerapkan penggunaan minyak goreng yang sehat sehingga terhindar dari PTM. Kata Kunci: Pengetahuan, Minyak Goreng, Minyak Goreng Bekas Pakai, Minyak Jelantah, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Repeated use of cooking oil, also known as used cooking oil (UCO) or "jelantah" oil, can pose a health risk to the community as it is associated with non-communicable disease (NCD). "Jelantah" oil is dangerous to health due to its high content of unsaturated fats and trans fats. The aim of this community engagement activity is to enhance the knowledge of mothers and the community in Panca Mukti Village, Central Bengkulu District, regarding the appropriate use of healthy cooking oil in preventing NCDs. The participants in this activity are 25 women from Panca Mukti Village, consisting of members of the Family Empowerment and Welfare/ PKK Pokja III, environmental health cadres, Posbindu cadres, and the heads or representatives of the Dasawisma in Panca Mukti Village. All participants receive training to become educators who will pass on the knowledge gained to the village community. The methods employed in this activity include socialization, discussions, and monitoring evaluations. The educational content covers the proper use of cooking oil and the management of the Used Cooking Oil Bank. The results of the participants' knowledge assessment show a pre-test average and standard deviation of 10.68±2.70, and a post-test result of 16.56±1.96, yielding a p-value of 0.0005. There is a significant difference in participants' knowledge after receiving training on the appropriate use of cooking oil. It is imperative to conduct further education and gain support from village officials and community leaders in the Panca Mukti Village area to ensure that the community consistently adopts the use of healthy cooking oil, thus avoiding NCDs. Keywords: Knowledge, Cooking Oil, Used Cooking Oil, Non-Communicable Diseases
Pemberdayaan Kader Posbindu dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Panca Mukti Kabupaten Bengkulu Tengah Suryani, Desri; Yulianti, Risda; Maigoda, Tonny Cortis
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16537

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi kuman, termasuk penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus (DM), kanker, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta gangguan akibat kecelakaan dan kekerasan. Kematian akibat PTM seperti stroke, penyakit jantung, kanker, diabetes, dan PPOK telah melebihi kematian akibat penyakit menular. Pelaksanaan Posbindu di Desa Panca Mukti belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman, sehingga tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penemuan faktor risiko PTM belum tercapai optimal. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posbindu dalam pencegahan PTM. Metode yang digunakan yaitu model Community Development (CD) melibatkan kader dan masyarakat secara langsung sebagai subyek dan obyek dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah persuasif, yaitu memberikan himbauan dan dukungan tanpa paksaan agar kader dan masyarakat berperan aktif dalam kegiatan ini, serta edukatif, yakni melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan pendidikan guna pemberdayaan masyarakat. Rata rata pengetahuan kader saat pre-test 51,9 sedangkan mean post test 64,6, setelah pelatihan terjadi peningkatan skor 12,7. Terdapat peningkatan pengetahuan kader Posbindu di wilayah Puskesmas Srikuncoro, Kabupaten Bengkulu Tengah setelah memperoleh pelatihan mengenai pencegahan penyakit tidak menular. Disarankan kader perlu difasilitasi untuk mendapatkan kesempatan pelatihan yang lebih komprehensif dan tersertifikasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya dalam deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular. Kata Kunci: Pengetahuan, Penyakit Tidak Menular (PTM), Kader, Posbindu  ABSTRACT Non-Communicable Diseases (NCDs) are illnesses not caused by infectious agents, including heart disease, stroke, diabetes mellitus (DM), cancer, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), as well as injuries from accidents and violence. Mortality from NCDs such as stroke, heart disease, cancer, diabetes, and COPD has surpassed deaths from infectious diseases. The implementation of Posbindu in Panca Mukti Village has not fully adhered to the guidelines, thus the goal of increasing community participation in the prevention and identification of NCD risk factors has not been optimally achieved. To enhance the knowledge of Posbindu cadres in preventing NCDs. The method used was the Community Development (CD) model, engaging cadres and the community directly as subjects and objects in the execution of community service activities. The approach employed was persuasive, providing encouragement and support without coercion to ensure active participation of cadres and community members in this activity. It was also educational, involving socialization, training, and mentoring to transfer knowledge and education for community empowerment. The average pre-test knowledge score of cadres was 51.9, whereas the mean post-test score was 64.6, indicating a score increase of 12.7 after the training. There was an improvement in the knowledge of Posbindu cadres, following training on NCD prevention. Recommended cadres need to be facilitated with opportunities for more comprehensive and certified training to enhance the quality of healthcare services, especially in early detection and prevention of NCDs. Keywords: Knowlegde, Non-Communicable Diseases (NCDs), Kader, Posbindu 
Organoleptic Evaluation of Manyung Fish Nugget Enriched with Moringa Leaves Agustina, Sinta; Wahyudi, Anang; Suryani, Desri; Risda Yulianti
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 12 (2023): December, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i12.7411

Abstract

This study examined the potential of using local ingredients such as Manyung fish (Arius thalassinus) and moringa leaves to create nutritious nuggets. The objectives of this study were to assess the organoleptic acceptability of Manyung fish nugget enriched with Moringa leaves concerning color, taste, aroma, and texture. The research followed an experimental approach using a randomized design. Findings indicated that the formulation F1 (90 g Manyung fish and 10 g moringa leaves), was favorable due to its superior attributes in color, taste, aroma, and texture. Among the formulations, F1 exhibited the most preferred in terms of sensory aspects. This research highlighted the potential of these local ingredients for nugget formulation especially for adolescent consumption
SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR DAN KONSELING GIZI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SRI KUNCORO KABUPATEN BENGKULU TENGAH Yulianti, Risda; Suryani, Desri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43962

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Deteksi PTM dan edukasi gizi merupakan langkah penting dalam pencegahan dan pengendalian PTM. Puskesmas Sri Kuncoro dan Pemerintah Desa Panca Mukti bekerjasama dengan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa konseling gizi dalam rangka Gerakan Serentak (Gertak) Skrining Penyakit Tidak Menular bertempat di Balai Desa Panca Mukti, Kabupaten Bengkulu Tengah pada 16 Juli 2024. Konseling gizi dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa DIII Gizi. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sri Kuncoro (lansia dan dewasa berisiko) mendapatkan pemeriksaan/skrining risiko PTM yaitu pemeriksaan tekanan darah, kadar asam urat, kolesterol, dan glukosa darah serta konseling gizi. Hasil kegiatan ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya skrining kesehatan dan edukasi gizi sebagai langkah pencegahan PTM.