Articles
Implementation Of Gaze Stability Exercise With Ergonomic Approach Based On Home Training Program in Improving Balance in The Elderly
Putri, Fadma;
Fidyatul Nazhira;
Swandari, Atik;
Larasati, Nabila
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 5 No. 2 (2024): Personalized Physiotherapy
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/fisiomu.v5i2.4164
Introduction: The aging process is characterized by a decrease in physiological function, which has an impact on balance disorders and can increase the risk of falling in the elderly. This study was to analyze differences in the balance of the elderly before and after the implementation of gaze stability exercise with an ergonomic approach based on a home exercise program. Methods: This research is an experimental study with a pre and post test one group design. Participants underwent training every day for 6 weeks. Balance ability was measured using time up and go test pre and post intervention. Results: There was a significant difference in the pre and post intervention time up and go test scores with p < 0.05. Conclusion: based on the results of the study, the implementation of gaze stability exercise with an ergonomic approach based on a home exercise program was significant in improving the balance of the elderly by 18.6% compared to before receiving the exercise.
Pengaruh Terapi Mandiri Oleh Orang Tua Terhadap Kelurusan Tengah Tubuh Anak CP Spastic Quadriplegia
Abdullah, Khabib;
Khasanah, Al Um Aniswatun;
Darajatun, Anik Muwarni;
Firdaus, Mutiara;
Swandari, Atik;
Putri, Fadma
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4982
Latar Belakang: program fisioterapi pada anak CP spastic quadriplegia harus rutin dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Orang tua menjadi tumpuan utama untuk melakukan program fisioterapi di rumah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi mandiri oleh orang tua terhadap kelurusan tengah tubuh pada anak CP spastic quadriplegia. Metode Penelitian: one group pre and posttest desain pada 10 anak CP spastic quadriplegia yang mengalami kesulitan dalam orientasi kelurusan tengah tubuh pada posisi terlentang di komunitas Happy CP family Surabaya. Orang tua diajarkan cara memijat punggung dan pengaturan posisi yang sesuai dengan kelurusan tengah tubuh anak. Pemijatan punggung dilakukan 15 menit, 2x perhari selama 14 hari dengan bukti perlakuan berupa video call. Alat ukur dengan GMFM dimensi A (terlentang dan berguling) dalam persen. Hasil Penelitian: 10 anak CP spastic quadriplegia dengan rerata usia 2,9±1,1 tahun, rerata nilai GMFM pra perlakuan 0.38±0,8 % dan paska perlakuan 4.2±1,2 %, dengan uji Wilcoxon signifikan 0,003. Kesimpulan: terapi mandiri oleh orang tua berupa pemijatan otot punggung dan pengaturan posisi berpengaruh pada kelurusan tengah tubuh anak CP Spastic Quadriplegia.
Pengaruh stimulasi sentuh terhadap penurunan gangguan perilaku siswa taman kanak-kanak: The effect of touch stimulation on changes in behavioral disorders of students kindergarten
Qoriapsari, Allya;
Abdullah, Khabib;
Swandari, Atik
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2593
Gangguan perilaku pada anak prasekolah (3-6 tahun) masih umum terjadi dan menghambat perkembangan mereka. Masalah ini teridentifikasi pada sejumlah anak di TK X Surabaya. Terapi sentuh dinilai potensial untuk mengurangi gangguan perilaku melalui stimulasi sensoris. Tujuan penelitian adalah Mengetahui pengaruh pemberian terapi sentuh terhadap penurunan gangguan perilaku pada anak TK. Metode: Penelitian eksperimen one group pretest-posttest pada 11 anak laki-laki usia 4-8 tahun dengan gangguan perilaku di TK X, dipilih melalui purposive sampling. Terapi sentuh diberikan 3x/pekan selama 4 minggu (12 sesi, 30 menit/sesi) dengan gerakan sentuhan kulit spesifik. Gangguan perilaku diukur menggunakan SDQ sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan skor SDQ yang bermakna antara pretest dan posttest dan terdapat penurunan gejala gangguan perilaku. Kesimpulan: Pemberian stimulasi sentuh efektif menurunkan gangguan perilaku pada anak TK di TK X Surabaya. Ini mendukung terapi sentuh sebagai intervensi non-farmakologis.
Penyuluhan dan Deteksi Dini Scoliosis Pada Remaja Di Wilayah Kelurahan Mulyorejo Surabaya
Abdullah, Khabib;
Putri, Fadma;
Swandari, Atik;
Gustinia, Allya;
Galih , Yasin
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i2.1462
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan memfasilitasi deteksi dini skoliosis pada remaja di Kelurahan Mulyorejo, Surabaya. Skoliosis pada remaja sering terlewatkan namun berpotensi menimbulkan masalah jangka panjang. Kegiatan dilaksanakan di klinik fisioterapi Surabaya (Mulyosari Timur) pada tanggal 4 Mei 2025, diikuti 15 remaja karang taruna (usia 16-18 tahun). Metode meliputi penyuluhan interaktif menggunakan presentasi dan skrining individu menggunakan scoliometer. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan partisipan, dengan rata-rata skor post-test 86.5 dibandingkan pre-test 64.5. Skrining awal mendeteksi indikasi kelainan lengkung tulang belakang pada 2 dari 15 partisipan (13%), yang kemudian diberikan rekomendasi pemeriksaan lanjutan dan latihan mandiri. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas program preventif skoliosis berbasis komunitas dan direkomendasikan untuk diperluas ke lingkup sekolah dan kolaborasi dengan fasilitas kesehatan.
PELATIHAN GERAK STABILITAS DAN FLEKSIBILITAS SENDI LUTUT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL SHOLAT DAN DUDUK DI LANTAI PADA IBU-IBU PENGAJIAN ‘AISYIYAH
Swandari, Atik;
Abdullah, Khabib;
Aisyah, Siti;
Syarifah, Syarifah;
Putri, Nadhifa;
Amalia, Ichlasul
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59458/jwl.v4i2.76
Permasalahan kesulitan menekuk lutut ketika sholat dialami mayoritas ibu-ibu anggota pengajian ‘Aisyiyah ranting Tohudan. 30 dari 90 anggota mengeluhkan hal di atas. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah memberikan pelatihan gerak stabilitas dan fleksibilitas. Latihan gerak lutut yang terdiri dari komponen stabilitas otot dan fleksibilitas sendi dapat membantu permasalahan mitra tersebut. Mitra diberikan penyuluhan tentang penyakit kaku lutut terlebih dahulu, kemudian diajari cara melakukan latihan gerak stabilitas dan fleksibilitas. Mitra diberi flyer, buku panduan dan video latihan untuk dilihat lagi di rumah. Terjadi peningkatkan pemahaman mitra tentang sakit kaku lutut, terjadi peningkatan keterampilan mitra dalam melakukan latihan gerak stabilitas dan fleksibilitas lutut serta gerakan-gerakan latihan meningkatkan fungsional sholat setelah 1 pekan dikerjakan. Telah terbentuk pula kader yang akan melanjutkan program. Kesimpulan penelitian menunjukkan pelatihan gerak stabilitas dan fleksibilitas sendi lutut dapat meningkatkan pemahaman mitra tentang penyakit kaku lutut, meningkatkan keterampilan mitra dalam melakukan latihan gerak stabilitas dan fleksibilitas untuk sendi lutut dan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan menekuk lutut saat sholat.
PROGRAM FISIOTERAPI PADA KASUS POST ORIF 1/3 PROKSIMAL HUMERUS
Siwi, Ken;
Kurniawan, Rizky;
Putri, Fadma;
Swandari, Atik;
Wibisono, Muhammad Rizqi
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/jar.v3i1.17617
Latar belakang : Fraktur ekstremitas atas sering terjadi dan menyerang semua kelompok umur. Pada orang dewasa muda, fraktur ekstremitas atas biasanya oleh trauma seperti kecelakaan kendaraan bermotor, sedangkan pada orang dewasa yang lebih tua dengan perubahan osteoporosis, fraktur ini biasanya terjadi karena bertahan dari jatuh. Modalitas yang diberikan pada kondisi ini yaitu Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan Terapi Latihan untuk mengoptimalkan kapasitas fisik dan fungsional pasien. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas TENS dan terapi latihan dalam penanganan fisioterapi pada kasus post orif 1/3 proksimal humerus. Metode : Metode penelitian yang digunakan pada studi kali ini dengan menggunakan studi kasus. Studi kasus dilakukan Studi kasus dilakukan pada pasien pelayanan fisioterapi mandiri di kota Surabaya bernama Tn.R, berusia 27 tahun dengan kondisi post ORIF fraktur 1/3 proksimal humerus Hasil : Setelah dilakukan program fisioterapi didapatkan hasil terdapat penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot, LGS, dan fungsional indeks dari sendi bahu.
PENGARUH LATIHAN PENGUATAN ABDUKTOR HIP TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA WANITA DENGAN OSTEOARTHRITIS LUTUT
Wicaksono, Martinus Bagus Eko;
Swandari, Atik;
Siwi, Ken
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/jar.v2i2.19676
Latar belakang:  Penderita OA lutut pada umumnya mengalami nyeri dan kekakuan pada sendi lutut. Biomekanik saat berjalan dipercaya menjadi salah satu faktor pencetus nyeri pada penderita OA lutut, dimana modifikasi biomekanika penting untuk dilakukan dan salah satunya memperkuat otot abduktor hip. Tujuan:  Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan penguatan otot abduktor hip terhadap penurunan nyeri pada wanita dengan OA lutut Metode: Penelitian ini menggunakan one group with control design dengan subjek wanita OA berjumlah 10 orang. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 subjek dan melakukan intervensi selama 15 sesi pertemuan atau 3 kali dalam seminggu selama 5 minggu serta dosis yang telah ditentukan. Kelompok I mendapatkan latihan penguatan otot abduktor dan terapi standar dari tempat praktik fisioterapi surabaya, kelompok II merupakan kelompok kontrol yang mendapatkan terapi standar dari tempat praktik fisioterapi surabaya meliputi latihan penguatan otot quadricep dan TENS. Alat ukur nyeri yang digunakan NPRS (numerical pain rating scale). Hasil uji analisis statistik menggunakan Wilcoxon .Hasil: hasil uji analisis statistik kedua kelompok berbeda bermakna, namun kelompok 1 lebih besar terjadi penurunan nyeri lutut Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan  penguatan otot abduktor hip terhadap penurunan nyeri pada wanita dengan OA Lutut.
Pemberian Pelayanan Fisioterapi Untuk Menurunkan Nyeri Lutut Dan Meningkatkan Aktivitas Fungsional Pada Ibu Ibu Aisyiyah Sukodono Sidoarjo
Swandari, Atik;
Romadhona, Nurul Faj’ri;
Waritsu, Cakra;
Ananda, Adevira Yoan;
Agustinia, Allya
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jh.v4i6.1897
Nyeri lutut merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh para lansia khususnya wanita. Nyeri lutut dapat menyebabkan terbatasnya aktivitas fisik dan kemampuan fungsional pada setiap individu khususnya lansia. Selain itu dengan adanya nyeri pada lutut juga akan menghambat aktivitas sehari hari seperti aktivitas sholat, berjalan, jongkok berdiri serta aktivitas keseharian lainnya. Nyeri lutut dan keterbatasan aktivitas sehari hari ini merupakan permasalahan yang di hadapi oleh para ibu ibu aisyiyah Sukodono Sidoarjo. Selain nyeri pada lutut, gangguan aktivitas fingsional sehari hari seperti jongkok ke berdiri juga merupakan permasalahan lainnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemberian penanganan fisioterapi merupakan cara yang tepat. Tujuan dari pemberian penanganan fisioterapi adlah untuk mengurangi nyeri lutut dan mengurangi gangguan aktivitas sehari hari pada ibu ibu aisyiyah di Sukodono Sidoarjo. Modalitas fisioterapi yang diberikan pada kegiatan ini adalah Infra Red dan terapi latihan serta edukasi kepada pasien khususnya saat di rumah. Infra red bertujuan untuk mengurangi nyeri pada lutut sedangkan terapi Latihan bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot sehingga akan meningkatkan aktivitas fungsional sehari hari seperti aktivitas berjalan, naik turun tangga dan jongkok ke berdiri. Dengan dilakukannya program pengabdian ini diharapkan keluhan nyeri lutut dan gangguan aktivitas fungsional sehari hari pada ibi ibu aisyiyah dapat tertangani dengan baik.
The Effect of Midline Exercise Therapy on Global Delayed Development Children’s Gross Motor
Abdullah, Khabib;
Swandari, Atik;
Pane, Rita Vivera;
Muzamil, Akhmad;
Darajatun, Anik Muwarni
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4578
Global delayed development (GDD) is a developmental disorder in children characterized by delays in gross motor development. Gross motor development is based on the development of an optimal midline position, and in GDD this does not happen. This reseaarch objective to determine the effect of midline exercise therapy on improving gross motor skills in children with GDD at Haji Hospital Surabaya. This is experimental research purposive sampling research on 15 GDD children at RSUD Haji Surabaya with a one-group pre and post-test design. Midline exercise therapy is carried out twice a week for 6 weeks consisting of relaxing the neck extensors, adjusting the position to the middle of the body, and cortical level exercises. Tool for measuring children's gross motor skills with GMFM (gross motor functional measurement) sector A/lying down with scale 0-51 measured pre and post treatment. Data analysis with univariate and bivariate SPSS. For the results 3 subjects were boy and 12 girl with an average age of 13.1 months. There was an increase in the mean GMFM score from 4.2 to 6 (paired t-test p=0.000) after 12 physiotherapy sessions.
The Impact of Abdominal Core Stability Exercise Therapy on Enhancing Sitting Balance and Hand Function in Cerebral Palsy Patients
Abdullah, Khabib;
Swandari, Atik;
Sahla, Shabrina;
Wijaya, Aji Sukma
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6266
Cerebral palsy (CP) is a disorder of posture and movement control in children during growth and development. One of the problems in children with CP is impaired sitting balance which results in weakness of hand function such as holding and manipulating objects. Objective: to determine the effect of abdominal core stability exercise therapy on improving sitting balance and functional hand abilities of children with CP at YPCP Surabaya. Method: an experimental study with one treatment group, the study's population consisted of 20 children with cerebral palsy (CP) who were in the sitting training phase at YPCP Surabaya. Using purposive sampling with specific inclusion and exclusion criteria, 18 participants were selected from the group. The treatment was abdominal core stability exercise therapy consisting of myofascial release of back muscles, trunk mobilization, sitting upright on a bench with feet on the floor, and moving toys with both hands in an upright sitting position. Exercise therapy was carried out for 30 minutes 3x per week for 12 weeks. The measuring instrument for sitting balance was TCMS (trunk control measurement scale) and the hand function was Melbourne Assessment 2. Result: 18 children with CP in the sitting exercise phase (12 boys and 6 girls) with an average age of 4.1 ± 1 years. The mean static sitting balance increased from 2.7 to 14.1 (p=0.000), the mean dynamic sitting balance rose from 0.00 to 3.3 (p=0.000), the mean reactive balance increased from 0.0 to 0.5 (p=0.3) and the mean functional hand ability increased from 6 to 7.4 (p=0.001). Conclusion: Abdominal core stability exercise therapy improves static, dynamic sitting balance and functional hand ability in children with CP at YPCP Surabaya, but not reactive balance.