Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Change of Haemoglobin Levels in Hemodialysis Patient with The Provision of Nutritional Support Fery Lusviana Widiany; Ari Tri Astuti
JURNAL NUTRISIA Vol 21 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.893 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v21i2.196

Abstract

Background : Hemodialysis patients are at risk of anemia, malnutrition, and gastrointestinal disorders. Because of those many nutritional problems, hemodialysis patients need to obtain nutritional support of protein sources, which can be filled with catfish (Clarias sp.) abon. Objectives : This study aimed to determine the change of hemoglobin level in hemodialysis patients with the provision of nutritional support. Method : This was a quasi-experimental with the pre-post test design. The study was conducted at Panembahan Senopati General Hospital in Bantul during January–December 2017. Catfish abon was given to the eligible patients approximately 0.36 g/kgBW/day for 21 days. Subjects were 32 routine hemodialysis patients whose age are >18 years. The dependent variable was hemoglobin level, while the independent variable was the provision of catfish abon. Data were analyzed using univariate and bivariate with paired T-test. Results : The average of pre and post intervention hemoglobin level were 9.24±SD g/dl and 9.50±SD g/dl respectively. There were no differences on average hemoglobin level of hemodialysis patient (p=0.208). Conclusion: provision of nutritional support increases the average of hemoglobin level during the intervention, although it does not statistically affect the hemoglobin level of hemodialysis patients.
Asupan Lemak Jenuh dengan Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein pada Lansia Hiperkolesterolemia Fatma Dwi Puspa Melati; Fery Lusviana Widiany; Inayah Inayah
JURNAL NUTRISIA Vol 23 No 1 (2021): Maret (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.239 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v23i1.205

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi konsumsi makanan berlemak, berkolesterol dan makanan gorengan di Daerah Istimewa (D.I.) Yogyakarta justru lebih tinggi dari angka nasional yakni sebesar 50,7%. Puskesmas Pandak II memiliki prevalensi kasus hiperkolesterolemia terbanyak di Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta sebesar 28,1%, dimana pada lansia mengalami peningkatan dari 60% pada bulan Maret 2019 menjadi 77,3% pada bulan April 2019. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol low density lipoprotein pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross – sectional. Jumlah responden penelitian ini yaitu 47 lansia usia ≥ 60 tahun, yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data asupan lemak jenuh diperoleh dari wawancara kuesioner semi-quantitative food frequency questionnaire. Kadar kolesterol low density lipoprotein diukur mengunakan metode Direct CHOD-PAP. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan taraf kemaknaan 95%. Hasil: Responden yang mempunyai asupan lemak jenuh sebanyak 59,6% dari total responden dan yang mempunyai kadar kolesterol normal sebanyak 55,3%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p-value 0,001 (p-value <0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol low density lipoprotein pada lansia.
PEMBERIAN FORMULA NASI KACANG MERAH EFEKTIF MENINGKATKAN DAYA TERIMA PASIEN DIABETES MELLITUS Fery Lusviana Widiany
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.277 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i3.26

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi diabetes mellitus (DM) di Indonesia diperkirakan 21,3 juta tahun 2030. Riskesdas menunjukkan prevalensi di DIY 2,6% pada usia ≥15 tahun. Angka kejadian DM di RSUD Panembahan Senopati Bantul 504 orang (2014). Salah satu faktor penyebab meningkatnya jumlah penderita adalah pola makan tidak sehat. Pemenuhan diet di rumah sakit memenuhi prinsip 3J, tetapi daya terima pasien terhadap makanan diet belum terpenuhi 100%. Sehingga menu makanan pokok (nasi) perlu dimodifikasi dengan kacang merah.Tujuan : Mengetahui efektivitas pemberian formula nasi kacang merah terhadap daya terima pasien DM.Metode : Penelitian berjenis kuasi eksperimental, dengan pemberian formula nasi kacang merah 3 hari pada kelompok perlakuan, sedangkan kelompok kontrol diberikan nasi putih sesuai standar diet DM. 38 sampel diperoleh dengan purposive sampling. Kriteria inklusinya pasien DM tipe II berusia >18 tahun, sadar, kooperatif, diet biasa, dirawat minimal 3 hari. Pasien dengan gangguan metabolisme protein, hipertensi, alergi kacang-kacangan dan protein tinggi dieksklusikan. Variabel independennya pemberian formula nasi kacang merah, variabel dependennya daya terima pasien. Data dianalisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi variabel dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil : Hasil uji Chi-Square efektivitas pemberian formula nasi kacang merah terhadap daya terima (asupan karbohidrat) menunjukkan p-value = 0.046, RR = 2.357.Kesimpulan : Pemberian formula nasi kacang merah efektif meningkatkan daya terima (asupan karbohidrat) pasien DM.Kata Kunci : Formula nasi kacang merah, pasien diabetes mellitus, daya terima, asupan karbohidrat
Tingkat Pengetahuan Tentang Covid-19 dengan Perilaku Penerapan Gizi Seimbang pada Mahasiswa Asrama di Yogyakarta, Indonesia Chriestina Nanda Iskandar; Fery Lusviana Widiany; Lala Budi Fitriana
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.10251

Abstract

Tanda dan gejala Covid-19 dapat diminimalkan dengan upaya peningkatan daya tahan tubuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan gizi seimbang. Penerapan kebiasaan makan seseorang dengan pedoman gizi seimbang diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pengetahuan seseorang merupakan salah satu faktor seseorang dalam menerapkan kebiasaan makan dengan pedoman gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang pada mahasiswa di Asrama Mahasiswa Kalimantan Utara, Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 43 orang yang memenuhi kriteria inklusi eksklusi penelitian. Variabel bebas penelitian adalah tingkat pengetahuan tentang Covid-19, variabel terikatnya perilaku penerapan gizi seimbang. Data dianalisis statistik dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 83,7% subjek memiliki pengetahuan tentang Covid-19 dengan kategori tidak baik dan sebanyak 95,3% subjek memiliki perilaku penerapan gizi seimbang dengan kategori tidak baik. Hasil uji Fisher Exact untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang menunjukkan nilai p = 0,023 (p0,05). Kesimpulannya, tingkat pengetahuan tentang Covid-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penerapan gizi seimbang.
EFIKASI PEMBERIAN SUSU KACANG KEDELAI HITAM (Glycine soja) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL LANSIA Pratiwi, Dyan Eriska; Widiany, Fery Lusviana; Sari, Puspita Mardika
Journal of Nutrition College Vol 13, No 1 (2024): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i1.39767

Abstract

ABSTRACTBackground: Hypercholesterolemia is one of the risk factors of coronary heart disease. Antioxidants in black soy milk are known to lower total cholesterol levels. Those antioxidants are isoflavone and lecithin.Objective: The objective of this study is to determine the effect of black soy milk provision on total cholesterol levels in elderly.Methods: This study was quasi experimental with one group intervention pre-post test without control design. This study was conducted at Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Budhi Dharma, Yogyakarta, in 2020. As many as 18 respondents taken by purposive sampling method in accordance with the inclusion and exclusion criterias. The intervention given was providing 250 ml of black soy milk in a day for 7 days. Total cholesterol levels measured using the easy touch. Data was statistically analyzed using Wilcoxon test.Results: The mean of cholesterol level in pre-intervention was 222,22 mg/dl, while in post-intervention was 206,33 mg/dl. There was a reduction in cholesterol levels of 15,89 mg/dl during the intervention of the provision of black soybean milk. The result of statistical analysis using the Wilcoxon signed-rank test showed a value of p=0,045 (p<0,05).Conclusion: The provision of black soy milk significantly effects on the decreasing of total cholesterol levels in elderly.Keywords: Black soy (Glycine soja); elderly; hypercholesterolemiaABSTRAKLatar belakang: Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner. Antioksidan dalam susu kedelai hitam diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol total. Antioksidan tersebut adalah isoflavon dan lesitin.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai hitam terhadap kadar kolesterol total pada lansia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan satu kelompok intervensi pre-post test tanpa kontrol. Penelitian ini dilakukan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Budhi Dharma Yogyakarta pada tahun 2020. Sebanyak 18 responden diambil dengan metode purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi yang diberikan adalah pemberian susu kedelai hitam sebanyak 250 ml dalam sehari selama 7 hari. Kadar kolesterol total diukur menggunakan easy touch. Data dianalisis statistik menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Rata-rata kadar kolesterol pre-intervensi sebesar 222,22 mg/dl, sedangkan post-intervensi sebesar 206,33 mg/dl. Terjadi penurunan kadar kolesterol sebesar 15,89 mg/dl selama intervensi pemberian susu kacang kedelai hitam. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon signed-ranks menunjukkan nilai p=0,045 (p<0,05).Simpulan: Pemberian susu kedelai hitam berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar kolesterol total pada lansia.Kata kunci: Hiperkolesterolemia; kedelai hitam (Glycine soja); lansia.
Kandungan Asam Amino Tempe Kedelai Lokal Indonesia dan Tempe Kedelai Impor Widiany, Fery Lusviana; Metty, Metty; Widaryanti, Rahayu; Azizah, Shafira Nur
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v8i2.11913

Abstract

Tempeh can potentially be used as a functional food, because it has high nutritional content. The types of tempeh sold on the Indonesian market include local soybean tempeh and imported soybean tempeh. Many people do not understand the differences between these two types of tempeh. This research was conducted to analyze the differences in amino acid content in local soybean tempeh and imported soybean tempeh. This experimental research was carried out in 2022 at the Dietetics and Culinary Laboratory at Respati University, Yogyakarta and the Saraswanti Laboratory, Bogor, Indonesia. The independent variable was variation of local soybean tempeh and imported soybean tempeh, while the dependent variable was amino acid content. Data were statistically analyzed using the Independent T-Test. The results of the analysis of the differences in amino acid content of local soybean tempeh and imported soybean tempeh for all types of amino acids showed a p-value <0.05. Methionine as a limiting amino acid in local soybean tempeh and imported soybean tempeh. In conclusion, there is a significant difference in amino acid levels between local soybean tempeh and imported soybean tempeh.
Tingkat Pengetahuan Tentang Covid-19 dengan Perilaku Penerapan Gizi Seimbang pada Mahasiswa Asrama di Yogyakarta, Indonesia Iskandar, Chriestina Nanda; Widiany, Fery Lusviana; Fitriana, Lala Budi
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.10251

Abstract

Tanda dan gejala Covid-19 dapat diminimalkan dengan upaya peningkatan daya tahan tubuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan gizi seimbang. Penerapan kebiasaan makan seseorang dengan pedoman gizi seimbang diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pengetahuan seseorang merupakan salah satu faktor seseorang dalam menerapkan kebiasaan makan dengan pedoman gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang pada mahasiswa di Asrama Mahasiswa Kalimantan Utara, Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 43 orang yang memenuhi kriteria inklusi eksklusi penelitian. Variabel bebas penelitian adalah tingkat pengetahuan tentang Covid-19, variabel terikatnya perilaku penerapan gizi seimbang. Data dianalisis statistik dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 83,7% subjek memiliki pengetahuan tentang Covid-19 dengan kategori tidak baik dan sebanyak 95,3% subjek memiliki perilaku penerapan gizi seimbang dengan kategori tidak baik. Hasil uji Fisher Exact untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang menunjukkan nilai p = 0,023 (p0,05). Kesimpulannya, tingkat pengetahuan tentang Covid-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penerapan gizi seimbang.
Tingkat Pengetahuan Tentang Covid-19 dengan Perilaku Penerapan Gizi Seimbang pada Mahasiswa Asrama di Yogyakarta, Indonesia Iskandar, Chriestina Nanda; Widiany, Fery Lusviana; Fitriana, Lala Budi
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.10251

Abstract

Tanda dan gejala Covid-19 dapat diminimalkan dengan upaya peningkatan daya tahan tubuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan gizi seimbang. Penerapan kebiasaan makan seseorang dengan pedoman gizi seimbang diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pengetahuan seseorang merupakan salah satu faktor seseorang dalam menerapkan kebiasaan makan dengan pedoman gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang pada mahasiswa di Asrama Mahasiswa Kalimantan Utara, Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 43 orang yang memenuhi kriteria inklusi eksklusi penelitian. Variabel bebas penelitian adalah tingkat pengetahuan tentang Covid-19, variabel terikatnya perilaku penerapan gizi seimbang. Data dianalisis statistik dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 83,7% subjek memiliki pengetahuan tentang Covid-19 dengan kategori tidak baik dan sebanyak 95,3% subjek memiliki perilaku penerapan gizi seimbang dengan kategori tidak baik. Hasil uji Fisher Exact untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang menunjukkan nilai p = 0,023 (p0,05). Kesimpulannya, tingkat pengetahuan tentang Covid-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penerapan gizi seimbang.
Kalium sebagai salah satu keunggulan tempe kedelai lokal Indonesia (varietas Grobogan) dibandingkan tempe kedelai impor Widiany, Fery Lusviana; Metty, Metty; Widaryanti, Rahayu; Azizah, Shafira Nur
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 19, No 4 (2023): April
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.90952

Abstract

Potassium is one of the advantages of local Indonesian soybean tempeh (Grobogan variety) compared to imported soybean tempehBackground: Fulfilling high potassium needs can be done by replacing portions of food that have a low potassium content with foods that have a high potassium content, one of which is from legume products or processed products such as tempeh. Indonesian people are considered to prefer imported soybean tempeh products compared to local soybean tempeh, even though local soybean tempeh is thought to have better nutritional content than imported soybean tempeh. Objective: This research was conducted to analyze the potential advantage of local soybean tempeh compared to imported soybean tempeh based on potassium content. Method: This experimental research was carried out in Yogyakarta from June–December 2022. The objects of this research included local soybean tempeh and imported soybean tempeh. The independent variable of this research was the variation between local soybean tempeh and imported soybean tempeh, while the dependent variable was potassium content. Data were analyzed univariately and bivariately using the Independent T-test.Results: The Independent T-Test to analyze the difference in potassium content of local soybean tempeh flour and imported soybean tempeh flour showed a p-value=0.000 (p<0.05), the mean difference between the two groups showed a result of 106.45.Conclusion: The potassium content in local soybean tempeh flour is 106.45 mg/100 g significantly higher than the potassium content in imported soybean tempeh flour.
Tingkat Pengetahuan Tentang Covid-19 dengan Perilaku Penerapan Gizi Seimbang pada Mahasiswa Asrama di Yogyakarta, Indonesia Iskandar, Chriestina Nanda; Widiany, Fery Lusviana; Fitriana, Lala Budi
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.10251

Abstract

Tanda dan gejala Covid-19 dapat diminimalkan dengan upaya peningkatan daya tahan tubuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan gizi seimbang. Penerapan kebiasaan makan seseorang dengan pedoman gizi seimbang diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pengetahuan seseorang merupakan salah satu faktor seseorang dalam menerapkan kebiasaan makan dengan pedoman gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang pada mahasiswa di Asrama Mahasiswa Kalimantan Utara, Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 43 orang yang memenuhi kriteria inklusi eksklusi penelitian. Variabel bebas penelitian adalah tingkat pengetahuan tentang Covid-19, variabel terikatnya perilaku penerapan gizi seimbang. Data dianalisis statistik dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 83,7% subjek memiliki pengetahuan tentang Covid-19 dengan kategori tidak baik dan sebanyak 95,3% subjek memiliki perilaku penerapan gizi seimbang dengan kategori tidak baik. Hasil uji Fisher Exact untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang menunjukkan nilai p = 0,023 (p<0,05). Kesimpulannya, tingkat pengetahuan tentang Covid-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penerapan gizi seimbang.