Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Tentang Covid-19 dengan Perilaku Penerapan Gizi Seimbang pada Mahasiswa Asrama di Yogyakarta, Indonesia Iskandar, Chriestina Nanda; Widiany, Fery Lusviana; Fitriana, Lala Budi
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.10251

Abstract

Tanda dan gejala Covid-19 dapat diminimalkan dengan upaya peningkatan daya tahan tubuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan gizi seimbang. Penerapan kebiasaan makan seseorang dengan pedoman gizi seimbang diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pengetahuan seseorang merupakan salah satu faktor seseorang dalam menerapkan kebiasaan makan dengan pedoman gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang pada mahasiswa di Asrama Mahasiswa Kalimantan Utara, Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 43 orang yang memenuhi kriteria inklusi eksklusi penelitian. Variabel bebas penelitian adalah tingkat pengetahuan tentang Covid-19, variabel terikatnya perilaku penerapan gizi seimbang. Data dianalisis statistik dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 83,7% subjek memiliki pengetahuan tentang Covid-19 dengan kategori tidak baik dan sebanyak 95,3% subjek memiliki perilaku penerapan gizi seimbang dengan kategori tidak baik. Hasil uji Fisher Exact untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang menunjukkan nilai p = 0,023 (p<0,05). Kesimpulannya, tingkat pengetahuan tentang Covid-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penerapan gizi seimbang.
Tingkat Pengetahuan Tentang Covid-19 dengan Perilaku Penerapan Gizi Seimbang pada Mahasiswa Asrama di Yogyakarta, Indonesia Iskandar, Chriestina Nanda; Widiany, Fery Lusviana; Fitriana, Lala Budi
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.10251

Abstract

Tanda dan gejala Covid-19 dapat diminimalkan dengan upaya peningkatan daya tahan tubuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan gizi seimbang. Penerapan kebiasaan makan seseorang dengan pedoman gizi seimbang diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pengetahuan seseorang merupakan salah satu faktor seseorang dalam menerapkan kebiasaan makan dengan pedoman gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang pada mahasiswa di Asrama Mahasiswa Kalimantan Utara, Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 43 orang yang memenuhi kriteria inklusi eksklusi penelitian. Variabel bebas penelitian adalah tingkat pengetahuan tentang Covid-19, variabel terikatnya perilaku penerapan gizi seimbang. Data dianalisis statistik dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 83,7% subjek memiliki pengetahuan tentang Covid-19 dengan kategori tidak baik dan sebanyak 95,3% subjek memiliki perilaku penerapan gizi seimbang dengan kategori tidak baik. Hasil uji Fisher Exact untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang menunjukkan nilai p = 0,023 (p<0,05). Kesimpulannya, tingkat pengetahuan tentang Covid-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penerapan gizi seimbang.
VARIASI PENCAMPURAN TEPUNG TEMPE DAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) TERHADAP KADAR ZAT BESI NUGGET AYAM Erika Novida; Fery Lusviana Widiany; Sri Kadaryati
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 12: Agustus 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia gizi besi banyak terjadi pada wanita khususnya remaja putri, sehingga meningkatkan kebutuhan zat besi. Salah satu faktor penyebab anemia adalah kurangnya konsumsi makanan yang kaya akan zat besi. Perlu dilakukan modifikasi resep untuk meningkatkan kadar zat besi makanan siap saji seperti nugget ayam dengan pencampuran tepung tempe dan tepung daun kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pencampuran tepung tempe dan tepung daun kelor (Moringa oleifera L) terhadap kadar zat besi nugget ayam. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Penelitian ini menggunakan tiga kelompok perlakuan dan satu kelompok kontrol. Variasi pencampuran tepung tempe dan tepung daun kelor yang diteliti yaitu 0%:0%, 85%:15%, 80%:20%, dan 75%:25%. Uji kadar zat besi menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nugget ayam C dengan variasi 80:20 merupakan variasi pencampuran tepung tempe dan tepung daun kelor dengan kadar zat besi tertinggi yaitu 11,03 mg/100g. Hasil uji Kruskal Wallis pengaruh variasi pencampuran tepung tempe dan tepung daun kelor terhadap kadar zat besi menunjukkan nilai p=0,083 (p>0,05). Kesimpulannya, kadar zat besi tertinggi pada produk nugget ayam adalah varian C dengan variasi pencampuran tepung tempe 80% dan tepung daun kelor 20%. Tidak ada pengaruh variasi pencampuran tepung tempe dan tepung daun kelor terhadap kadar zat besi pada nugget ayam
Determinants of muscle mass in hemodialysis patients: the role of BMI, MUAC, and MAMC Widiany, Fery Lusviana; Metty, Metty; Inayah, Inayah; Nurtyas, Maratusholikhah; Byo, Wa Ode Windra; Anggunita, Fiolla; Pratama, Adams Bagus
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 14, No 1 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.14.1.11-18

Abstract

ABSTRACTBackground: Previous experimental research on oral nutritional support formulas made from snails, tempeh, and moringa leaves, which are high in protein and calcium, has been reported to increase muscle mass in hemodialysis patients. However, further research is needed to analyze the factors that influence muscle mass in hemodialysis patients.Objective: To analyze factors that influence muscle mass in hemodialysis patients.Materials and Methods: This study was an observational study with a cross-sectional design. The study was conducted at Panembahan Senopati Bantul Hospital. The research sample was taken using a purposive sampling technique. The inclusion criteria for the study included being 18 years of age or older, undergoing routine hemodialysis 2 times a week, having received nutritional counseling, patients being able to stand, and being able to be measured anthropometrically. The exclusion criteria of the study were patients with anasarca edema, and patients whose muscle mass and bone mass could not be measured using bioelectrical impedance analysis (BIA). Independent variables suspected of influencing muscle mass included body mass index, mid-upper arm circumference (MUAC), triceps skinfold, mid-arm muscle circumference (MAMC), duration of hemodialysis, duration of hemodialysis, energy intake, protein intake, fat intake, carbohydrate intake, vitamin C intake, iron intake, and zinc intake. Research instruments include BIA/Bioelectrical Impedance Analysis to measure muscle mass, digital body scales with a scale of 0.1 kg, microtoise, metline, informed consent questionnaire, SQ-FFQ (Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire), CRF (Case Report Form), and research activity recording form. Data were analyzed univariately, bivariately, and multivariately.Results: The analysis showed that the relationship between BMI, MUAC, and MAMC with muscle mass showed P values=0.025; p values <0.05.Conclusion: BMI, MUAC, and MAMC factors have a significant relationship with muscle mass. The higher the BMI, MUAC, and MAMC, the higher the muscle mass.Keywords: Body mass index; hemodialysis patients; mid-upper arm circumference (MUAC); mid-arm muscle circumference (MAMC); muscle mass
Penguatan Male Cadre dalam Implementasi Buku KIA untuk Wujudkan Papa Mama Berdaya Okinarum, Giyawati Yulilania; Rahayu, Puspito Panggih; Widiany, Fery Lusviana
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.808

Abstract

Stigma negatif sangat melekat bagi laki-laki yang terlibat dalam perawatan kesehatan maternal dan neonatal. Hal tersebut menimbulkan dampak abai serta tidak percaya diri dalam mendampingi pasangannya pada masa perinatal. Selama ini, kader yang terpilih adalah seorang perempuan, padahal laki-laki pun juga memiliki peran yang penting jika terpilih sebagai kader. Mereka mampu memberikan dukungan sosial serta ruang belajar di masa perinatal bagi sesama ayah. Dengan demikian, kami mengembangkan inovasi sosial dengan mengikutsertakan laki-laki sebagai kader dalam program ‘Papa Mama Berdaya’, dan memberikan penguatan pengetahuan implementasi buku KIA. Desain yang digunakan adalah repeated measured dengan tiga pengukuran (pretest, posttest 1 setelah pelatihan konsep, dan posttest 2 setelah pelatihan praktis) pada 15 ayah yang dibentuk sebagai ‘male cadre’. Pengetahuan meningkat secara signifikan terjadi pada sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan praktis selama 2 kali, dengan peningkatan pada pretest vs posttest 1, posttest 1 vs possttest 2, dan pretest vs posttest 2 sebesar (36,06%; 11,44%; dan 51,64%). Penguatan peran dan wawasan kewaspadaan yang tepat untuk ‘male cadre’, sangat dibutuhkan dalam peningkatan pengetahuan mereka.