Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Fitokimia dan Gugus Fungsi Kulit Kayu Akway (Drymis sp.) Fabanyo, Syahrul H.; Hardia, Lukman; Muslihin, A. M.; Budiyanto, Angga Bayu; Irwandi, Irwandi
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i6.1165

Abstract

Kulit batang akway (Drymis sp.) merupakan tumbuhan endemik Papua yang memiliki potensi sebagai obat tradisional. Kulit kayu akway banyak dimanfaatkan secara empiris oleh masyarakat Papua sebagai penambah stamina dan meningkatkan kemampuan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia dan analisis gugus fungsi ekstrak kulit batang akway (Drymis sp.). Sampel kulit batang akway (Drymis sp.) diperoleh dari Kabupaten Sorong, Papua. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol selama 7 hari. Analisis fitokimia dilakukan dengan metode uji kualitatif. Analisis gugus fungsi dilakukan dengan menggunakan alat FTIR. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang Akway (Drymis sp.) mengandung flavonoid, tanin, steroid, dan terpenoid. Hasil analisis gugus fungsi menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang akway (Drymis sp.) mengandung gugus C=C, C-O, dan O-H.
Analisis Bibliometrik Angka Kematian Akibat Human papillomavirus (HPV) Hardia, Lukman; Pratama, Agus Sangka; Budiyanto, Angga Bayu; Irwandi, Irwandi; Muslihin, A. M.; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i6.1166

Abstract

Infeksi human papillomavirus (HPV) menjadi suatu tantangan bagi dunia kesehatan karena sebagian besar wanita yang positif terinfeksi HPV mempunyai resiko tinggi dapat berkembang menjadi kanker serviks dalam 3 sampai 5 tahun setelah dinyatakan positif terinfeksi HPV. Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisis bibliometrik angka kematian akibat infeksi HPV sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu langkah yang mampu menjadi solusi atas permasalahan infeksi HPV. Data diperoleh dari sumber data base Pubmed. Kata pencarian yang digunakan adalah human papillomavirus mortality, HPV mortality, human papillomavirus, HPV, dan mortality. Hasil Penelitian menunjukkan, sejak tahun 1995 sampai 2023, ditemukan 1.311 artikel publikasi, dimana 1.140 (86,96%) berjenis artikel jurnal. Publikasi terbanyak diperoleh dari International Journal of Cancer (78 artikel publikasi). Canfell K adalah penulis dengan jumlah publikasi terbanyak (15 publikasi), USA menjadi negara urutan pertama dengan 1.386 publikasi (19,4%). Analisis bibliometrik angka kematian akibat infeksi HPV memberikan gambaran untuk penelitian lebih lanjut terkait resiko kematian pada kasus infeksi HPV, misalnya dengan mencari kata kunci angka kematian terkait usia, jenis kelamin, dan penyakit penyerta seperti kanker serviks, faktor resiko, prevalensi kejadian infeksi HPV, dan vaksin HPV.
Efektivitas Ekstrak Daun Rambusa (Passiflora foetida L.) Sebagai Analgesik Rohmania, Siti; Budiyanto, Angga Bayu; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1340

Abstract

Nyeri dapat didefinisikan sebagai suatu pengalaman sensorik dan emosional yang berkaitan dengan adanya kerusakan jaringan. Daun rambusa (Passiflora foetida L.) bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pada pengobatan penyakit rheumatoid asthritis (rematik), sakit perut, diare dan inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas analgesik ekstrak daun rambusa pada mencit. Daun rambusa diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Penelitian ini menggunakan hewan uji mencit sebanyak 25 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (CMC-Na), kontrol positif (Paracetamol), ekstrak daun rambusa 85 mg/KgBB, 170 mg/KgBB dan 340 mg/KgBB. Pengujian dilakukan dengan metode tail flick menggunakan alat analgesy meter. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji ANOVA, kemudian dilanjutkan dengan uji LSD untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dosis ekstrak 340 mg/KgBB efektif dalam memberikan efek analgesik yang sebanding dengan efektivitas kontrol positif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun rambusa dapat memberikan efektivitas analgesik pada mencit.
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat Antimalaria Pada Pasien Malaria di Kabupaten Sorong Yuniatri, Nur Khusna; Hardia, Lukman; Budiyanto, Angga Bayu
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2195

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya di daerah endemis seperti Kecamatan Mayamuk, Papua Barat Daya. Ketepatan penggunaan obat antimalaria sangat penting untuk mencegah komplikasi, kekambuhan, dan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antimalaria pada pasien malaria di Kabupaten Sorong periode 2024–2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik total sampling, melibatkan 150 rekam medis pasien malaria di Puskesmas Mayamuk. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik pasien dan pola penggunaan obat, serta bivariat dengan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan jenis malaria. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah laki-laki (56,7%) dengan kelompok usia terbanyak 19–59 tahun (44,0%). Jenis Malaria dominan adalah Plasmodium vivax (80,7%). Seluruh pasien (100%) memperoleh terapi kombinasi Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) + Primakuin sesuai pedoman nasional. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dengan jenis malaria (p=0,965; OR=1,020; 95% CI: 0,430–2,417) maupun antara jenis kelamin dengan jenis malaria (p=0,324; OR=1,520; 95% CI: 0,659–3,507). Disimpulkan bahwa pengelolaan pengobatan malaria di Puskesmas Mayamuk telah dilaksanakan secara tepat dan rasional sesuai standar nasional.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN RAMBUSA (PASSIFLORA FOETIDA L.) SEBAGAI ANTIINFLAMASI PADA MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS) Rahayu, Mellawati Yuningtyas; Budiyanto, Angga Bayu; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32009

Abstract

Daun rambusa (Passiflora foetida L.) mempunyai senyawa flavonoid, alkaloid, dan saponin yang memiliki khasiat untuk anti peradangan, tetapi belum ada penelitian terkait efektivitas antiinflamasi daun rambusa (Passiflora foetida L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun rambusa memiliki efektivitas antiinflamasi terhadap mencit putih dan untuk mengetahui dosis efektif dari pengujian ekstrak etanol 96% daun rambusa dalam penyembuhan peradangan di mencit. Populasi yang digunakan pada pengujian ini yaitu daun rambusa (Passiflora foeitida L.) yang saya peroleh dari daerah Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Sampel yang digunakan adalah daun rambusa (Passiflora foeitida L) yang telah cukup umur dengan ciri-ciri daun berwarna hijau tua berbentuk lebar dan segar. Hasil pengujian yang didapat dari skirining fitokimia yaitu senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Pada pengujian bebas etanol yang dilakukan menunjukkan bahwa daun rambusa tidak tercium bau ester yang khas. Hasil yang diperoleh yaitu kelompok kontrol dosis 1  memiliki efek lebih rendah dari kelompok kontrol positif, sedangkan kelompok kontrol dosis 2 dan kelompok kontrol dosis 3 tidak terdapat perbedaan efek dengan kelompok kontrol positif. Uji paired sampel T test diperoleh hasil terdapat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan dengan hasil p value<0,05 (0,00<0,05). Uji anova menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh adalah p value<0,05 (0,038<0,05) terdapat perbedaan secara signifikan. Berdasarkan penelitian uji aktivitas antiinflamasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun rambusa memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi.
PENGETAHUAN OBAT GENERIK MAHASISWA FARMASI DAN NON FARMASI DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH SORONG nurjanah, sartika wahyu; Budiyanto, Angga Bayu; Muslihin, A.M.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37041

Abstract

Kurangnya informasi dapat memicu pandangan negatif terhadap obat generik yang menyebabkan mahasiswa beranggapan bahwa obat generik kurang efektif atau kurang aman dibandingkan obat bermerek sehingga mereka ragu untuk menggunakan obat generik dan lebih memilih untuk menggunakan obat bermerek. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan non random sampling. Instrumen penelitian ini adalah berupa alat tulis dan kuisioner yang telah diuji validitas dan uji reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan penggunaan obat generik pada mahasiswa farmasi dan non farmasi dan terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan obat generik. Rata-rata mahasiswa farmasi memiliki pengetahuan terhadap obat generik tergolong cukup yaitu sebanyak 35 responden (13,67 %) dan mahasiswa non farmasi memiliki pengetahuan terhadap obat generik tergolong cukup yaitu sebanyak 110 responden (42,96%). Hasil analisis korelasi spearman menunjukkan bahwa program studi farmasi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pengetahuan mahasiswa tentang obat generik (r = -0,601, p < 0,01) jauh lebih besar dibandingkan dengan faktor-faktor demografis seperti usia, tingkat pendidikan orang tua, dan pekerjaan orang tua selain itu jenis kelamin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan tentang obat generik (r = 0,223, p < 0,01) menunjukkan adanya perbedaan yang cukup jelas antara laki-laki dan perempuan dalam hal pemahaman tentang obat generik. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan obat generik dikalangan mahasiswa adalah program studi dan jenis kelamin sedangkan usia, tingkat Pendidikan orang tua dan pekerjaan orang tua secara langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap obat generik.
Hubungan Faktor Sosiodemografis dengan Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kefarmasian di RSUD Fakfak Salsabilah, Juliandani; Budiyanto, Angga Bayu; Irwandi, Irwandi
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2360

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor sosiodemografis dengan kepuasan pasien serta membandingkan tingkat kepuasan antara pasien rawat jalan BPJS dan Non-BPJS di RSUD Fakfak. Penelitian menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SERVQUAL dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta Mann-Whitney. Jumlah responden sebanyak 376 orang melalui perhitungan OpenEpi. Hasil Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan dengan kepuasan (p>0,05), namun jarak tempat tinggal dan jenis asuransi berhubungan signifikan (p<0,05). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara pasien BPJS dan Non-BPJS (p<0,05), di mana pasien Non-BPJS lebih puas terutama pada dimensi tangible dan empathy
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi Terhadap Tingkat Kepuasan Pelayanan Kefarmasian di Apotek X Kota Sorong Diah Wulandari; Angga Bayu Budiyanto; Lukman Hardia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53162

Abstract

This study aims to determine the relationship between patient sociodemographic factors (age, gender, education, occupation, income,and travel distance) with satisfaction with pharmaceutical services at Pharmacy X, Sorong City. This study used a quantitative observational approach with a cross-sectional design and involved 181 respondents selected through a total sampling technique inthe period September - October 2025. Data collection was carried out using a questionnaire that had passed validity and reliability tests, and then analyzed using the chi-square. The results of the analysis showed that the variables of gender, age, education, occupation, and travel distance did not show a significant relationship with the level of satisfaction with pharmaceutical services (p> 0.05). Meanwhile, the income variable showed an important relationship with the level of satisfaction (p = 0.01). Overall, the levelof patient satisfaction on the five dimensions of Servqual was in the very satisfied category, especially on the dimensions of appearance, attention, and assurance. These findings illustrate that the quality of pharmaceutical services at Pharmacy X, SorongCity, is already very good, but there are differences in perceptions of satisfaction among patients with different income levels. Theresults of this study are expected to provide input for pharmacies to continuously improve service quality
Antibacterial Effectiveness Test of Wrap Leaf Extract (Smilax rotundifolia) Against Escherichia coli and Propionibacterium acnes Bacteria Heti Aisyah; Irwandi Irwandi; Angga Bayu Budiyanto; A.M. Muslihin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.10699

Abstract

Diarrhea and acne, caused by the bacteria Escherichia coli and Propionibacterium acnes, are common illnesses in children and adults. Antibiotics can overcome bacterial infections, but cases of antibiotic resistance are increasing. This study aims to determine the effect of wrap leaf extract (Smilax rotundifolia) on the growth of P. acnes and E. coli. This research can support microbiology-based science learning that utilizes biodiversity for students. Phytochemical tests showed that the extract contained flavonoids, alkaloids and saponins. The results of antibacterial testing showed that wrap leaf extract was able to inhibit the growth of P. acnes bacteria from concentrations of 10% and 15% with an average inhibition of 5.31 mm and 6.42 mm, and the positive control (Amoxicillin) had an inhibition of 7.26 mm. However, E. coli did not show any inhibition zone. The Mann-Whitney test results showed that the wrapper leaf extract has antibacterial effectiveness by comparing the negative control with a concentration of 10% and 15% and the positive control with a concentration of 10%. There is a difference between the concentration comparison where the Sig.<0.05 value. Then, comparing the positive control with a concentration of 15% produces a Sig.>0.05 value, meaning there is no difference between the two.
EVALUASI POLA PERESEPAN OBAT ANTI HIPERTENSI Di PUSKESMAS Aulia Mifthakul Jannah; Lukman Hardia; Angga Bayu Budiyanto
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 01 (2023): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i01.1722

Abstract

Kriteria pemakaian obat secara rasional meliputi tepat diagnosa, tepat indikasi penyakit, tepat pemilihan obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat cara pemakaian, tepat interval waktu pemberian, tepat lama pemberian, serta waspada terhadap efek samping. Evaluasi peresepan obat penting dilakukan untuk mengetahui dan memastikan bahwa pasien telah menerima pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dalam dosis dan jangka waktu yang sesuai, dan dengan biaya terendah. Ketidakrasionalan peresepan masih sering ditemukan terutama di Puskesmas yang merupakan pusat pelayanan kesehatan tingkat 1, dimana obat dan dosis yang diresepkan oleh tenaga medis kurang sesuai akibat ketersediaan obat yang terbatas, dan salah satunya adalah obat hipertensi. Sehingga perlu dilakukan evaluasi pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Mariat Kabupaten Sorong periode Juli – September 2022. Penelitian ini bertujuan Untuk mengevaluasi pola peresepan obat anti-hipertensi di Puskesmas Mariat Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan rekam medis sebanyak 63 resep. Hasil penelitian Evaluasi Peresepan obat Antihipertensi Di Puskesmas Mariat Kabupaten Sorong Periode Juli-September 2022 bahwa tepat obat sebanyak 100% tepat pasien sebanyak 100% tepat dosis sebanyak 100%, tepat interval waktu pemberian sebanyak 88,46%. Obat Antihipertensi yang diberikan kepada pasien adalah terapi kombinasi golongan CCB+ACEI (amlodipin + captopril) dengan persentase yaitu 25% dan selanjutnya monoterapi amlodipin sebanyak 75%, dan captopril sebanyak 0%.