Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (CINNAMOMUN BURMANNII) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR Ngodihu, Muhammad Syafinuddin Almandari; Irwandi, Irwandi; Budiyanto, Angga Bayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41574

Abstract

Tanaman daun kayu manis merupakan suatu tanaman yang biasa digunakan oleh Masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai antirematik, peluruh keringat (diaphoretik),meningkatkan nafsu makan (istomachica), dan menghilangkan rasa sakit. Penelitian ini bertujuan untuk  Untuk mengetahui seberapa efektif pemberian salep ekstrak daun kayu manis (C.      Burmannii) terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan.populasi pada penelitian ini adalah daun kayu manis(C.burmani) yang diambil secara acak di kampung kilga, kecamatatan seram timur. Pengujian efektifitas salep esktrak daun kayu manis di ujikan ke hewan uji yang sudah terbagi menjadi 5 kelompok masing-masing kelompok terisi 3 hewan  uji kelompok diberikan perlakuan yang berbeda yaitu Kontrol Positif diberikan (Bioplacenton), Kontrol Negatif diberikan (Vaseline Album),  Konsentrasi K-5, K-10 dan K-15 ekstrak daun kayu manis, Hasil Pengujian yang didapatkan dari pengujian skrining fitokimia adalah senyawa flavonoid,alkaloid,saponin, tanin, fenol, steroid. Salep esktrak daun kayu manis dengan konsentrasi 15% menunjukan nilai hasil presentasi rata-rata penyembuhan luka sebesar 12,00% hampir mencapai presentasi rata-rata K-10,  adanya kemungkinan salep esktrak daun kayu manis dengan K-15 memiliki potensi dan efektivitas yang sama dengan K-10..Sedangkan pada salep esktrak daun kayu manis dengan K-5 memiliki nilai presentasi rata-rata penyembuhan luka bakar sebesar 8,00%, hal ini menunjukan bahwa nilai presentasi salep ekstrak daun kayu manis dengan K-5 jauh lebih baik dari nilai presentasi rata-rata kontrol positif yang terbilang rendah 2,00%.  Uji statistik kemudian dilanjutkan dengan menggunakan metode uji nonparametrik (Kruskal Wallis) untuk melihat apakah ada perbedaan atau tidak  yang signifikan. Hasil analisis data didapatkan nilai  (p >0,05) yang menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna pada tiap perlakuan.
UJI AKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK ANALGESIK DAUN PALIASA (KLEINHOVIA HOSPITA L.) TERHADAP MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS) Salim, Fathiyah; Budiyanto, Angga Bayu; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45754

Abstract

Nyeri adalah kondisi terhadap tubuh akibat adanya kerusakan jaringan yang menimbulkan peradangan bahkan menyebabkan kerusakan kronik yang dapat memicu kerusakan pada organ tubuh manusia, sehingga dapat dikatakan bahwa nyeri merupakan suatu respon penanda bahwa terjadi kerusakan jaringan pada tubuh manusia. Analgesik merupakan obat yang dapat menekan/menghilangkan rasa sakit yang diesebabkan oleh berbagai rangsangan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgesik dari ekstrak etanol daun paliasa dengan menggunakan metode tail flick. Serbuk simplisia daun paliasa diekstraksi menggunakan pelarut etanol dengan cara maserasi. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah mencit putih sebanyak 25 ekor yang kemudian dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok KP (Ibuprofen), kelompok KN (Na CMC), kelompok ekstrak etanol daun paliasa KD1 125 mg/KgBB, KD2 250 mg/KgBB dan kelompok KD3 500 mg/KgBB. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan uji ANOVA, dan uji paired samples test selanjutnya digunakan uji LSD untuk mengetahui perbedaan setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun paliasa (K. hospita L.) pada kelompok KD1 125 mg/KgBB, KD2 250 mg/KgBB, dan KD3 500 mg/KgBB memiliki aktivitas analgesik yang mengalami perbedaan makna. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah ekstrak daun paliasa (K. hospita L.) pada KD1 125 mg/KgBB, KD2 250 mg/KgBB dan KD3 500 mg/KgBB memiliki aktivitas analgesik tetapi tidak lebih baik daripada KP (Ibuprofen).
Analis Kualitatif Senyawa Formalin pada Mie Basah Diwarung Bakso Kabupaten Sorong Suriani, WaOde; Astuti, Ratih Arum; Budiyanto, Angga Bayu
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i1.263

Abstract

Mie basah merupakan produk makanan yang cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Mie basah mengandung kadar air sekitar 52-60%, yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan mie tidak bertahan lama dalam penyimpanannya. Hal ini mendorong produsen yang tidak bertanggung jawab untuk menambahkan zat pengawet berbahaya, yaitu formalin, agar mie memiliki masa simpan yang lebih lama.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya senyawa formalin pada mie basah di wilayah Aimas dan Mariat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan pereaksi nash. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampling jenuh karena sampel kurang dari 30. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.Hasil penelitian yang dilakukan pada 27 sampel mie basah yang beredar di wilayah Kabupaten Sorong menunjukkan tidak terjadinya perubahan warna pada filtrat sampel yang telah ditambahkan pereaksi nash. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa mie basah yang beredar di wilayah Kabupaten Sorong tidak mengandung formalin. Hal ini menunjukkan bahwa mie basah telah memenuhi syarat mutu SNI 2987:2015.
Efektivitas Antibakteri Gel Hand Sanitizer Berbasis Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum L.) Terhadap Escherichia coli Siska, Siska; Budiyanto, Angga Bayu; Hardia, Lukman
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 3 (2025): Juni 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i3.1904

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocatum L.) mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin yang memiliki sifat antibakteri yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai gel hand sanitizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa efektivitas gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium dengan desain penelitian posttest-only control group. Kelompok pengujian terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok I kontrol negatif (cakram blanko), kelompok II kontrol positif (cakram kloramfenikol), kelompok III, IV, dan V yaitu gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Metode difusi cakram digunakan untuk uji daya hambat pertumbuhan bakteri dengan jumlah replikasi sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) dengan konsentrasi 10% (rata-rata daya hambat 1,75 mm), 15% (rata-rata daya hambat 3,58 mm), dan 20% (rata-rata daya hambat 4,25 mm) yang termasuk kategori lemah. Kesimpulan: gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) konsentrasi 10%, 15%, dan 20% dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dengan kategori lemah.
Analisis Fitokimia dan Gugus Fungsi Kulit Kayu Akway (Drymis sp.) Fabanyo, Syahrul H.; Hardia, Lukman; Muslihin, A. M.; Budiyanto, Angga Bayu; Irwandi, Irwandi
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i6.1165

Abstract

Kulit batang akway (Drymis sp.) merupakan tumbuhan endemik Papua yang memiliki potensi sebagai obat tradisional. Kulit kayu akway banyak dimanfaatkan secara empiris oleh masyarakat Papua sebagai penambah stamina dan meningkatkan kemampuan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia dan analisis gugus fungsi ekstrak kulit batang akway (Drymis sp.). Sampel kulit batang akway (Drymis sp.) diperoleh dari Kabupaten Sorong, Papua. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol selama 7 hari. Analisis fitokimia dilakukan dengan metode uji kualitatif. Analisis gugus fungsi dilakukan dengan menggunakan alat FTIR. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang Akway (Drymis sp.) mengandung flavonoid, tanin, steroid, dan terpenoid. Hasil analisis gugus fungsi menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang akway (Drymis sp.) mengandung gugus C=C, C-O, dan O-H.
Analisis Bibliometrik Angka Kematian Akibat Human papillomavirus (HPV) Hardia, Lukman; Pratama, Agus Sangka; Budiyanto, Angga Bayu; Irwandi, Irwandi; Muslihin, A. M.; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i6.1166

Abstract

Infeksi human papillomavirus (HPV) menjadi suatu tantangan bagi dunia kesehatan karena sebagian besar wanita yang positif terinfeksi HPV mempunyai resiko tinggi dapat berkembang menjadi kanker serviks dalam 3 sampai 5 tahun setelah dinyatakan positif terinfeksi HPV. Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisis bibliometrik angka kematian akibat infeksi HPV sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu langkah yang mampu menjadi solusi atas permasalahan infeksi HPV. Data diperoleh dari sumber data base Pubmed. Kata pencarian yang digunakan adalah human papillomavirus mortality, HPV mortality, human papillomavirus, HPV, dan mortality. Hasil Penelitian menunjukkan, sejak tahun 1995 sampai 2023, ditemukan 1.311 artikel publikasi, dimana 1.140 (86,96%) berjenis artikel jurnal. Publikasi terbanyak diperoleh dari International Journal of Cancer (78 artikel publikasi). Canfell K adalah penulis dengan jumlah publikasi terbanyak (15 publikasi), USA menjadi negara urutan pertama dengan 1.386 publikasi (19,4%). Analisis bibliometrik angka kematian akibat infeksi HPV memberikan gambaran untuk penelitian lebih lanjut terkait resiko kematian pada kasus infeksi HPV, misalnya dengan mencari kata kunci angka kematian terkait usia, jenis kelamin, dan penyakit penyerta seperti kanker serviks, faktor resiko, prevalensi kejadian infeksi HPV, dan vaksin HPV.
Efektivitas Ekstrak Daun Rambusa (Passiflora foetida L.) Sebagai Analgesik Rohmania, Siti; Budiyanto, Angga Bayu; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1340

Abstract

Nyeri dapat didefinisikan sebagai suatu pengalaman sensorik dan emosional yang berkaitan dengan adanya kerusakan jaringan. Daun rambusa (Passiflora foetida L.) bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pada pengobatan penyakit rheumatoid asthritis (rematik), sakit perut, diare dan inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas analgesik ekstrak daun rambusa pada mencit. Daun rambusa diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Penelitian ini menggunakan hewan uji mencit sebanyak 25 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (CMC-Na), kontrol positif (Paracetamol), ekstrak daun rambusa 85 mg/KgBB, 170 mg/KgBB dan 340 mg/KgBB. Pengujian dilakukan dengan metode tail flick menggunakan alat analgesy meter. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji ANOVA, kemudian dilanjutkan dengan uji LSD untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dosis ekstrak 340 mg/KgBB efektif dalam memberikan efek analgesik yang sebanding dengan efektivitas kontrol positif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun rambusa dapat memberikan efektivitas analgesik pada mencit.
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat Antimalaria Pada Pasien Malaria di Kabupaten Sorong Yuniatri, Nur Khusna; Hardia, Lukman; Budiyanto, Angga Bayu
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2195

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya di daerah endemis seperti Kecamatan Mayamuk, Papua Barat Daya. Ketepatan penggunaan obat antimalaria sangat penting untuk mencegah komplikasi, kekambuhan, dan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antimalaria pada pasien malaria di Kabupaten Sorong periode 2024–2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik total sampling, melibatkan 150 rekam medis pasien malaria di Puskesmas Mayamuk. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik pasien dan pola penggunaan obat, serta bivariat dengan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan jenis malaria. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah laki-laki (56,7%) dengan kelompok usia terbanyak 19–59 tahun (44,0%). Jenis Malaria dominan adalah Plasmodium vivax (80,7%). Seluruh pasien (100%) memperoleh terapi kombinasi Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) + Primakuin sesuai pedoman nasional. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dengan jenis malaria (p=0,965; OR=1,020; 95% CI: 0,430–2,417) maupun antara jenis kelamin dengan jenis malaria (p=0,324; OR=1,520; 95% CI: 0,659–3,507). Disimpulkan bahwa pengelolaan pengobatan malaria di Puskesmas Mayamuk telah dilaksanakan secara tepat dan rasional sesuai standar nasional.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN RAMBUSA (PASSIFLORA FOETIDA L.) SEBAGAI ANTIINFLAMASI PADA MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS) Rahayu, Mellawati Yuningtyas; Budiyanto, Angga Bayu; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32009

Abstract

Daun rambusa (Passiflora foetida L.) mempunyai senyawa flavonoid, alkaloid, dan saponin yang memiliki khasiat untuk anti peradangan, tetapi belum ada penelitian terkait efektivitas antiinflamasi daun rambusa (Passiflora foetida L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun rambusa memiliki efektivitas antiinflamasi terhadap mencit putih dan untuk mengetahui dosis efektif dari pengujian ekstrak etanol 96% daun rambusa dalam penyembuhan peradangan di mencit. Populasi yang digunakan pada pengujian ini yaitu daun rambusa (Passiflora foeitida L.) yang saya peroleh dari daerah Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Sampel yang digunakan adalah daun rambusa (Passiflora foeitida L) yang telah cukup umur dengan ciri-ciri daun berwarna hijau tua berbentuk lebar dan segar. Hasil pengujian yang didapat dari skirining fitokimia yaitu senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Pada pengujian bebas etanol yang dilakukan menunjukkan bahwa daun rambusa tidak tercium bau ester yang khas. Hasil yang diperoleh yaitu kelompok kontrol dosis 1  memiliki efek lebih rendah dari kelompok kontrol positif, sedangkan kelompok kontrol dosis 2 dan kelompok kontrol dosis 3 tidak terdapat perbedaan efek dengan kelompok kontrol positif. Uji paired sampel T test diperoleh hasil terdapat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan dengan hasil p value<0,05 (0,00<0,05). Uji anova menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh adalah p value<0,05 (0,038<0,05) terdapat perbedaan secara signifikan. Berdasarkan penelitian uji aktivitas antiinflamasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun rambusa memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi.
PENGETAHUAN OBAT GENERIK MAHASISWA FARMASI DAN NON FARMASI DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH SORONG nurjanah, sartika wahyu; Budiyanto, Angga Bayu; Muslihin, A.M.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37041

Abstract

Kurangnya informasi dapat memicu pandangan negatif terhadap obat generik yang menyebabkan mahasiswa beranggapan bahwa obat generik kurang efektif atau kurang aman dibandingkan obat bermerek sehingga mereka ragu untuk menggunakan obat generik dan lebih memilih untuk menggunakan obat bermerek. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan non random sampling. Instrumen penelitian ini adalah berupa alat tulis dan kuisioner yang telah diuji validitas dan uji reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan penggunaan obat generik pada mahasiswa farmasi dan non farmasi dan terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan obat generik. Rata-rata mahasiswa farmasi memiliki pengetahuan terhadap obat generik tergolong cukup yaitu sebanyak 35 responden (13,67 %) dan mahasiswa non farmasi memiliki pengetahuan terhadap obat generik tergolong cukup yaitu sebanyak 110 responden (42,96%). Hasil analisis korelasi spearman menunjukkan bahwa program studi farmasi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pengetahuan mahasiswa tentang obat generik (r = -0,601, p < 0,01) jauh lebih besar dibandingkan dengan faktor-faktor demografis seperti usia, tingkat pendidikan orang tua, dan pekerjaan orang tua selain itu jenis kelamin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan tentang obat generik (r = 0,223, p < 0,01) menunjukkan adanya perbedaan yang cukup jelas antara laki-laki dan perempuan dalam hal pemahaman tentang obat generik. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan obat generik dikalangan mahasiswa adalah program studi dan jenis kelamin sedangkan usia, tingkat Pendidikan orang tua dan pekerjaan orang tua secara langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap obat generik.