Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Freshmen's Perception on Inductive Approach through PPP (Presentation, Practice, Production) Phase in Their First Speaking Class Irawati, Erna
Journal of English Education Studies Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.899 KB) | DOI: 10.30653/005.201811.15

Abstract

This research investigates freshmen’s perception on inductive approach through PPP phase in their first speaking class. The researcher tries to integrate the previous students learning experience that were accustomed to the deductive approach with the inductive approach as the solution by implementing the PPP phase. The research is based on qualitative approach with descriptive method. 38 first semester students from English Education Study Program of teacher Training and Education Faculty, Universitas Mathla’ul Anwar Banten were assigned as participants. Questionnaire was evaluated to get insight about freshmen’s perception on Inductive Approach through PPP phase in their first speaking class. As a result, the study reveals that the student's response to all aspects of learning get a high response, 83.11% for inductive approach, 95.39% for PPP phase, and 100% for speaking activity. As the final remark, this means that students give a positive response on inductive approach through PPP phase in their first speaking class with the average score of all aspects 92.84%.
Pengaruh Perendaman Susu UHT dan Susu Sapi Segar Terhadap Kekasaran Resin-Modified Glass Ionomer Cement Arifin, Fadil Abdillah; Irawati, Erna; Mattulada, Indrya Kirana; Aslan, Sarahfin; Anas, Risnayanti; Mursaling, Nurul Ilmi
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 3 No. 01 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.415 KB) | DOI: 10.33096/smj.v3i01.4

Abstract

Pendahuluan: Resin-Modified Glass Ionomer Cement (RMGIC) atau Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin merupakan salah satu bahan restorasi yang digunakan di bidang kedokteran gigi. Pengembangan resin-modified glass ionomer cement dimulai sejak tahun 1967 untuk memperbaiki sifat fisik dan mengurangi sensitivitas air dari glass ionomer cement konvensional. Resin-Modified Glass Ionomer Cement (RMGIC) sebagai bahan kedokteran gigi memiliki beberapa keuntungan yaitu: RMGIC dapat melepaskan fluoride, kekuatan RMGIC lebih besar dibandingkan dengan glass ionomer cement konvensional, dan estetika lebih baik daripada Glass Ionomer Cement. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh perendaman susu UHT dan susu sapi segar terhadap resin-modified glass ionomer cement. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Eksperimental Laboratorium yaitu pengujian yang dilakukan di laboratorium dengan bentuk penelitian berupa Pre Test-Post Test with Control Group Design. Jenis penelitian yang dilakukan adalah True Eksperimental Laboratorium. Hasil: Berdasarkan uji one way anova sebelum perendaman diperoleh p-valuesebesar 0,795 (p>0,05) Berdasarkan uji one way anova setelah perendaman diperoleh p-value sebesar 0,669 (p>0,05) Berdasarkan uji post hoc multiple comparison diperoleh perbedaan rata-rata antara susu sapi segar dan susu UHT sebesar 0,1114500 , untuk aquades dan susu UHT sebesar -0,022000. Kesimpulan: Tidak terdapat perubahan yang signifikan terhadap kekasaran resin-modified glass ionomer cement.
Efektivitas Daya Hambat Antibakteri Ekstrak Metanol Biji Kelor (Moringa Oleifera) terhadap Pertumbuhan Porphyromonas Gingivalis (in vitro) irawati, Erna; Mattulada, Indrya Kirana; Wijaya, Muh. Fajrin; Pamewa, Kurniati; Masriadi, Masriadi
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 3 No. 02 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.958 KB) | DOI: 10.33096/smj.v3i02.18

Abstract

Pendahuluan: Periodontitis merupakan suatu penyakit inflamasi destruktif pada jaringan penyangga gigi yang disebabkan oleh mikroorganisme spesifik Ada tiga bakteri utama penyebab penyakit periodontal yang banyak ditemukan pada plak subgingiva, ketiga bakteri tersebut adalah Porphyromonas gingivalis, Treponema denticola,Bacteroides forsythus. Kandungan antibakteri alami pada tanaman kelor yang dapat dimanfaatkan sebagai terapi alternatif dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri gram negatif, salah satunya adalah penyakit periodontal.Tujuan: Untuk mengetahui daya hambat antibakteri ekstrak metanol biji kelor(Moringa oleifera) terhadap pertumbuhan Porphyromonas gingivalis. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan bentuk Posttest Only Control Design. Pengambilan sampel dengan Purposive Sampling menggunakan 8 perlakuan dengan ekstrak metanol biji kelor konsentrasi 2,5%;5%;10%;15%;20%;25%, kontrol positif dan negatif. Uji statistic menggukanakan One Way Anova. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan daya hambat antibakteri terlihat pada seluruh konsentrasi ektrak metanol biji kelor namun pada tes statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara konsentrasi 2,5%; 5%; 10% dan 15%;20%;25% Kesimpulan: Ekstrak metanol biji kelor (Moringa oleifera) memiliki daya hambat antibakteri terhadap pertumbuhan Porphyromonas Gingivalis
Pengaruh Konsumsi Bonggol Nanas (Ananas comosus) Terhadap Penurunan Kadar Volatile Sulfur Compound (VSC) Pada Penderita Hipertensi Sekunder Di Puskesmas Padongko Eva, Andy Fairuz Zuraida; Novawaty, Eva; Selviani, Yusrini; Masriadi, Masriadi; Irawati, Erna; Febriyanti, Feby
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 2 No. 02 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.145 KB) | DOI: 10.33096/smj.v2i02.60

Abstract

Latar belakang: Mulut kering atau Xerostomia merupakan produksi saliva yang berkurang mengakibatkan sebagian besar fungsi saliva tidak dapat berperan dengan baik sehingga dapat menimbulkan meningkatnya Halitosis. Halitosis adalah kata lain yang berasal dari halitus (udara yang dihembuskan) dan osis (perubahan patologis) Foetor oris, Oral malodor, Mouth odor, Bad breath, and Bad mouth odor adalah nama lain untuk menggambarkan halitosis. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh konsumsi bonggol nanas (Ananas comosus) terhadap penurunan kadar Halitosis pada penderita Hipertensi yang mengkomsumsi obat-obatan anti hipertensi. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi bonggol nanas (Ananas comosus) terhadap penurunan kadar Volatile sulfur compound (VSC) pada penderita hipertensi sekunder di puskesmas padongko. Bahan dan Metode: Metode True Exsperimental dengan menggunakan desain penelitian Pretest-Posttest. Objek penelitian yaitu penderita Hipertensi sekunder yang mengkonsumsi obat-obatan anti Hipertensi dengan jumlah 16 orang. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 25 dengan menggunkan uji normalitas Shapiro-Wilk dan Selanjutnya di lakukan Uji Wilcoxon. Hasil: uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi P = 0,000 (< 0,05), Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan skor kadar Volatile sulfur compound (VSC) pada penderita hipertensi sekunder dengan pemberian perlakuan konsumsi bonggol nanas (Ananas comosus). Kesimpulan: Ada pengaruh komsumsi Bonggol nanas (Ananas comosus) terhdap penurunan kadar Volatile sulfur compound (VSC) pada penderita Hipertensi sekunder.
Effectiveness of Camellia Sinensis L Extract in Inhibiting the Growth of Staphylococcus aureus Asmah, Nur; Ilmianti, Ilmianti; Abdi, Muhammad Jayadi; Irawati, Erna; Nursaid, Herawati
Journal of Syiah Kuala Dentistry Society Vol 8, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Dentistry Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jds.v8i2.32682

Abstract

Background: Gingivitis and periodontitis are the two most common periodontal conditions. Staphylococcus aureus was reported as a trigger. Compounds active from the green ( Camellia Sinensis L) have been reported to be beneficial as antibacterial. Objective: know the effectiveness of extract tea leaves green 8%, 10%, and 12% in inhibiting bacterial growth of Staphylococcus aureus. Method: The study was conducted in a way that involved 25 power resistors. S. aureus was assessed with a diffusion disc technique with a post-test type-only control design. As well as test statistics Kruskal-Wallis. Results: Based on The results of the Kruskal-Wallis test showed a p-value of 0.0000.05. So, there was a significant difference between the 8%, 10%, and 12% extract treatments and the control group. Conclusion: Extracting leaves with a green concentration of 12% effectively hinders bacteria Staphylococcus aureus.
Efektifkah Pelaksanaan Penjaminan Mutu Melalui Akreditasi Lembaga Pelatihan Pemerintah di Indonesia? The Implementation of Quality Assurance Through Accreditation of Indonesia's Government Training Center: Is It Effective? Irawati, Erna; Suwarno, Yogi
Jurnal Borneo Administrator Vol. 16 No. 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusjar SKPP Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v16i3.713

Abstract

The implementation of ASN competency development is closely related to the quality of education and training provided by the Educational Institution (Lemdik). The National Institute of Public Administration (NIPA) as the agency assigned the task of fostering the implementation of education and training for ASN employees has conducted quality assurance to ensure the implementation quality of the education and training. Even though quality assurance has been carried out routinely, training problems still arise. This study aims to analyze the implementation of accreditation as a quality assurance process carried out by Educational Institutions. This research was conducted using qualitative descriptive method with data collection techniques through document review, FGDs, and in-depth interviews. The results of the study showed that the implementation of accreditation has not been able to portray aspects of leadership and organizational commitment as part of quality assurance. The results of the study found that the fulfillment of data and information in the implementation of accreditation had not been carried out routinely. From these findings, the results of the study recommended that the quality assurance process must be viewed from the management cycle. Besides, there also needs an improvement in data and information management systems. Keywords: State Civil Apparatus (ASN), Quality Management, Accreditation, Competency Development Abstrak Pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN berkaitan erat dengan kualitas penyelenggaraan diklat yang diberikan oleh Lembaga Pendidikan (Lemdik). Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai instansi yang diberikan tugas dalam membina pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai ASN telah melakukan penjaminan mutu untuk menjamin kualitas penyelenggaraan diklat. Meskipun penjaminan mutu telah dilaksanakan secara rutin, tetapi permasalahan diklat masih sering muncul. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan akreditasi sebagai proses penjaminan mutu yang dilakukan oleh lemdik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui telaah dokumen dengan memanfaatkan berbagai dokumen terkait proses akreditasi tahun 2019, FGD, dan wawancara mendalam. Hasil studi menunjukkan bahwa pelaksanaan akreditasi belum mampu memotret aspek kepemimpinan dan juga komitmen organisasi sebagai bagian dari penyelenggaraan penjaminan mutu. Hasil kajian menemukan pemenuhan data dan informasi dalam pelaksanaan akreditasi belum dilakukan secara rutin sehingga menyebabkan data dan informasi yang diberikan cenderung disiapkan hanya untuk keperluan akreditasi. Dari dua temuan ini, hasil kajian merekomendasikan bahwa proses penjaminan kualitas harus dilihat dari siklus manajemen, serta perlu penambahan data dan informasi yang mencerminkan aspek kepemimpinan, integritas dan komitmen pegawai. Selain itu, perlu ada perbaikan sistem pengelolaan data dan informasi untuk menjamin bahwa data yang diunggah benar-benar mencerminkan aktivitas dan penjaminan kualitas di setiap tahapan. Kata kunci: ASN, Manajemen Mutu, Akreditasi, Pengembangan Kompetensi