Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Video dan Leaflet Sebagai Media Penyuluhan Terhadap Orang Tua Murid Di SDN Tonasa Gowa Wijaya, Muhammad Fajrin; Aldilawati, Sari Sari; Arifin, Fadil Abdillah
JIKI Jurnal Ilmiah Kesehatan IQRA Vol 9 No 2 (2021): JIKI
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Sidrap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiki.v9i2.296

Abstract

ABSTRAK Pendidikan kesehatan gigi yang diberikan kepada anak sejak dini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan tentang faktor risiko terjadinya penyakit gigi dan mulut, salah satunya adalah karies. Akan tetapi, pendidikan akan tetap terbatas jika tidak disertai dengan perilaku dan faktor-faktor lain yang dapat mendukungnya misalnya lingkungan, pendidikan, status sosial, dan faktor ekonomi. Pengetahuan serta kebiasaan baik mengenai perawatan gigi dan mulut yang dimiliki oleh orang tua merupakan hal yang penting dalam upaya pencegahan sekaligus menjadi komponen utama dalam menjaga kebersihan rongga mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan media video dan leaflet terhadap perubahan pengetahuan orang tua murid dalam menjaga kesehatan gigi permanen muda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pra experiment. Dalam rancangan ini menggunakan rancangan One Group Pretest Posttest tanpa adanya pembanding atau kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua murid yang hadir dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling berjumlah 25 orang tua murid. Analisi data yang digunakan Uji T-Paired Haail Penelitian menunjukkan perubahan pengetahuan orang tua murid 59.44 sedangkan nilai rata-rata setelah perlakuan (post) sebesar 74.04 Ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata nilai sebesar 14.6. Hasil pengujian menggunakan uji t-paired menunjukkan bahwa milai p-value sebesar 0.00 yang lebih kecil daripada 0.05. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara keadaan sebelum dan sesudah perlakuan (post). Diharapkan agar penyuluhan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Pengaruh Perendaman Susu UHT dan Susu Sapi Segar Terhadap Kekasaran Resin-Modified Glass Ionomer Cement Arifin, Fadil Abdillah; Irawati, Erna; Mattulada, Indrya Kirana; Aslan, Sarahfin; Anas, Risnayanti; Mursaling, Nurul Ilmi
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 3 No. 01 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.415 KB) | DOI: 10.33096/smj.v3i01.4

Abstract

Pendahuluan: Resin-Modified Glass Ionomer Cement (RMGIC) atau Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin merupakan salah satu bahan restorasi yang digunakan di bidang kedokteran gigi. Pengembangan resin-modified glass ionomer cement dimulai sejak tahun 1967 untuk memperbaiki sifat fisik dan mengurangi sensitivitas air dari glass ionomer cement konvensional. Resin-Modified Glass Ionomer Cement (RMGIC) sebagai bahan kedokteran gigi memiliki beberapa keuntungan yaitu: RMGIC dapat melepaskan fluoride, kekuatan RMGIC lebih besar dibandingkan dengan glass ionomer cement konvensional, dan estetika lebih baik daripada Glass Ionomer Cement. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh perendaman susu UHT dan susu sapi segar terhadap resin-modified glass ionomer cement. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Eksperimental Laboratorium yaitu pengujian yang dilakukan di laboratorium dengan bentuk penelitian berupa Pre Test-Post Test with Control Group Design. Jenis penelitian yang dilakukan adalah True Eksperimental Laboratorium. Hasil: Berdasarkan uji one way anova sebelum perendaman diperoleh p-valuesebesar 0,795 (p>0,05) Berdasarkan uji one way anova setelah perendaman diperoleh p-value sebesar 0,669 (p>0,05) Berdasarkan uji post hoc multiple comparison diperoleh perbedaan rata-rata antara susu sapi segar dan susu UHT sebesar 0,1114500 , untuk aquades dan susu UHT sebesar -0,022000. Kesimpulan: Tidak terdapat perubahan yang signifikan terhadap kekasaran resin-modified glass ionomer cement.
Perbedaan Pengetahuan Kesehatan Gigi Mulut Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Flipchart dan Permainan Ular Tangga Febriany, Mila; Pamewa, Kurniaty; Arifin, Fadil Abdillah; Mattalitti, Sitti Fahillah Oemar; Wijaya, Sarah Zaitun Hanaanin
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 3 No. 02 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.48 KB) | DOI: 10.33096/smj.v3i02.7

Abstract

Latar belakang : Pendidikan kesehatan gigi dan mulut harus diperkenalkan kepada anak sedini mungkin agar mereka dapat mengetahui cara memelihara kesehatan gigi dan mulut secara baik dan benar. Flipchart merupakan salah satu alat bantu pendidikan yang sangat sederhana dan cukup efektif untuk digunakan dalam menyampaikan informasi. Ular tangga merupakan salah satu permainan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana perbandingan efektivitas metode edukasi dengan permainan ular tangga dan flipchart terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak kelas 3, 4 dan 5 di SDN Sambung Jawa Makassar. Bahan dan Metode : Penelitian ini bersifat eksperimental semu menggunakan metode purposive sampling . Jumlah sampel yang di gunakan adalah 124 orang dengan rentang usia anak 7-9 tahun. Uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan uji Mann- Withney. Hasil : Perbedaan nilai rata-rata pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada media edukasi flipchart  adalah 1,500 dan  media edukasi permainan ular tangga adalah 1,661 dengan p-value 0,143 (p<0,05). Kesimpulan: Media edukasi flipchart dan media edukasi permainan ular memiliki efektivitas yang sama terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut.
Perbedaan Densitas Tulang Alveolar Sebelum dan Sesudah Kuretase Menggunakan Software ImageJ Pada Periodontitis Kronis Astuti, Lilies Anggarwati; Masriadi, Masriadi; Arifin, Fadil Abdillah; Aslan, Sarahfin; Hikmah, Nurul
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 3 No. 01 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.036 KB) | DOI: 10.33096/smj.v3i01.25

Abstract

Latar belakang : Penyakit periodontal adalah penyakit yang kehilangan struktur kolagennya pada daerah yang menyangga gigi, sebagai respon dari akumulasi bakteri di jaringan periodontal. periodontitis adalah penyakit infeksi kronis yang dapat menghancurkan jaringan periodontal termasuk ligamen periodontal dan rongga alveolar gigi. Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana perbedaan gambaran radiografis periodontitis kronis sebelum dan sesudah perawatan berdasarkan densitas tulang menggunakan software imagej. Bahan dan metode penelitian : Penelitian ini bersifat analisis observasional dengan menggunakan pendekatan Cross sectional study.Sampel didapatkan dengan menggunakan metode pengambilan sampel koutasampling. Radiograf digitalisasi menggunakan software ImageJ untuk melihat perbedaan luas trabekula kemudian dilakukan uji Paired T-Test. Hasil Penelitian : Terdapat perbedaan nilai rata-rata densitas tulang sebelum dan sesudah perawatan kuretase yaitu 525,20 pixel. adapun rata-rata densitas tulang sebelum perawatan kuretase yaitu sebesar 1882,10 pixel dan sesudah perawatan menjadi 1356,90 pixel. Hasil uji Paired Sampel T-Test juga menunjukkan signifikansi perbedaan luas antara densitas tulang sebelum dan sesudah dilakukan perawatan kuretase, dimana terdapat p-value yang menujukkan nilai p=0,003. Nilai P-Value menunjukkan kurang dari 0,05 artinya bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara densitas tulang sebelum dan sesudah perawatan kuretase. Kesimpulan : Terdapat perbedaan signifikan gambaran radiografis peridontitis sebelum dan sesudah perawatan kuretase pada perubahan luas trabekula menggunakan software ImageJ di RSIGM UMI tahun 2020.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Muda dengan Tindakan Penggunaan Alat Pelindung Diri di RSIGM UMI Tahun 2018 Arifin, Nur Fadhilah; Aslan, Sarahfin; Selviani, Yusrini; Fairuz, Andy; Arifin, Fadil Abdillah; Hilyah, Hilyah
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 1 No. 01 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.854 KB) | DOI: 10.33096/smj.v1i01.41

Abstract

Latar belakang: Infeksi merupakan bahaya yang sangat nyata pada praktik pelayanan kedokteran gigi. Pada kenyataannya, prosedur kebersihan tangan merupakan komponen paling penting diantara program pencegahan dan pengendalian infeksi. Dalam menjalankan profesinya, dokter gigi bukan tidak mungkin berkontak secara langsung ataupun tidak langsung dengan mikroorganisme dalam saliva dan darah pasien. Kedokteran gigi merupakan salah satu bidang yang rawan untuk terjadinya kontaminasi silang antara pasien-dokter gigi, pasien-pasien,dan pasien-perawat.Tindakan pertama pencegahan infeksi silang adalah pemakaian pelindung oleh operator misalnya masker, sarung tangan,dan kacamata pelindung yang memiliki standar yang bersifat proteksi,murah, dan secara universal digunakan pada dental surgeries sebagai barrier yang efektif. Tujuan: Untuk mengetahui tentang hubungan pengetahuan dokter gigi muda dengan penggunaan alat pelindung diri di RSIGM UMI. Metode: penelitian ini menggunakan jenis penelitian bersifat observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian ini adalah dokter gigi muda di RSIGM Fakultas Kedokteran Gigi UMI Hasil: Sebagai dokter gigi muda memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 76,7%, tingkat pengetahuan cukup yaitu sebanyak 16,7%, dan tingkat pengetahuan kurang yaitu sebanyak 6,7% dengan tindakan dokter gigi muda tentang penggunaan alat pelindung diri terhadap pencegahan penularan ifeksi silang di RSIGM UMI memiliki tindakan baik yaitu sebanyak 56,7%, tindakan cukup yaitu sebanyak 30%, dan tindakan kurang sebanyak 13,3%. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan analisis Chi Square menunjukan nilai p = 0.191 (p ? ? = 0.005). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan dokter gigi muda dengan penggunaan alat pelindung diri terhadap pencegahan penularan infeksi silang di RSIGM UMI tahun 2018.
Perbedaan Efektivitas Ekstrak Sarang Semut Terhadap Daya Hambat Enterococcus faecalis Sebagai Bahan Irigasi Saluran Akar Eva, Andy Fairuz Zuraida; Astuti, Lilies Anggarwati; Arifin, Fadil Abdillah; Aslan, Sarahfin; Syam, Syamsiah; Muthalib, Adelya Awdya
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 1 No. 02 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.106 KB) | DOI: 10.33096/smj.v1i02.43

Abstract

Pendahuluan: Bahan irigasi yang biasa digunakan berasal dari bahan kimia dapat memberikan efek samping yang lebih besar dibandingkan dengan obat tradisional. Penggunaan bahan yang berasal dari alam dapat dijadikan pilihan sebagai alternatif bahan irigasi saluran akar karena beberapa dari bahan tersebut dapat bersifat menghambat pertumbuhan (bakteriostatik) maupun membunuh bakteri (bakterisid). Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan Ekstrak Sarang Semut (Myrmecodia pendens) sebagai bahan irigasi saluran akar dengan daya hambat bakteri Enterococcus faecalis. Bahan dan Metode: Menggunakan metode eksperimental laboratorium. Bentuk penelitian berupa Post test only control group design dan pengambilan sampel dengan Purposive Sampling menggunakan 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Uji statistik menggunakan One Way Anova. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan diameter zona inhibisi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis pada ekstrak tanaman sarang semut (Myrmecodia pendens) konsentrasi 25% sebesar 21,10 ± 0,18. Hasil pada ekstrak tanaman sarang semut (Myrmecodia pendens) konsentrasi 50% sebesar 23,47 ± 0,24. Uji statistik memperoleh nilai signifikan p = 0,000 <? = 0,01. Kesimpulan: Hipotesis alternatif penelitian ini diterima dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan ekstrak tanaman sarang semut konsentrasi 25% dan konsentrasi 50% sebagai bahan irigasi saluran akar yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.
Pengaruh Perendaman Daun Sirih Merah (Piper crocatum) Terhadap Kekerasan Resin Komposit Nanofiller Eva, Andy Fairuz Zuraida; Masriadi, Masriadi; Arifin, Fadil Abdillah; Aslan, Sarahfin; Chotimah, Chusnul; Utama, Mohammad Dharma; Pebrianti, Isma
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 1 No. 02 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.005 KB) | DOI: 10.33096/smj.v1i02.46

Abstract

Pendahuluan: Dalam kedokteran gigi, istilah resin komposit mengacu pada sistem polimer di jaringan keras seperti email dan dentin. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perendaman daun sirih merah(piper crocatum) terhadap kekerasan resin komposit nanofiller. Bahan dan Metode: Jenis penelitian menggunakan metode True Eksperimental Laboratorium dengan bentuk the one group pretest posttest. Jumlah sampel 18 resin komposit nanofiller dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel resin komposit nanofiller yang dilakukan light cure. Hasil: Hasil paired sample t-test menunjukan bahwa terdapat pengaruh perendaman daun sirih merah (p 0,002 < 0,05) dan aquadest steril (p 0,026 < 0,05) terhadap kekerasan permukaan resin komposit nanofiller. Perendaman daun Sirih Merah (Piper Crocatum) menyebabkan terjadinya penurunan kekerasan resin komposit nanofiller. Pada Perendaman aquadest steril terjadi penurunan kekerasan resin komposit nanofiller. Kesimpulan: Ada pengaruh perendaman daun sirih merah (piper crocatum) terhadap kekerasan permukaan resin komposit nanofiller.
Pengaruh Jus Buah Pir (Pyrus commumunis) Terhadap Perubahan Warna Resin Komposit Aslan, Sarahfin; Masriadi, Masriadi; Arifin, Fadil Abdillah; Mattulada, Indrya Kirana; Puspitasari, Yustisia; Mattalitti, Sitti Fadhillah Oemar; Hardiyanti, Hardiyanti
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 2 No. 02 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.574 KB) | DOI: 10.33096/smj.v2i02.56

Abstract

Pendahuluan: Pada era globalisasi masyarakat indonesia mulai sadar akan kesehatan gigi dan mulut, kesadaran masyarakat tersebut tidak hanya mengenai penyakit gigi dan mulut, melainkan juga masalah estetik gigi, estetik yang baik dapat dilakukan dengan banyak cara salah satunya tindakan penumpatan, bahan tumpatan yang biasa digunakan yaitu resin komposit. Umumnya dokter gigi memilih resin komposit sebagai bahan tambal karena sifat estetik yang sewarna dengan gigi sehingga memberikan hasil yang memuaskan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sari buah pir terhadap perubahan warna resin komposit. Bahan dan Metode: Sampel penelitian ini adalah komposit nanohibrid dengan ketebalan 4 mm dan diameter 5 mm. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimental Laboratorium yaitu pengujian yang dilakukan di laboratorium dengan bentuk penelitian berupa Pre-post Test Control Design. Jenis penelitian yang dilakukan adalah True Eksperimental Laboratorium. Uji statistic menggukanakan Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perubahan warna pada resin komposit setelah direndam dalam jus buah pir dimana nilai rata-rata setelah direndam dalam jus buah pir pada kelompok kopi yaitu 12,00 pada kelompok teh 12,778 dan pada kelompok fanta 7,667 dan berdasarkan uji statistic memperoleh nilai signifikan P<0.00. Kesimpulan: Hipotesis alternatif penelitian ini diterima, dan hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan warna pada resin komposit setelah direndam dalam sari buah pir.
Uji Daya Hambat Ekstrak Metanol Rumput Laut Merah (Kappaphycus alvarezii) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Febriany, Mila; Pamewa, Kurniati; Arifin, Fadil Abdillah; Ashari, Khoirunnisa
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 5 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v5i02.118

Abstract

Latar belakang: Ekstrak Kappaphycus alvarezii bersifat bakteriostatik karena hanya mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans, sedangkan eritromisin sebagai kontrol dalam penelitian ini bersifat bakterisidal. Sifat antibakteri rumput laut ini diketahui dengan inkubasi yang dilakukan sampai 48 jam, jika daerah hambatan tetap bening selama 48 jam maka zat tersebut bersifat bakterisidal dan jika ditumbuhi bakteri maka bersifat bakteriostatik. Tujuan penelitian: untuk mengetahui uji daya hambat ekstrak metanol rumput kaut merah (Kappaphycus alvarezii) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Bahan dan Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah True Eksperimental Laboratorium dengan variabel perlakuan ekstrak metanol rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) terhadap Streptococcus mutans. Ekstraki dibagi menjadi empat konsentrasi yaitu, 65%,85%,95%, dan 100%, data dianalisis untuk mengetahui perbedaan zona hambat dilihat dari uji ANOVA. Hasil Penelitian: diperoleh nilai yaitu 0,00 oleh karena itu menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan untuk uji aktivitas bakteri berbeda nyata. Berdasarkan hasil diperoleh nilai rata-rata ±9,53 dengan standar deviasi 0,45 untuk perlakuan konsentrasi 100%, kemudian rerata selanjutnya yaitu ±8,49 dengan standar deviasi 0,77 hasil dari perlakuan konsentrasi 95%, rerata selanjutnya yaitu 6 untuk konsentrasi 85% dan 65%. Kesimpulan: Uji aktivitas bakteri tertinggi diperoleh dari perlakuan konsentrasi 100% dan berbeda nyata dengan perlakuan yang lainnya. Sedangkan untuk konsentrasi 85% dan 65% memiliki hasil yang sama sehingga antar kedua perlakuan tersebut tidak berbeda nyata.
The effectiveness of 50% Cocor Bebek (Kalanchoe pinnatta) leaf extract on clinical appearance of post teeth extraction sockets in Wistar rats: a laboratory experimental study AB, Andi Arni Irawaty; Lestari, Nurasisa; Amran, Ardian Jayakusuma; Arifin, Fadil Abdillah
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 37, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v37i1.59697

Abstract

Introduction: One of the most common procedures performed in dental clinics is tooth extraction. Post-extraction, a wound known as a socket is formed. Inflammation is a fundamental response to the wound after tooth extraction, which subsequently progresses to the tissue repair process, involving the replacement of dead cells with living cells from fibrous tissue. An alternative material that can be used in this healing process is the Kalanchoe pinnata leaf. This study aimed to analyze the effectiveness of 50% Kalanchoe pinnata leaf extract on the clinical appearance of post-extraction sockets in Wistar rats. Methods: This research employed a laboratory experimental method using a Posttest Only Control Design, conducted on 32 Wistar rats divided into two groups: a control group and a treatment group, which received 50% Kalanchoe pinnata leaf extract. Observations were carried out on days 5, 14, and 42 in both groups using the Inflammatory Proliferative Remodeling (IPR) scale, and statistical analysis was performed using the Mann-Whitney test. Results: The results of the difference analysis using the Mann-Whitney test showed a p-value of 0.000 (p<0.05), indicating a significant difference in effectiveness between the treatment and control groups. Conclusion: Based on the study findings, the clinical appearance of post-extraction sockets in Wistar rats on days 5, 14, and 42 following the application of 50% Kalanchoe pinnata leaf extract demonstrated a positive impact on wound healing.Efektivitas ekstrak daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) 50% terhadap tampakan klinis soket pasca pencabutan gigi pada tikus Wistar: studi eksperimental laboratorisPendahuluan: Salah satu prosedur yang paling sering dilakukan di klinik adalah pencabutan gigi. Pasca pencabutan gigi akan menghasilkan perlukaan yang disebut soket. Inflamasi adalah respon dasar terhadap adanya luka pasca pencabutan gigi yang akan berlanjut ke proses perbaikan jaringan yaitu penggantian sel mati oleh sel hidup dari jaringan fibrosa. Bahan alternatif yang dapat digunakan yaitu daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata). Tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas ekstrak daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) 50% terhadap  tampilan klinis soket pasca pencabutan gigi pada tikus wistar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Eksperimental Laboratoris yaitu pengujian yang dilakukan di laboratorium dengan bentuk penelitian berupa post test only control design pada hewan coba tikus wistar sebanyak 32 ekor yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) 50%. Kemudian dilakukan pengamatan pada kelompok kontrol dan perlakuan hari ke-5, 14, dan 42 menggunakan skala Inflammatory Proliferative Remodeling (IPR) dan diuji menggunakan uji statistik Mann-Whitney. Hasil: Berdasarkan hasil uji perbedaan menggunakan Mann-Whitney, menunjukkan bahwa p-value=0,000  (p<0,05). Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian tampakan klinis soket pasca pencabutan gigi tikus wistar pada hari ke-5, 14, dan 42 setelah diberikan ekstrak daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) 50% memiliki dampak penyembuhan yang baik.