Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

VARIANTS OF MULTICULTURAL DAWAH: WAYS OF RELIGION IN RURAL COMMUNITIES IN THE MODERN ERA Rosida, Nikmatur; Santoso, Bobby Rachman
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v14i1.13388

Abstract

In the modern era, da'wah is increasingly required to be carried out according to the social changes existing in society. Not only do Mad'u (da'wah audience) nowadays consume da'wah presented directly by the da'i (preacher), but also through social media and the influence of modernism. Interestingly, in Kesamben Village, some mad'u still listen to the da'wah presented culturally. It indicates that there are variants of da'wah that occur in the lives of rural communities. One of them is multicultural da'wah. Multicultural da'wah is an effort to invite mad'u on the right path amid cultural diversity through tolerance, ukhuwah, and many more. So, there are two main problem formulations, namely (1) What are the da'wah criteria needed by the community in Kesamben Village? and (2) What are the ways in practicing religion amidst cultural diversity? To answer the formulation of the problem, researchers used qualitative research methods with a sociological approach. The primary source used was the Muslim community of Kesamben Village, while the secondary sources were books, journals, and articles related to the research objects. The data collection techniques were observation, interview, and documentation. The research results show that rural communities need da'wah delivered by da'i in a polite, humane, and humorous manner. In addition, village people tend to follow a culture that does not violate Islamic law. Even though the modern era has had a major influence on people's lives, mad'u in Kesamben Village still preserve religious culture by not denying technological developments.
Communication Style of Imigrant Dai in Da’wah Kulsum, Ummi; Santoso, Bobby Rachman
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 1 (2023): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/2rheve59

Abstract

Islam adalah agama dengan persentase terbesar di Indonesia. Mayoritas ini menjadikan Indonesia rumah bagi banyak dai, masing-masing dengan gaya dan caranya sendiri. Selain da'i lokal, ada dai yang berasal dari luar negeri yaitu Syekh Ali Jaber. Ia berdakwah dengan memperhatikan kearifan lokal dan toleransi. Syekh Ali Jaber yang berasal dari Arab memiliki jumlah ma'du yang besar di Indonesia. Popularitas dakwahnya karena Syekh Ali Jaber memiliki metode dakwah yang unik dibandingkan dai lokal di Indonesia. Namun, ia sempat menjadi kontroversi setelah insiden penikaman oleh seseorang saat berdakwah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustakaresearch untuk mengungkap gaya komunikasi dan implikasi dakwah Syekh Ali Jaber. Data primer yang digunakan adalah literatur, media sosial, berita, dan jurnal tentang Syekh Ali Jaber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyampaikan dakwahnya, Syekh Ali Jaber menggunakan qaulan layyinan, qaulan kariman, dan qaulan balighan. Sedangkan dakwah disampaikan dengan cara hikmah, mauidhah hasanah, dan mujadalah. Masyarakat menilai bahwa dakwah yang dilakukan Syekh Ali Jaber bersifat moderat, mencerminkan kedamaian, dan santun (tidak memihak ormas atau lembaga dakwah). Syekh Ali Jaber dalam menjalankan dakwahnya lebih terbuka dan juga berasimilasi dengan seluruh kalangan umat Islam tanpa membedakan ormas dan aliran keagamaan lainnya.
NAHI MUNGKAR DALAM DAKWAH (Konstruksi Hadis Dakwah Terhadap Pengembangan Dakwah) AZIZ, ABD.; SANTOSO, BOBBY RACHMAN
TASAMUH Vol. 18 No. 2 (2020): DAKWAH DAN MODERNISASI
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tasamuh.v18i2.2766

Abstract

In Islam, activity of da’wah is not only invite the public to kindness but also prevent the people from nahi munkar. In that practice, dai puts forward the encouragement of kindness rather than nahi munkar. The reason is that nahi munkar be more risk in da'wah. Even though nahi munkar is a more important obligation in da'wah. The Prophet Muhammad practiced nahi munkar by giving priority to methods through hands, oral and heart. Nahi munkar in da'wah is always related to community norms and traditions. Therefore, dai can endure impossible by knowing the various types of mad’u. Dai will face a different mad'u in tradition, religious understanding, mastery of science and level of intelligence. Of course the measurement of truth in munkar is al-Quran, Hadis and the understanding of ulama, not on the basic of personal understanding.
Adabiah Da'wah Strategy Of Indonesian Muslim Youth Santoso, Bobby Rachman
TASAMUH Vol. 21 No. 1 (2023): DA'WAH COMMUNICATION AND REVITALIZATION OF ISLAMIC TRADITION
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tasamuh.v21i1.7053

Abstract

Da'wah now should focus on youth. Teenagers should convey da'wah and use strategies that are suitable for the condition of society, especially teenagers and changing times. The da'wah strategy that is applied in various activities is followed by the latest communication media that is able to provide the overall appeal of mad'u. The development of modern technology and media has an impact on the da'wah strategies carried out by teenagers, which must be recognized in order to get feasibility and recognition in the world of da'wah. Especially in this day and age people are presented with a wide range of life problems. Teenagers can create adabiah da'wah by staying guided by Islamic teachings. The da'wah strategy carried out can attract public attention and reduce the negative side of the current era. Teenagers are required to understand the situation and condition of mad'u both socially and psychologically to find the right strategy in preaching.
Manajemen Dakwah Berbasis Recharging Iman: Studi Tokoh Gus Sauqi Dalam Membina Spiritual Keberagamaan Mad’u Di Tulungagung Bobbyindunisy, Bobby Rachman Santoso
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 5 No. 1 (2025): Al-Manaj IN PRESS
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v5i1.2358

Abstract

Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui konsep manajemen dakwah berbasis peningkatan iman yang dilakukan Gus Sauqi dalam proses membina keberagamaan mad’u di Tulungagung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, sumber data dalam penelitian ini dapat dibagi menjadi dua jenis, sumber data primer (Primary Resources) dan sumber data skunder (Secondary Recources) penelitian ini dilakukan di kabupaten Tulungagung. Gus Sauqi sebagai subjek penelitian dan melibatkan orang-orang yang mengetahui kegiatan dakwah yang dilakukan Gus Sauqi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga tahapan (snowball sampling) guna memperoleh data yang valid. Fokus penelitian adalah mengemukakan konsep manajemen dakwah berbasis peningkatan iman yang dilakukan Gus Sauqi dalam kegiatan dakwahnya, mengetahui isi kandungan meteri dakwah yang disampaikan, dan mengetahui dampak setelah mengikuti proses manajemen dakwah berbasis peningkatan iman yang dilakukan Gus Sauqi. Dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa manajemen dakwah berbasis peningkatan iman dilakukan Gus Sauqi secara perlahan bisa meningkatkan kualitas keimanan pada mad’u karena menggunakan dengan metode eksklusif dan pendekatan spiritual yang mendalam, disertai dengan menggunakan pesan dakwah berupa amaliyah-amaliyah dzikir, penguatan niat, dengan dibalut dalam bingkai thoriqoh yang di dalamnya mengandung pesan akidah, tauhid, dan akhlak, dan berdampak pada kualitas iman para mad’u yang semakin meningkat.
Manajemen Dakwah Berbasis Recharging Iman: Studi Tokoh Gus Sauqi Dalam Membina Spiritual Keberagamaan Mad’u Di Tulungagung Bobbyindunisy, Bobby Rachman Santoso
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 5 No. 1 (2025): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v5i1.2358

Abstract

Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui konsep manajemen dakwah berbasis peningkatan iman yang dilakukan Gus Sauqi dalam proses membina keberagamaan mad’u di Tulungagung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, sumber data dalam penelitian ini dapat dibagi menjadi dua jenis, sumber data primer (Primary Resources) dan sumber data skunder (Secondary Recources) penelitian ini dilakukan di kabupaten Tulungagung. Gus Sauqi sebagai subjek penelitian dan melibatkan orang-orang yang mengetahui kegiatan dakwah yang dilakukan Gus Sauqi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga tahapan (snowball sampling) guna memperoleh data yang valid. Fokus penelitian adalah mengemukakan konsep manajemen dakwah berbasis peningkatan iman yang dilakukan Gus Sauqi dalam kegiatan dakwahnya, mengetahui isi kandungan meteri dakwah yang disampaikan, dan mengetahui dampak setelah mengikuti proses manajemen dakwah berbasis peningkatan iman yang dilakukan Gus Sauqi. Dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa manajemen dakwah berbasis peningkatan iman dilakukan Gus Sauqi secara perlahan bisa meningkatkan kualitas keimanan pada mad’u karena menggunakan dengan metode eksklusif dan pendekatan spiritual yang mendalam, disertai dengan menggunakan pesan dakwah berupa amaliyah-amaliyah dzikir, penguatan niat, dengan dibalut dalam bingkai thoriqoh yang di dalamnya mengandung pesan akidah, tauhid, dan akhlak, dan berdampak pada kualitas iman para mad’u yang semakin meningkat.
ANTI-BULLYING EDUCATION FOR THE MOSLEM MILLENNIAL GENERATION IN UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Muhajir, As'aril; Budi Harianto; Bobby Rachman Santoso; Pianto, Heru Arif
An Natiq Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/an-natiq.v5i1.24073

Abstract

Anti-bullying education is a strategic initiative to prevent and address intimidation in educational environments, particularly among the Moslem millennial generation who are vulnerable to the interplay of social dynamics and rapid technological developments. While previous studies have examined bullying from various perspectives—such as Islamic educational principles, self-control development, and cognitive-behavioral interventions—there is limited research integrating Islamic education values with Stoicism philosophy in the context of higher education. This study addresses that gap by exploring the implementation of anti-bullying education at the State Islamic University (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang and assessing the effectiveness of its integrated approach. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through interviews with students, lecturers, and educational staff involved in anti-bullying programs. The findings reveal that combining Islamic ethical principles with Stoic concepts of self-discipline and resilience can foster a more inclusive and bullying-free campus culture. The study also highlights the role of technology and social media in both perpetuating and preventing bullying. Recommendations are provided for strengthening the character education curriculum, integrating moral philosophy into student development programs, and enhancing institutional policies to create a safer and more supportive academic environment.
Spiritualist Entrepreneurship in Pesantren Exploring the Potential for Economic Empowerment in Pesantren Communities Mutrofin, Mutrofin; Ni'amah, Luthfi Ulfa; Santoso, Bobby Rachman; Assidiis, Abdur Rohman
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i1.35285

Abstract

Abstrak: Artikel ini mengkaji tentang pesantren berbasis entrepreneurship spiritualis. Pesantren merupakan sebuah lembaga tradisional mengalami perkembangan yang sangat signifikan dari masa ke masa. Keberhasilan pesantren ditunjukkan dari eksistensinya yang mampu mengintegrasikan antara nilai-nilai agama dengan nilai-nilai keterampilan kewirausahaan. Di satu sisi, pesantren dengan konsep tafaqquh fi addin, di sisi lain pesantren mampu mengajarkan spirit praktek bisnis. Perpaduan pesantren sebagai pusat pembelajaran agama dan pesantren sebagai wadah inkubasi usaha memiliki potensi untuk meningkatkan dan memberdayakan perekonomian masyakarat di lingkungan pesantren. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini menggarisbawahi adanya proses integrasi proses pembelajaran agama dengan pengajaran keterampilan berbisnis yang diajarkan oleh pengasuh pondok pesantren kepada seluruh santrinya. Hal ini memberikan kesempatan dan peluang bagi masyarakat sekitar pesantren untuk memanfaatkan sumber daya lokal yang dimiliki. Selain itu implementasi pesantren berbasis entrepreneurship dapat memperkuat rasa tanggungjawab dengan pendekatan spiritual yang berbasis pada nilai-nilai agama dan etika Abstract: This article examines pesantren based on spiritualist entrepreneurship. Pesantren, as a traditional institution, has undergone significant development over time. The success of pesantren is demonstrated by its ability to integrate religious values with entrepreneurial skills. On one hand, pesantren emphasizes tafaqquh fi ad-din (deep understanding of religion), on the other hand, it instills the spirit of business practice. The combination of pesantren as a center for religious learning and as an entrepreneurial incubation hub has the potential to enhance and empower the local economy within the pesantren community. This research employs a descriptive qualitative method with an ethnographic approach. It highlights the integration process between religious education and business skill development, which is taught by pesantren leader to all santri. This integration provides opportunities for the surrounding community to utilize local resources effectively. Furthermore, the implementation of pesantren based entrepreneurship can strengthen a sense of responsibility through a spiritual approach grounded in religious and ethical values 
Da'wah Strategy in Improving Youth Morality in Lamongan Kasanah, Siti Uswatun Nur; Ismawati, Zulva; Santoso, Bobby Rachman
Munazzama: Journal of Islamic Management and Pilgrimage Vol. 1 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/mz.v1i2.9900

Abstract

This study aims to analyze da’wah strategy through social media toimprove adolescent morality. Where modern means of digitalizationare easy to bring a significant influence in the lives of teenagers. So,using social media for communicative preaching in improving andimproving teenagers' morality, especially teenagers in the Lamongan,is an excellent opportunity for da’I. Social media is a means of da’wahbecause many teenagers have social media accounts that are usedto share their activities. However, many teenagers do not use socialmedia correctly and adequately, causing a lack of morals andmanners. This article utilizes qualitative descriptive methods, namelyobservation and documents as a data collection tool. The results ofthe research obtained are the effectiveness of da’wah strategy through social media as a means of communicative da’wah that canimprove adolescent morale. In addition, communicative social mediada’wah can create a great opportunity for preachers to convey da’wahthat understands and adapts to the times so that the existence ofda’wah can always be spread bringing the teachings of Islam tomankind.
Da'wah Through Nasyid to The Millennial Generation (Figure Study of Da’wah of Alfina Nindiyani) Santoso, Bobby Rachman; Habiburrahman, Mardiyah
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2022.10.1.45-58

Abstract

Da’wah is an effort to invite people to a fitrah. Today da’wah is increasingly diverse in its style. Social media is one of the alternatives for millennial da’wah expansion. Nasyid is one of the media for preaching through poetry. The development of nasyid over time has increasingly changed its style significantly. Currently nasyid, also has relatively large competitiveness in the world of da’wah, especially towards millennials. Alfina Nindiyani ioneon of the murshid who preaches through poetry with its distinctive features and optimization in its presentation so that it can have implications for honey. Researchers in this case use the descriptive qualitative method. This study’s results reveal the role of nasyid in da’wah, the process of the da’wah, and the implication of Alfina Nindiyani’s trough nasyid. It is appropriate that the various kinds of da’wah are presented properly while still looking at the context of their da’wah partners. As a da’i, he must be smart to see and analyze the target of da’wah to achieve success and prosperity.