Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Unification of Humor in Da’wah : Da’wah Bil-Lisan KH. Anwar Zahid Andayani, Andayani; Santoso, Bobby Rachman
Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan Vol. 27 No. 2 (2023): Dakwah: Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dakwah.v27i2.36747

Abstract

Dakwah identik dengan penyebaran agama Islam, yang disampaikan secara serius oleh seorang dai. Seiring perkembangan zaman, dakwah memulai fleksibilitasnya dengan memasukkan humor sebagai upaya menarik  minat mad’u. Hal tersebut  yang dilakukan oleh KH. Anwar Zahid  sejak periode dakwahnya menggunakan humor. Berdasarkan esensialnya memadukan humor dalam dakwah salah satu unsur yang penting.  Humor  suatu bentuk gurauan yang bersifat menghibur dan kebutuhan bagi pendengar. Humor disini bertujuan untuk mempermudah mad’u dalam menangkap pesan dakwah. Dakwah merupakan proses mempengaruhi orang lain dengan cara bijaksana tanpa ada unsur paksaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosio-psikologis. Hasil penelitian yang ditemukan  bahwasanya dakwah  bil-lisan dalam  konten Youtube @Anza Channel KH. Anwar Zahid, bahwa KH. Anwar Zahid  mendeklarasikan humor dalam setiap dakwah bil-lisannya. Hal tersebut dibuktikan bahwa, setiap masyarakat yang melihat konten dakwah tersebut, pasti mengatakan dakwahnya selalu lucu.   Dalam konteksitas penggunaan humor yang diselipkan pada dakwah KH. Anwar Zahid, humornya berkesinambungan dengan tema pembahasan. Selain itu, dibalik  seorang dai yang lucu, KH. Anwar Zahid memiliki peran yang menonjol di masyarakat. Selain berdakwah KH. Anwar Zahid juga memberikan fasilitas pendidikan kepada anak yatim-piatu secara gratis, baik kebutuhan sekolah maupun mengaji di pondok pesantrennya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk  kepedulian  terhadap  generasi penerus bangsa sebagai pejuang agama Islam dimasa depan.
LEGALIZATION OF KBIHU INSTITUTIONS IN INDONESIA santoso, bobby rachman; Nur Kasanah, Siti Uswatun
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 11 No. 1 (2023): -
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jmd.v11i1.31757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi legalisasi lembaga KBIHU agar dapat memahami standardisasi KBIHU dan kontribusinya dalam menyelenggarakan haji dan umrah di Indonesia.  Tanpa izin operasional dari Kementerian Agama suatu lembaga sulit dipercaya dan berdampak buruk bagi kualitas lembaga. Oleh karena itu, legalisasi menjadi hal penting yang harus dilakukan agar KBIHU menjadi lembaga yang memiliki kontribusi baik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan library research seperti buku, e-book,  jurnal, Undang-undang dan artikel sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pentingnya melegalisasi lembaga KBIHU dengan melakukan perizinan pada Kementerian Agama yang bertujuan agar mendapatkan perlindungan hukum. Selain itu, standardisasi lembaga KBIHU dapat dilihat dengan memiliki kantor yang jelas, memiliki website resmi atau medsos, sudah resmi terdaftar di Kemenag dan memiliki reputasi baik. Lembaga KBIHU juga harus mampu berkontribusi dalam menyelenggarakan haji dan umrah dengan memberikan pelayanan yang sesuai ajaran agama Islam pada calon jamaah.
DAI KOMPROMIS DAN SEKTARIAN DALAM MEMBERDAYAKAN SOSIO-SPIRITUAL MASYARAKAT DI KEC. REJOTANGAN KAB. TULUNGAGUNG Rachman Santoso, Bobby
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 7, No 1 (2022): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v7i1.76-90

Abstract

Dakwah perlu hadir dengan tanggap untuk menyelesaikan problematika-problematika umat yang sedang terjadi, tidak terkecuali pada aspek sosio-spiritual masyarakat. Seiring dengan berkembangnya zaman, dai mengalami dinamika tinggi yang menyiptakan istilah lain dai, dan juga bisa disebut dengan ragam dai. Disini, hemat penulis menyatakan bahwa terdapat ragam dai berdasarkan karakteristiknya, yakni dai kompromis dan dai sektarian. Aplikasi dakwah dai kompromis dan sektarian di Rejotangan dalam memberdayakan sosio-spiritual masyarakat memiliki perbedaan yang mencolok. Dai kompromis lebih terbuka kepada masyarakat dan menghargai perbedaan. Sedangkan dai sektarian bersifat fanatik dan cenderung tertutup, karena dakwah yang dilakukan hanya pada golongannya saja. Tulisan ini dihasilkan melalui pendekatan kualitatif dengan melaksanakan observasi dan wawancara pada beberapa responden sebagai data primer
Strategi Dakwah Multimedia Nahdlatul Ulama melalui Instagram @nuonline_id Santoso , Bobby Rachman; Fatmasari , Lutfi; Nurcholis , Ahmad
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 1 (2021): March 2021
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v7i1.189

Abstract

Da’wah media from time to time continue to experience such good development. The emergence of social media in the community has also influenced the delivery of da'wah messages. In this case, preachers is required to be able to use social media as a medium for preaching. This research is motivated by the use of Instagram as a medium for preaching, especially the Nahdlatul Ulama organization. This research was conducted on the official Nahdlatul Ulama Instagram account, @nuonline_id. This study aims to understand how the format of the da'wah message presented by the @nuonline_id account and how the da'wah strategy used by Nahdlatul Ulama on the @nuonline_id account. Qualitative research was chosen to be the research method in this study. In addition, the approach used is a phenomenological approach. In this study, the results show that @nuonline_id has 2 strategies in preaching through Instagram, namely: first, in presenting images with insertions of words and selecting templates that show the characteristics of Nahdlatul Ulama. Second, presenting a video with an interesting concept.
Restrukturisasi Media Dakwah: Dari Media Cetak Ke Media Sosial Santoso, Bobby Rachman; Nawafi, Ahmad Yuzki Faridian; Kifayah, Nurul
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Manajeman Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah Uin Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jmd.v1i2.7838

Abstract

Dakwah Islam menjadi suatu kegiatan komunikasi yang sudah ada sejak manusia pertama kali diturunkan ke bumi. Perkembangan media dakwah terus berlanjut. Media yang digunakan dalam kegiatan dakwah juga menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masyarakat. Media dakwah dimulai melalui ceramah langsung, melalui surat (tertulis), dan saat ini dakwah dapat dilakukan melalui media sosial tanpa harus bertatap muka langsung. Perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi para pendakwah (da’i) dalam menyampaikan pesan dakwah melalui berbagai media dakwah. Perkembangan teknologi tidak menggantikan media dakwah yang telah ada sebelumnya tetapi memberikan lebih banyak pilihan media dakwah yang dapat digunakan oleh para pendakwah saat ini sehingga aktivitas dakwah. Beragamnya media dakwah dapat mencapai berbagai lapisan masyarakat, mengingat masih ada kelompok yang belum mengakses teknologi. Oleh karena itu, para dai dapat memanfaatkan media tradisional dalam upaya berdakwah kepada kelompok masyarakat tersebut.
Pesan Toleransi Dalam Dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar Konten Youtube ‘LOGIN DI CLOSE THE DOOR’ Afidah, Siti Nur; Santoso, Bobby Rachman
ASWALALITA: Journal of Da'wah Management Vol 4 No 2 (2025): Vol 4 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Department of Da'wah Management, Faculty of Da'wah, IAINU Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Over time, the types of media used to spread Islamic teachings have become increasingly diverse. Today, social media, particularly YouTube, has become extremely popular among the general public. YouTube offers an effective alternative for accessing information. However, the ease of accessing information also presents challenges, such as the limited ability of some Indonesian society to filter positive content. This can lead to issues like intolerance. In fact, the application of tolerance in Indonesian society can create a harmonious and mutually respectful life. During Ramadan 2023, content produced by Habib Ja'far and Onad suddenly became popular, especially because the interfaith discussions they presented strongly emphasized the value of tolerance without demeaning others. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The data is divided into two types: primary, which consists of Habib Ja'far as the subject of his preaching, and secondary, which includes books, news, and literature related to tolerance preaching in Indonesia. The results of the study show that Habib Ja'far always emphasizes the value of tolerance in his preaching. His messages are delivered in a polite and respectful manner, with good communication skills, successfully attracting the attention of both Muslim and non-Muslim communities. These messages cover various da'wah topics, including knowledge about other religions and the importance of mutual respect and appreciation for differences. With a smart, loving, and relaxed approach, Habib Ja'far encourages his audience to strengthen interfaith relations and build an inclusive society.
Professional Training Model for Prospective Mutawif among Youth Delegates Ummah, Aminatul; Mutrofin, Mutrofin; Santoso, Bobby Rachman; Ula, Salma Sayidatul; Salsabila, Shofi; Hadi, Rohmatul; Setiawan, Rizky; Fahlevi, Moch Irgi; Latifef, Akbar Abdul; Chotimah, Chusnul
Communautaire: Journal of Community Service Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/communautaire.v4i3.1890

Abstract

The implementation of Hajj and Umrah rituals requires professional guidance due to the procedural complexity of manasik and the increasingly diverse socio-demographic backgrounds of Indonesian pilgrims. This community service project therefore aims to strengthen the professional capacity of prospective mutawifs among East Java youth representatives through a structured and participatory training model. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach, engaging participants as active collaborators in needs assessment, training design, implementation, and evaluation. Data were collected through pre- and post-training assessments, observation during manasik simulations, reflective discussions, and performance evaluations. The findings indicate a significant improvement in participants’ mastery of fiqh al-manasik and ritual procedures. Participants also demonstrated enhanced communication competence in guiding elderly pilgrims and managing group dynamics. Conflict resolution and crisis-response skills improved through scenario-based simulations. Moreover, the training strengthened ethical awareness, service orientation, and spiritual responsibility as mutawifs. Participants reported increased self-confidence and readiness to serve in real pilgrimage contexts. This program contributes a replicable youth-based mutawif capacity-building model that integrates technical, interpersonal, and spiritual competencies. It is recommended that religious institutions and Hajj service providers adopt sustainable, competency-based training frameworks to prepare future professional mutawifs.